Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Liburan dengan kekasih
“Hngghh.. eh ??”
Dhelpine membuka matanya, merasakan sensasi geli di lehernya, dia kemudian menoleh dan melihat Enoch mengecupi dan menghirup aroma dari lehernya.
Kedua tangan Enoch juga memeluk erat tubuh Dhelpine, seakan tidak membiarkan wanita itu pergi dari sana.
“Enoch ??” suara Dhelpine sedikit serak, karena baru bantu tidur. Enoch melepaskan leher putih Dhelpine, dan menoleh ke arah kekasihnya.
Enoch tersenyum kecil, “Selamat pagi, sayang.” Enoch mencium bibir Dhelpine dengan lembut dan sekilas.
“Hari ini, aku tidak akan pergi ke perusahaan. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, bagaimana ??” Tanya Enoch, membuat Dhelpine terdiam dan sedikit terkejut di sana.
“A.. Apakah boleh ??” Tanya Dhelpine dengan bingung, Enoch terkekeh pelan, dia kemudian mengecup kening Dhelpine.
“Aku memiliki villa sendiri, dan di belakangnya ada perkebunan buah dan bunga Lavender. Apa kau mau ?? Kita bisa menginap di sana sehari atau dua hari.”
Enoch tahu, Dhelpine merasa tidak nyaman di rumah ini, karena dua keponakannya, jadi Enoch berfikir akan membawa Dhelpine untuk pergi dari sini, sebelum dua keponakan gilanya akan melakukan hal yang tidak-tidak kepada kekasihnya.
“Boleh.” Ujar Dhelpine tersenyum kecil, membuat Enoch merasa gemas.
“Baiklah, sebelum itu.. Ayo kita berendam bersama.” Ujar Enoch mengajak kekasihnya untuk membersihkan diri, sekaligus bermesraan di bak mandi.
...
“Hmm.. Enoch !! Jangan nakal !!”
Enoch terkekeh pelan. Memang sih berendam dengan maksud membersihkan diri, tapi tangan Enoch begitu nakal sehingga dia menyentuh beberapa titik sensitif di tubuh Dhelpine, membuat wanita itu merasa sensitif dan geli karena sentuhan itu.
Enoch memangku kekasihnya, sembari mengecupi kening kekasihnya dengan lembut. Tangannya membelai perut Dhelpine dengan lembut.
“Aku mungkin tidak bisa mengikatmu dalam pernikahan, tapi anak ini.. Akan menjadi ikatan khusus bagi kita berdua, sayang.” Ujar Enoch dengan lembut, membuat Dhelpine terdiam sejenak.
Benar, mereka tidak akan bisa menikah, terlebih dengan status Dhelpine sebagai orang hilang, tentu saja Enoch tidak akan berani menunjukkan Dhelpine di depan banyak orang. Dan Enoch adalah orang yang terkenal, tidak mungkin pernikahannya tidak terendus oleh media, terlebih dengan berita kehebohan perceraiannya dengan Linnea membuat publik bertanya-tanya, apa alasan perceraian mereka ??
Jadi Enoch tidak akan menikahi Dhelpine, sebelum situasi membaik seperti sediakala.
“Kenapa ???”
“Apanya sayang ??”
“Kenapa kau ingin mengikatku ?? Aku pikir.. Kau akan melepaskanku, setelah bosan.”
Enoch tertawa geli, seakan itu adalah candaan konyol yang di lontarkan oleh Dhelpine kepadanya
“Melepaskanmu ?? Apa kau bercanda, sayang ?? Kau adalah milikku. Selamanya milikku, bahkan jiwamu sudah terikat dengan jiwaku, jadi jangan berpikir.. Kau bisa pergi, Dhelpine sayang~” Ujar Enoch tersenyum miring, lalu mengecup kening kekasihnya.
Dhelpine tahu.. Dirinya tidak akan pernah bisa lari, dari sosok berbahaya di depannya, yang entah bagaimana.. Begitu menginginkannya dan bahkan terobsesi pada dirinya dan tubuhnya.
“E.. Enoch ?!”
“Apa sayang ??” Enoch tersenyum jahil, melihat ekspresi Dhelpine yang tersentak di sana, akibat tangannya bermain-main di gunung besar milik Dhelpine. Jari nakal itu bermain dan mencubit salah satu gunung itu, hingga membuat tubuh kekasihnya bergetar, merasakan sensasi itu.
“Sangat besar, dan menyenangkan~” Ujar Enoch menyeringai licik, dia terus memainkan gunung itu hingga memerah sensitif karena sentuhannya. Dhelpine tidak berhenti menyebut nama Enoch dengan manja di sana.
“Aku penasaran, apakah gunung ini juga lembut di lidahku ??” Ujar Enoch nakal, membuat Dhelpine menggelengkan kepalanya perlahan.
Enoch mengangkat sedikit tubuh Dhelpine, wajahnya mendekati dua bulatan besar itu, dan memasukkan salah satu ke dalam mulutnya, sementara tangannya masih mencubit yang satunya, membuat Dhelpine menggeliat memberontak di sana, dan mulutnya semakin mengeluarkan des*han manja yang membuat Enoch semakin bersemangat.
Adegan berendam dan mandi bersama itu berakhir dengan Enoch kembali menyergap tubuh Dhelpine di air hangat, di dalam bak mandi membuat suasana pagi itu semakin lebih memanas dari sebelumnya.
...
“Hmm~ Paman benar-benar takut jika kita menyentuh kekasihnya.” Ujar Harvey yang mengetahui rencana Enoch untuk membawa Dhelpine pergi dari sana.
“Biarkan saja, toh kita disini cukup lama, dad pasti meminta kita akan terus disini, sampai mendapatkan sesuatu dari Paman Enoch.” Ujar Cain dengan senyuman miring.
Keduanya tidak terkejut atau marah, mereka justru merencanakan hal yang lebih besar dan mungkin berbahaya bagi Dhelpine.
Keduanya sengaja menyembunyikan diri di dalam kamar terlebih dulu, karena tahu jika Enoch tidak akan membiarkan Dhelpine sarapan bersama mereka. Enoch sudah pasti tahu, apa yang sedang di lakukan oleh Harvey dan Cain, tapi keduanya tidak ingin menyerah begitu saja. Mereka pasti akan mencari kelengahan dan celah untuk meraih Dhelpine.
Disisi lain.
Enoch dan Dhelpine sudah berada di sebuah tempat restoran. Setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam, akhirnya Enoch melepaskan Dhelpine dan mengajak wanitanya keluar dari bak mandi, dan berganti pakaian.
Dan disinilah, keduanya sudah berjalan memasuki restoran, Enoch memilih untuk pergi dari rumah, dan mengajak Dhelpine sarapan di luar.
Dhelpine di minta memakai jaket dengan tudung kepala, lalu masker dan kacamata hitam, Enoch harus menjaga agar identitas Dhelpine tidak di ketahui oleh banyak pihak.
Beruntung Enoch sudah memberikan alasan yang bagus, sehingga tidak ada yang mencurigai Dhelpine saat masuk ke dalam restoran.
“Maafkan aku, istriku sedang mengalami sakit alergi yang parah, jadi dia harus memakai jaket dan tudung kepala, juga masker dan kacamata hitam karena matanya sakit jika terkena sinar matahari.” Ujar Enoch saat pegawai mempertanyakan alasan Dhelpine memakai semuanya.
Para pegawai menganggukkan kepalanya, terlebih saat Enoch memberikan surat dokter palsu yang memberikan alasan kenapa Dhelpine harus memakai pakaian yang begitu banyak.
Lalu Enoch memesankan makanan yang enak dan juga ruangan VIP yang bebas CCTV dan juga kedap suara. Setelah memesan semuanya, pegawai itu kemudian mengajak Enoch dan Dhelpine untuk menuju ke arah ruangan VIP.
Beberapa orang memandang bingung, tapi karena ini berada di luar negeri tentu saja tidak banyak orang mempertanyakan atau membicarakannya, hanya sekedar bingung dan penasaran, tapi tidak ada yang mendekat atau bertanya, karena budaya yang terlalu acuh.
Setelah sampai di ruangan VIP, dan di tinggal oleh para pelayan, barulah Dhelpine bisa sedikit lega, melepaskan kacamata hitam itu, dan masker.
“Setelah ini, para pelayan akan datang membawakan makanan.”
“Haruskah aku memakai masker dan juga kacamata lagi ??” Tanya Dhelpine lagi sedikit berat, karena dia merasa sesak menggunakan masker. Enoch tersenyum kecil.
“Kemarilah..” Ujar Enoch dengan perlahan dan lembut.
Dhelpine mendekati Enoch, lalu lelaki itu menarik kekasihnya hingga terjatuh di atas pangkuannya.
“Eh ??”
“Aku akan menutupi wajahmu.” Ujar Enoch, awalnya Dhelpine tidak mengerti, dan dia hendak bertanya tapi sebelum Dhelpine membuka suara, sebuah ketukan terdengar di pintu.
Tok.. tok.. tok..
Enoch langsung menggunakan tangannya menarik wajah Dhelpine ke arah dadanya, lalu menutupi dengan telapak tangannya.
“Masuk.”
Pintu terbuka, dan menampilkan pelayan mendorong kereta berisikan makanan.
“Maaf mengganggu tuan. Pesanan anda sudah siap.” Ujar pelayan itu ramah, Enoch menganggukkan kepalanya.
Membiarkan sang pelayan menaruh makanan di atas meja, sementara..
Deg.. Deg.. Deg..
Jantung Dhelpine berdetak tak karuan, saat dirinya mendekatkan wajahnya di dada Enoch yang begitu bidang dan padat.
💚💛💚💛💚💛💚💛💚
Wah babang Enoch romantis banget, dedek Dhelpine bisa-bisa baper nih sama Abang 😏 😏
Btw udah deh, Harvey sama Cain, jangan macam-macam, itu Dedek Dhelpine khusus untuk babang Enoch seorang, bukan yang lain 😌😌
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣
thor adik nya orion masih hidup gk ?? itu istri nya enoch ???🤔