NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Mafia

Pengantin Pengganti Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Mafia / Cintapertama
Popularitas:318.6k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

Dipaksa menjadi pengantin pengganti demi melunasi utang lima miliar keluarga angkatnya, Kiyora Aleena pasrah dibawa oleh penguasa mafia Italia yang paling ditakuti—Salvatore.

Namun, alih-alih dijadikan tawanan atau simpanan, pria dingin nan kejam itu justru memperlakukannya bagai seorang ratu. Puncaknya terjadi saat sebuah bisikan misterual membakar ingatan masa lalunya.

"Aku tidak pernah salah mengenali milikku," bisik Salvatore rendah, menatap gelang perak berbandul merah di pergelangan tangan Kiyora.

"Kamu adalah Istriku. Ratu dari seluruh kerajaanku ... Alaura."

"N-Nama aku Kiyora, Om Tuan Mafia! Salah orang kali!" pekik Kiyora panik dengan mata bulatnya yang berbinar kaget.

Siapa sebenarnya Alaura? Dan mengapa takdir mempertemukannya kembali dengan Salvatore di tengah ancaman perang berdarah antar-klan mafia yang siap membongkar rahasia besar tentang identitas aslinya?

Terlebih, ada bocil cadel menggemaskan yang merecoki kisah percintaan mereka.

"Ini Mama Milooo!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merancang Rencana

Tok!

Tok!

​"KALAU NDA DI BUKA MILO DOBLAK NIH? MILO DOBLAAAAAAAK NIIIIH!" teriak Milo dengan suara melengking di luar pintu kamar mandi.

​Tak kunjung mendapat balasan dari dalam, bocah gembul itu mulai hilang kesabaran. Dengan penuh rasa percaya diri, ia menabrakkan tubuh gembulnya ke daun pintu kayu yang tebal itu. Namun bukannya pintu terdorong terbuka, justru rasa nyeri hebat di bahu kecilnya yang ia dapatkan.

​"Aww, cakitnyaaaaaa ...," cicit Milo kesal seraya memegangi bahunya yang berdenyut.

​Pantang menyerah, anak itu berniat mencobanya sekali lagi. Ia melangkah mundur beberapa meter, mengambil ancang-ancang untuk berlari kencang.

​"Catu ... dua ... tii ...,"

​Milo segera melesat kencang, berniat menghantamkan seluruh bobot tubuh gembulnya ke arah pintu. Namun sial baginya, tepat saat ia hampir sampai, pintu kamar mandi mendadak terbuka dari dalam! Tubuh mungil Milo yang terlanjur melaju kencang pun tak bisa mengerem, membuatnya melayang dan jatuh terjerembap membentur lantai marmer.

​BRUGH!

​"Actagaaaaaa!" pekiknya dramatis seraya menelungkup di lantai.

​Salvatore yang berdiri di ambang pintu mendadak menyipitkan mata. "Ngapain kamu?" tanya sang Don Mafia heran melihat tingkah ajaib keponakannya.

​"Nyuci candaaaaaal! Pake nanya lagi olang tua!" semprot Milo kesal seraya berusaha bangun dengan susah payah.

​Kiyora yang berada di samping Salvatore refleks melangkah maju membantu bocah itu berdiri. Ia segera memeriksa lengan dan jemari Milo yang sempat menghantam lantai. "Aduh, sedikit biru tangannya," gumam Kiyora penuh simpati.

​Ia mendongak, menatap wajah Milo yang kini mencebikkan bibirnya tebal-tebal sambil melayangkan pandangan super memelas.

​"Cakit kali, Onty ...," adu Milo dengan mata berkerak air mata.

​Kiyora mengepalkan tangan lalu meniup-niup lembut bekas memar di tangan Milo. "Tak apa, nanti juga sembuh. Ayo kita sarapan, Aunty sudah lapar," ajak Kiyora riang. Ia beranjak berdiri lalu menggandeng erat tangan mungil Milo untuk berjalan bersama menyusuri koridor.

​Namun sebelum benar-benar pergi, Milo sempat memalingkan wajahnya ke belakang. Ia melirik Salvatore lalu menjulurkan lidahnya panjang-panjang, meledek sang paman dengan wajah paling mengejek yang bisa ia buat.

​Salvatore mendesis kesal di tempatnya. "Awas kamu," batinnya berjanji akan memberi pelajaran pada bocah nakal itu nanti.

​Tepat saat itu, Thomas melangkah mendekati area kamar utama. Ia sempat melirik geli ke arah Milo yang berjalan membuntut di samping Kiyora, sebelum akhirnya berbelok dan menyapa atasannya.

​"Tuan," sapa Thomas membungkuk hormat.

​Salvatore melangkah kembali ke dalam kamar, melepaskan kaus santai yang ia kenakan lalu menggantinya dengan kaus hitam segar. Sementara itu, Thomas berdiri tegap di belakangnya seraya menggenggam erat iPad khusus berisi data-data rahasia organisasi.

​"Tuan, hasil pemeriksaan kesehatan Nona Kiyora sudah keluar. Semuanya sangat bagus, tidak ditemukan reaksi alergi kronis atau penyakit bawaan lainnya. Dan juga ... golongan darahnya terkonfirmasi O positif," lapor Thomas dengan nada serius.

​Salvatore menghentikan gerakan tangannya yang sedang membenahi kerah baju. Ia mengangkat pandangannya, menatap lurus ke depan dengan sorot mata tajam. "O positif ...," gumam Salvatore pelan.

​Ia tak pernah tahu golongan darah Leon D'Alterio, pemimpin tertinggi klan musuh, Cosa Nero. Informasi pribadi seperti itu sangat dijaga ketat di dunia bawah tanah.

​Thomas melangkah mendekat, memberikan usulan yang sudah ia pertimbangkan matang-matang. "Menurut saya, untuk memastikan apakah Nona Kiyora benar-benar Nona Alaura D'Alterio yang hilang atau bukan, Anda harus mendapatkan sampel DNA asli dari keluarga D'Alterio."

​Salvatore memiringkan kepalanya sedikit. "Lalu siapa yang sanggup menyusup ke markas Cosa Nero dan melakukannya untukku?"

​Tok! Tok!

​Bunyi ketukan tegas di ambang pintu membuat Salvatore dan Thomas kompak menoleh. Di sana, berdiri seorang wanita muda berparas cantik dengan rambut hitam yang dikuncir satu secara rapi. Ia mengenakan setelan serba hitam—jaket kulit tebal, celana taktis, dan sepatu boots militer yang kokoh. Raut wajahnya sangat dingin dan tajam, menatap lurus ke arah dua pria di dalam ruangan.

​Thomas tersenyum canggung lalu berdehem pelan. "Tuan, dia adalah adik saya yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Dia mantan penembak jitu handal ... tapi saat ini dia sedang menjadi buronan mafia klan lain."

​Salvatore mengamati wanita itu dari atas ke bawah. Penampilannya mengisyaratkan usia pertengahan dua puluhan dengan kemampuan tempur yang tak bisa diremehkan. "Adikmu bisa menjalankan misi berbahaya ini untukku?"

​Thomas mendadak kaget. Ia langsung mengibaskan tangannya panik. "Tuan, jangan dia! Dialah yang—"

​"Tugas berbahaya apa pun akan saya terima, Tuan Salvatore," potong wanita itu cepat dengan suara tegas tanpa ragu, membuat mata Thomas melotot sempurna.

​"Thea!" desis Thomas menahan marah, namun adiknya sama sekali tak menggubris peringatan itu.

​Sudut bibir Salvatore terangkat tipis membentuk senyuman misterius. "Nyali adikmu rupanya jauh melampauimu, Thomas. Baiklah, siapa namamu?"

​"Thea Gelinda," jawab wanita itu datar.

​"Oke, mari kita bicarakan detail misinya," ucap Salvatore dingin seraya mengisyaratkan mereka untuk mendekat. Di sisi lain, Thomas hanya bisa menatap adiknya dengan tatapan tajam dan gelengan kepala penuh ketakutan, sementara Thea tetap berdiri santai seolah kematian bukanlah hal yang menakutkan baginya.

​.

​.

​.

​Setelah pembicaraan rahasia dan penyusunan strategi tingkat tinggi itu selesai, Thea membungkuk hormat lalu pamit undur diri dari ruangan. Thomas yang tak kuasa menahan kekhawatirannya segera melangkah lebar mengejar adiknya menyusuri koridor mansion.

​Grep!

​Thomas meraih paksa pergelangan tangan wanita itu hingga langkah Thea terhenti. Thea memutar tubuhnya, menatap malas pada sang kakak.

​"Kamu tahu apa yang kamu lakukan, Thea?! Kamu baru saja mendaftarkan dirimu untuk masuk ke dalam sarang iblis! Ke markas Cosa Nero!" pekik Thomas setengah berbisik dengan tatapan mata menyalang. "Kamu gila! Kamu bisa mati dicincang dan dijadikan makanan oleh si kembar penguasa Cosa Nero, kamu tahu tidak?!"

​Thea menatap kakaknya tanpa kehangatan sedikit pun. Raut wajahnya tetap datar seperti es.

​"Sejak pertama kali kita menginjakkan kaki di dunia bawah ini, kita sudah menggadaikan nyawa kita, Kak," ucap Thea dingin. "Hidup di dunia ini tak bedanya seperti perjudian. Jalankan tugasmu dan dapatkan imbalannya, atau mati tanpa nama di sudut jalanan."

​Tanpa menunggu balasan lagi, Thea menghempaskan pegangan tangan Thomas lalu melangkah pergi begitu saja. Thomas berdiri membeku di tengah lorong, jemarinya meremas dan menjambak rambutnya sendiri secara kasar karena frustrasi luar biasa.

​"Oh shit ... bagaimana ini," gumam Thomas pasrah menatap punggung adiknya yang kian menghilang di balik pintu keluar.

1
Ita rahmawati
emang kampret bgt kamu ya salvatore 😡
kiyora 😭
Ita rahmawati
kiyora emang orang asing dn kamu yg maksa dia buat jd GK asing dn setelahnya kamu asingkan LG dia 🤦🙄
Naila hana
kejem amat Bangsal, awas kena karma instan loh
zahara
nanti Salvatore pasti sangat menyesal sudah bersikap dingin dan menyuruh Kiyora mengugurkan kandungnya jika hamil, pasti nanti Salvatore sangat sulit untuk mendapatkan Kiyora kembali
Iccha Risa
pergi sejauh mungkin dari yg kamu bisa kiyora, buat Salvator menyesal
Syifa Azhar
semoga saja saat hamil kyora sudah pergi dari rumahmu biar tau rasa kamu musang tua😬😬
Iccha Risa
dia gakan sadar om Thomas, om om tua ini kudu di getok
Eli Rahma
lsnjuuttt kak
Eli Rahma
pengen tek cakar aja nih wajah kael
Eli Rahma
woooiii setujuuu bgt...
Eli Rahma
drama cucu milo
AriNovani
sukurrr di kerjain /Facepalm/
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
nah kira" hamil gak tuh kiyora
faridah ida
bagus Kiyora ...👍👍👍👍
faridah ida
mending kamu kabur aja dan besarkan anak kamu Kiyora , biar Don tahu rasa nanti dan menyesal ...
Lilik24
hasil tes DNA itu sudah disabotase pastinya
eny mamanya irwanfizi
hebat darah mafia ada didrmu gag bakal takut...ayo lari tak bantuin kamu ketemu ortu biar mafia kampret nangis2 binggung kalau perlu yang thour bikin hamil trus dia yang ngerasa ngidam muntah mual biar tau rasa tu org dasar mafia kampret terobsesi am masa lalu
faridah ida
seruuu seperti nya kalau belati itu kena burung Don ...😂😂😜
faridah ida
duuuh bocah pinter banget daah drama nya ...😁😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!