NovelToon NovelToon
Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:152.1k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Aurelia adalah tentara bayaran yang hidup di dunia penuh darah dan pengkhianatan. Dalam sebuah misi terakhir, dia mati setelah dikhianati oleh orang yang paling dia percaya.

Namun kematian bukanlah akhir.

Ketika membuka mata, Aurelia justru terbangun di tubuh seorang gadis SMA lemah bernama Aria, seorang tunangan dari pria paling berbahaya di dunia bawah tanah.

Sayangnya, pertunangan itu hanyalah perjanjian tanpa perasaan. Ravian bersikap dingin, acuh, dan sama sekali tidak peduli pada gadis yang seharusnya menjadi calon istrinya.

Namun mereka tidak tahu satu hal. Gadis lemah itu sudah tidak ada lagi. Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang pembunuh yang terbiasa menghadapi peluru, pengkhianatan, dan kematian.

Saat musuh mulai datang dari segala arah, rahasia masa lalu terbongkar, dan perang dunia bawah tanah tak terhindarkan…

Akankah seorang gadis SMA yang dihina mampu bertahan di sisi sang raja dunia gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Motor sport Aleta berhenti di area parkir sekolah, dia melepas helm full face dari kepalanya. Merapikan rambut dan mengikatnya jadi satu, dia sama sekali tidak menghiraukan tatapan dari para murid yang mengarah padanya.

Begitu turun, Aleta berniat langsung ke kelas tapi netranya melihat sosok Serena baru saja turun dari mobil di depan gerbang sekolah. Tak ingin pergi sendirian, Aleta memilih menunggu Serena menghampirinya.

"Pagi, Let." Sapa Serena ceria begitu tiba di depan gadis itu.

"Pagi," Aleta berjalan lebih dulu di susul Serena di sebelahnya.

Serena meraih lengan Aleta lalu menggandeng lengan sahabatnya erat. "Ngomong-ngomong sejak kapan kau bisa bawa motor sendiri?"

"Sudah lama."

"Kok aku tidak tahu," Serena menyenderkan kepalanya di bahu Aleta. "Seingatku kau takut berkendara sendiri sejak jatuh dari motor waktu SMP deh."

Mata tajam Aleta memindai sekitarnya, sejak tadi dia merasakan tatapan menusuk dari sekitarnya. Entah apa yang sedang terjadi, tapi Aleta yakin jika hal buruj sebentar lagi menimpanya.

"Oh, jadi ini cewek murahan itu?" Suara gadis berambut ikal memenuhi lorong sekolah.

"Sialan, pantas saja dia bisa masuk ke sekolah elit ini orang dia dagangin tubuhnya."

"Menjijikan, kenapa cewek bekas om-om harus satu sekolah sama kita sih?"

Sindiran demi sindiran seolah tertuju pada Aleta yang sedang melintas, awalnya dia berniat abai tapi semakin lama omongan itu semakin membuatnya muak hingga netra Aleta tertuju pada mading yang terpajang di dinding sekolah yang tidak jauh dari kelasnya.

Di sana banyak kerumunan siswa siswi yang sedang melihat ke arah mading, hingga salah satu siswi menoleh ke arah Aleta dan langsung melontarkan kata-kata pedas.

"Dih, jalang sekolah muncul nih."

Langkah Aleta terhenti. Suasana lorong yang semula riuh perlahan meredup menjadi hening yang canggung. Tatapan-tatapan itu masih sama menusuk, merendahkan, penuh prasangka buruk yang di layangkan pada Aleta.

Serena ikut berhenti di sampingnya, genggamannya mengerat. "Let… ini apa maksud mereka?"

Aleta tidak menjawab, dia sendiri bingung mengapa ada rumor tak berdasar menyebar seperti ini di kalangan murid-murid.

Tatapannya lurus ke depan, mengunci pada mading yang dikerubungi banyak siswa. Tanpa tergesa, dia melepaskan gandengan Serena dan melangkah mendekat. Rasa penasaran mendominasi perasaan Aleta saat ini, entah apa yang ada di papan mading itu sampai membuat sekelompok murid menggunjingnya pagi-pagi begini.

Bisikan-bisikan semakin jelas terdengar.

"Itu dia orangnya…"

"Masih berani datang…"

"Nggak tahu malu."

Aleta berhenti tepat di depan mading. Matanya menelusuri foto yang terpampang di sana dirinya turun dari mobil tak di kenal. Sudut pengambilan gambar sengaja dibuat seolah penuh makna tersembunyi.

Judul besar di bawahnya tampak mencolok.

“Siswi Elit atau Simpanan pria beristri?”

Serena menahan napas. "Ini… keterlaluan."

Aleta tetap diam. Wajahnya tidak menunjukkan emosi apa pun. Tidak marah, tidak juga terkejut. Hanya sudut bibirnya yang terangkat sedikit, rasanya sudah lama dia tidak mendapat fitnah di depan publik seperti ini.

Namun justru itu yang membuat orang-orang di sekitarnya merasa tidak nyaman dengan keterdiaman Aleta, mereka berharap Aleta akan marah dan memaki tapi yang terlihat justru sangat tenang seolah berita itu bukan apa-apa baginya.

"Jadi… ini cewek murahan itu?" suara gadis berambut ikal terdengar lagi, kali ini lebih dekat.

Aleta mengalihkan pandangan. Matanya jatuh tepat pada gadis itu. Datar. Dingin. Tanpa getaran.

"Sudah selesai?" tanya Aleta pelan.

Gadis itu sempat terdiam, tidak menyangka respon seperti itu. "Apa?"

Aleta menatapnya tanpa berkedip. "Kalau sudah, minggir."

Nada suaranya tidak tinggi. Tidak juga tajam. Justru terlalu tenang seolah semua yang terjadi di depannya tidak berarti apa-apa.

Beberapa siswa mulai saling pandang. Reaksi itu… tidak seperti yang mereka bayangkan.

Gadis berambut ikal itu mendengus kesal. "Sok tenang banget. Atau memang udah biasa, ya? Dijemput om-om tiap hari?"

Aleta tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap gadis itu beberapa detik, lalu. "Kalau kau sudah selesai bicara, aku punya urusan lain yang lebih penting dari pada meladeni gosip tidak bermutu seperti ini."

Bukan tuduhan yang bisa menghancurkan reputasi seseorang, tapi Aleta menghadapinya dengan kepala dingin tanpa sedikit pun terprovokasi.

Gadis itu semakin kesal. "Kau pikir bisa pura-pura tidak peduli gitu aja?"

Aleta sedikit memiringkan kepala. "Aku memang tidak peduli, kau berharap reaksiku seperti apa?"

Kalimat itu jatuh begitu saja. Tanpa emosi. Tanpa tekanan. Namun justru itu yang membuat suasana menjadi lebih sunyi.

Aleta berbalik menghadap mading. Tangannya terangkat, lalu dengan tenang dia mencabut kertas itu dari papan. Sobekan kertas terdengar jelas ketika Aleta merobek kertas itu dan menjadikannya kecil-kecil. Dia membuangnya ke tempat sampah terdekat begitu saja.

Gerakannya rapi. Tidak terburu. Tidak menunjukkan kemarahan sedikit pun. Setelah itu, dia kembali menatap kerumunan di depannya.

"Kalau masih ada yang ingin menempelkan sesuatu," ucapnya datar, "pastikan informasinya lebih menarik dari ini, biar tidak sia-sia kalau mau membuat berita miring tentangku."

Beberapa siswa menelan ludah. Serena bahkan hanya bisa menatap Aleta tanpa kata.

Aleta lalu berbalik, berjalan melewati kerumunan seolah tidak terjadi apa-apa. Namun langkahnya terhenti sesaat.

Di ujung lorong, seorang pria berdiri bersandar santai, tangan di saku celana.

Vick, lebih tepatnya Victor Wallac. Pemuda yang di kenal sebagai badboy, sekaligus biang masalah di sekolah.

Selama ini Aleta belum pernah bertemu dengannya, dan tidak pernah terlibat tapi sepertinya mulai sekarang akan banyak hal yang melelahkan yang harus dia lalui.

"Lama tidak bertemu, kau semakin berani melawan penindasan, ya?" Kata Victor seraya berjalan ke arah Aleta.

"Hanya mengingatkan, itu bukan urusanmu."

"Oh, kau banyak berubah selama aku cuti sekolah." Victor terkekeh. "Apa kepalamu habis terbentur sesuatu, Let?"

1
mable☆
ak kasi aplus buat author nya🙆
Qaisaa Nazarudin
Kapan Aurelia membalaskan DENDAM kematiannya ke para pengkhianat ini?? kelamaan..
Qaisaa Nazarudin
Sayang banget sudah dihujung2 bab baru nyerang ke Inti nya,kalau gitu kapan bahagianya? kayak tergantung gitu alurnya, Padahal ceritanya tipe aku banget..
Qaisaa Nazarudin
SEJAUH BAB INI, KAPAN ALETA/AURELIA BALAS DENDAM KE ORANG2 YANG SUDAH MENGKHIANATI DULU?? kenapa harus NYANGKUT dengan kisah ALETA & RAVIAN doang sih..Kan judulnya BALAS DENDAM..Terus kapan balas dendamnya??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Yah kamu benar,Karena dia BUKAN ALETA TUNANGAN MU yg kamu ABAIKAN,Aleta sudah GAK ADA LAGI,Moga aja kamu/Jacob gak Nyesel saat tau kebenarannya suatu saat nanti..
Qaisaa Nazarudin
Udah NGAKU2 sekarang,Dulu aja Gak di ANGGAP..
Qaisaa Nazarudin
Aku curiga kalau mereka ini orang suruhan Fia mamanya Ravian..
Qaisaa Nazarudin
Udah gak perlu PENASARAN lagi kamu ke Aleta..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Kalian gak tau aja siapa dia,Dia emang petarung handal dan pembunuh upahan, apa reaksi kalian saat tau siapa Aleta?
Qaisaa Nazarudin
Tega banget kakek Jacob menjodohkan Aleta dengan Ravian,Seolah Kakek Jacob sengaja menyodorkan Aleta cucu nya kemalaikat maut setiap saat, Kenapa gak diJODOHIN je lelaki lain aja,Udah tau Ravian banyak MUSUH,Aneh nih kakek Jacob..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMAT..Aku suka Aleta yg selalu membalikkan KATA2 dan keadaan je Ravian 👏👏👏👍👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Apakah kalau Bukan Aurelia dlm tubuh Aleta yg sekarang, Ravian akan memperlakukan Aleta seperti sekarang? gak kan?
Karena sudah setahun juga berlalu kenapa baru sekarang Ravian penasaran/ngejar2 Aletta? bukan dari dulu?? Berarti yang Ravian sukai sekarang BUKAN Aleta TAPI Aurelia..
Qaisaa Nazarudin
Aku pada mu Aleta..Jangan mau mengalah dengan orang-orang siapa pun itu..
Qaisaa Nazarudin
Lha itulah kebodohan mu,Siapa juga yang mau Nikah sama CEWEK MURAHAN kayak kamu..
Qaisaa Nazarudin
Kasian deh kamu Clara,Aletta/Aurelia yang membunuhnya,malah kamu yg kena tuduh..
Qaisaa Nazarudin
Noh itu pasti Clara,baru juga dicari Viktor 😅
Qaisaa Nazarudin
Itu orang yg mmg buat salah tapi Coba untuk menyangkalnya,Lha ini kalau kita gak berbuat apa-apa terus ngapain marah2..
Qaisaa Nazarudin
hoooo hooo apakah Fia ini ibu TIRI??
Qaisaa Nazarudin
Gosip MURAHAN, Abaikan aja Aleta toh kamu gak lakuin semua itu,Anggap aja Itu semua kerjaan musuh2 mu yg lagi Caper..😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!