NovelToon NovelToon
Mechabest

Mechabest

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Penyelamat / Action
Popularitas:319
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

​Kota Mecha, pusat teknologi tercanggih di dunia, kini menjadi incaran kota-kota luar yang iri dan ingin menghancurkannya. Demi menjaga kedamaian, pemerintah dan perusahaan Mechabest mencari pahlawan generasi baru berhati mulia untuk menggantikan para pahlawan senior yang pensiun.

​Kehidupan empat sahabat—Yasing, Maul, Alfian, dan Sahla—berubah drastis ketika agen rahasia mendatangi rumah mereka dan mengundang mereka mengikuti trial khusus. Berbekal Jam Perubah berkekuatan berbasis keahlian hewan, mereka harus bekerja sama menghadapi musuh, menguasai mode robot masing-masing, dan bertahan dari petualangan yang penuh aksi sekaligus aksi kekonyolan khas persahabatan mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya Pelangi Dan Akhir Ambisi

Pelataran baja di Puncak Terlarang berguncang hebat. Sinar cahaya pelangi yang terpancar dari penyatuan delapan Mecha Watch melambung tinggi, membelah awan hitam dan guyuran hujan deras yang menyelimuti pegunungan. Resonansi energi gabungan antara Yasing, Maul, Alifian, Sahla, Bang Pasya, Kelay, Teh Caca, dan Opik membakar uap air di udara, menciptakan aura kehangatan yang mengikis dominasi kegelapan Rendra.

[CRITICAL WARNING: UNKNOWN RESONANCE OVERLOAD!] [CANNOT PREDICT ATTACK PATTERN!]

Suara Peringatan di dalam helm Rendra melengking panik. Sensor canggih dari Dark Mecha Watch Prime miliknya mengalami malfungsi total. Algoritma yang selama dua puluh lima tahun ia bangun untuk membaca setiap gerakan Mechabest mendadak lumpuh di hadapan kombinasi energi yang lahir dari rasa saling percaya.

"Gak mungkin... Ini gak mungkin!" teriak Rendra hysteris. "Aku adalah pencipta dasar teknologi ini! Aku tidak bisa dikalahkan oleh bocah-bocah kemarin sore!"

Dengan sisa kekuatannya, Rendra memaksakan Inti Naga di zirahnya bekerja melebihi batas maksimal. Cahaya merah pekat menyala sangat terang dari dadanya, memaksa sirkuit Dark Mecha Watch Prime menyerap seluruh daya tubuhnya secara brutal. Aura kegelapan membumbung, membentuk bayangan naga raksasa yang mengaung murka.

"Tembak sekarang!" seru Teh Caca memimpin.

"PANGGILAN ULTIMATE MECHABEST!" teriak Yasing, Maul, Alifian, Sahla, Pasya, Kelay, Teh Caca, dan Opik serempak!

BOOOOOOMMMMMMMMM!

Gelombang energi pelangi berkekuatan dahsyat meluncur lurus, bertabrakan langsung dengan semburan naga merah kegelapan milik Rendra di tengah pelataran! Benturan dua energi raksasa itu menciptakan ledakan cahaya yang membutakan mata dan menggetarkan fondasi Pegunungan Terlarang.

Namun, energi kegelapan yang digerakkan oleh dendam pribadi tidak mampu bertahan melawan gelombang persatuan Mechabest. Sinar pelangi menembus semburan naga merah, menghantam tepat pada Inti Naga di dada zirah Rendra!

CRACK! BRANNGGG!

Inti Dark Mecha Watch Prime hancur berkeping-keping. Zirah naga keemasan milik Rendra terlepas secara paksa, retak dan hancur menjadi debu logam yang terbawa angin malam. Ledakan balasan dari manipulasi daya yang berlebihan menghantam tubuh Rendra dengan sangat telak.

Thump.

Tubuh Rendra ambruk ke tanah baja yang basah. Kepulan asap tipis membumbung dari pakaian jas hitamnya yang kini robek-robek.

Delapan pahlawan Mechabest perlahan menonaktifkan zirah mereka. Napas mereka terengah-engah, tubuh mereka dipenuhi luka dan rasa lelah yang luar biasa, namun raut lega terpancar jelas di wajah masing-masing.

Teh Caca dan Opik melangkah mendekati tubuh Rendra yang terbaring lemas. Yasing, Maul, Sahla, Alifian, Pasya, dan Kelay mengikut dari belakang dengan tenang.

Rendra terbatuk pelan, matanya menatap langit malam yang kini perlahan-lahan mulai cerah, menampilkan pendar bintang di balik awan yang tersingkir. Napasnya terdengar sangat memburu dan makin melemah dari detik ke detik.

"Aku... memaksakan inti energi itu..." bisik Rendra dengan suara serak yang hampir tak terdengar. "Tubuhku... gak kuat menahan efek sampingnya..."

"Rendra..." gumam Opik pelan, menatap mantan rekannya itu dengan rasa iba yang mendalam.

Rendra terkekeh lirih, sebuah tawa pahit tanpa dendam yang tersisa. Matanya menatap Yasing dan murid-murid Mechabest lainnya satu per satu. "Einstein... ternyata benar... Kekuatan zirah ini... bukan soal seberapa canggih kodenya... tapi siapa yang berdiri di belakangnya..."

Jemari Rendra yang bergetar pelan perlahan-lahan kehilangan tenaganya. Penggunaan energi terlarang secara berlebihan telah menguras habis sisa daya hidupnya. Dengan satu helaan napas terakhir yang panjang, mata Sang Omega perlahan terpejam rapat. Rendra telah pergi untuk selamanya, membawa serta masa lalu kelam dan dendam yang selama puluhan tahun menyelimuti hatinya.

Suasana di puncak gunung mendadak hening. Hujan telah sepenuhnya berhenti, digantikan oleh hembusan angin malam yang sejuk.

"Dia... udah gak ada, Teh?" tanya Yasing pelan, menundukkan kepalanya.

Teh Caca mengangguk pelan, merapikan kerudung taktisnya. "Rendra terjebak dalam ambisinya sendiri. Semoga dia bisa tenang sekarang."

"Ayo kita pulang," ajak Bang Pasya pelan. Dia merangkul bahu Yasing dan Alifian, sementara Kelay merangkul Sahla. Maul berjalan di samping mereka dengan wajah datar khasnya, menatap ke arah horizon.

Dari layar komunikasi intercom, suara Prof. Einstein terdengar penuh kehangatan dan rasa bangga. "Kalian telah melakukan tugas yang sangat luar biasa, anak-anak. Pulanglah... Kota Mecha aman."

Beberapa hari kemudian...

Matahari pagi menyinari Kota Mecha dengan sangat cerah. Kubah energi kota memantulkan cahaya keemasan yang indah. Kehidupan warga telah kembali normal. Kerusakan akibat invasi robot tiruan telah diperbaiki oleh tim rekonstruksi otomatis, dan suasana kota terasa jauh lebih damai dari sebelumnya.

Di kantin SMA Garuda Mecha, suasana riuh seperti biasa.

Yasing sedang melahap mangkok bakso kelimanya dengan penuh nafsu. "Wah asli! Bakso kantin setelah misi berat tuh rasanya seribu kali lebih enak!"

"Pelan-pelan napa, Sing," celetuk Sahla sambil menyesap jus jeruknya. "Lu makan kayak orang gak ketemu makanan seminggu. Malu-maluin nama Mechabest aja!"

"Dih, biarin! Energi gua kan habis kemarin!" balas Yasing sambil menyengir lebar.

Alifian menaikkan kacamatanya, menatap laptopnya yang menampilkan data jaringan kota yang sudah bersih seratus persen. "Berdasarkan analisis statistik, ancaman dari kelompok 'Prototype Omega' memang sudah bersih total. Tapi kita tidak boleh lengah."

Maul yang duduk di pojok sambil menyandarkan kepalanya ke dinding cuma memutar bola matanya malas. "Udah deh, Lif. Sehari aja gak usah ngomongin teori atau analisis. Otak gua mau istirahat."

Sahla dan Yasing langsung tertawa mendengar ucapan Maul.

Dari kejauhan di atas menara Markas Pusat Mechabest, Teh Caca, Opik, Bang Pasya, Kelay, dan Prof. Einstein berdiri menatap pemandangan kota yang megah.

Ancaman Sang Omega memang telah berakhir, dan Kota Mecha aman untuk sementara waktu. Namun mereka semua tahu, dunia teknologi luar sangatlah luas dan misterius. Selama Kota Mecha berdiri sebagai simbol kemajuan, akan selalu ada tantangan baru yang menanti di masa depan.

Namun kini, dengan hadirnya generasi baru yang solid, berani, dan pantang menyerah, Mechabest siap menghadapi apa pun yang akan datang!

1
Ayyasying
GG BANGET BANG! GACORRR!!N/Drool//Drool//Smile/
Dwi Agustina
keren banget ceritanya 👍👍
Dwi Agustina
keren Abang, lnajutkan berkarya 💪💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!