NovelToon NovelToon
With You

With You

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Tiwie Sizo

Jangan lupa follow IG Author : tiwie_sizo08

Novel ini adalah sekuel dari novel pertama author, 'Since You Married Me'.

Sama-sama mencintai seseorang sejak kecil dan ditinggal menikah oleh orang itu, Evan dan Carissa di pertemukan saat mereka tengah sama-sama terluka.

Keduanya memutuskan untuk bersama dalam ikatan pernikahan meski tak saling mencintai. Mereka pun berkomitmen untuk tak saling meninggalkan dan menjadi teman hidup selamanya.

Bisakah mereka saling menyembuhkan luka satu sama lain? Lalu akankah cinta hadir diantara keduanya? Dan bagaimana pula mereka mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka yang ternyata tak selalu berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiwie Sizo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan

Hari itu pun akhirnya tiba.

Carissa tampak sangat menawan dalam balutan gaun pengantin modern yang di kenakannya. Wajahnya juga sudah di poles dengan make up flawless yang membuatnya terlihat semakin cantik.

Carissa sedikit tegang. Beberapa kali ia menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya. Rasanya ia seperti akan menghadapi ujian praktek sekolah di hadapan guru killer. Benar-benar mendebarkan.

Carissa masih tak menyangka jika hari ini ia benar-benar akan menikah dengan Evan. Seorang lelaki patah hati yang hampir menangis di hari pernikahan Zaya dan Aaron. Lelaki yang juga terluka karena di tinggal menikah di hari itu, seperti halnya Carissa.

Dan ternyata dua orang yang terluka dan patah hati itu hari ini akan di persatukan dalam ikatan pernikahan pula. Sungguh takdir yang tak biasa.

Carissa hanya berharap kali ini ia tak salah mengambil langkah. Semoga saja Evan benar-benar orang yang akan bersamanya hingga akhir. Dan kehidupan pernikahan mereka lambat laun menjadi pernikahan yang penuh kebahagiaan. Ya, semoga saja.

Tiba-tiba pintu ruang tunggu pengantin wanita tempat Carissa berada terbuka. Tampak Alya, Mamanya masuk dan menutup pintu itu kembali.

Carissa mendongakkan wajahnya dan melihat kearah Alya yang melangkah kearahnya.

"Mama..." Gumam Carissa.

Alya berhenti di hadapan Carissa dan menatap putrinya itu dengan tatapan yang sulit di jelaskan.

Alya menghela nafasnya, sebisa mungkin menahan dorongan airmata yang nyaris jatuh di pipinya. Kemudian ia duduk dengan menghadapkan tubuhnya pada Carissa yang sedang menatapnya bingung.

Carissa tak mengerti melihat Alya yang tampak emosional. Bukankah selama ini Alya lah yang begitu antusias setiap kali Arga mengatur perjodohan untuk Carissa? Lalu kenapa sekarang ia terlihat tak rela melepaskan Carissa?

"Kenapa, Ma?" Tanya Carissa.

Alya menghela nafasnya dan mengalihkan pandangannya kearah depan.

"Adakah sikap Mama yang mengganjal di hatimu, Carissa?" Tanya Alya kemudian.

Carissa menautkan kedua alisnya. Ia tampak tak mengerti dengan yang Alya bicarakan.

"Sebelum benar-benar memulai hidup baru, sebaiknya kamu menghilangkan semua ganjalan di masa lalu, agar nantinya kamu bisa melangkah dengan lebih ringan. Jika ada hal yang membuatmu tidak berkenan tentang Mama. Katakanlah sekarang. Jangan sampai hal itu membebanimu hingga mengganggu langkahmu untuk maju." Ujar Alya lagi.

Carissa terlihat semakin tidak mengerti.

"Mama banyak berlaku tidak adil padamu selama ini. Jika kamu ingin berkeluh kesah sekarang, Mama akan mendengarkannya." Tambah Alya lagi. Kali ini ia kembali menoleh kearah Carissa.

Carissa menatap wajah Alya yang terlihat sendu dengan mengulas senyuman tipis.

"Jika ada hal yang ingin aku sampaikan, itu adalah ucapan terima kasih." Tangan Carissa terulur menyentuh kedua tangan Alya.

"Terima kasih karena telah membesarkanku dengan kedua tangan Mama ini. Terima karena telah membuatku tidak pernah merasa kekurangan. Terima kasih karena telah memberiku perlindungan. Jika bukan karena Mama, kehidupanku tidak akan sebaik ini." Ujar Carissa tulus.

Alya memandang wajah Carissa dengan tatapan yang semakin sendu. Airmatanya pun akhirnya jatuh membasahi pipinya.

"Sejak kecil aku sudah banyak menyusahkan Mama. Aku adalah anak bandel yang selalu membuat masalah. Jika Mama marah dan menghukumku, itu adalah hal yang wajar. Setiap ibu akan melakukan hal yang sama jika anaknya melakukan kesalahan. Mama melakukan semua itu karena sayang padaku. Lalu kenapa aku harus mengeluh?"

Alya semakin terisak saat mendengar penuturan Carissa. Airmatanya jatuh semakin deras. Di rengkuhnya tubuh Carissa ke dalam pelukannya.

"Maafkan Mama, Carissa. Mama telah banyak melakukan kesalahan padamu." Alya mendekap Carissa sambil tersedu.

Carissa pun membalas pelukan Alya dengan mata berkaca-kaca.

"Tidak, Ma. Mama tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Mama adalah perempuan paling sabar dan penuh kasih sayang yang pernah aku kenal. Tolong jangan sedih, Ma. Jangan menangis seperti ini. Aku lebih suka Mama marah dan menghukumku daripada melihat Mama menangis."

Carissa mengurai pelukannya dan menghapus airmata Alya.

"Sekarang putrimu yang nakal ini akan menikah, Ma. Doakan aku agar bahagia bersama keluarga baruku."

Alya tampak berusaha menenangkan dirinya. Kemudian tangannya terulur menyentuh pipi Carissa.

"Menikahlah dan hiduplah dengan bahagia Jadilah istri yang baik untuk suamimu. Tentu saja Mama akan mendoakanmu. Hanya itu yang bisa Mama lakukan."

Carissa tersenyum dengan mata yang semakin berkaca-kaca.

"Terima kasih, Ma..." Ujarnya sembari kembali memeluk Alya.

Tak lama kemudian, Clara, Kakak Carissa datang menginterupsi momen mengharukan itu.

"Hei, apa yang kalian lakukan? Acara pernikahannya sebentar lagi di mulai, kenapa malah tangis-tangisan seperti ini?" Tanyanya bingung.

Carissa dan Alya pun saling melepaskan pelukan mereka.

Clara segera membantu membenahi riasan Alya yang menjadi sedikit berantakan karena menangis tadi. Beruntung Carissa tidak ikut-ikutan mengeluarkan airmata, sehingga riasannnya aman dan tak perlu di rias ulang.

Akhirnya Carissa di bimbing oleh Mama dan Kakak perempuannya keluar dari ruangan itu.

Dan kemudian, prosesi pernikahan yang sakral itu pun di mulai. Dengan di hantarkan Arga, Papanya, Carissa akhirnya menyambut uluran tangan Evan untuk memasuki gerbang kehidupan yang baru.

Mereka berdua mengikat janji suci di hadapan Tuhan dan semua yang hadir untuk selalu bersama dan tak saling meninggalkan dalam keadaan apapun, hingga maut yang memisahkan.

Tangis haru akhirnya tak bisa terbendung lagi saat keduanya telah dinyatakan sah sebagai suami istri.

Alya tak henti mengusap airmata yang terus jatuh membasahi pipinya. Ia terus melihat kearah Carissa sambil mengulas senyuman tipis. Putrinya yang bandel, cerewet dan suka membantah itu akhirnya menikah juga. Dan lelaki yang menjadi suaminya adalah lelaki baik yang sangat santun. Alya berharap Evan benar-benar bisa membahagiakan Carissa.

Setelah prosesi pernikahan selesai, acara pun terus berlanjut. Para undangan satu persatu memberikan selamat pada kedua mempelai. Dan tak lama kemudian, Aaron dan Zaya yang baru saja datang juga tampak mendekat untuk memberikan selamat.

"Selamat, Dokter Evan. Tidak di sangka ternyata jodohmu adalah temanku yang cerewet ini. Semoga kalian menjadi pasangan yang selalu berbahagia dan bisa terus bersama sampai kakek-nenek." Aaron menjabat tangan Evan sambil mengucapkan selamat dengan tulus.

"Terima kasih, Tuan Aaron." Jawab Evan.

"Hei, bawel. Akhirnya kau punya suami juga. Lega rasanya ada yang betah mendengarkan ocehanmu." Aaron berganti menyalami Carissa. Carissa hanya memutar bola matanya dengan malas. Panggilan bawel itu selalu saja keluar dari mulut Aaron, meski di momen seperti ini.

"Jangan memeluk. Aku lelaki yang sudah beristri, dan istriku tidak suka aku menyentuh perempuan lain." Seloroh Aaron saat melihat tangan Carissa terulur untuk membalas jabat tangannya. Buru-buru Carissa menarik kembali tangannya dan memukul lelaki itu.

"Siapa juga yang mau memelukmu. Aku juga sudah punya suami." Sergah Carissa.

Zaya terkekeh melihat keduanya. Lalu berganti dia juga yang memberi selamat. Di peluknya Carissa hangat, lalu Evan juga.

"Lihat, istrimu yang justru memeluk suamiku." Ujar Carissa pura-pura marah.

"Sayang..." Aaron menarik tangan Zaya hingga tubuh Zaya merapat padanya.

"Sepertinya sudah cukup kita memberi selamatnya. Undangan lain juga ingin memberi selamat pada mereka." Aaron mengajak Zaya turun.

Zaya tersenyum dan kembali melihat kearah Evan dan Carissa.

"Sekali lagi selamat, ya. Semoga kalian segera di berikan momongan." Ujar Zaya sebelum ia dan Aaron berlalu.

Carissa memandang kepergian Aaron dan Zaya hingga keduanya menghilang di antara tamu undangan yang lain.

Tiba-tiba Carissa merasakan ada yang menggenggam. Ia pun menoleh kearah Evan yang kini tengah melihat kearahnya.

Pandangan mereka terkunci beberapa saat.

"Jangan melihat kearah lelaki lain lagi. Mulai hari ini kamu harus ingat jika kamu sudah punya suami." Ujar Evan.

Carissa tersenyum tipis.

"Iya, benar. Tapi itu berlaku untukmu juga. Kamu juga harus ingat jika sudah punya istri."

Keduanya sama-sama tersenyum sambil masih saling memandang satu sama lain.

Bersambung...

Emak ga bakal tanya MPnya mau di skip apa ga, soalnya pasti pada jawab "Jgn di skip."

😂😂😂

Happy reading❤❤❤

1
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menarik aku mampir outhour, salam kenal
NFC
wkwkwkkkwwk
NFC
Luar biasa
Kinanda Husnancandra
ngajak so hard,,berasa kek ngaca sama adegan nya Carissa🤣.
zc❖Erti 🇮🇩
bagus yang ajak nikah evan dulu coba kalau carisa dulu yang ajak nikah kan malu carisa.
jodoh pasti yakin aku evan anak yang ditolong papa arga sewaktu kecil
zc❖Erti 🇮🇩
nugraha itu seorang paman yang menolong evan waktu kecil bukan sih🤔
waktu ayah dan ibu evan meninggal dan ngantar evan ke panti marganya nugraha
zc❖Erti 🇮🇩
untunglah gak jadi sama tania. bagaimana kalau jadi malang bener dia
Annie Soe..
Karya yg tidak bertele-tele, mengalir manis kisahnya, thanks thor...
Annie Soe..
Thoorrrr,, so sweet bangettss..
Niswa
Sialaan, ga expect bgt. Aku malah berpikiran lain😭
LENY
TERHARU LIHAT MAMA ALYA YG BEGITU TULUS MENYAYANGI CARISSA SPT ANAK KANDUNG. MM ALYA PUNYA HATI SEPERTI MALAIKAT 😭
LENY
KEREN AUTHOR 👍😂
LENY
Cie YONATHAN SDH JATUH CINTA SAMA GERALDYN
LENY
TERHARU GERALDYN KERJA KERAS UNTUK KELUARGANYA SMG YONATHAN SERIUS DAN BISA MEMBAHAGIAKAN GERALDYN DAN ORANG TUANYA 😥
LENY
DUH EVAN DAN ORANG TUA NYA BENAR2 SUAMI DAN MERTUA TELADAN. ADAKAH ORANG SEPERTI INI YA THOR DI DUNIA NYATA😊😊SUSAH CARINYA🙏
LENY
KASIHAN ALBERN JD DIMARAHI WAJAR SIH CIUM BAYI PIPINYA KOK DIANGGAP BERLEBIHAN. MUNGKIN ADA RASA SAYANG DAN GEMES LAGIAN MSH KECIL INI ALBERN KOK DIANGGAP GAK SOPAN LANCANG.🙏
LENY
KALAU BEGITU CARISSA KAMU CUKUP PUNYA ANAK 1 AJA KRN GAK TAHAN SAKITNYA SAMPE TERIAK2 DAN MENANGIS . MEMANG SAKIT MELAHIRKAN NORMAL TAPI GAK HRS TERIAK2 BEGITU.
CUKUP 1 AJA ANAK MU CARISSA🙏
LENY
SEMANGAT THOR CERITAMU BAGUS👍👍
LENY
GERALDYN TEMAN SEJATI❤👍
LENY
GOOD JOB AARON MANTAP 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!