NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18: The Tomboy Sister’s Apology

Cahaya mentari pagi menyembul tipis di antara celah-celah daun bambu yang mengelilingi Kediaman Pangeran Ke-14. Sisa keheningan malam dan bau darah dari pembunuh bayaran Lembah Racun Seribu telah disapu bersih tanpa bekas oleh pergerakan cepat Pasukan Po Jun. Tidak ada satu pun jelmaan abu atau setetes darah yang tersisa di tanah.

Di pelataran halaman kediaman yang sepi, Mu Xuanyuan duduk di atas kursi bambu yang agak berderit. Dengan pakaian biru mudanya yang sengaja dipasang agak miring dan rambut yang diikat asal-asalan, sang pangeran sedang sibuk "membedah" burung kayu kesayangannya menggunakan ranting pohon.

"Aah! Burung kayunya patah kepalanya! Harus diolesi lem getah!" igau Xuanyuan dengan suara cempreng cerianya, berpura-pura panik seraya menancapkan ranting ke kepala burung mainannya.

Tak jauh di depannya, Leng Shuang berdiri kaku dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Pakaian tempur ringannya yang berwarna biru gelap melukiskan garis tubuhnya yang tegap dan cekatan. Matanya menatap Xuanyuan dengan perpaduan rasa canggung, segan, dan rasa bersalah yang teramat sangat.

Sementara itu, Leng Yan—pria flamboyant yang biasanya selalu cari perhatian saat ini sedang diikat secara ajaib menggunakan Tali Pengikat Jiwa di bawah pohon beringin tak jauh dari sana. Mulutnya disumbal dengan kain sutra beraroma melati oleh adiknya sendiri agar tidak mengeluarkan ocehan menggoda yang merusak suasana.

"Mmph! Mmmph!" Leng Yan bergoyang-goyang dramatis di dekat pohon, matanya mengerling kearah Xuanyuan seolah memohon agar diselamatkan oleh sang pujian hati.

Leng Shuang mengabaikan kakaknya sepenuhnya. Ia mengambil napas panjang, melangkah maju dua tindak, lalu tiba-tiba berlutut dengan satu kaki di atas tanah keras pelataran.

"Yang Mulia Pangeran Ke-14," ujar Leng Shuang dengan nada suara yang tegas, dalam, dan dipenuhi penyesalan murni. "Hamba, Leng Shuang dari Paviliun Redup, memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelakuan tidak tahu aturan dari Kakak hamba, Leng Yan."

Xuanyuan menghentikan tusukan rantingnya pada burung kayu. Ia mendongak, berpura-pura terkejut dengan mata berkedip-kedip konyol. "Wah! Kakak galak berlutut! Apakah Kakak galak mau main masak-masakan juga? Tapi aku tidak punya piring!"

Leng Shuang tetap menundukkan kepalanya, tidak berani mendongak menatap mata Xuanyuan. "Hamba tahu Yang Mulia sedang menyembunyikan identitas rahasia sebagai pakar Ranah Kaisar Abadi dan pemilik Paviliun Xingzhou. Namun kelakuan Leng Yan yang terus-menerus menerobos kediaman ini, menggoda Yang Mulia, dan bersikap tidak sopan... sungguh telah melampaui batas kewajaran. Jika Yang Mulia ingin menghukumnya, hamba bersedia menerima separuh dari hukuman tersebut atas nama Paviliun Redup."

Feng Wuchen dan Gu Juechen yang berdiri di ambang pintu kediaman hanya menyaksikan adegan tersebut dengan tenang. Gu Juechen bahkan sempat melipat tangannya seraya menyunggingkan senyum tipis, menyukai pemandangan Leng Yan yang akhirnya berhasil diikat dan dibungkam.

Xuanyuan menghela napas pelan dalam hati. Ia menyapu noda kayu di tangannya, lalu secara perlahan menurunkan burung kayu itu ke pangkuannya.

Dalam kurun waktu kurang dari satu detik, aura kekanak-kanakan dan konyol pada wajah Xuanyuan menyusut habis. Tatapan matanya yang tadi polos mendadak berubah menjadi sedalam lautan purba, memancarkan keagungan tiada tanding dari seorang Immortal Emperor Puncak. Suaranya yang tadinya cempreng berubah menjadi nada yang begitu tenang, berat, dan dipenuhi wibawa mendalam.

"Berdirilah, Leng Shuang," tutur Xuanyuan santai.

Leng Shuang merasakan gelombang energi yang begitu lembut namun tak terbendung mengalir di bawah lututnya, mengangkat tubuhnya berdiri secara otomatis tanpa ia bisa melawan sedikit pun. Ia menelan ludah dengan susah payah, merasakan betapa menakutkannya perbedaan kekuatan di antara mereka.

"Hamba... terima kasih, Yang Mulia," bisik Leng Shuang penuh rasa hormat.

"Tidak perlu meminta maaf," kekeh Xuanyuan ringan seraya melirik Leng Yan yang masih terikat di bawah pohon. "Kelakuan kelakuan flamboyan kakakmu itu memang agak mengganggu telinga, tetapi harus kuakui... keberadaannya membuat hidup penyamaranku di istana ini tidak terlalu membosankan."

Leng Yan yang mendengar pujian terselubung itu langsung membelalak gembira di balik sumbalan kainnya, membusungkan dadanya bangga seolah baru saja memenangkan medali emas kekaisaran.

Leng Shuang menghela napas lega, raut wajahnya yang tegang sedikit mengendur. "Yang Mulia sungguh murah hati. Namun mengenai masalah Pangeran Ke-3 Lu Cangqiong... setelah kegagalan racun Lembah Racun Seribu tadi malam, orang-orang Po Jun melaporkan bahwa Lu Cangqiong baru saja mendatangi kediaman Putra Mahkota Long Wuji."

Mendengar nama Long Wuji, bola mata Xuanyuan menyipit tajam.

Long Wuji Pangeran Ke-1 sekaligus Putra Mahkota Kekaisaran Tianming. Berbeda dengan Lu Cangqiong yang arogan, gegabah, dan mudah diprovokasi, Long Wuji adalah sosok yang sangat dingin, penuh perhitungan, dan memiliki jaringan pengaruh yang sangat kuat di jajaran militer kekaisaran.

"Apakah Cangqiong meminta bantuan kakak sulung kita?" tanya Xuanyuan dengan nada dingin yang misterius.

"Benar, Yang Mulia," jawab Leng Shuang seraya merogoh lipatan bajunya dan mengeluarkan sebuah surat rahasia berstempel naga emas. "Putra Mahkota telah menyetujui untuk meminjamkan dana sebesar sepuluh juta Kristal Spiritual Kelas Tinggi kepada Pangeran Ke-3 dengan jaminan hak pengelolaan tambang mineral di wilayah selatan. Lu Cangqiong bertekad bulat untuk memenangkan Kotak Giok Bersegel Kaisar di Balai Lelang Xingzhou minggu depan dengan cara apa pun."

"Sepuluh juta Kristal Spiritual?" Gu Juechen dari pintu tertawa kecil. "Jumlah yang cukup fantastis untuk ukuran pangeran fana. Sayangnya, jumlah itu bahkan tidak cukup untuk membeli satu sudut dari ladang buah ajaib di ruang dimensi milik Pangeran kita."

Xuanyuan menyunggingkan senyum tipis yang memikat namun mematikan. "Bagus. Makin besar dana yang dipinjam Lu Cangqiong dari Long Wuji, makin dalam jurang kehancuran yang ia gali sendiri. Biarkan mereka berdua bertaruh habis-habisan."

Xuanyuan kemudian mengibaskan jarinya pelan ke arah pohon beringin.

Wusss!

Tali Pengikat Jiwa yang melilit tubuh Leng Yan seketika terlepas dan hancur menjadi serpihan cahaya spiritual. Kain sumbal di mulutnya pun ikut terlontar jatuh.

"Aaaah! Kebebasan!" jerit Leng Yan penuh konsertasi dramatis. Ia melompat ke udara, merapikan jubah merahnya dengan gerakan super anggun, lalu meluncur mendarat di samping Xuanyuan seraya membungkuk dalam. "Oho~ Terima kasih atas kelonggaran hatimu yang seluas samudra, Yang Mulia Pangeran Paling Tampan di Seluruh Benua! Hamba tahu di dalam hatimu yang dingin itu, ada tempat khusus untuk pesona kekasih merahmu ini~"

PLAK!

Tanpa ragu-ragu, Leng Shuang mendaratkan pukulan telapak tangan spiritualnya tepat ke belakang leher Leng Yan hingga pria flamboyan itu hampir tersungkur mencium tanah pelataran.

"Sudah kubilang berhenti bicara seperti itu!" amuk Leng Shuang dengan wajah memerah menahan malu.

Xuanyuan terkekeh gembira melihat pertunjukan komedi harian tersebut. Aura Immortal Emperor-nya kembali menguap dalam sekejap, digantikan oleh cengiran konyolnya yang biasa. Ia mengambil kembali burung kayunya dan menunjuk-nunjuk Leng Yan dengan tawa cempreng.

"Orang cantik baju merah kena pukul lagi! Horeee! Ayo pukul lagi di hidungnya!" seru Xuanyuan gembira.

Leng Yan mengusap lehernya seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Xuanyuan, sama sekali tidak kapok. "Bagi Pangeranku yang tampan, disiksa oleh adikkupun terasa seperti tarian bunga peony di musim semi."

Di tengah gelak tawa dan kegilaan kecil di halaman reyot tersebut, roda takdir menuju Acara Lelang Akbar Balai Lelang Xingzhou terus berputar cepat. Pertemuan para faksi besar, intrik dua pangeran ambisius, dan rahasia kotak giok bersegel Kaisar kian mendekati puncaknya.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!