NovelToon NovelToon
PENYANGKALAN

PENYANGKALAN

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Single Mom / Cerai / Cintapertama / Tamat
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Emie_lia

Jika memang nanti semesta hanya mengizinkan mu singgah kepadaku, maka aku akan membiarkan mu pergi mencari tempat pulang sesungguhnya. Tapi paling tidak aku sudah menjadi bagian cerita yang akan selalu kamu ingat. Meski kamu berusaha untuk melupakannya, akan ku suruh takdir mengikatmu dengan belenggu kenangan. Aku egois bukan?

Benar, kemarilah, akan aku ajari kau arti menunggu.

Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur lelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emie_lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 Terimakasih: Aksara Rasa

"kakak, kakak sudah bangun?"

"sudah"

"okey, nanti kalau El sudah ke rumah kakak, El telfon ya, semangat kakak"

"oke El terimakasih"

Anggap saja masalah kemarin sudah selesai, Raka juga mengakui bahwa wanita kemarin merupakan adiknya.

"Raka, itu adik kamu?"

"yang mana?"

"yang di bawa El kemarin"

"oh iya kak, itu adikku, aku baru saja dapat ceritanya, El juga marah-marah kepadaku kak, karena aku meninggalkan Nada, maafkan aku kak"

Konfirmasi dari raka kemarin menjadi obat penenang untukku hari ini, El sudah menceritakan kejadian kemarin secara detail, untuk apa aku menghayati kesakitan .

.

.

.

"kakak sudah berangkat?"

"sudah"

"nanti kalau sudah sampai kakak bilang ya kepada El"

"kenapa?"

"El mau tahu saja, kakak sampai ditujuan dengan selamat"

Terkadang aku tidak tahu kapan ucapan kamu dusta atau nyata, bagiku dustamu adalah kenyataan yang selalu aku perdengarkan, walau aku tahu isi ucapan itu terdengar manis hanya karena sesuai khayalan.

"kakak, El sudah didepan"

"Sebentar ya"

Aku melangkah keluar setelah menerima pesan dari El, dengan balutan pakaian kemeja biru, berpadu dengan lilitan rok batik bermotif dadu-dadu, aku berhasil membuat El membeku seperti batu.

"mana?"

"..."

"El!"

"..."

"yaampun kakak belum selesai ni beberes, El!"

Akhirnya bocah dihadapanku memanggil masuk jiwanya yang tadi sempat berkelana.

"Eh, iya kak, ini dia"

El memberiku sebungkus plastik, jujur, ini seperti kemasan baju selesai dilaundry.

"hahahahaha El, kamu buka laundry expres satu malam kah?" aku terkekeh.

"apalah kakak ini"

Aku hanya bisa tersenyum, bagaiman mungkin aku meninggalkan pria seimut dia, aku sadar amarah sedang menghampiri, tapi secara bersamaan dia sangat menghormati keberadaanku.

Lihat itu, wajah kesal penuh hasrat ingin mengomel, tapi dia tahan karena aku penyebab amarah dia muncul.

"iya, iya maaf. Terimakasih ya, kalau tidak ada kamu kakak pasti gak punya jas deh"

"iya. Masuk gih kak, nanti telat siap-siapnya, atau memang sengaja lama karena mau sama aku nih"

Dia malah membalas dengan cara menggodaku

"dih, siapa juga yang mau kayak gitu, yaudah sana pulang"

"pulang? Aku kan mau sekolah, kakak ngajarin aku cabut ya?"

"terserah deh"

"iya maaf, kakak jangan marah"

"siapa bilang kakak marah?"

"iya deh, kalau gak marah...berarti malu ya?"

"ish, pergi sana sana kakak mau masuk"

Suara tawa yang sangat akrab menemaniku setiap malam, aku harap selalu menjadi penghantar tidur dan penyambut selamat pagi.

.

.

.

Lama sudah aku dan dia berjalan beriringan, menautkan hati di antara hari-hari yang terus berlari. Meski sesekali ada riuh dari luar yang mencoba mengetuk pintu kebahagiaan kami, aku sebagai penjaga pintu selalu mencoba untuk mengakhiri. Tapi aku lupa ada jendela terbuka dari arah barat daya.

"Hai, akankah namaku masih singgah di ingatanmu? Dulu tak ada cela bagiku untuk menghampirimu, segalanya terasa mungkin. Namun kini, izinkan aku bertahan sejenak di ambang jarak ini.

Aku rindu sungguh. Aku Ingin bertemu, bukan sekadar menatap wajahmu lewat layar kaca yang sarat cerita semu.

Di sana, aku merasa terbelenggu rindu tak pernah benar-benar sampai kapada dirimu

Kata ‘cinta’ kerap ingin kubisikkan di telingamu, namun aku memilih diam, tak ingin lagi gaduh seperti dahulu. Masihkah kau mengingat harga mati yang pernah kutawarkan?

Harga yang kita tawar bersama, hingga akhirnya aku merendahkan nilai diriku sendiri hanya demi bisa memilikimu.

Kini aku bertanya dengan hati yang lebih sunyi...apakah harga serendah itu masih belum layak mendapat tempat yang lebih berarti?"

"Sejak awal, aku menempatkanmu hanya sebagai seorang teman. Bukan karena kurangnya rasa, melainkan karena hatiku tak pernah benar-benar menuju ke arahmu.

Entah ini suara nurani, atau karena kehadiranmu kerap datang terlambat. Kau hadir saat ruang di hatiku telah terisi, datang ketika perasaanku sudah berlabuh pada seseorang.

Aku mencintainya, dengan keyakinan yang utuh.

Dan dalam kisah ini, aku memilih untuk tidak berpaling,

apa pun bentuk ceritanya nanti"

"Tak mengapa, sungguh. Aku telah berdamai dengan kesadaran bahwa keberanianku tak pernah cukup

untuk menjelma kesatria yang dapat kau banggakan.

Aku hanyalah seseorang yang memilih diam,

sementara dunia menuntut keberanian.

Maka biarlah aku tetap berdiri di sini, menyerahkanmu sepenuh jiwa kepada pangeran berjubah besi. Dia yang datang dengan perlindungan, kepastian, dan kelayakan untuk menyebutmu permaisuri.

Aku tak menuntut mahkota, tak berharap singgasana,

bahkan tak bermimpi berdiri sejajar di hadapanmu.

Izinkan aku hanya menjadi manusia yang berarti, tak perlu diagungkan, cukup diakui keberadaannya, sekecil apa pun ia tampak.

Sebab perasaanku bukan ambisi yang ingin memiliki,

bukan obsesi yang memaksa takdir bisa tunduk.

Aku mencintai dengan cara paling sunyi membiarkanmu bahagia, meski bukan di sisiku ini. Terimakasih"

Kisah ini terasa lucu, bila diperdengarkan. Dahulu, ada seorang gadis cantik jelita, bukan hanya rupa, tetapi juga caranya menghidupkan perhatian.

Pada masanya, dua orang pria menaruh pandang padanya. Pria pertama hadir dengan sikap seolah sang gadis adalah berlian paling berharga, dipeluknya dengan kata, dijaganya dengan janji, diperlakukannya seakan gadis itu adalah pusat dari segala jagat raya.

Sementara pria kedua...entah bagaimana menjelaskannya, ia tak banyak bicara, namun matanya tak pernah benar-benar berpaling, memperhatikan sang gadis dengan cara yang tenang namun saksama.

Namun pada akhirnya, sang gadis memilih pria pertama.

Mereka menjalin cinta dalam hening, tanpa sorot, tanpa cerita yang disebar, hingga dunia pun tak tahu bahwa hati mereka telah saling terikat.

Di waktu yang tak tepat, pria kedua memberanikan diri mengungkapkan perasaannya, tanpa mengetahui kisah yang telah lebih dulu tumbuh. Ia pun menerima penolakan sebuah akhir yang datang tanpa persiapan.

Namun sayang berjuta sayang, cinta sang gadis tak berumur panjang. Kisahnya kandas di tengah jalan,

bukan oleh salah satu dari mereka, melainkan oleh restu yang tak kunjung datang. Ia pun tenggelam dalam murung, meratapi nasib perasaan yang harus berakhir tanpa pilihan.

Beberapa bulan lamanya gadis itu berkelana sendiri,

belajar berdamai dengan kehilangan, hingga akhirnya ia kembali menemukan cinta. Cinta yang hadir kali ini tak sebesar dahulu, tak sehebat yang pernah ia rasakan,

namun menyimpan cerita-cerita kecil yang lucu, kenangan yang selalu mengundang senyum setiap kali mereka memadu kasih.

Dan lagi-lagi, waktu berkelakar. Pria yang dahulu menerima penolakan, masih tak mengetahui bahwa hati sang gadis telah kembali berpenghuni. Ia pun menyatakan perasaan, dan kembali menerima penolakan untuk kesekian kalinya.

Cintanya begitu besar, hingga sang gadis sempat bertanya dalam diam "apakah ia tak pernah lelah?"

Ya, benar. Gadis itu adalah aku.

1
Nunu
mantap kak
NOname 💝
El itu cocoknya di buang aja, masukkan ke got
Wolfmoon
Hai kak, ceritanya baguss
Remi: thank you
total 1 replies
❦L͙o͙t͙u͙s͙ E͙m͙a͙s͙❦
ceitanya bagus, walau aku nggak terlalu paham sih
❦L͙o͙t͙u͙s͙ E͙m͙a͙s͙❦: sama²,
selamat berkarya
total 2 replies
Helen
Menggugah perasaan
Poplar Taneshima
Adem ayem baca cerita ini sampe hiatus menuju mesra sama buyer.
Remi: haloww nantikan terus ya chapter selanjutnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!