NovelToon NovelToon
Bintang Di Kegelapan Malam

Bintang Di Kegelapan Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:883.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anjani Putri

Retno punya semua yang diinginkan oleh gadis seusianya, kedua orang tua sempurna, harta dan kehormatan. Hidupnya sangat bahagia dan disiplin, ayah bilang disiplin membedakan manusia dengan binatang. Sejak kelas dua sekolah dasar saat bangun tidur Retno tidak boleh keluar dari kamarnya sebelum membereskan tempat tidurnya, kelas tiga ayah memeriksa kerapihan tempat tidurnya.

"Kerapihan tempat tidur akan mengubah duniamu dan menentukan siapa dirimu" pesan ayah selalu.

Saat kedua orang tuanya meninggal Retno tak tahu apa yang harus dilakukan sampai dirinya bertemu dengan Keanu Hartono

"Retno....maukah kau ikut denganku.?" Keanu menghembuskan nafas panjang, antara yakin dan tidak dengan ucapannya namun kata ajakan itu sudah meluncur dari bibirnya.

Retno menatap wajah didepannya, tak ada senyum disana kecuali sepasang mata yang menatapnya serius. Retno menimbang kesungguhan dalam tatapan itu, Retno hanya bertemu Keanu beberapa kali itupun tanpa komunikasi karena biasanya ia datang menemui ayah. Retno hanya tersenyum dan mengangguk jika bertemu sebagai tanda penghormatan pada tamu ayahnya. Sekarang laki-kaki ini mengajaknya tinggal dirumahnya.


Keanu Hartono adalah seorang CEO NSP Bank yang terpaksa turun lapangan untuk mengatasi Kredit Macet seorang pengusaha daerah yang telah meninggal dunia bernama Bintoro Aldi ayah Retno. Keanu tahu betul apa yang terjadi dengan keluarga tersebut termasuk menyaksikan bagaimana ekonomi keluarga tersebut pelan-pelan hancur. Keanu juga menjadi saksi gadis yang dulunya ceria itu pelan-pelan kehilangan senyumnya. Gadis ABG yang membuat dunianya jungkir balik!

Bagaimana nasib membawa Retno dan adiknya, ikuti kisah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjani Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part-19 Explore Pahawang

Pukul 00:00 ketika Feri penyebrangan Merak-Bakauheni merangkak meninggalkan pelabuhan Merak menuju Bakauheni-Lampung. Sebagian tertidur karena kelelahan, sebagian lagi terkantuk-kantuk di kursi feri. Perjalanan bisa menempuh waktu 2 jam. Retno berdiri ditepi anjungan, dilihatnya bintang-bintang bertebaran dilangit malam. Dalam kegelapan selalu ada cahaya dan terlihat bintang yang paling terang. Langit dan lautan yang seakan tak berujung, dunia yamg begitu luas membuat Retno merasa begitu kecil bahkan feri yang ditumpanginya hanya seperti perahu kertas yang melaju di samudera nan luas.

"Kamu tidak tidur Retno?" Fadly mendekati, berdiri disebelah kirinya.

"Tidak bisa tidur, mungkin karena tadi ketiduran di bus sekarang malah melotot terus mataku" Retno tersenyum tipis

"Kamu sudah pernah ke Pahawang? tanya Fadly

"Baru sekarang, ini kan destinasi wisata baru."

"Kamu udah pernah?"

"Ya, aku dan keluargaku hoby snorkling. Melihat keindahan bawah laut, kadang kami juga diving."

"Keluarga bahari, mantab" Retno memberikan jempol untuk Fadly, keduanya tergelak ditengah malam.

"Terima kasih, laut adalah kehidupan kami. Mendengar deru ombak seperti mendengar semangat yang pantang menyerah. Bagaimana denganmu?" Aldy menatap gadis disampingnya, hijabnya meriap diterbangkan angin.

"Dulu aku memiliki rumah dipinggir pantai..." Retno menatap kejauhan, lautan tampak menghitam ditengah malam.

"Apakah sekarang masih ada?"

"Tidak lagi."

Ngomong-ngomong IP mu dua semester tertinggi seangkatan, nyaris empat. Kamu hebat Retno" puji Fadly.

"Terima kasih."

"Apakah menjadi nomor satu penting bagimu?"

"Belajar sungguh-sungguh penting bagiku, peringkat satu hanya bonusnya" Retno tersenyum kecil.

"Luar biasa filosofimu, bagaimana cara belajarmu?"

"Habis sholat shubuh, dari dulu begitu. Itu sudah seperti jadwal wajib."

"Biasanya habis sholat shubuh aku tidur lagi, ngantuk berat."

"Itu waktu tidak dianjurkan tidur, disamping membuat orang malas juga bisa menimbulkan penyakit tertentu."

"Jadi gimana dong untuk supaya gak ngantuk habis sholat shubuh?"

"Sebelum sholat shubuh mandi Fadly, kamu tidak akan ngantuk lagi setelah sholat."

"Wow, baru kudengar. Jangan katakan kamu mandi jam 03:00 WIB Retno?" Aldi menatap terkejut.

"Tepat, itu jadwal mandi-ku Fadly" Retno tersenyum kecil.

"Benarkah?" sepasang bola mata Fadly membulat sempurna.

"Kamu tidak kedinginan?"

"Dingin pada awalnya, lama-lama terbiasa."

"Sejak kapan kamu mandi jam 03:00?"

"Sejak SMP, waktu SD aku mandinya jam 04:00 pagi."

"Orang tuamu hebat Retno"Fadly menatap kagum.

"Semua orang tua hebat Fadly, mereka adalah orang yang selalu ada untuk kita."

"Orang tuamu tinggal dimana Retno?"

"Keduamya sudah tiada Fadly, aku dan adikku yatim piatu sejak dua tahun lalu."

"Maafkan pertanyaanku Retno."

"Tidak apa-apa Fadly, aku sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti ini."

Retno menatap kejauhan, membayangkan kedua orang tuanya jika masih hidup. Orang tua yang sangat disiplin dan menyayanginya, waktu bersamanya memang terasa begitu singkat tapi mereka memberi arti yang luar biasa. Kini Retno mendapatkan kasih sayang itu lewat Keanu meski dengan kondisi berbeda, mengingat Keanu dadanya berdesir. Ditengah malam begini apakah Kakak sudah tidur atau masih bekerja seperti biasanya? Keanu adalah pekerja keras dan pelindung keluarga.

"O ya, gimana pemilihan Putra dan Putri Bahari, kulihat kamu masuk nominasi?"

"Kamu juga kan Fadly?"

"Ya, tahun ini semoga kedua pialanya jatuh ke kampus kita biar ada keñangan."

"Wow, itu piala luar biasa. Tidak mudah merebutnya, seluruh Indonesia pesertanya Fadly."

"Yakin menang, kan ada kamu Retno. Kamu itu unik Retno, meski aku sering melihat matamu selalu kesepian sekalipun sedang tertawa..."

"Masak?" Retno menaikan sebelah alisnya.

"Kamu itu pusat perhatian dikampus ini Retno, khususnya untuk para cowok."

"Jangan ngaco Fadly."

"Tidak, orang melihatmu seperti melihat sebuah misteri. Kamu tak acuh, pintar dan tak butuh pengakuan."

"Pengakuan?"

"Ya, cewek-cewek biasanya memerlukan itu untuk populer."

"Populer, sepertinya menarik?" Retno tersenyum tipis.

"Banyak waktu yang hilang karena kepopuleran."

"Fadly, bukankah kamu juga populer dikampus ini? Sepertinya banyak cewek-cewek yang ingin dekat denganmu."

"Ya, hanya kamu yang tidak tertarik padaku. Apakah kamu sudah punya kekasih?" Fadly bicara hati-hati.

"Perlu kujawab ya pertanyaan seperti itu?" Retno tersenyum misterius.

"Aku tidak pernah melihatmu bersama cowok, teman dekatmu hanya Shely."

"Shely teman SMA ku Fadly, kami mengalami banyak hal bersama."

"Menyenangkan kedengarannya, aku tidak menolak jika kau jadikan teman kedua seperti Shely" tawar Fadly.

"Ini tawaran apa ancaman?" kami tergelak sampai menetes air mata, ternyata bukan hanya sedih yang meneteskan air mata bahagia juga.

Aku tergelak bersama Fadly tanpa beban, mungkin umur kami sama atau dunia kami sama...? Ditengah malam buta diantara orang yang terlelap tidur kami cekikikan berdua diatas feri penyebrangan Merak-Bakauheni. Lautan lepas dan malam bertabur bintang menjadi saksi.

"Kamu terlihat tangguh, seperti telah melewati ribuan musim lebih panjang dari remaja seumurmu" lanjut Fadly.

"Hidupku rumit Fadly tapi aku melewati tiap episode-nya dengan selamat."

Terkadang banyak yang hilang dari hidup kita karena Allah mendidik kita menjadi manusia yang lebih kuat, lebih baik, pantang menyerah dan lebih bersyukur. Seperti Nabi Muhammad yang kehilangan kedua orang tuanya diusia 6 tahun, seperti Nabi Ibrahim yang bermunajat 40 tahun untuk mendapatkan anak pertamanya, seperti Nabi Yusup yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya. Dunia tak pernah berubah sejak manusia pertama diciptakan hingga manusia terakhir dilahirkan, yang berubah hanya sarananya. Disetiap peradaban generasi manusia bukan teknologi yang membuat manusia maju tapi akhlakul karimah. Hanya akhlak yang membuat generasi berikutnya menuju puncah emas peradaban-nya! Seperti

di dalam hadits dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak." (HR. Al-Baihaqi).

"Terlihat dari sorot matamu."

"Kamu seperti penyihir ya, melihat seseorang dari sorot mata..."

"Kamu tahu Retno, sorot matamu menunjukkan bahwa kamu bukan gadis biasa. Jarang seorang gadis seusiamu memiliki sorot mata seperti itu" puji Fadly.

"Kamu merayuku ditengah malam buta Fadly?" Reno tersenyum kecil.

"Orang sepertimu tak butuh rayuan Retno, dihadapanmu pastinya aku hanya lelaki kecil tak ada artinya."

"Duh, serem banget sih kata-katanya" Retno terkekeh.

Pukul 03:30 kapal mulai sandar di pelabuhan Bakauheni, Retno dan Aldi sibuk membangunkan temannya satu-persatu.

"Bangun Shely, sudah sampai pelabuhan Bakauheni" Retno menepuk-nepuk pipi Shely.

"Alhamdulillah tapi ngantuk berat" Shely melakukan gerakan peregangan pada otot lehernya.

Pelabuhan Bakauheni adalah sebuah pelabuhan penyeberangan yang terletak di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Terletak di ujung selatan dari Jalan Raya Lintas Sumatra, pelabuhan Bakauheni menghubungkan Sumatra dengan Jawa via perhubungan laut. Secara historis

Kata Bakauheni merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa daerah Lampung, yaitu bakau dan heni. Bakau yang berarti pohon bakau, dan heni yang berarti rimbun. Jadi, arti nama Bakauheni adalah daerah yang memiliki pepohonan bakau yang rimbun, mengingat daerah Bakauheni yang berada di pinggiran laut maka nama ini diabadikan sebagai nama pelabuhan.

.....

Keluar dari pelabuhan menuju mobil elf yang sudah menunggu, melanjutkan perjalanan ke dermaga Ketapang menuju pulau Kelagian Besar. Selama perjalanan disambut dengan pemandangan biru dan hijaunya laut, serta bukit hijau menjulang dari sisi kiri hingga kanan yang terlihat cukup cantik, Sekitar satu jam perjalanan tiba di pulau Kelagian kecil yang terletak di Pulau Pahawang Besar dan Pulau Kelagian Besar, disambut dengan pasir yang halus nan putih. Saatnya snorkling pertama dimulai.

Suara dua ratus mahasiswa pariwisata melihat pasir putih seperti melihat saudara yang telah lama hilang. Mereka berlari kesana-kemari sambil berteriak-teriak penuh kebebasan dan bahagia. Maklum setelah ujian akhir inilah saatnya bersenang-senang, lautan bebas dan keindahan tiada tara. Surga Lampung yang tersembunyi. Birunya Lautan selalu memanggil jiwa muda untuk berpetualang. Retno berbaur dengan yang lain, berbaur dengan pasir putih dan saat snorkling lupa segalanya. Terumbu karang yang cantik bergerak kesana-kemari seperti sedang menari salsa dan ikan kecil warna-warni menambah keindahan bahari. Indahnya tanah airku, Indonesiaku negeri tercinta.

"Segarnya, tiada duanya" Shely menyedot air kelapa sampai habis.

"Hidden paradise in Lampung" Retno mengembangkan kedua tangannya, menghirup udara dan menghembuskannya.

"Retno, sumpah kamu semalam tidak tidur?"

"Ya, kenapa? Aku kebanyakan tidur di bus."

"Terus kamu ngapain aja?"

"Ngobrol sama Fadly."

"Fadly....? Wow, kau siap-siap di bantai penggemarnya."

"Kami ngobrol biasa kok."

"Kamu tahu Nadhin?"

"Ya, mahasiswi dari Semarang kan?"

"Dia naksir berat sama Fadly" informasi Shely.

"Terus, apa hubungannya denganku?" Retno menyeruput air kelapa hingga tandas.

"Kamu akan berhadapan dengannya" lanjut Shely.

"Halah, kamu ini paling bisa bikin ancaman."

"Bener loh, terserah kalau gak percaya" Shely pasang wajah serius.

"Shel, lihat Fadly menuju kemari. Kita kabur yuk..." Retno menyeret tangan Shely untuk kembali ke atas kapal dengan terburu-buru sambil tergelak.

Pulau Pahawang sudah menjadi primadona bagi traveler yang liburan ke Lampung. Pasir putihnya berpadu keindahan alam bawah laut terlihat sempurna. Selama perjalanan melewati beberapa pulau kecil dengan hutan bakau yang masih lebat dan sekumpulan burung burung yang terbang mengelilingi hutan yang masih alami di pulau tersebut. Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan. Meski selama berlayar menuju Pahawang cukup memacu adrenalin, saat di atas perahu ombak menerjang hingga membuat perahu terguncang dan kadang oleng. Beberapa mahasiswa ada yang muntah dan pusing kepala, mabuk laut dan jantung berdebar. Bahkan terkadang  ombak air terpecah dan mengenai wajah dan tangan sebagian mengenai bibir, terasa asin dan pedih saat terkena mata.

Setelah berlayar selama 45 menit, sampailah kami di Pulau Pahawang kecil. Pantai putih bersih menyambut kedatangan kami. Air laut yang biru dan hijau sungguh menantang untuk diselami. Dari atas perahu saja sudah kelihatan sekumpulan batu karang dan sekumpulan ikan yang berkeliaran dibawahnya. Banyak sekali biota laut yang bisa kita temukan di pulau ini. Selain jenis kerang-kerangan ada pula berbagai jenis bintang laut dan kima (Tridacna gigas). Hati-hati kalau berenang di area padang lamun (ilalang laut) karena masih ditemukan ular laut yang sedang bersembunyi di sela-sela lamun. Perlu diketahui bisa ular laut ini lebih ganas dari bisa ular cobra sekalipun.

Para mahasiswa mulai melompat dari atas perahu setelah memakai pelampung dan peralatan snorkling, mereka menyebar mendekati objek yang indah. Terumbu karang indah dan ikan hias warna-warni membuat mata segar saat memandangnya.

"Buat lingkaran" perintah Event Organizer dari atas perahu dengan pengeras suara. Mereka meluncurkan drone untuk mengambil foto dan video para mahasiswa yang sedang asyik snorkling.

Para mahasiswa merapat dan saling bergandeng tangan untuk membentuk lingkaran, Retno baru tersadar ketika memegang tangan Fadly. Pemuda itu melempar senyum manis padanya Retno menyambut senyum itu merasa tak punya pilihan. Shely berada pada barisan didepannya, sebelahnya adalah Nadhin yang menatap tak ramah. Retno segera mengalihkan tatapannya. "Hadeeh, Shely bikin ilfil aja. Kenapa dia berada jauh disana" Retno tak bisa menghindar dari Fadly, pemuda itu terus mengajaknya ngobrol. Beberapa pose foto dan video diambil untuk kenang-kenangan.

Pukul 19.00 WIB sampailah rombongan ke baso Soni yang legendaris, aroma harum bawang putih bercampur lada sungguh menggugah selera. Tempatnya cukup besar dengan bangku yang berderet, Retno merapat ke Shely dan pura-puro ngobrol serius ketika Fadly datang. Dan menghela nafas lega ketika Damar menawarkan tempat duduk kepada Fadly. Bakso mie datang dalam porsi yang cukup, tujuh buah bakso ukuran sedang ditemani mie bihun. Sementara itu, mie ayam bakso hadir dengan potongan olahan ayam berbumbu kari dan acar. Topping yang tidak biasa didapati pada mie ayam di kota-kota lainnya. Kuah bakso mie bening dan sedikit berlemak. Rasanya gurih dengan aroma kaldu yang kental. Begitu mencicipi baksonya Retno dan Shely berpandangans karena baksonya sangat padat. Jelas terlihat bahwa daging yang digunakan pada Bakso Sony lebih banyak dari tepungnya. Malam telah larut ketika kembali ke pelabuhan Bakauheni, ketika kapal Feri mulai merangkak tak satupun dari kami yang berbicara. Lelah setelah seharian berpetualang ke pulau, Retno menguap dan tertidur di kursi.

.......

Sudah lima kali Keanu menghubungi Retno namun ponsel gadis itu hanya menjawab,

"Telepon yang Anda panggil berada diluar areal..." mungkinkah Retno berada diluar kota? Tapi kenapa tidak bilang?

Keanu mondar-mondir dikamarnya, gelisah takut terjadi apa-apa sama Retno. Dihempasnya ponsel itu ketempat tidur ketika jawabannya masih sama.......

.......

Assalamualaikum

Vote & Comment agar ceritanya tetap update. Kunjungi 'bintang di kegelapan malam' Anjani Putri fb.

Terima kasih atensinya.

Salam.

1
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Siang semuanya, Izin ama othoor ya, Karya ini telah menjadi audiobook dan alhamdulillah saya sendiri yang membawakan karya dari kk Anjani Putri.
Semoga bisa diterima 🤭
Dev
Baca novel sekaligus ilmu bermanfaat, smngt kak othor👌👌😆
Alisa Maharani
aku bayangin visualnya retno sma keanu,ibarat dude harlino sma alysa soebandono
Fryy Sweet
intinya Kirana gak tahu diri
Kustini Axazzam
lanjut kak.. semangat berkarya
Sri Mulyani
Thor, maaf ya, kayak nya makin ke sini cerita nya makin gak ngerti saya, kenapa sekarang fokus cerita nya tentang Rizky dan Kirana aja? Saya lebih senang cerita nya tamat ketika Retno sudah punya 3 orang anak, udah cukup sampai di situ aja, gak usah melebar kemana-mana nanti gak seru lagi.
Aira Hadera
Lanjut thor
Bunda Saputri
Semangat mbak thoorr
Wahyu Listyorini
Rizky yang tegas dong ....pilih Afra pa Kirana. .wanita butuh kepastian...jangan plin plan .
Ervina 123
lanjut
Bangsul ojai
up nya terlalu lama Thor keburu lupa alur ceritanya
Watie Zack
kau beruntung Rizky memdptkan Afra
Novi Affikah
tetep pilih Afra ..jangan ragu..
~🌹eveliniq🌹~: team Afra semangat lanjut Thor jangan lupa mampir ya ke karya aku Find the Perfect Love
total 1 replies
Bunda Saputri
Bodohnya rizki
Nhia Wenne
lanjut
Fryy Sweet
Risky apapun yg kau alami bersama Kirana di masa lalu prioritasmu saat ini mestinya Afra istrimu tdk usahemikirkan wanita itu terus, atau kalau emang ragu dengan hatimu setuju apa kata Arga tinggalkan dan biar lu fovus dwngan si Kirana gak tahu diri itu.
Lina Herlina Hardjati
lanjuuuttt 🤩
Endah Setyowati
akhirnya up juga,saya slalu tungguloh up lagi
Aira Hadera
Lanjut thor
Aiho
So Sweet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!