NovelToon NovelToon
Pacar Gamerku Ternyata Bosku

Pacar Gamerku Ternyata Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara riuh rendah khas jam kosong di kelas 10-MIPA 3 selalu didominasi oleh dua hal: gosip hangat di pojok belakang, atau teriakan frustrasi dari gerombolan siswa di baris tengah. Bagi Naomy, suara yang kedua jauh lebih mengganggu sekaligus memicu rasa penasarannya belakangan ini.

​"Kiri, kiri! Woy, lindungi gue! Ah, telat lo, mati kan gue!"

​"Sabar, cooldown skill gue masih jalan! Mundur dulu, mundur!"

​Naomy menghentikan goresan pulpennya di atas buku catatan Biologi. Ia menoleh ke arah meja milik Tasya dan sisa gengnya. Tiga gadis yang biasanya sibuk membahas drama Korea atau warna lipstik terbaru itu kini tengah menunduk dalam-dalam, menatap layar ponsel masing-masing dengan posisi lanskap. Ibu jari mereka bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal, sementara wajah mereka tampak sangat tegang, seolah-olah masa depan bangsa sedang dipertaruhkan di dalam layar berukuran enam inci tersebut.

​Rasa asing itu mulai merayap di dada Naomy. Fear of Missing Out. FOMO. Istilah yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konfrontasi Di Rumah Utama

​Perjalanan kembali ke Jakarta yang menempuh waktu berjam-jam terasa jauh lebih singkat bagi Raka. Rasa lelah yang sempat menggerogoti fisiknya kini lenyap, berganti menjadi energi penuh tekad. Di sepanjang tol Trans-Jawa, bayangan senyum Naomy di bawah naungan pohon pinus tadi pagi menjadi bahan bakar utama bagi keberaniannya.

​Begitu memasuki kawasan bisnis ibu kota, Raka tidak langsung menuju kantor Andandra Group. Ia mengarahkan mobilnya ke sebuah kafe tersembunyi di kawasan Jakarta Selatan—tempat yang telah ia sepakati bersama Valerie melalui pesan singkat beberapa jam lalu.

​Cklek.

​Raka melangkah masuk ke dalam area VIP kafe tersebut. Valerie sudah duduk di sana, menyesap cangkir chamomile tea-nya dengan raut wajah yang sama tenangnya.

​"Kamu terlihat mengenaskan, Raka. Tapi matamu terlihat hidup lagi," celeuk Valerie begitu melihat Raka duduk di hadapannya.

​"Aku sudah bertemu Naomy," jawab Raka tanpa basa-basi. "Dan aku tidak akan pernah melepaskannya lagi."

​Valerie tersenyum tipis, merapikan blazer mewahnya. "Baguslah. Karena jujur saja, aku juga sudah muak berpura-pura menjadi calon tunangan yang penurut. Kekasihku di London sudah mengancam akan memutuskan hubungan kalau minggu ini aku tidak menyelesaikan kekacauan perjodohan konyol ini."

​"Jadi, rencana kita tetap sama?" tanya Raka, menatap Valerie lekat-lekat.

​"Ya. Kita temui kedua orang tua kita malam ini. Kita sampaikan keputusan ini bersama-sama," tegas Valerie. "Mereka mungkin akan marah besar, tapi kalau kita kompak dan bersikap tegas, mereka tidak akan punya alasan untuk memaksa kita lagi."

​Malam harinya, suasana di kediaman besar keluarga Andandra terasa begitu mencekam. Meja makan panjang bernuansa klasik itu diisi oleh dua keluarga konglomerat: keluarga besar Raka dan keluarga besar Valerie. Santap malam yang semula berjalan hangat mendadak membeku ketika Raka dan Valerie meletakkan sendok dan garpu mereka secara bersamaan.

​"Papa, Mama, Om, dan Tante," buka Raka dengan suara tenang namun menggema kuat di seluruh ruangan. "Ada hal penting yang harus kami sampaikan malam ini terkait rencana pernikahan."

​Papa Raka, Subroto Andandra, menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya, menatap putra tunggalnya dengan alis terangkat. "Ada apa, Raka? Soal tanggal pertunangan?"

​"Tidak, Pa," potong Valerie cepat, membuat kedua orang tuanya saling pandang terkejut. "Kami berdua sepakat... untuk membatalkan seluruh rencana perjodohan dan pernikahan ini."

​Brak!

​Subroto memukul meja makan dengan telapak tangannya. "Apa-apaan kalian ini?! Perjodohan ini bukan sekadar urusan main-main anak muda! Ini menyangkut penggabungan aset dan integritas dua keluarga!"

​"Tapi kami tidak saling mencintai, Om," ujar Valerie tanpa rasa takut. "Saya sudah memiliki pria lain yang sangat saya cintai di luar negeri, dan Raka juga memiliki wanita yang ingin dia nikahi. Memaksa kami bersatu hanya akan menghancurkan dua keluarga di masa depan."

​"Raka!" bentak Subroto, matanya mendelik tajam ke arah anaknya. "Kamu terpengaruh oleh wanita biasa itu lagi, kan?! Ingat posisi kamu sebagai CEO Andandra Group! Papa bisa mencabut seluruh jabatanmu detik ini juga kalau kamu berani membangkang!"

​Raka bangkit berdiri dari kursinya. Ia menatap sang Papa tanpa ada rasa gentar sedikit pun. Senyum tipis yang sarat akan kedewasaan terukir di wajahnya.

​"Cabut saja, Pa," jawab Raka dengan suara tegas yang membuat seluruh orang di meja makan bungkam seribu bahasa. "Jabatan, saham, atau kemewahan fasilitas Andandra Group... Papa boleh ambil semuanya kembali malam ini juga. Saya siap merintis perusahaan saya sendiri dari nol. Tapi satu hal yang harus Papa tahu: saya tidak akan pernah menjual kebahagiaan dan wanita yang saya cintai hanya demi selembar tahta."

​Ruang makan itu mendadak hening seketika. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Subroto Andandra melihat putranya berdiri begitu kokoh dan berani mempertaruhkan segalanya—bukan karena keangkuhan, melainkan demi sebuah cinta dan integritas sejati.

1
dinda.glow
haloo izin mampir ya... saling mampir yuk
bsjelfjbrndsabdvr
nyimak😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!