NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nourayl

"Kalau bukan karena Ayah, aku tidak akan pernah menikah dengan pria sepertimu."

Ayla Pradana terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Masalahnya, pria yang harus ia nikahi adalah Arsen Wijaya—musuh bebuyutan kakaknya, Gavin.

Selama bertahun-tahun, Gavin selalu mengatakan bahwa Arsen adalah pria licik yang menghancurkan hidupnya. Ayla pun membencinya tanpa pernah mengenalnya lebih dalam.

Namun, setelah menikah, Ayla justru menemukan sisi Arsen yang sama sekali berbeda. Di balik sikap dingin dan tatapannya yang tajam, ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan dari keluarganya.

Semakin dekat dengannya, semakin Ayla sadar...

Mungkin selama ini orang yang ia percaya bukanlah pihak yang benar.

Dan ketika kebenaran terungkap, ia harus memilih:
keluarganya... atau pria yang kini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Bayangan Masalalu

Pintu ruang rapat utama Mahendra Group terbuka perlahan.

Arsen melangkah masuk dengan ekspresi datar seperti biasanya. Setelan jas hitam yang dikenakannya semakin menegaskan wibawanya sebagai pemimpin perusahaan. Seluruh direksi yang telah menunggu spontan berdiri.

"Selamat pagi, Pak Arsen."

Arsen hanya mengangguk singkat.

"Duduk."

Suasana langsung berubah hening. Semua orang tahu, setiap rapat yang dipimpin Arsen tidak pernah diisi basa-basi.

Di sisi lain ruangan, Ayla berdiri canggung sambil memegang tablet dan beberapa berkas. Hari itu adalah pertama kalinya ia mengikuti rapat penting sebagai asisten pribadi Arsen.

Jantungnya berdegup lebih cepat.

"Tenang, Ayla... Jangan sampai melakukan kesalahan."

Arsen mulai memimpin rapat.

"Laporan proyek Kalimantan."

Seorang direktur segera berdiri memaparkan perkembangan proyek. Baru lima menit presentasi berlangsung, Arsen menghentikannya.

"Angka ini tidak sesuai."

Ruangan kembali sunyi.

"Pak... mungkin ada sedikit perbedaan data...."

"Bukan sedikit."

Suara Arsen tetap tenang, tetapi cukup membuat semua orang menahan napas.

"Selisih hampir dua miliar rupiah bukan sesuatu yang bisa disebut sedikit."

Pria itu menatap seluruh peserta rapat satu per satu.

"Saya memberi kalian kepercayaan, bukan kesempatan untuk lalai."

Tak ada yang berani menyela.

Ayla memperhatikan semuanya dalam diam.

Kini ia mengerti mengapa seluruh karyawan begitu menghormati Arsen. Ia bukan pemimpin yang gemar meninggikan suara. Namun setiap kalimat yang keluar darinya memiliki ketegasan yang sulit dibantah.

Beberapa menit kemudian rapat kembali berjalan lancar.

Namun tiba-tiba...

Ponsel Arsen yang berada di atas meja bergetar.

Layar hanya menampilkan satu kalimat.

Nomor Tidak Dikenal.

Arsen mengabaikannya.

Beberapa detik kemudian...

Arsen mengabaikannya.

Beberapa detik kemudian...

Ponsel itu kembali bergetar.

Lalu sekali lagi.

Arsen mengangkatnya.

"Ya."

Tak ada seorang pun yang bisa mendengar suara di seberang sana.

Namun ekspresi Arsen berubah untuk pertama kalinya hari itu.

Tatapannya mengeras.

"Aku sudah bilang... jangan hubungi nomor ini."

Beberapa detik berlalu.

Lalu sambungan terputus.

Arsen menatap layar ponselnya cukup lama sebelum memasukkannya kembali ke saku.

"Rapat dilanjutkan."

Nada suaranya tetap tenang.

Namun Ayla sempat melihat sesuatu yang jarang muncul di wajah pria itu.

Kekhawatiran.

___________________________________________

Sore harinya.

Rapat akhirnya selesai.

Para direksi meninggalkan ruangan satu per satu.

Ayla membereskan dokumen di atas meja.

"Pak Arsen."

"Hm?"

"Boleh saya mengembalikan berkas ini ke ruang arsip?"

Arsen mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.

"Silakan."

Ayla berjalan menuju ruang arsip yang berada di lantai dua puluh.

Ayla berjalan menuju ruang arsip yang berada di lantai dua puluh.

Ruangan itu sepi.

Hanya terdengar suara pendingin ruangan yang berdengung pelan.

Saat mencari rak penyimpanan, tanpa sengaja sebuah map tua terjatuh dari rak paling atas.

Bruk.

Ayla segera mengambilnya.

Map itu tampak sangat usang.

Di sudut kanan atas tertulis dengan tinta yang mulai memudar.

"Dokumen Internal – 2019."

Baru saja ia hendak meletakkannya kembali...

Seseorang merebut map itu dari tangannya.

"Ada yang sedang kamu cari?"

Ayla terkejut.

Di hadapannya berdiri seorang pria paruh baya dengan senyum tipis.

Seragamnya menunjukkan bahwa ia adalah kepala bagian arsip.

"Maaf, Pak. Tadi tidak sengaja jatuh."

Pria itu menatap map tersebut beberapa saat sebelum tersenyum lagi.

"Dokumen lama memang mudah jatuh."

Nada bicaranya terdengar biasa.

Tetapi tatapannya membuat Ayla merasa tidak nyaman.

"Kalau sudah selesai, silakan kembali bekerja."

"Iya, Pak."

Ayla segera pergi.

Begitu pintu tertutup...

Senyum pria itu perlahan menghilang.

Ia mengeluarkan ponselnya.

"Seseorang hampir melihat dokumennya."

Suara di balik telepon terdengar berat.

"Arsen tahu?"

"Belum."

"Bagus."

Telepon langsung terputus.

__________________________________________

Di waktu yang sama.

Arsen berdiri di balkon ruang kerjanya.

Pandangannya mengarah ke langit Jakarta yang mulai berubah jingga.

Ponselnya kembali bergetar.

Kali ini sebuah pesan masuk dari nomor yang sama.

"Kalau kau masih ingin melindunginya, datanglah sendirian malam ini."

Di bawah pesan itu...

terdapat sebuah foto.

Foto lama yang sudah mulai pudar.

Seorang anak laki-laki berdiri di samping seorang pria dewasa.

Wajah sang anak sengaja disobek.

Sedangkan wajah pria dewasa itu...

adalah wajah ayah Arsen.

Tangan Arsen mengepal kuat.

Sudah lima tahun berlalu.

Ia mengira semuanya telah berakhir.

Namun kini...

masa lalu itu kembali mengetuk pintunya.

Di balik pintu ruang kerja, Ayla yang hendak mengetuk berhenti sejenak.

Meski tidak mendengar isi pesan tersebut, ia bisa melihat satu hal dengan jelas.

Untuk pertama kalinya...

Arsen tampak benar-benar kehilangan ketenangannya.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!