Namaku Lin Mey, Putri dari seorang Kaisar, Kekaisaran Lin, ibuku bernama Xin Xia Fei, dari Klan Xin.
Pernikahan Politik, itu biasa terjadi, karena kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan dari Pernikahan itu.
Ibuku adalah wanita Genius, Ahli dalam Alkemis dan Formasi, tapi semuanya di rahasiakan dengan baik, setelah aku berumur 7 tahun, ibuku mulai melatih ku.
Kediaman kami yang terbilang jauh dari Istana, dimanfaatkan ibuku melatih ku.
Keberadaan ibuku sangat tidak disukai oh siapapun, termasuk ayahku, karena hanya Politik.
Dia tidak pernah datang melihatku, hanya jika ada acara Formal baru aku dan ibu bertemu dengannya.
Saat Umurku 10 tahun, entah ada masalah apa, tiba-tiba aku dan ibuku di kembalikan ke Klan dan status kami di cabut.
Kami tiba di Klan, terlihat suasana sudah kacau, ternyata Klan ibuku sudah di hancurkan, dengan tuduhan memberontak.
Ibuku tetap tenang, dan kemudian dia membawaku ke Hutan.
Penasaran lanjutannya... ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 19. Kehancuran Keluarga pengganggu
Para pengawal itu, menelpon ke rumah Zaki dan melaporkan bahwa Zaki berada di RS, mereka juga melaporkan bahwa Zaki di lukai orang.
Ayahnya Zaki yang terkenal sombong dan angkuh, karena meraih gelar Grand Master beladiri, dan juga memiliki Padepokan sendiri, hingga beberapa keluarga enggan bermasalah dengan Keluarga Samudera, bukan takut, tapi malas berurusan dengan mereka.
Mendengar anaknya terluka, Rizal Samudera geram dan segera mendatangi Rumah sakit tempat di rawat.
"Kalian cari orang yang melukai Putraku, bawa dia ketempat biasa, dan kalau dia menolak, patahkan kedua kakinya dan buang ke Hutan, Perintah Rizal Samudera.
"Baik Ketua, jawab anak buahnya.
Lin Mey dan Hana Serta Daniel, Baru saja tiba di CBD Ciledug, Lin Mey ingin membahagiakan Putri dan cucunya, walau hanya sebentar, dia ingin merasakan kebahagiaan walau hanya sebentar di awal pertemuan mereka kembali.
Namun berbeda yang terjadi di Rumah sakit, Rizal Samudera sementara mengatur anak buahnya untuk menyusul teman mereka yang sudah berangkat, dia juga menghubungi murid-muridnya agar mendatangi Kedai Kopi dan Toko Kue dan Roti, milik Hana.
Suasana yang ramai kini berhamburan keluar dari Toko, setelah gabungan pengawal dan mafia serta murid padepokan milik Rizal Samudera mulai mengobrak abrik toko milik Hana.
Lin Mey sudah tahu keluarga Zaki pasti akan bertindak, dan ini akan menjadikan alasannya untuk menghancurkan Zaki.
"Kemana bos kalian dan temannya atau saudaranya terserah, tanya salah seorang anak buah Rizal.
"Kami tidak tahu, mereka keluar pakai mobil saudaranya bos, ucap staff Hana yang sudah ketakutan.
Sementara Hana dan Daniel bermain, Lin Mey yang sudah selesai mempelajari buku Dewa Hacker, segera mengambil laptop miliknya, dan mulai membobol perusahaan Rizal.
Dengan lincah dia mulai menyerang, walaupun pertahanan Perusahaan besar itu cukup kuat tapi akhirnya Lin Mey bisa masuk tanpa ketahuan.
Lin Mey mulai mengkopi file milik perusahaan Rizal Samudera, segala dokumen rahasia perusahaan, kopi semuanya, setelah selesai dia keluar dan kemudian bertepatan pembukaan sesi kedua penjualan saham, dengan halusnya dia membuat harga saham Elang Mahkota Perkasa Group, perlahan-lahan pergerakan nya mulai turun.
Karyawan Rizal Samudera menelpon sang bos, agar melihat pergerakan saham mereka, para pemilik saham sudah mulai panik.
Lin Mey masuk ke akun yang biasa dia pakai bermain saham, yang berisi jutaan Dolar, mulai melahap saham-saham milik Perusahaan Rizal Samudera.
Lin Mey mendapatkan 40% saham milik Rizal Samudera, hingga membuat sang bos kebingungan, sementara itu, salah satu pemegang saham berjumlah 25% menerima pesan dari Lin Mey, bahwa jika dia mau menjualnya maka Lin Mey berani membeli 15 triliun.
Dang pemilik saham berpikir, dulu pertama dia membeli saham itu hanya 500 milyar, dan kinerja perusahaan itu sangat baik, hingga dia banyak menikmati dividen, bahkan modalnya sudah kembali, dan jika saat harga sahamnya dia jual, itu berarti dia Untung 15 triliun, akhirnya setelah menarik napasnya, sang pemilik Saham setuju dengan harga yang di tawarkan Lin Mey.
Dengan Lin Mey membeli saham tersebut, makai Lin Mey menjadi pengendali perusahaan itu, dengan saham terbesar kedua adalah Rizal Samudera sendiri.
Lin Mey meminta agar datang ke CBD Ciledug, sekalian bawa notaris bahwa untuk pengalihan saham.
Hanya dalam tempo 3 jam, semuanya selesai, tapi Lin Mey belum bergerak, karena waktunya terbatas.
Dia benar-benar akan mengurus Perusahaan itu setelah dia pulang dari China, sedangkan Geng Mafia milik Rizal serta Padepokan nya, malam ini akan di hancurkan Lin Mey.
Jika dia pulang dari China dan masih saja Toko Putrinya di ganggu, maka kediaman Rizal yang akan di hancurkan.
Rizal Samudera belum tahu kalau pemilik saham 25% itu, sudah menjual sahamnya kepada Lin Mey,, dalam kesepakatan, bahwa Pria itu akan menggantikan Rizal sebagai CEO.
Lin Mey, tenang - tenang saja, mendengar staf Hana, melaporkan terjadinya pengrusakan di tokonya.
"Sudah kamu tenang saja, ibu yang akan menyelesaikannya, bisik Lin Mey
" Baik Bu, jawab Hana.
"Jangan lapor polisi, ucap Lin Mey tegas.
Anak buah Rizal Samudera, kembali ke Markas dan akan datang lagi besok.
Hana hanya terdiam, melihat kondisi tokonya yang porak poranda, kemudian dia menghubungi toko tempat dia membeli semua meja dan kursi, dan menanyakan apa masih ada, dan pemilik menjawab masih ada, bahkan 200 set juga ada.
"Tolong diantar sekarang dengan jumlah yang sama, ucap Hana.
"Bisa Nona, tapi harga naik 10 % dan tolong berikan uang rokok buat anak buah ku, ucap pemilik toko, terus terang.
" Aman itu, jawab Hana.
"Berikan nomor rekening mu, ibu akan transfer kepadamu, ucap Lin Mey.
Hana hanya pasrah, dari kehidupan sebelumnya, ibunya tidak pernah salah dalam mengambil keputusan, makanya Hana sangat Paham karakter ibunya, akhirnya dia memberikan nomor rekening nya.
Terdengar notifikasi, dan Hana. Mengeceknya, ternyata Lin Mey mentransfer sejumlah 1 Triliun.
"Itu lebih dari cukup membeli Meja dan kursi, ucap Lin Mey.
"Bu, Yun er masih punya uang, ucap Hana.
"Sudah gak usah dipikirkan, hanya kamu Putriku di seluruh kehidupan ibu, nyawa pun ibu bisa tukar asal kamu bahagia, apa Yun er lupa betapa sayang ibu kepadamu", ucap Lin Mey.
"Terimakasih Bu, karena sudah menjadi ibu yang hebat buat Yun er, ucap Hana meneteskan airmata.
"Jangan cengeng, ucap Lin Mey merangkul Hana.
Di kediaman keluarga Samudra, mereka tidak habis pikir, kenapa saham mereka dalam 2 jam bisa turun drastis, dan 2 jam kemudian, saham perusahaan mulai merangsek naik, tapi si pemilik saham tidak menjualnya.
Saat Lin Mey mulai memborong saham-saham itu, membuat Bursa Saham heboh, banyak yang menyarankan agar pihak Perusahaan melakukan tindakan buy back.
Lin Mey memasang harga tinggi, per lembar saham, setelah di hitung, mereka wajib membayar 160 triliun, tidak boleh kurang, itu artinya, jika Rizal Samudera mau membayarnya, maka dia Lin Mey akan Untung 100 triliun, untuk 40% saham.
Namun para petinggi Keluarga Samudera, sudah pasrah, dan bahkan Lin Mey menawar saham saham sisa milik mereka dengan harga 10 triliun,
Perusahaan yang termasuk dalam kategori 5 besar di Indonesia, di tawar dengan harga yang sangat yang memalukan, dan pastinya mereka akan turun posisi sebagai keluarga menengah.
Lin Mey tersenyum Iblis, setalah menutup telponnya. Rizal Samudera juga tidak tahu, bahwa orang yang dia telpon adalah biang kerok dari jatuhnya saham mereka.
Jam menunjukkan pukul 8.00 malam, Lin Mey meninggalkan toko Hana dan kembali ke hotel, Hana memaksa sang ibu agar menginap di rumahnya, tapi di tolak Lin Mey dan berjanji setelah pulang dari China, akan mampir menemuinya sebelum kembali Semarang.
Hampir jam 10, Lin Mey tiba Hotel dan mengembalikan mobil, kemudian dia masuk ke kamarnya.
Selesai mandi, Lin Mey keluar lagi, tujuannya adalah ke markas Mafia milik Rizal Samudera, yang berlokasi di belakang stasiun Kereta Senen Jakarta Pusat.
Dengan pakaian serba hitam, dia masuk ke dalam markas tersebut dan mulai membantai satu persatu yang ada disana, hingga tak tersisa, Lin Mey kemudian membakarnya hingga menjadi abu.
Selesai dengan tugasnya, dia kemudian mendatangi sebuah gedung, tepatnya di lantai paling atas dari gedung milik Keluarga Samudera, yang mana disitu lokasi dari Padepokan nya, dengan Tampa perasaan, dia menghancurkan semuanya.
Puas dengan aksinya, Lin Mey kembali ke hotel, selesai membersihkan dirinya, dia mengambil makanan dari Cincin Semesta miliknya dan menikmatinya.
Hana sendiri setelah menutup tokonya, dia melindungi tokonya dengan Formasi milik penarik jiwa, barang siapa yang berniat jahat, maka langsung pingsan di tempat.
Dan benar saja, 10 orang yang perintahkan untuk membakar Ruko itu, dan rumah milik Hana, semuanya, tergeletak tak sadarkan diri.
Hana merasakan ada getaran dalam formasinya, dia terbangun dan langsung memasukkan mereka ke dalam Cincin Surgawinya, kemudian dia kembali ke rumah nya dan masuk kedalam Cincin nya.
Hana mengambil air dan menyiram ke 10 orang itu agar sadar, serentak ke 10 orang itu terkejut, karena apa yang di lihat mereka sangat berbeda dengan di TKP.
"Bagaimana apa tempatnya indah atau tidak? Suara bergema di kuping 10 orang itu.
"Kenapa kamu disini, tanya salah seorang anggota Mafia.
"Ini tempatku, dan membawa kalian kesini adalah saya, kenapa apa kamu pikir tempat ini punya moyangmu? Tutur Hana.
"Baiklah, tapi kenapa kami di bawa kesini, apa kamu sudah sudah bosan hidup hingga kamu ingin mati disini? lanjut salah seorang anggota Mafia.
" Hahahaha, aku yang berkuasa di tempat ini, lagian aku juga belum ingin mati, justru kalian semua yang akan mati, lumayan buat penambah subur lahan disini, hahaha ejek Hana.
Saat para mafia itu, ingin menyerang Hana, tiba-tiba tubuh mereka tidak bergerak.
"Sudah ku bilang aku yang berkuasa disini, ucap Hana
"Lalu siapa kamu sebenarnya, tanya mereka.
"Aku, aku ya aku, terus mau kalian apa, sengit Hana.
"Dimana tempat ini berada ? Penasaran mereka.
"Telpon lah kawan kalian suruh kesini kalau bisa, dan asal kalian tahu ibuku sudah menghapus keberadaan geng mafia kalian dari muka bumi, dan mestinya kalian harusnya bersyukur karena masih hidup, Ucap Hana sambil tersenyum meremehkan.
"Jangan salahkan kami, jika nyawamu lepas dari ragamu, setelah kami keluar dari sini, ucap salah seorang anggota Mafia itu.
"Hahahaha, silahkan saja kalian bertindak sesuka hati, ejek Hana.
Hana sendiri memasukkan mereka di sebuah hamparan hutan, dan membiarkan mereka di buru oleh binatang buas.
Keesokkan paginya, berita kehancuran perusahaan induk Keluarga Samudera menghiasi berita pagi, tapi bukan kehancuran perusahaan itu yang menarik perhatian publik, memainkan ada perusahaan baru yang melahap 40% saham perusahaan keluarga Samudera.