NovelToon NovelToon
Akhir Penantian Lau

Akhir Penantian Lau

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nyith S.

Semburat warna kasih dan rindu menjelma menjadi setumpuk asa yang membiru. ketika hati saling tertahan untuk mengungkap rasa karena masa, berharap sang pemilik rasa mempertemukan dengan dia yang pantas dan tepat untuk berbagi rasa.
Pernah ngga sih.., kamu suka seseorang tapi sebelum mengungkapnya orang itu udah pergi ke tempat yang jauh. Padahal kamu yakin cintamu tidak bertepuk sebelah tangan
Cinta yang tak terungkap di bangku kuliah diuji jarak dan waktu. Rasa Lau untuk Adrian yang tak lekang oleh waktu, hingga waktu berbaik hati mempertemukan. Tapi apalah daya sebuah ikatan menjadi penghalang. Akankah rasa itu berbalas dan menyatu.
Persahabatan, cinta, persaudaraan, dan kekonyoan berbaur membentuk pelangi keabadian nan indah.
Cinta yang tak terungkap membentuk warna yang unik, hingga lebih sulit dilupakan. Itu fakta menyebalkan tapi indah untuk dikenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyith S., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Sepertiga Malam

Lau terlelap dalam tidur cantiknya dengan memeluk mamanya mencari kenyamanan. Hingga suara alarm pelan membangunkan tidurnya. Diambil jam ponsel yang bergetar diatas nakas dekat tempat tidurnya. Ternyata sudah jam tiga pagi, Lau mengambil wudhu dan menggelar sajadahnya menunaikan sholat disepertiga malamnya seperti malam-malam sebelumnya.

Diakhir sujudnya Lau mulai tersedu.. hingga diakhir salam dia tidak mampu lagi mengendalikan tubuhnya. Bahu Lau rasa terguncang, dia menutup wajahnya sembari terus beristighfar memohon ampun kepada Rabb nya. Dia masih merasakan sakit yang teramat didalam hatinya, seperti ada sebongkah batu besar yang menghimpitnya.

“Ya Allah.. ampuni hamba.. ternyata sesakit ini rasa kecewa..” ucapnya tersedu-sedu.

“ikhlaskan hamba ya Allah.. jika memang Bang Rian tidak ditakdirkan berjodoh dengan hamba, karena hamba tau semua yang engkau kehendaki pasti yang terbaik untuk hambanya..” do’anya lagi namun malah menambah nyeri yang tak bisa digambarkan.

Lau bersujud dan terus beristighfar ditengah tangisnya, hingga Lelah dan tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi dia berada ditengah kerumumunan banyak orang yang berpakaian serba putih, Lau kebingungan. Lau melihat kedepan ada sinar putih menyilaukan, Lau terus berjalan dan ternyata yang dia lihat adalah bangunan ka’bah, dan tiba-tiba angin berhembus lembut membuat Lau terbuai merasakan ketenangan yang tidak bisa tergambarkan.. Sampai suara panggilan lembut dan usapan dikepalanya membangunkannya dari mimpi.

“sayang.. bangun Nak.. bentar lagi subuh..”panggil Mama Ayu lembut.

Lau terbangun dan tersenyum kemudian memeluk perempuan didepannya secara tiba-tiba membuat Mamanya hampir terjengkang kebelakang kemudian tertawa bersama.

“Ma.. mama…” suara berisik terdengar dari kamar seberang. Mama Ayu tersenyum, sesuai dengan prediksinya sang suami pasti heboh ketika dia membuka mata dan tidak melihat istrinya.

“ya Paa.., nda usah teriak-teriak toh.. nda malu apa sama mbok Surti dan yang lainnya” ucap Mama Ayu terkekeh sambil menunjuk kebawah, dan benar saja beberapa maid memandang ke lantai dua dengan bingung karena tidak biasanya majikannya teriak-teriak pagi-pagi buta.

Papa Bagas menoleh kebawah, dan tertawa menghilangkan kecanggungannya pada para maid kemudian menarik istrinya masuk kedalam kamar, sementara Lau hanya tergeleng-geleng dan tertawa.

“bucin..” gumamnya yang ternyata masih didengar papanya.

“Lauu.. semoga kamu dapat jodoh yang bucinnya dua kali lipat dari kebucinan papa ke mama” ucap papanya sambil menjulurkan lidah dan menutup pintu.

Sementara yang dido’akan malah bengong kemudian ngakak.. “ada-ada aja orang tua” ucapnya dan masuk kembali kekamar untuk siap-siap sholat subuh.

Hari ini Lau tidak berangkat ke Butik, karena rencananya jam sembilan nanti Lau akan ke Bandung bersama sekretarisnya Santi dan beberapa karyawan lainnya untuk meninjau cabang butik bandung dan sekalian hunting batik untuk keperluan butiknya.

Saat ini dia sedang menikmati sarapannya bersama kedua orang tuanya, ketika makanan dipiringnya sudah hamper habis, Lau termenung memikirkan mimpinya tadi pagi saat ketiduran sebelum subuh dan berusaha menyampaikan perihal mimpinya pada kedua orang tuanya.

“Ma, Pa, bolehkan keberangkatan umroh Lau dimajukan minggu depan” pinta Lau, Papanya mengangguk-angguk pelan.

“nanti Papa urus ke Om Jack, biar bisa berangkat sesuai dengan kemauan mu Nak” jawab Papa Bagas yang mendapat pelukan dari putrinya.

“makasih Pa.. Papa memang terbaik..” ucapnya lalu mengecup pipi papanya.

“Lau keatas dulu ya.. mau prepare buat nanti” pamit Lau yang diangguki kedua orang tuanya.

Perihal keberangkatan Lau ketanah suci untuk umroh sudah kedua orang tuanya bahas dari beberapa hari yang lalu, memang mempercepat keberangakatannya adalah pilihan terbaik menurut mereka. Mengingat putrinya yang sedang tidak baik-baik saja. Mereka berharap sepulang dari sana Lau mendapat ketenangan dan jauh lebih baik kondisi perasaannya daripada saat ini.

Tepat jam sembilan rombongan karyawan datang menjemput Lau, dia sengaja tidak membawa kendaraan sendiri biar tidak merasa lelah, lagian mobil opersional kantor cukup untuk mereka karena berangkan Cuma berlima, enam dengan sopir.

“selamat Pagee Nyonya Boss.. apa Mba Bos Cantik kami sudah siap” tanya Santi dengan gemulainya menyapa Mama Lau yang disambut senyuman ramah sang nyonya rumah.

“udah sepertinya, masuk dulu San. Sekalian nanti bawaain barang mba Bos kamu” ucap mama Lau

Kadang Mama Lau suka gemas dengan karyawan putrinya yang sangat gemulai, tapi juga dia bersyukur karena Santi sangat setia pada Laura sejak awal merintis butik dan bisa diandalkan.

“Ma.. Lau berangkat dulu yaa.. Cuma dua hari kok, jadi jangan ngerengek nyuruh Lau pulang cepet ya” pamit Lau meledek kemudian mencium tangan dan pipi mamanya. Bukan tanpa alasan, Mama Ayu selalu ada cara untuk membuat Lau dan Papanya untuk pulang lebih awal kalau sedang perjalanan bisnis karena kesepian dirumah. Makanya sebisa mungkin suaminya mengajaknya ikut serta jika perjalanannya memakan waktu lebih dari seminggu.

“he.e.. iyaa.. semoga dilancarkan ya.. jangan lupa kasih kabar selalu yaa..” ucap Mama Ayu memeluk putrinya “nda usah ngebut-ngebut Pak Jono” pesannya pada sopir andalan keluarga Lau yang konon ahli bela diri dan penembak jitu, Papa Bagas hanya mengizinkan Lau pergi kalau disopiri orang kepercayaannya itu sekalian menjaga putrinya.

Lau tertidur sepanjang perjalanan sepertinya dia merasa sedikit lelah dan efek kurang tidur semalam. Sebenarnya yang lelah pikirannya bukan badannya. Dia sudah memberitahu pada sekretaris gemulainya itu untuk tidak diganggu selama perjalanan. Lagian ini kegiatan rutin tiap bulan, jadi tidak usah pake arahan khusus. Lagian yang berangkat orang nya juga itu-itu saja, paling nambah satu atau dua orang untuk jalan-jalan dan biasanya digilir agar semua karyawan pusat bisa menikmatinya.

*******

Siang yang hangat kediaman keluarga Ayah Gusti Narendra dan Ibu Riana, mereka sedang menikmati makan siang bersama. Adrian sengaja mengambil cuti kantornya karena akan pergi ke suatu tempat. Terlihat sikecil Cyla yang sedang asik menikmati pudding mangga sebagai menu penutupnya. Adrian melirik gadis kecil itu sambil tersenyum karena mengingatkan seseorang yang menyukai pudding manga juga. Namun mukanya berubah sendu mengingat belasan pesan dan puluhan panggilannya tidak direspon membuatnya membulatkan tekat untuk menemui pemilik nomor itu, siapa lagi kalau bukan Lau.

“Daddy mau kemana.. kok wangi banget, kayak mandi pake parfum, hiii.hii” ucap Cyla sambil tertawa ngikik.

“eh.. ngeledekkk yaa.. Daddy cium nanti..” ucap Adrian sembari mendekati Cyla dan mencium gemas. Gadis kecil itu kegelian terkena jambang Daddy nya yang belum dicukur bersih seperti biasanya.

“Kamu mau kemana Le.. jangan lupa nanti sore kita kedokter kandungan” ucap Ibu Riana mengingatkan.

“Ad Cuma pergi bentar kanjeng Ibu, sore insyaAllah udah pulang, jadi bisa nengok jagoan Daddy yang udah makin gede” jawabnya sembari mengelus perut buncit perempuan yang duduk dikursi sebelahnya.

“makasih ya Adrian..” ucap perempuan itu kemudian memeluk Adrian yang sekalian berpamitan.

Adrian membalas pelukan Ibunya Cyla dengan hangat. Kemudian bergantian memeluk Cyla dan Ibu Riana. Sedangkan Ayah Gusti tidak ikut kegiatan keluarganya karan sedang ada perjalanan dinas ke luar kota.

1
Aya hana
Aamiin,,
Taki
Ga nyesel banget deh kalo habisin waktu buat habisin baca cerita ini. Best decision ever!
×Wanda×
Ekspektasi tinggi dari pembaca, kenapa nggak update-chapter?!
Aya hana
cinta pertama yang rumit.. huh.. lanjut Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!