NovelToon NovelToon
HUKUM SEPULUH SENTI: SANG PENGGULUNG WAKTU

HUKUM SEPULUH SENTI: SANG PENGGULUNG WAKTU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Tamat
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: Mara Nata

Langit di atas dataran utara tidak pernah benar-benar bersih. Di bawah kekuasaan Perguruan Pedang Langit, salju yang turun tidak berwarna putih suci, melainkan abu-abu pekat cenderung hitam, terkontaminasi oleh jelaga ribuan tungku penempaan baja dan pembakaran dupa energi yang tak pernah padam. Bagian luar sekte itu adalah hamparan lumpur beku yang dingin, tempat di mana kasta terendah manusia—para budak dan pekerja paksa—merangkak demi menyambung nyawa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Rahasia yang Membakar

Kematian Tetua Agung Liu Cang meninggalkan keheningan yang mencekam di pelataran Perguruan Pedang Langit. Ribuan murid dalam mundur teratur. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani mengangkat senjata. Di mata mereka, pemuda berjubah hitam yang melangkah santai di atas salju berdarah ini bukan lagi seorang budak cacat yang bisa ditindas, melainkan sesosok Dewa Kematian yang membawa hukum mutlak dari kegelapan semesta.

Kala mengabaikan kerumunan semut itu. Dia terus mendaki anak tangga batu menuju Aula Utama yang megah di puncak tertinggi. Setiap kali kakinya memijak anak tangga, retakan ruang tipis berbentuk jaring laba-laba tertinggal di belakangnya, bukti dari fluktuasi energi naga yang mulai mendidih di dalam nadinya.

Ketika dia tiba di depan pintu gerbang emas Aula Utama, pintu kayu raksasa berlapis tembaga itu mendadak terbuka dengan sendirinya. Bukan kehangatan aula sekte yang menyambutnya, melainkan gelombang hawa panas yang sangat ekstrem.

WUUUSH!

Gelombang api berwarna merah darah menyembur keluar dari dalam ruangan, melelehkan salju dan es di sekitar pelataran dalam sekejap. Bau belerang dan pembakaran yang pekat memenuhi udara.

Dari dalam kabut asap yang membara, melangkah keluar seorang pria paruh baya dengan jubah merah menyala yang dihiasi bordiran burung phoenix emas. Wajahnya tegas, dan di keningnya terdapat tanda tato api yang memancarkan fluktuasi energi yang sangat agung. Seseorang yang berada di Ranah Penguasa Langit (Sky Sovereign) Tingkat Awal.

Dia adalah Ketua Sekte Perguruan Pedang Langit, Feng Tian.

Namun, yang membuat Kala mengernyitkan dahi bukan hanya kehadiran Feng Tian,

melainkan sosok pria lain yang duduk dengan tenang di kursi utama di dalam aula. Pria itu mengenakan jubah mewah berwarna merah-emas dengan lambang matahari terbit di dadanya—sebuah simbol yang sangat asing bagi wilayah utara yang miskin ini. Aura pria di dalam kursi itu bahkan jauh lebih menindas daripada Feng Tian, berada di Ranah Penguasa Langit Tingkat Puncak.

“Kala, berhati-hatilah,” suara wanita yang misterius dari sarung pedang kayu Yggdrasil bergaung dengan nada waspada di dalam kepalanya. “Pria yang duduk di dalam itu bukan orang dari wilayah fana ini. Dia membawa garis darah murni dari Klan Api Berkobar dari Benua Tengah. Energi apinya mengandung serpihan hukum dewa yang bisa membakar waktu hidupmu jika kau tergores.

”Feng Tian, sang Ketua Sekte, menatap Kala dengan pandangan yang bercampur antara amarah dan rasa tidak percaya. "Dua tahun lalu... Liu Cang membuang seorang budak buta ke Jurang Kematian. Siapa sangka, budak itu kembali sebagai iblis yang meruntuhkan gerbang suci dan membunuh Tetua Agungku," ucap Feng Tian, suaranya bergetar menahan geram.

Kala memegang gagang pedang Jian tipisnya, netra Black Hole-nya memancarkan pusaran galaksi yang dingin. "Kalian menyebut tempat ini suci? Tempat di mana kalian membantai orang tua angkatku dan membunuh seorang gadis kecil hanya karena keserakan kalian terhadap energi purba?"

Pria berjubah matahari dari Benua Tengah yang duduk di kursi utama tiba-tiba tertawa kecil, melangkah maju mendekati pintu aula. "Bocah bodoh. Kau mengira pembantaian desamu dan penderitaan masa kecilmu adalah karena ketidaksengajaan? Sungguh pandangan fana yang sempit.

"Kala mengunci pandangannya pada pria asing tersebut. "Apa maksudmu?

"Pria itu tersenyum sinis, melepaskan gelombang api perak kecil yang menari-nari di ujung jarinya. "Namaku Zhuo Yan, Utusan Agung dari Klan Api Berkobar. Dua tahun lalu, ramalan dari Istana Langit turun kepada klan kami. Dewa Api meramalkan bahwa sebuah anomali waktu akan lahir di dataran utara yang fana ini. Perguruan Pedang Langit hanyalah anjing peliharaan kami yang ditugaskan untuk menyisir seluruh wilayah fana, menyiksa setiap anak yang dicurigai, dan menciptakan tragedi untuk memancing kekuatan anomali itu keluar.

"Zhuo Yan menatap langsung ke arah mata Black Hole Kala dengan keserakan yang tak tertutupi. "Dan melihat matamu yang menakjubkan itu... rupanya ramalan para Dewa benar. Kau adalah anomali itu! Seluruh penderitaan hidupmu, kematian ibumu, dan keputusasaanmu... semuanya adalah skenario tertulis yang dirancang oleh Istana Langit agar kau membangkitkan pusaka waktu ini, sehingga kami bisa memanennya untuk dipersembahkan kepada Dewa Api!

Mendengar kebenaran yang mengerikan itu, seluruh tubuh Kala bergetar hebat. Ingatan tentang Maryam yang tewas bersimbah darah dan leher Ayla yang robek kembali berputar di dalam kepalanya. Dua orang yang paling dia sayangi... ternyata mati bukan karena kesalahan acak, melainkan karena menjadi korban dari skenario hiburan dan keserakan para Dewa di langit tinggi.

"Skenario... tertulis?" bisik Kala, suaranya sangat pelan, namun getaran kemarahan yang luar biasa pekat mulai meledak dari dalam jiwanya.

DEB! DEB! DEB! DEB!

Jantung naga di dalam dadanya berdegup dengan frekuensi yang sangat gila. Energi di dalam kedua mata Black Hole-nya berputar dengan kecepatan ekstrem, membuat bintang-bintang di dalam pupilnya menyala terang benderang. Langit kelabu di atas Perguruan Pedang Langit mendadak berputar membentuk pusaran awan hitam raksasa, terpengaruh oleh amarah kosmis Sang Dewa Waktu yang baru bangkit.

"Jika langit yang menulis takdir ini..." Kala mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke arah langit malam yang hampa. "Maka aku yang akan merobek langit itu, membakar istana mereka, dan menghapus seluruh silsilah dewa kalian dari lembar sejarah!"

"Bicara besar! Feng Tian, aktifkan formasi! Ambil matanya!" perintah Zhuo Yan dengan mata berkilat kejam.

Ketua Sekte Feng Tian langsung menghentakkan kakinya. "Formasi Pembantai Dewa Sembilan Matahari, Aktif!!!

"Seketika, dari sembilan sudut kompleks Perguruan Pedang Langit, sembilan pilar api raksasa setinggi ratusan meter melesat menembus awan langit. Suhu di seluruh gunung melonjak drastis hingga tanah batu mulai mencair menjadi magma. Sembilan pilar api itu menyatu di atas kepala Kala, membentuk sebuah bola matahari raksasa yang siap jatuh dan melelehkan apa pun di radius beberapa kilometer.

Kala tidak mundur satu jengkal pun. Tangannya menggenggam gagang pedang Jian hitamnya yang tipis dengan cengkeraman maut. Hukum Sepuluh Senti tidak akan bisa membekukan dua orang di Ranah Penguasa Langit secara instan, terutama dengan adanya energi hukum dewa milik Zhuo Yan.

Namun, kebencian dan dendam yang telah mencapai puncak kosmis ini memberikan Kala pemahaman baru tentang kekuatan waktunya."

Tarikan Sepuluh Senti... Distorsi Hampa!

CHIIING!!!

Dentingan pedang yang paling keras dan paling jernih bergema menembus langit utara. Kala menarik bilah pedang hitamnya sepanjang tepat sepuluh sentimeter.

DENG!!!

Dunia monokrom abu-abu kembali meledak, namun kali ini jangkauannya tidak lagi hanya lima puluh meter, melainkan meluas hingga menutupi seluruh puncak gunung. Sembilan pilar api raksasa dan matahari buatan di atas langit mendadak melambat secara drastis hingga hampir berhenti, gumpalan apinya mengeras kaku di udara.

Seteguk besar darah segar menyembur dari mulut Kala, dadanya bergemuruh hebat karena menahan tekanan balik dari dua Master Ranah Penguasa Langit. Namun, matanya yang penuh bintang tidak berkedip sedikit pun.

"Satu detik..." bisik Kala parau, melangkah menerjang ke arah badai api yang melambat dengan pedang tipis yang siap memotong takdir pertama dari para utusan dewa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!