NovelToon NovelToon
KETIKA ADAM TANPA HAWWA

KETIKA ADAM TANPA HAWWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Penyesalan Suami
Popularitas:49.6k
Nilai: 5
Nama Author: chacha shyla

Hawwa Ananda Putri Abizar (Hawwa) Gadis yang baru duduk di Kelas 12 memaksa menikahi Sepupu nya, Juliandra Adam Elvano.(Adam) CEO perusahaan minyak terbesar di negara nya, Meski mendapatkan banyak pertentangan, dengan segala cara akhirnya Adam menyetujui untuk menikahi nya namun hanya sebatas Istri sirri nya saja, karena ada Cinta yang lain di hati Adam.


"Aku selalu berharap bisa menjadi bunga dalam genggaman mu, yang bisa kau petik lalu kau sunting, meski aku sadari ada bunga yang lain dalam dekapanmu, walau aku tahu suatu saat aku akan tercampakkan begitu saja seperti cermin retak yang tak berharga," Hawwa.



"Hadirmu selalu ku hindari, Cintamu tak pernah ingin kumiliki, namun kepergianmu membuatku menyadari Ada ikrar suci yang tak bisa aku ingkari," Adam.

"Ya Allah, jika dia benar-benar untuk ku, dekatkan hatinya dengan hatiku, jika dia bukan milikku damai kan aku dengan ketentuanmu," Hawwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chacha shyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan Hawwa

"Terserah kau saja," ucap Adam pada akhirnya mengalah, karena ia tahu sifat wanita yang ada di depannya itu, tak pernah mau mengalah.

Namun bukannya menutup mata Alexa terus saja memandangi wajah tampan yang berkharisma di depannya itu.

"Katanya kau ingin tidur tapi kenapa masih menatapku seperti itu,? aku tahu aku ini terlalu tampan dan tanpa cela," seringai Adam membanggakan diri.

"Kau benar sekali, untuk itulah aku tak ingin melewatkan malam ini bersamamu sayang," ucap Alexa mencoba menggoda, dan tanpa mereka ketahui seseorang sejak tadi menguping pembicaraan mereka, dengan kedua tangan yang mengepal akibat menahan gemuruh yang bergejolak di dalam dirinya.

"Tega sekali kak Adam, membawa wanita lain di dalam rumah ini, dan dia juga bersama wanita itu di dalam ruangan pribadinya," gerutu Hawwa, ya orang itu adalah Hawwa yang sengaja ingin menemui Adam, namun apa yang di dapatkan nya, kenyataan yang diluar ekspektasinya, lelaki itu ternyata membawa kekasihnya secara diam-diam.

Hawwa segera berlalu meninggalkan tempat dimana Ia mencuri dengar pembicaraan antara Adam dan kekasih gelapnya itu, tidak sudi rasanya Hawwa tinggal di rumah yang di mana ada wanita lainnya, namun Hawwa tak bisa berbuat apa-apa saat ini.

"Aku harus melakukan sesuatu, untuk membuat wanita itu tidak bersama Kak Adam, malam ini," pikir Hawwa mencari akal.

Ia pun melirik gawai di atas Nakas lalu mencari kontak Adam dan mengirimkan sesuatu, Hawwa pun menyeringai tipis, Hawwa meraih remote AC di kamarnya lalu mengatur dengan suhu yang sangat dingin, lalu ia membuang remote tersebut ke atas lemari yang tak terlihat oleh Adam.

"Ada apa,? aku kira kau sudah tidur?" tanya Adam begitu masuk.

"Aku mau ke kamar mandi, Kak Adam tolong Aku, Aku ingin buang air kecil, karena ruangan ini sangat dingin," terang Hawwa, Adam mengerutkan alisnya ya Hawwa benar, temperatur ruangannya memang sangat dingin.

"Aku heran kenapa kamar mu berubah sedingin ini,?" binggungnya sambil mencari remote AC.

"Kak, antar aku kekamar mandi!" rengek Hawwa kembali, Adam pun berbalik menatap Hawwa yang masih terbungkus selimut tebalnya.

"Baiklah ayo!" Adam pun menyingkap selimut Hawwa dan mengangkat tubuhnya ala bridal style.

Hawwa kini tersenyum penuh kemenangan.

"Aku tunggu kau di luar," ucap Adam menurunkan tubuh Hawwa, sedangkan Hawwa hanya menjawab melalui anggukan.

"Aukh kak, Adam…!" pekik Hawwa tiba-tiba menarik tubuh Adam hingga Adam yang terkejut pun tak mampu menyeimbangkan tubuhnya di saat kaki Hawwa tanpa sengaja terpeleset menginjak lantai.

Braak!!!

Byuur!!!

"M-maafkan aku Kak, Aku tidak sengaja," cicit Hawwa di saat tubuhnya mendarat tepat di atas tubuh Adam yang jatuh bersamaan kedalam bath thub. Sejenak tatapan mereka saling mengunci.

"Cepatlah bangun! kalau kau seperti ini terus bagaimana aku bisa berdiri?" titah Adam sambil membuang mukanya dengan cepat, tak ingin ia menatap wajah wanita di depannya itu.

"Apa kau membuang muka karena wajah jelek ku ini? yang tidak secantik kekasih gelap mu itu,?" cecar Hawwa memberikan pertanyaan, bukannya menuruti ucapan Adam Ia malah balik bertanya.

"Sudahlah jika kau ingin diam di sini sebaiknya aku yang akan keluar," ucap Adam kembali dengan mendorong tubuh Hawwa hingga membuat gadis itu terjatuh dari atas tubuh Adam.

Adam dengan kesal keluar dari bathtub namun baru saja ia melangkah suara Hawwa membuatnya berhenti.

"Apa kau akan meninggalkan aku di dalam sini, dengan keadaan kaki yang tak bisa berjalan,?"

"Baiklah, ayo cepatlah aku tidak ingin kau membuatku repot kembali karena masuk angin," timpal Adam. Hawwa pun menjulurkan tangannya untuk meraih tangan kekar Adam yang sudah lebih dahulu terjulur ingin meraih tangannya.

"Pakailah ini, dan cepat ganti bajumu sebelum hawa dingin ini membuatmu menggigil," Adam melemparkan handuk dan pakaiannya ke tubuh Hawwa sedangkan Ia sendiri kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk Menganti pakaiannya yang basah.

Sepuluh menit Adam di kamar mandi Ia pun segera keluar.

"Kak A-dam tol-long Aku,"

"Hawwa kau__!" Adam menjeda kalimatnya saat melihat Hawwa menggigil kedinginan, sedangkan Hawwa merasakan jika tubuhnya benar-benar akan membeku.

"Kenapa semuanya jadi seperti ini, kalau aku tahu rasanya akan seperti ini aku tidak akan melakukannya, tapi ini semua gara-gara wanita itu, gerutunya dalm hati dengan penuh sesal.

"Kak Adam cepatlah kemari!" panggil nya.

"Kemarilah Aku akan menyelimuti mu," ucap Adam menarik pergelangan tangan Hawwa lalu membaringkan Hawwa di atas tempat tidur, Adam pun menutup seluruh tubuh Hawwa dengan selimut yang paling tebal.

"Kak Adam, dingin sekali," rengeknya masih dengan suara yang sedikit tertahan karena menggigil membuat Adam bingung harus berbuat apa.

"Bagaimana sekarang? apa terasa jauh lebih baik,?" tanya Adam, yang hanya di jawab anggukan cepat dari Hawwa.

"Terima kasih," ucap Hawwa lalu kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Adam yang tak tertutup pakaian itu.

Ya Adam terpaksa membuka pakaiannya untuk memberikan kehangatan pada Hawwa, karena Ia takut jika Hawwa sampai terkena Hipotermia, karena Ia tak ingin di salahkan, dan benar saja apa yang di lakukannya itu membuat Hawwa merasa jauh lebih baik. Meskipun ia melakukannya karena merasa terpaksa, namun jangan di tanya dengan detak jantung nya yang kini dua kali lebih cepat dari sebelumnya.

"Kak, terima kasih," ucap Hawwa kembali, namun tak mendapat respon dari Adam, karena Adam saat ini tengah sibuk menenangkan sesuatu yang mulai menegang semenjak ia memeluk tubuh Hawwa apa lagi sensasi panas dan aneh kini seperti menjalari sekujur tubuhnya, di saat Hawwa terus saja memeluk nya dengan erat sambil sesekali wajahnya sesekali bersembunyi di dada bidang lelaki yang kini menjadi suaminya itu.

"Berhenti lah, jangan banyak bergerak karena itu sangat menyiksaku," tegur Adam di saat Hawwa lagi-lagi membuatnya terus merasa gelisah.

"Tapi Aku tidak melakukan apa pun Kak, kenapa kau merasa tersiksa?" tanya Hawwa dengan polosnya, tidak tahukah dirinya jika Adam benar-benar merasa tersiksa, menahan gejolaknya.

"Sudahlah kau jangan banyak bertanya, dan jangan banyak bergerak saja, apa kau tak bisa mendengar semua kata-kataku, atau apa kau sengaja menyiksaku seperti ini?" Adam menatap kedalam manik mata milik Hawwa, dan entah mengapa jantungnya pun berdegup begitu kencang di saat Hawwa tiba-tiba memberikannya sebuah kecupan tepat di bibirnya, sontak apa yang di lakukan itu membuat Adam membeku dan membulatkan matanya.

"Kau...?"

"Ust...!" Hawwa menutup mulut Adam dengan jari telunjuk nya, membuat Adam kembali terdiam, hanya mata mereka yang kini saling menatap.

"Sekarang kau tidurlah, besok Aku akan mengantarmu kesekolah." Perintah Adam pada Hawwa, sambil menurunkan tangan Hawwa dari bibirnya, sedangkan Adam sendiri terlihat kaku dan salah tingkah.

"Tidak,! besok aku ingin di rumah saja, atau aku ingin ikut dengan mu,'' tolak Hawwa merasa kesal.

"Kau? apa kau sudah lupa akan statusmu dalam pernikahan ini,? sudah aku katakan kau jangan melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan yang akan membuatku merubah keputusan!" tegasnya kembali.

1
Sri Puryani
up thor
falea sezi
lanjut nya mana
DRAGON
cepetan up ka. ga usah di pikirin nulis aja langsung urutin abjad aja A sampe Z 😏😏🤣
larasatiayu: ada yg mau bc sholehah tanpa jilbab gak ?
total 2 replies
Chacha shyla
iya sabarr 🤣🤣🤣🤣
DRAGON
cepet up
Chacha shyla
bukan tak ada ide say...hanya sibuk di dunia nyata,aku tidur aja jam 3 pagi kalau ada waktu aja baru nulis.
Rahma Mali
lambat sgt update, tak da idea kah
Benazier Jasmine
adam menyesal u sdh menyakiti hawa
Benazier Jasmine
daniel move on
Benazier Jasmine
lanjut thooor
Benazier Jasmine
lanjut
Benazier Jasmine
kok lgs 5th ada apa sebenarnya
Benazier Jasmine
lanjut
Dinda Putri
lanjut thoor
Benazier Jasmine
hawa kasian juga klo ada gk mencintainya
Benazier Jasmine
sapa daniel
Benazier Jasmine
mampir thooor
Chacha shyla: makasih dah mau mampir
total 1 replies
Utzman Donk
💖💖👌
Chacha shyla: Abang ada apa dengan mu?
total 2 replies
Chacha shyla
makasih akak
yanktie ino
terima kasih bannernya
ada setangkai mawar utk mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!