Zeta seorang wanita 25 tahun, anggota agen pembunuh bayaran. Suatu hari mendapat tugas dari kliennya untuk membunuh orang penting yang mempunyai pengaruh besar di dunia politik. Saat menjalankan tugasnya ia melakukan kesalahan. Dia tertembak dan akhirnya sekarat. Ketika ia bangun, ia menemukan bahwa dirinya telah bereinkarnasi sebagai Lumie, putri seorang duke dari keluarga Crylle yang ayahnya merupakan seorang Assassin yang bertugas membunuh orang-orang korup atau pengkhianat di kerajaan Arandelle. Meski ia sekarang menjadi gadis bangsawan yang cantik, ia tetap sama dan bertekad menjadi Assassin untuk melindungi negaranya di kehidupan yang sekarang. Namun, selain tidak bisa menggunakan Sihir ia juga sakit-sakitan dan rapuh, ia juga dihadapkan pada nasib buruk seorang wanita. Ia harus belajar sopan santun dari ibunya yang tegas, bertunangan dengan pria yang tidak ingin dinikahinya, dan masih banyak tantangan lain yang menghalanginya untuk menjadi seorang Assassin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FeryZheferly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter - 18
Bertunangan.
Mari kita kembali beberapa jam yang lalu.
Setelah mendengar keputusan Lumie, Julius segera berangkat menemui Pangeran Allan di ruang kerjanya.
"Maaf pangeran, apakah anda punya waktu, saya ingin berbicara dengan anda?" Julius bertanya.
"Santai saja Julius, apa yang ingin kamu bicarakan?"
Jawab Allan sambil menutup dokumen yang baru saja ia tandatangani.
"Itu? Pangeran, tahukah anda bahwa Pangeran Charles telah melamar adik saya Lumie?"
Allan terkejut mendengar perkataan Julius, ia langsung berdiri dari kursinya.
"Apa! Kakakku melamar Lumie?"
"Benar Pangeran, Lumie yang selalu bercita-cita menjadi seorang Assassin dan tidak ingin menikah, tiba-tiba berhenti mengejar mimpinya dan ingin menerima lamaran dari Pangeran Charles. Pangeran, saya yakin Lumie sedang tidak baik-baik saja, kamu adalah satu-satunya teman adikku, jadi Pangeran! tolong selamatkan Lumie."
Julius bertanya sambil bersujud di hadapan Pangeran Allan.
"Julius, kamu tidak perlu memohon seperti itu, meskipun kamu tidak meminta, aku pasti akan menyelamatkan Lumie, terima kasih sudah memberitahuku, aku akan segera pergi menemuinya."
Kembali ke waktu sekarang.
Sambil memeluk Lumie, Allan berpikir.
Untungnya Julius memberitahuku hal ini, kalau tidak aku akan kehilangan Lumie, aku tidak akan menyerahkan Lumie kepada siapa pun.
Setelah menangis pikiranku kembali tenang, aku sadar kalau aku kini sedang dipeluk oleh Pangeran Allan.
Ini memalukan, kenapa aku terbawa suasana seperti ini bersama pangeran? Lagipula kenapa AL tiba-tiba memelukku?
Aku melepaskan pelukannya dan menatap AL dengan serius.
"AL, ada yang ingin aku pastikan?"
"Apa itu Lumie?" AL bertanya.
"Kamu tidak jatuh cinta padaku kan?"
K-Kenapa dia tiba-tiba menanyakan hal itu, apa yang harus aku jawab?
AL berpikir dengan wajah merah.
"J-Jangan khawatir, aku hanya ingin menyelamatkanmu, J-Jadi jangan salah paham."
Jawab AL sambil membuang muka karena malu.
Ah jadi begitulah, AL memang sahabat yang sangat baik, demi aku dia rela melakukan hal-hal yang tidak pernah dia inginkan, padahal tunangan ini hanya formalitas saja, mungkin kita akan baik-baik saja.
Aku menepuk punggung AL dengan keras.
"Kenapa kamu malu-malu sih, terima kasih sudah menyelamatkanku AL, ehehe."
Aku tersenyum manis padanya.
"...umm, sama-sama Lumie."
Selama aku bisa melihat senyumanmu setiap hari, itu saja sudah membuatku bahagia, Lumie. pikir Allan.
Setelah itu AL kembali ke Kerajaan untuk meminta restu kepada orang tuanya.
Saya juga bertemu orang tua saya untuk membicarakan pertunangan saya dengan Pangeran Allan.
"Ayah, ibu, aku berubah pikiran, aku akan menolak bertunangan dengan Pangeran Charles, malah aku ingin bertunangan dengan Pangeran Allan."
Ayah dan Ibu kaget.
“Apa katamu? Apakah kamu serius Lumie?” Ayah bertanya.
"Aku serius, karena kami baru menyadari perasaan kami, dan ternyata kami saling mencintai ahahaha."
Ini benar-benar cara berbohong yang memalukan, aku terlihat seperti orang bodoh saja.
Ibu tiba-tiba memelukku.
“Lumie, aku sangat senang, kamu sudah sedikit berubah, aku tidak menyangka kamu mau bertunangan atas kemauanmu sendiri.”
Ibu salah paham, aku merasa bersalah karena telah membohongi mereka, tapi hanya dengan cara ini aku bisa bebas, aku juga ingin melihat mereka bahagia.
“Jika itu yang kamu inginkan, Ayah juga setuju.” Ayah berkata dengan tegas.
Di sisi lain, Pangeran Allan juga sedang berbicara dengan orang tuanya.
“Ayah, Ibu, aku telah menemukan calon tunanganku.”
"Ah, baguslah, keren sekali kamu mau membicarakan masalah pertunangan dengan kami, lalu siapakah gadis yang bisa menaklukkan pendirian putraku ini?" Ayah bertanya.
"Dia...dia adalah Lumie, Putri dari keluarga Crylle."
"Ah, gadis itu ya? Kemarin Charles juga bilang ingin melamarnya, kenapa kalian berdua merebutkannya?"
“Kakak hanya ingin mengambil Lumie dariku, Lumie pasti akan memilihku, karena aku dan Lumie saling mencintai.”
Maaf sudah berkata sembarangan Lumie, padahal sebenarnya aku tidak tahu apakah kamu mencintaiku atau tidak pikir Allan.
"Jadi begitulah, dia sangat cantik dan menawan, aku juga tidak menyangka kalau Putri Aldric akan datang, Keluarga Crylle sudah berjasa besar pada Kerajaan ini, kita mempunyai hubungan yang baik dengan mereka, Ayah setuju dengan pilihanmu." Ayah berkata dengan tegas.
“Ibu juga setuju bahwa dia adalah gadis yang cantik dan anggun, sikapnya juga sangat sopan saat menyapa semua orang.” kata Ibu.
“Terima kasih banyak ayah, ibu, kalau begitu aku permisi dulu.”
Setelah itu Allan pergi menemui Charles, dia sampai di kamar Charles.
"Kakak, aku ingin berbicara denganmu."
"Ah Allan, tumben sekali kamu datang, ada apa?" Charles bertanya.
"Aku tidak akan berbasa-basi, Kakak aku tidak akan pernah menyerahkan Lumie padamu, Lumie sudah menerima lamaranku, hanya itu yang ingin aku katakan."
Ucap Allan tegas dengan tatapan tajam. Setelah berbicara dia segera meninggalkan kamar Charles.
Charles kesal dan menggebrak meja.
Sialan kau Allan, beraninya kau menghalangi rencanaku, kalau aku tahu akan seperti ini seharusnya aku sudah melenyapkanmu dari awal, lihat saja dan aku pasti akan segera melenyapkanmu.
Charles berpikir dengan tatapan tajam.
Setelah meninggalkan kamar Charles, Allan bertemu Freya.
"Kak, kudengar dari Ibu kalau kamu akan bertunangan dengan gadis itu... ehh, ternyata kamu sangat menyukainya ya." Freya menggoda.
"Berisik! Jangan mengejekku."
"Wajahmu merah sekali Kak, sebentar lagi aku akan mempunyai kakak perempuan, hihihi."
Allan mencubit pipi Freya.
"Awas aja Freya, jangan sampai kamu merepotkanya lho!"
"Itaaaaaaaaaaaa, jahat sekali."
Hari berikutnya.
Hari ini Pangeran Allan menemuiku, kami berbincang sambil minum teh di gazebo taman depan rumah.
"Lumie, aku sudah bicara dengan orang tuaku tentang pertunangan kita, mereka setuju, bagaimana dengan orang tuamu?"
“Orang tuaku juga setuju, jangan khawatir.”
"Syukurlah kalau begitu, Lumie, setelah kita bertunangan, kamu harus sering-sering datang ke Kerajaan untuk membantu pekerjaanku, karena itu adalah kewajiban seorang calon Putri, tapi aku tidak mau merepotkanmu, kamu tinggal datang untuk formalitas saja, kamu bisa bersantai-santai di ruanganku."
"Tidak masalah, jangan khawatir AL, karena kamu sudah membebaskanku, aku pasti akan membantumu semaksimal mungkin, aku tidak ingin merepotkanmu."
Pangeran Allan tersenyum.
Aku tidak menyangka Lumie akan mengatakan hal seperti itu, dan itu membuatku bahagia. pikir Allan.
"Sebenarnya hari ini ibuku ingin bertemu denganmu, besok kita akan bertunangan, kata ibu dia ingin memilihkan pakaian untukmu."
Aku kaget setelah mendengar perkataan AL.
"Eh... ini terlalu mendadak, dia ingin bertemu denganku?"
"Ya benar, bisakah?"
Aku akan menemui Ratu? Namun, ini terlalu mendadak, aku gugup, tapi aku tidak bisa menolaknya, ini pasti akan merepotkan.
"Baiklah kalau begitu AL."
“Wajahmu pucat? Apakah kamu baik-baik saja Lumie?” Allan bertanya.
“Jangan khawatir, aku baik-baik saja, hahaha.”
Jawabku dengan senyum kaku.
Bersambung...