NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*23

Beberapa saat kemudian, waktu yang terasa berat, tamu undangan yang terasa sangat padat, sekarang akhirnya berkurang. Para tamu sudah semakin berkurang. Jauh lebih sedikit dari sebelumnya.

Sha akhirnya bisa melepas napas lega sedikit.

"Hah ... akhirnya .... " Sha berucap lirih.

"Capek kan, Sha? Istirahatlah. Duduk di sini," ucap Irza sambil menepuk kursi pelaminan di sampingnya.

"Mau pulang. Mau baring di kamar."

"Sabar sebentar. Belum waktunya kita meninggalkan pelaminan, Asha .... " Irza berucap dengan nada sangat lembut.

Bukan hanya karena kebiasaan bicaranya memang seperti ini. Melainkan, juga karena kasih sayang yang ia punya untuk Asha. Wanita pujaan hati yang sangat ia cintai. Tapi sayangnya, untuk saat ini, Sha tidak menyadarinya. Sedikitpun tidak sadar akan apa yang Irza punya untuk dia.

"Kapan kita bisa pulang ya? Aku lelah banget," gumam Asha lagi.

"Sabar ... sebentar lagi juga bisa pulang, Sha. Jika sudah waktunya, mama pasti akan bicara."

Asha melirik Irza sesaat. Hanya sesaat saja, karena detik berikutnya, ia kembali fokus dengan apa yang sedang ia keluhkan. Sibuk meladeni rasa lelah yang sedang tubuh atau bahkan hatinya alami saat ini.

Beberapa saat berlalu, akhirnya, dua mama datang juga. Wajah lelah Asha langsung berubah sedikit bersemangat.

"Mama."

"Kalian berdua, sudah capek?"

"Ya Tuhan, Ma. Jangan di tanya," ucap Sha cepat.

Irza tersenyum kecil. "Iya. Asha sudah ngeluh sejak tadi, tante." Biasa, suara lembut khas miliknya terdengar mendayu di telinga.

Mama Asha sedikit menyipitkan mata.

"Tante?"

"Iya. Kok tante sih, Sha? Kan kamu udah nikah sama anaknya. Masa iya panggilnya masih tante aja." Mama Irza ikut bicara.

Pria itu nyengir tak nyaman. Satu tangannya reflek menyentuh tengkuk. "Itu ... maaf, mama."

"Ulangi panggil mama coba." Mama Sha berucap sambil menggoda.

"Iya, maaf, mama. Mama .... "

Sha hanya terdiam saja. Ternyata, semudah itu Irza diterima menjadi bagian dari keluarga oleh orang tuanya. Sungguh, luar biasa, bukan?

"Ee ... bisa istirahat sekarang?" Tanya Sha pada akhirnya setelah beberapa saat ia diam karena diabaikan.

"Ah, iya. Maaf ya, Nak. Yuk! Kita ke hotel sebelah. Mama sudah siapkan kamar untuk kalian berdua."

Sha langsung terpaku saat mendengar apa yang mama Irza katakan. Kamar hotel. Ternyata, semuanya benar-benar telah dipertimbangkan oleh para orang tua. Sudah disiapkan dengan sedemikian rupa.

"Yuk!"

Dua mama langsung beranjak. Namum Asha masih tetap membeku di tempat ia berdiri sebelumnya. Sementara Irza, pria itu juga berniat untuk melangkah. Namun Sha dengan cepat menahan lengan Irza agar tidak melangkah.

"Iya, Sha? Ada apa?"

"Za. Kamar hotel? Kita gak pulang ke rumah?"

"Sepertinya nggak. Malam ini, kita nginep dulu di sini."

"Tapi kan-- Agh. Ya sudahlah. Nginap ya nginep. Aku sudah sangat lelah."

"Sha ... tenang aja. Kamarnya besar kok. Ada sofanya juga. Jika kamu nggak nyaman, aku bisa tidur di sofa, kamu di ranjang. Gak akan ada masalah kok."

Asha terdiam saat mendengar apa yang Irza katakan. Sungguh, niatnya tidak begitu. Hanya saja, bibir malah bicara apa yang benak pikirkan. Lalu Irza pula langsung memahami maksud dari apa yang ia katakan tanpa perlu ia jelaskan secara rinci. Sungguh, terlalu peka juga tidak terlalu baik. Itulah yang ada dalam pikirin Sha saat ini tentang Irza.

Tanpa banyak bicara lagi, pasangan pengantin baru itupun langsung beranjak mengikuti dua mama dari belakang. Sigap, saat Sha ingin melangkah, Irza langsung membantu mengangkat gaun panjang yang sedikit menyulitkan kaki Asha untuk melangkah.

Hal itu sedikit membuat Asha terusik.

"Za .... "

"Aku bantu. Kamu gak keberatan kan, Sha?"

"Iy-- iya. Tapi .... "

"Gak papa. Jangan terlalu banyak mikir, Asha. Kamu lelah, kita harus segera ke kamar agar kamu bisa cepat beristirahat."

Sha tidak menjawab lagi. Tapi, perhatian sekecil ini sudah sangat cukup untuk memberikan kesan yang unik untuk Irza di hati Asha. Merekapun terus beranjak hingga tiba di depan pintu kamar yang telah sang mama siapkan.

"Nah .... Ini kamarnya. Kalian bisa masuk dan istirahat. Di dalam, kami sudah siapkan semua yang kalian butuhkan."

"Makasih, Ma." Irza berucap sambil tersenyum. Sementara Sha hanya terdiam saja.

"Iya. Sama-sama. Masuk sekarang gih. Kasian Asha udah capek banget tuh."

"Hm."

Pintu kamar terbuka, suasana di dalamnya langsung terlihat. Indah. Kamar itu sudah dihias dengan hiasan yang sangat cantik. Kelopak bunga, dekorasi indah, juga beberapa bunga yang di letakkan di kepala tempat tidur. Pokoknya, terlihat sangat indah untuk dipandang mata.

Asha menoleh secara perlahan ke samping kanan, tempat di mana Irza sedang berdiri tak jauh darinya. "Za ...?"

Irza segera mengibaskan tangannya dengan cepat. "Itu bukan aku. Sumpah, bukan. Aku gak ikut-ikutan dalam hal ini. Percayalah."

"Kamu yakin?"

"Iya, Sha .... Aku yakin. Seratus persen. Nggak. Seribu persen yakin. Ini bukan ulahku. Aku juga gak tahu kalau mama telah siapkan kamar untuk kita."

Asha menatap Irza sedikit lebih lama. Yang di tatap tentu saja merasa gugup bukan kepalang. Lalu, hembusan napas berat Sha lepaskan.

"Hah ... ya sudahlah. Aku tahu kamu gak bohong."

"Terus gimana, Sha?"

"Gimana apanya? Ya biarkan saja. Mau gimana lagi?"

"Baiklah kalo gitu. Sekarang, aku tidur di mana?"

"Suka hati kamu aja. Mau tidur di mana saja, aku gak masalah."

"Tidur di ranjang yang sama dengan mu gimana?"

"Ha! Apa?"

"En-- enggak. Aku bercanda. Hanya bercanda saja. A-- ayo istirahat. Kamu di ranjang. Aku di bawah sini saja," ucap Irza sambil menunjuk ke samping ranjang, di mana ada ruangan kosong di sana.

Asha menoleh. "Kamu ... yakin, Za?"

"Iya. Aku yakin. Aku gak papa. Yang penting kamu nyaman aja, Sha."

Asha terus menatap Irza dengan tatapan lekat.

"Za."

"Iya?"

"Kamu ... udah terbiasa kek gini ya?"

"Terbiasa ... gimana maksudnya?"

"Terbiasa ngalah. Terbiasa mengorbankan dirimu buat orang lain. Apakah itu nyaman buat kamu, Za?"

"Itu ... iya. Cukup nyaman, Sha. Karena dengan begitu, aku tidak terlalu dibenci oleh orang lain. Kekurangan ku bikin orang lain risih. Hadirku mungkin bikin orang lain jijik. Tapi dengan aku mengalah, orang mungkin bisa sedikit mengabaikan kekurangan yang aku miliki."

Sungguh, ucapan itu langsung menyentuh hati Asha. Ada sedikit perasaan yang membuat hati Sha terasa tidak nyaman. Irza mungkin sudah terlalu banyak menderita hingga dia bisa berbicara seperti itu.

Namun, meskipun begitu, Sha belum bisa untuk meraih tangan dari pria tersebut. Dia masih butuh waktu meski gunung es di hati sudah mencair secara perlahan. Hal itu wajar. Karena pernikahan ini adalah sebuah perjodohan. Dia awalnya sangat menolak akan perjodohan tersebut. Namun pada akhirnya, juga siap menerima walau dengan hati yang masih terpaksa.

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!