Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.
Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.
**Sistem Pemakan Takdir.**
Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.
Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.
Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Orang yang Seharusnya Tidak Bisa Masuk
Lin Yuan berdiri di tengah jalan batu sambil menatap kota tua yang membentang di balik kabut.
Bangunan-bangunan kuno berjajar di kedua sisi jalan, sebagian masih berdiri kokoh, sementara lainnya telah runtuh dan tertutup lumut.
Tidak ada suara kehidupan di tempat itu. Bahkan angin yang melewati celah bangunan terasa begitu sunyi, seolah seluruh kota telah kehilangan hak untuk bergerak.
Lin Yuan tidak langsung mengejar jejak Takdir terbesar yang terlihat jauh di dalam kota.
Setelah mengalami jebakan dan penjaga batu sebelumnya, ia memahami bahwa setiap langkah di tempat ini mungkin memiliki harga.
Ia memejamkan mata sejenak, lalu mengaktifkan Mata Takdir dengan kesadarannya.
Dalam sekejap, dunia di hadapannya berubah.
Ratusan garis cahaya muncul di antara bangunan-bangunan tua tersebut.
Ada garis yang masih bersinar terang, tetapi jauh lebih banyak yang telah meredup seperti bara api yang hampir padam.
Beberapa garis bahkan terputus di tengah jalan tanpa meninggalkan ujung.
Lin Yuan memperhatikan salah satunya yang melayang di atas sebuah rumah batu.
Jejak itu berhenti begitu saja, seolah pemiliknya telah menghilang dari dunia.
"Berapa banyak orang yang pernah berada di sini?"
Tidak ada jawaban dari sistem.
Namun semakin lama Lin Yuan memperhatikan keadaan kota, semakin jelas satu kesimpulan terbentuk dalam pikirannya.
Tempat ini pernah dipenuhi orang-orang dengan Takdir luar biasa.
Mereka datang untuk mendapatkan sesuatu.
Sebagian mungkin berhasil.
Sebagian lainnya gagal dan meninggalkan jejak mereka di tempat ini.
Lin Yuan berjalan perlahan melewati jalan utama, kemudian melihat bekas pertempuran yang memenuhi permukaan batu.
Sebuah pedang patah tertancap di antara retakan lantai.
Beberapa meter dari sana, dinding bangunan memiliki bekas tebasan yang begitu dalam hingga hampir membelah batu.
Di bawah salah satu tiang terdapat noda hitam yang telah mengering dan menyatu dengan lantai.
Lin Yuan berhenti di hadapan bekas tersebut.
Tidak ada kerangka.
Tidak ada makam.
Hanya jejak pertarungan yang tersisa setelah waktu menghapus segala sesuatu.
Ia melanjutkan perjalanan sampai menemukan tiga anak tangga menuju sebuah bangunan yang masih berdiri.
Namun ketika kakinya hendak menginjak anak tangga terakhir, suara sistem terdengar di dalam pikirannya.
【Wilayah terbatas terdeteksi.】
Lin Yuan segera berhenti.
Tulisan kuno perlahan menyala pada permukaan batu di hadapannya.
Karakter-karakter tua yang hampir terkikis membentuk sebuah kalimat yang masih dapat dibaca.
"Yang tidak memiliki tanda Pewaris tidak diperbolehkan masuk."
Lin Yuan mengerutkan kening.
Istilah itu kembali muncul.
Sejak memasuki Makam Takdir, ia telah menemukan beberapa petunjuk tentang orang-orang yang disebut Pewaris.
Namun sampai sekarang, ia belum mengetahui siapa sebenarnya mereka atau mengapa tempat ini begitu berkaitan dengan mereka.
Lin Yuan mundur satu langkah.
Tidak terjadi apa pun.
Ia kemudian mencoba maju kembali.
Kali ini tulisan di dinding tiba-tiba bergetar.
Cahaya putih yang sebelumnya memenuhi karakter kuno berubah menjadi hitam, lalu seluruh kalimat perlahan menghilang.
Beberapa detik kemudian, tulisan baru muncul di tempat yang sama.
"Tanda ditemukan."
Lin Yuan langsung berhenti.
Ada sesuatu yang tidak beres.
Ia menundukkan kepala dan memeriksa tubuhnya, tetapi tidak menemukan tanda apa pun pada tangan ataupun lengannya.
Kesadarannya kemudian masuk menuju pusat kultivasi.
Cahaya hitam masih bergerak perlahan di sekitar Akar Roh yang tersegel.
Seketika, sistem memberikan respons.
【Jejak Takdir khusus terdeteksi pada pengguna.】
【Sumber: tidak diketahui.】
Lin Yuan terdiam cukup lama.
Akar Rohnya tersegel.
Cahaya hitam dalam tubuhnya memiliki hubungan dengan tempat ini.
Sekarang Makam Takdir mengatakan dirinya memiliki tanda Pewaris.
Tiga hal itu jelas tidak mungkin muncul secara kebetulan.
"Jadi, sebenarnya siapa aku?"
Pertanyaan itu muncul begitu saja dalam pikirannya, tetapi Lin Yuan segera menyingkirkannya.
Belum waktunya mencari jawaban tersebut.
Ia masih terlalu lemah dan terlalu sedikit mengetahui dunia di balik Sekte Awan Langit.
Daripada menebak, lebih baik mencari bukti.
Lin Yuan akhirnya menaiki tangga dan memasuki bangunan tua tersebut.
Anehnya, tidak ada mekanisme pertahanan yang muncul.
Pintu batu yang sebelumnya tertutup bahkan terbuka sendiri ketika ia mendekat.
Di dalamnya terdapat aula luas dengan lantai yang dipenuhi debu.
Tiang-tiang batu berdiri di sepanjang dinding, sementara ukiran manusia memenuhi permukaannya.
Ada sosok yang memegang pedang, sosok lain membawa tombak, dan beberapa lainnya berdiri dengan tangan kosong.
Meskipun wajah mereka telah terkikis waktu, satu kesamaan masih terlihat jelas.
Di belakang kepala setiap sosok terdapat lingkaran yang menyerupai lambang Takdir.
Lin Yuan mendekati ukiran terbesar di bagian tengah aula.
Sosok pada ukiran tersebut memiliki tujuh garis melingkar di belakang kepalanya.
Begitu jemarinya menyentuh permukaan batu, cahaya redup tiba-tiba muncul dari dalam ukiran.
Kabut berkumpul perlahan dan membentuk bayangan seorang manusia.
Wajahnya tidak jelas, tetapi suara tua yang keluar dari bayangan tersebut terdengar sangat nyata.
"Pewaris Ketujuh telah gagal."
Lin Yuan menahan napas.
Bayangan itu perlahan mengangkat kepala, lalu mengarahkan wajahnya tepat kepada Lin Yuan.
Untuk sesaat, Lin Yuan merasa seolah sosok tersebut benar-benar dapat melihat dirinya.
Kemudian suara tua itu kembali terdengar.
"Tapi kau..."
Bayangan tersebut berhenti sejenak.
"Kau bukan salah satu dari mereka."
Cahaya di dalam ukiran padam.
Bayangan itu menghilang tanpa meninggalkan jejak.
Lin Yuan tetap berdiri di tempatnya, sementara pertanyaan yang jauh lebih besar mulai memenuhi pikirannya.
Jika dirinya bukan seorang Pewaris...
mengapa Makam Takdir membiarkannya masuk?
Lin Yuan tetap berdiri di depan ukiran, mencoba memahami arti perkataan bayangan yang baru saja menghilang.
Makam Takdir mengakui tanda pada tubuhnya, tetapi sosok tadi justru memastikan dirinya bukan salah satu Pewaris.
Kedua fakta tersebut terdengar bertentangan, tetapi Lin Yuan yakin ada sesuatu yang belum mampu dilihatnya.
Ia hendak memeriksa ukiran sekali lagi ketika suara gesekan batu terdengar dari luar aula.
Lin Yuan segera menggenggam pedang dan berbalik, bersiap menghadapi sesuatu yang mungkin telah terbangun karena kedatangannya.
Tiga sosok batu berjalan melewati pintu dengan langkah berat, masing-masing membawa senjata berbeda di tangannya.
Naluri Tempur langsung aktif, tetapi Lin Yuan segera menyadari sesuatu yang aneh dari gerakan ketiga penjaga tersebut.
Mereka tidak menyerang.
Ketiga penjaga hanya berhenti beberapa langkah dari pintu, kemudian berdiri seperti patung yang kehilangan kehidupan.
Lin Yuan tidak menurunkan kewaspadaan. Ia mencoba maju satu langkah, tetapi para penjaga tetap tidak memberikan reaksi.
"Tanda Pewaris?"
Kemungkinan itu langsung muncul dalam pikirannya setelah mengingat tulisan yang sebelumnya mengizinkannya memasuki bangunan.
Namun sebelum sempat mengujinya lebih jauh, Mata Takdir tiba-tiba memperlihatkan perubahan pada salah satu sudut aula.
Sebuah jejak gelap bergerak keluar dari ukiran yang retak, kemudian melayang perlahan menuju pintu bangunan.
Ketiga penjaga batu langsung bereaksi.
Cahaya merah menyala pada tubuh mereka, kemudian ketiganya menyerang jejak gelap tersebut tanpa memedulikan Lin Yuan.
Salah satu penjaga menebaskan pedang batu, membuat jejak itu bergetar sebelum melarikan diri menuju jalan utama.
Para penjaga segera mengejarnya.
Lin Yuan memperhatikan kejadian tersebut sambil mencoba menyusun kesimpulan dari apa yang baru saja dilihatnya.
"Mereka bukan menjaga bangunan dari semua orang."
Penjaga itu membiarkannya lewat, tetapi langsung menyerang ketika jejak Takdir gelap muncul di hadapan mereka.
Berarti Makam Takdir masih memiliki aturan yang terus bekerja meskipun kota tersebut sudah ditinggalkan sangat lama.
Lin Yuan keluar dari aula dan melihat jejak gelap tadi bergerak menuju sebuah bangunan rendah di seberang jalan.
Mata Takdir bereaksi semakin kuat ketika jejak tersebut menghilang melewati pintu bangunan yang telah rusak.
Ia mempertimbangkan risiko beberapa saat, kemudian memutuskan mengikuti jejak tersebut dengan pedang tetap berada dalam genggaman.
Bagian dalam bangunan jauh lebih kecil daripada aula sebelumnya, bahkan sebagian atapnya telah runtuh dan menutupi lantai.
Di tengah ruangan terdapat meja batu, sementara sebuah kristal transparan tergeletak sendirian di atas permukaannya.
Lin Yuan belum pernah melihat benda seperti itu, tetapi garis keemasan tipis mengelilinginya dengan sangat jelas.
Sistem segera memberikan hasil setelah melakukan analisis singkat.
【Fragmen Fondasi Takdir ditemukan.】
【Dapat digunakan untuk memperkuat kestabilan Fondasi Roh setelah pengguna berhasil membentuk Fondasi Roh.】
Lin Yuan sedikit terkejut.
Dirinya memang belum mencapai tahap tersebut, tetapi benda ini jelas dapat menjadi sumber daya penting untuk masa depannya.
Ia mendekati meja dengan hati-hati, memastikan tidak ada jebakan tersembunyi sebelum mengambil kristal transparan tersebut.
Begitu kristal terangkat dari meja, jejak Takdir gelap yang sebelumnya menghilang tiba-tiba keluar dari bawah lantai.
Lin Yuan baru sempat mengangkat pedang ketika jejak itu melesat dan menembus langsung ke dalam dadanya.
DUM!
Rasa dingin menyebar melalui meridian, diikuti rasa sakit tajam yang membuat tubuh Lin Yuan hampir kehilangan keseimbangan.
【Peringatan: Energi Takdir tercemar memasuki tubuh pengguna.】
【Disarankan segera melepaskan Fragmen Fondasi Takdir.】
Lin Yuan melihat kristal dalam genggamannya, kemudian merasakan energi gelap terus bergerak menuju pusat kultivasi.
Melepaskan benda itu mungkin akan menghentikan serangan.
Namun ia tidak langsung menurut.
"Kalau setiap kesempatan membuatku mundur hanya karena berbahaya, untuk apa aku bisa melihat Takdir?"
Lin Yuan menggenggam kristal semakin erat dan mencoba mengarahkan Qi untuk menahan energi asing tersebut.
Usahanya hampir tidak memberikan hasil.
Energi tercemar itu menembus pertahanannya dan mendekati Akar Roh yang masih tersegel.
Saat keduanya hampir bersentuhan, cahaya hitam yang selama ini berputar tenang tiba-tiba bergerak dengan sendirinya.
Energi hitam menyelimuti jejak Takdir tercemar, kemudian menariknya seperti pusaran yang sedang menelan air.
Lin Yuan merasakan tekanan di dalam tubuhnya berkurang dengan sangat cepat.
Beberapa saat kemudian, seluruh energi tercemar telah menghilang tanpa meninggalkan rasa dingin sedikit pun.
【Energi Takdir tercemar berhasil dinetralisasi.】
【Adaptasi terhadap Energi Takdir meningkat.】
Lin Yuan menatap kristal di tangannya dengan ekspresi serius.
Sekali lagi, cahaya hitam dari Bola Roh melakukan sesuatu yang bahkan tidak diperintah oleh sistem.
Sebelum ia sempat memikirkan hubungan keduanya lebih jauh, seluruh bangunan mendadak bergetar.
Debu berjatuhan dari langit-langit, sementara suara tua terdengar dari segala arah tanpa diketahui sumbernya.
"Akhirnya..."
Lin Yuan segera keluar dari bangunan dan mengangkat pedangnya, tetapi jalan kota tetap terlihat kosong.
Suara itu kembali terdengar, kali ini jauh lebih jelas daripada sebelumnya.
"Seseorang yang bukan Pewaris berhasil masuk."
Jantung Lin Yuan berdegup lebih keras.
Berarti sosok yang berbicara mengetahui keberadaannya sejak awal.
"Siapa kau?"
Tidak ada jawaban terhadap pertanyaan tersebut.
Sebaliknya, kabut tebal yang selama ini menyelimuti bagian terdalam kota mulai bergerak ke kedua sisi.
Sebuah bayangan raksasa perlahan terlihat di baliknya.
Menara hitam menjulang tinggi di pusat kota, seolah baru saja terbangun setelah tertidur selama waktu yang tidak terhitung.
Sistem langsung bereaksi ketika Mata Takdir Lin Yuan menangkap jejak luar biasa besar dari bangunan tersebut.
【Objek Takdir tingkat tinggi terdeteksi.】
【Identifikasi: Menara Takdir.】
Lin Yuan membeku sesaat.
Perkataan pria berlumuran darah dari Fragmen Jejak Takdir kembali terngiang dalam pikirannya.
"Kalau kau sampai di Menara..."
"Jangan biarkan Menara memilihmu."
Suara tua tadi terdengar untuk terakhir kalinya dari kedalaman kota.
"Kalau begitu, mari kita lihat..."
"...apakah kali ini Takdir memilih orang yang salah."
Lin Yuan menatap Menara Takdir yang menjulang di balik kabut.
Untuk pertama kalinya sejak memasuki kota mati, ia tidak merasa sedang mencari sesuatu.
Sebaliknya, Lin Yuan merasa seluruh Makam Takdir sedang menatap dan menunggunya.
...----------------...
Bersambung...