Sebagai seorang istri yang sangat mencintai suaminya Gabriel. Nandini rela hidup menderita batin dengan segala sikap buruk yang di lakukan keluarga sang suami padanya.
Sebuah skenario fitnah di lakukan oleh ibu Gabriel untuk bisa memisahkan anaknya dari menantu yang sangat ia benci.
Apakah Gabriel dan Nandini bisa melewati ujian cinta mereka?
Bagaimana kelanjutan rumah tangga Gabriel dan Nandini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekawatiran Nandini
Nandini POV
Apanya hanya perasaan aku. Aku merasa sahabat Mas El, Rafael sering memperhatikan diriku secara diam-diam.
Aku heran dengan cara Rafael jika ia sedang menatap ku.
Tatapannya aneh setiap kali ia berada di dekat ku. Seperti seolah-olah, ia selalu memperhatikan diriku.
Pandangan matanya aneh. Netra nya selalu terpaku pada mataku jika aku tanpa sengaja melirik nya. Saat aku melihatnya, dia pasti sudah menatapku.
Apa itu hanya perasaan aku saja. Tapi kenapa dia selalu ada di saat waktu yang tepat saat aku sedang memerlukan bantuan
Seperti sesaat tadi saat aku hendak terjatuh. Dengan sigapnya ia tau tau sudah ada di harapan ku dan menangkap ku. Jika tidak ia menolong, Aku sudah terjengkap tadi.
Tidak hanya saat tadi yang tiba-tiba ia muncul. Ketika aku dan Mas El sedang pergi ke kantor bersama, saat tiba-tiba mobil Mas El mogok. Ia pun tanpa sengaja datang dan memberikan pertolongan kepadaku
Ia memberikan aku tumpangan dan mengantarkan aku sampai di tempat aku sedang melakukan meeting penting pagi itu.
Saat aku masuk ke dalam gedung perkantoran pun. Aku bisa melirik dengan mata ekorku dia memandangiku sampai aku benar-benar sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya.
Saat makan malam pun sama.
Meskipun aku tidak pernah mencuri-curi pandang terhadap dirinya. Karena aku juga tahu diri. Tapi aku bisa memastikan dan bisa tahu jika dia selalu memperhatikan aku.
Ada apa dengan apa dia. Apa dia menyukai aku.
Tidak, itu tidak boleh terjadi. Karena itu akan menjadi masalah yang serius.
Sebaiknya aku menjaga jarak terhadap dirinya. Ini akan menjadi sebuah hal yang tidak baik jika Mama Rohana tau. Karena mama Rohana pasti akan memanfaatkan celah itu untuk membuat aku salah di mata Mas El. Aku harus waspada.
"Permisi Non Dini. Saya mau membersihkan pecahan gelas di kamar Non Nandini." ucapan sang art yang baru saja masuk ke kamar mengagetkanku.
"Oh, iya Bik. Tolong bersihkan ya. Maaf tadi aku tidak sengaja memecahkannya. Karena kepalaku tadi sangat pusing. Tadi aku berniat untuk minum obat. Tapi saat aku memegang gelas itu, tidak sengaja gelasnya terjatuh."
"Tidak apa-apa Non. Tidak usah minta maaf. Non sudah makan siang apa belum? Kalau belum saya ambilkan."
"Terima kasih untuk perhatiannya. Tadi katanya Mas El sebentar lagi akan pulang. Tadi aku menyuruhnya untuk membelikan aku sesuatu. Karena aku lagi pengen makanan yang ada di luar."
"Oh ya sudah kalau begitu. Saya bersihkan dulu ya Non, pecahan gelasnya."
"Iya Bik."
Ku biarkan Bibik untuk membersihkan pecahan gelas yang tadi aku jatuhkan.
"Mama kemana Bik. Tumben rumahnya sepi tidak ada orang?" tanya ku pada Bibik menanyakannya Mama.
"Nyonya sedang pergi dari pagi sesuai sarapan Non. Saya tidak tahu ke mana Nyonya pergi. Tadi sih sepertinya ditelepon seseorang. Nyonya menyebutkan nama Clarissa. Saya tidak tahu mereka pergi ke mana. Biasa Nyonya kasih tau mau kemana agar orang rumah tau Nyonya pergi kemana dan sama Siapa."
"Oh begitu ya Bik." kata ku pada Bibik.
Carissa, nama itu lagi. Sepertinya Mama sedang dekat kembali dengan wanita tersebut.
Apa Mama tetap ingin menjodohkan Clarissa dengan Mas El. Sepertinya Mama mau dekatkan lagi mereka berdua.
Jika benar seperti itu. Sepertinya aku harus bersabar lagi untuk menghadapi Mama.
Aku tahu seberapa bencinya Mama terhadapku.
Mama tidak pernah menganggap ku sebagai menantunya.
Mama sepertinya telah merencanakan sesuatu yang besar. Dan aku hanya bisa berharap. Mas El tetap setia padaku dan tetap teguh cintanya untukku.
Satu-satunya yang bisa membuat aku bertahan di rumah ini dan juga satu hal yang membuat aku bisa bertahan di sisi Mas El adalah cinta Mas Gabriel.
Kesetiaannya lah dan juga bagaimana cara dia membela ku membuat aku bertahan di sisinya.
Jika itu sudah tidak ada dalam diri Mas El. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Kau hanya bisa berdoa suami ku di pihak ku.
sudah tau mamamu membenci istrimu kok dengan mudahnya kamu terhasut akal bulusnya 😂
sudah melakukan kdrt kasar tidak menyesal malah pergi begitu saja 😏
jadi kesel sendiri 😤
tapi kalau sampai kdrt mendingan pergi jauh mungkin buat apa dipertahankan disisi suami sedangkan tidak ada yang perlu dipertimbangkan yang dipertahankan selama ini tega menyakiti perasaan dan fisikmu 🤕
kamu tau tidak dini menahan rasa sakit nya berbulan ² karena kamu EL dia bertahan diperlakukan semena² Sama mami dan sekarang kamu ikut²an Jangan harap kamu bisa mudah dimaafkan oleh nandini
siap² saja kamu ditinggalkan 🤣
hantubsaja kalah jahat dengan wanita tua renta ini
kok bisa² punya rencana rendah begitu 😂😂
padahal dapat mantu sabar ,baik, pintar ,mandiri kok disia²kan sih mau cari mantu seperti Clarissa yang tidak bisa apa² iya kalau keluarga nya kaya terus kalau ngak mana mau kamu tampung mantu tidak bisa apa² hayooo 🤣🤣🤣
bener² EL egois padahal rafael tidak sengaja dan tidak menyentuh secara langsung buat kamu marah
yang harus kamu marahin itu mama mu bukan dia 😏😅
padahal kamu punya anak gadis apa tidak mikir seadanya karma mu balik ke anakmu sendiri ...
apa dia tidak melihat secintrong apa Gabriel sama nandini kok semepet²nya punya niatan jahat sama dini sih gedek banget aku tuh 😤
mau dapat uang banyak ya sampai suka² mengurusi rumah tangga majikan sendiri 😏
kalau kamu sampai kecewa in dia bener² laki² lemah
dan untuk kau Rafael dimana² kalau dini ada kamu pasti muncul pasti kamu awasi dini terus ya selalu ada Seperti hantu saja 😂