Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.
Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.
Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.
Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.
Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.
Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17: Suasana Tegang di Meja Makan
...Kekacauan di Hotel San Carlos malam itu berhasil diredam oleh kedatangan pasukan khusus Kingsley Syndicate yang bergerak di bawah bayangan, menyapu bersih para penyerang bahkan sebelum aparat kepolisian Bogota sempat memasang garis polisi. ...
...Bagi dunia luar, itu adalah konflik antar-geng biasa....
... Namun bagi Gavin Kingsley, itu adalah peringatan bahwa keberadaan Larissa Moretti makin terancam....
...Keesokan harinya, suasana tegang itu berpindah ke tempat yang jauh lebih pribadi, namun tak kalah mencekam bagi sang bos mafia....
...Yaitu ruang makan utama kediaman keluarga Moretti....
...Cahaya matahari pagi yang hangat, menerobos masuk melalui jendela-jendela kaca besar....
...Memantul di atas meja makan panjang, yang terbuat dari kayu mahoni pilihan. ...
...Di atasnya, pelayan telah menyajikan menu sarapan mewah, mulai dari roti panggang yang harum, potongan daging asap, telur omelet, hingga buah-buahan segar dan secangkir kopi Kolombia yang mengepulkan aroma tajam....
...Gavin Kingsley berdiri tegak di sudut ruangan, tepat tiga meter di belakang kursi Larissa. ...
...Pria berusia 30 tahun itu kembali mengenakan setelan jas tiga potong hitam mahalnya. ...
...Kemeja putihnya yang baru terpasang kencang tanpa noda, dipadu dasi hitam yang lurus sempurna....
... Wajah tampannya kaku bak patung lilin, dengan sepasang mata biru cerah yang menatap lurus ke depan tanpa riak emosi sedikit pun....
...Setelah interogasi kamar mandi semalam, di mana telinga Gavin memerah matang karena godaan Larissa, Gavin bersumpah di dalam batinnya untuk mempertebal topeng esnya....
... Sebagai pemimpin tertinggi dunia bawah tanah, Gavin tidak akan membiarkan salah tingkahnya di depan Larissa mencoreng sikap kaku dan dinginnya sebagai seorang bos Mafia....
...Di meja makan, sarapan berlangsung dengan tenang hingga Helena, yang memiliki sikap lembut khas wanita bangsawan meletakkan cangkir tehnya perlahan. ...
...Sepasang matanya yang hangat beralih menatap Gavin, lalu tersenyum tulus....
..."Gavin," panggil Helena dengan nada suara yang menyejukkan....
... "Saya ingin berterima kasih secara pribadi atas tindakanmu semalam di hotel. Alejandro Vargas adalah pria yang kasar, dan kudengar dari kepala pelayan hotel bahwa dia sempat mencoba berbuat tidak sopan pada putriku sebelum... yah, sebelum dia ditemukan tidak sadarkan diri karena 'terpeleset' di balkon." Helena terkekeh pelan, menganggap laporan resmi hotel itu sebagai kebenaran. ...
..."Kamu sangat sigap dan rapi dalam menjaga Larissa. Saya merasa jauh lebih tenang sekarang."...
...Mendengar pujian itu, Gavin hanya menurunkan kepalanya sedikit dalam gerakan hormat yang kaku....
... "Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban saya, Nyonya Moretti," jawab Gavin dengan suara baritonnya yang rendah, ketus, dan formal....
...Namun, berbeda dengan istrinya yang lembut, Marco Moretti justru tidak menyentuh makanannya sama sekali. ...
...Pria paruh baya itu duduk di ujung meja dengan kedua tangan saling tertaut di depan dagu. ...
...Sepasang mata elangnya yang tajam dan berpengalaman menatap Gavin dengan pandangan menyelidik yang begitu tajam. ...
...Sebagai seorang pengusaha yang sering bersinggungan dengan dunia gelap, Marco merasakan ada sesuatu yang tidak biasa dari pengawal baru putrinya ini. ...
...Respon cepat Gavin semalam, serta bagaimana Alejandro Vargas bisa lumpuh total hanya dalam hitungan detik, terlalu profesional untuk ukuran pengawal agensi biasa. ...
...Ada kabut misteri yang tebal di sekitar pria berjas hitam ini....
..."Catatan kerjamu memang bersih, Gavin," Marco memecah kesunyian, suaranya berat dan berwibawa, melepaskan aura intimidasi khas kepala keluarga. ...
..."Tapi instingku mengatakan kamu menahan banyak hal. Orang-orang yang menyerang hotel semalam bukan preman amatir. Bagaimana seorang mantan tentara seperti dirimu bisa memprediksi jalur pelarian darurat di lorong belakang dengan begitu tepat sebelum kekacauan memuncak?"...
...Di sudut ruangan, Gavin mempertahankan posisi siap sempurnanya. ...
...Kedipan mata pun tidak terjadi pada wajah batunya....
... "Latihan militer mengajarkan saya untuk selalu memetakan cetak biru bangunan dalam menit pertama saya bertugas, Tuan Moretti," jawab Gavin bohong dengan nada sedatar marmer, berhasil menyembunyikan fakta bahwa jalur belakang itu bersih karena anak buah Syndicate-nya sendiri yang membuka jalan....
...Larissa yang duduk di sisi kiri meja, mengunyah potongan stroberinya perlahan sambil mengamati interaksi tersebut....
... Sepasang mata hazelnya berkilat usil. ...
...Sifat bar-bar dan usilnya yang tak kenal takut seketika bangkit saat melihat bagaimana Gavin bersusah payah mempertahankan wajah kakunya di depan kedua orang tuanya. ...
...Larissa tahu betul bahwa di balik jas tebal dan jawaban militer itu, Gavin adalah seorang pria tsundere yang sangat mudah salah tingkah jika diajak melakukan kontak fisik....
..."Oh, jadi kamu mau berpura-pura menjadi pengawal teladan yang kaku lagi setelah semalam jantungmu mau copot, huh?" batin Larissa bersorak licik, sebuah seringai kemenangan terukir tipis di bibir mungilnya yang ranum....
...Larissa meletakkan garpunya, lalu memajukan tubuhnya ke arah meja. ...
..."Papa benar," kata Larissa sengaja memanas-manasi suasana, membuat perhatian Marco dan Helena teralih padanya. ...
..."Gavin ini memang penuh rahasia. Dia bahkan punya banyak peraturan aneh yang sangat kaku. Tapi, dia memang sangat... protektif padaku. Semalam saja, dia sampai merobek kemejanya sendiri karena terlalu bersemangat menjagaku."...
...Gavin yang sedang berdiri di belakang langsung mengeraskan rahangnya mendengar kalimat ambigu Larissa yang sengaja memutarbalikkan fakta insiden sirup delima semalam....
... Ingin rasanya Gavin berteriak frustrasi, namun dia terpaksa menahan diri agar tidak membekap mulut gadis bar-bar itu di depan orang tuanya....
...Melihat reaksi Gavin yang masih bisa menahan diri dengan wajah batu, Larissa merasa tantangannya belum selesai....
... Dia memutuskan untuk menaikkan level permainannya ke tingkat yang jauh lebih ekstrem dan berbahaya....
...Larissa membetulkan posisi duduknya, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi beludru dengan santai. ...
...Di bawah meja makan panjang yang tertutup oleh kain taplak brokat putih yang menjuntai tebal hingga hampir menyentuh lantai, Larissa perlahan menjulurkan kaki jenjangnya yang mulus....
...Dengan gerakan yang sangat pelan, sengaja memanfaatkannya sebagai serangan rahasia, Larissa menggerakkan ujung kaki telanjangnya di bawah meja, mencari posisi kaki Gavin yang berdiri kokoh tidak jauh di belakang kursi sampingnya....
...Ujung jari kaki Larissa yang lembut sengaja menyenggol dan menggeser perlahan di sepanjang tulang kering kaki kiri Gavin yang dibalut celana kain hitam mahalnya. ...
...Larissa melakukannya dengan gerakan yang sangat manja, sensual, dan penuh dengan sentuhan provokasi yang memikat, seolah sedang menggelitik singa tidur yang sedang menyamar....
...Gavin seketika membeku total di tempatnya berdiri, seolah-olah ada arus tegangan tinggi yang langsung menghantam sumsum tulang belakangnya. ...
...Pria itu baru saja melangkah maju satu langkah atas perintah Marco untuk menuangkan kopi hitam pekat ke dalam cangkir porselennya sendiri demi mencicipi kualitas minuman tuan rumah....
...Sentuhan kaki Larissa yang tak terduga dan kelewat berani di bawah meja itu benar-benar menghancurkan seluruh pertahanan kaku Gavin dalam sekejap. ...
...Rasa salah tingkah gila-gilaan meledak bersamaan di dalam dadanya. ...
...Jantungnya berdegup dengan kecepatan ekstrem, dan rasa hangat yang luar biasa dahsyat langsung merayap naik, membuat kedua telinganya seketika merona merah matang....
...Tepat pada detik itu, Gavin baru saja mengangkat cangkir porselen dan menyesap kopi hitam panasnya untuk menetralkan kegugupan di tenggorokannya....
..."UHUKKK!...
... UHUK! UHUKKK!"...
...Gavin, sang monster berdarah dingin yang paling ditakuti di seluruh penjuru Kolombia, mendadak tersedak dengan sangat hebat. ...
...Dia menurunkan cangkirnya dengan hentakan yang agak kasar hingga cairan hitam itu sedikit memercik ke atas meja, sementara tubuh tegapnya terbatuk-batuk dengan wajah yang mendadak memerah akibat tersedak kopi panas dan rasa malu yang luar biasa gila karena ulah nakal Larissa....
...Suasana ruang makan mewah itu seketika hening....
...Helena terperangah kecil, sementara Marco Moretti langsung menghentikan gerakan tangannya. ...
...Sepasang mata elang Marco menyipit tajam, alis tebalnya bertaut rapat membentuk guratan dalam saat dia mengernyit curiga, menatap lekat-lekat ke arah Gavin yang sedang berusaha menstabilkan napasnya dengan wajah memerah, lalu beralih menatap putrinya, Larissa, yang kini justru sedang tersenyum sangat manis tanpa dosa sambil meminum jus jeruknya dengan tenang....