"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.
Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Saat mengikuti Ivana dan Elbert, Corleo justru kehilangan jejak karena mobilnya atak sengaja menabrak pengendara sepeda di jalan. Ia pun langsung menghentikan mobil membantu pengendara itu sambil memberikan uang ganti rugi dan juga berobat meski keadaan orang itu baik-baik saja.
"Maaf pak, saya tidak sengaja. Ini ada uang jika bapak perlu berobat" ucapnya sambil menengok-nengok melihat mobil Ivana dan Elbert.
"Tidak perlu tuan, lagian saya baik-baik saja."
"Tidak apa-apa pak, ambil saja sebagai tanpa pemintaan maaf saya" paksa Corleo.
Melihat Ivana dan Elbert yang sudah jauh entah kemana, Corleo pun memutuskan untuk kembali dan setibanya di rumah ia mengatakan pada Altas jika ia kehilangan jejak mereka berdua.
...
2 hari kemudian, pulang Altas bersama Corleo melihat beberapa bisnis yang masih mereka pegang. Namun, beberapa pelayan menunduk seperti takut melihat Altas yang datang sambil berbisik entah apa. Altas yang melihatnya seperti ada keanehan tak biasa lalu bertanya pada salah seorang pelayan kemana nyonya mereka.
Gugup pelayan itu mengatakan sambil meminta maaf kalau nyonya tadi pergi keluar dan meminta agar tidak memberi tahu tuan Altas. Kerut alis Altas sedikit kesal dengan pelayan itu, karena ia selalu berpesan jika Sera sampai keluar rumah harus memberi tahunya terlebih dahulu sekalipun ia sedang berada di luar karena urusan pekerjaan
"Kalian tahu jika di luar sana sangat tidak aman, kenapa kalian biarkan nyonya keluar tanpa memberitahu saya dahulu!"
"Kemana nyonya keluar, dan bersama siapa?" lanjut Altas.
Pelayan pun mengatakan jika nyonya tadi pergi belanja di damping salah satu pelayan perempuannya serta sopir (penjaga laki-laki).
"Nyonya mengatakan jika ia hanya pergi belanja di sekitar sini saja sambil mencari udara di luar, nyonya ingin membeli beberapa pakaian dan juga keperluan."
Tanpa berlama-lama, Altas pun segera pergi menyusul Sera sambil menelponnya namun tak mendapat jawaban, begitu juga ia menelpon penjaga yang membawa ponsel dan tetap tidak ada jawaban.
"Kemana mereka?" ucap Altas celingak-celinguk melihat tiap tempat yang ada di sekitar.
Menjelang malam hari Altas pun semakin dibuat khawatir karena belum juga menemukan Sera manalagi ponselnya tidak bisa di hubungi. Altas mencoba melacak keberadaan Sera melalui ponsel dan menemukan titik keberadaannya.
Namun, setibanya di tempat Altas pun dibuat terkejut saat melihat di dalam mobil yang mana penjaga dan pelayannya tak sadarkan diri di dalam mobil. Ia pun mencoba membangunkan dan setelahnya bangun bertanya di mana istrinya Sera.
Dengan kepala yang berat, penjaga itu mengatakan tidak tahu di mana sang nyonya, ia hanya mengingat seperti ada seseorang dari belakang yang membiusnya, begitu juga pernyataan yang sama dari si pelayan.
"Maafkan kami tuan, kami tidak tahu jika akan terjadi hal seperti ini. Kami tidak bisa menjaga nyonya dengan baik, kami siap memberikan nyawa kami untuk menebus kesalahan kami."
Altas pun mengatakan bukan hal itu yang saat ini ingin di dengarnya, ia pun meminta untuk membahas hal itu nanti dan membantunya menemukan Sera karena dalam keadaan seperti ini nyawa Sera jauh lebih penting.
"Aku tidak akan mengampuni siapapun yang berani bermain-main denganku, apalagi sampai melibatkan istriku dalam hal ini. Ini sudah melewati batas!" tekan Altas.
Segera Altas menelepon Corleo untuk mengerahkan beberapa penjaga dan singkatnya menjelaskan apa yang terjadi.
"Apa!. Baiklah kak kami akan segera kesana" kata Corleo bergegas.
...