NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#1

Hallo guys! Back again dengan cerita baruku! ✨

Kali ini Cerita Si Millian Vale-Knight, Kembaran dari Tokoh Cerita Sebelah [ HIDDEN LINES ]

...ΩΩΩΩΩΩΩ...

Kantin sekolah siang itu tidak ubahnya seperti sebuah belantara yang bising.

Suara denting sendok beradu dengan piring tiruan berbaur menjadi satu dengan gelak tawa yang sarat akan nada mengejek.

Di sudut ruangan yang agak temaram, kepulan uap dari sup hangat seolah menggarisbawahi atmosfer ketegangan yang mendadak merayap naik.

Gadis muda itu berdiri tegak, melipat kedua tangannya di depan dada dengan senyum yang dipaksakan sedemikian rupa hingga memunculkan kesan angkuh yang dibuat-buat.

Suaranya melengking lambat, membelah keriuhan kantin dengan ketajaman sebilah pisau tipis.

“Sudah satu tahun penuh, Scarlett,” ucap Belleza, seraya menatap lurus-lurus ke arah gadis di hadapannya.

Ia sengaja mengeraskan volume suaranya agar meja-meja di sekitar mereka dapat menangkap setiap untai kalimat yang keluar dari bibirnya yang berlipstik merah menyala.

“Satu tahun penuh kau bertahan pada pendirian murahan itu. Mengaku-ngaku tanpa malu bahwa dirimu adalah kekasih dari seorang Millian Vale-Knight. Coba pikirkan kembali dengan otak cerdas mu itu, jika kau memang memilikinya. Kota Los Angeles ini begitu besar, membentang dari pesisir hingga perbukitan mewah. Bagaimana mungkin seorang Millian Vale-Knight yang agung, yang mendekam di dalam mansion megah kawasan Bel Air, sudi melirik gadis seperti kita yang hanya berasal dari pinggiran San Marino?”

Kalimat Belleza ditutup dengan dengus remeh yang segera disambut oleh koor tawa kecil dari dayang-dayang-nya. San Marino memang sebuah kota kelas menengah yang tenang, namun di dalam lingkungan high school ini, sekat-sekat sosial tetap terbangun sekokoh benteng abad pertengahan.

Anak-anak dari keluarga borjuis lokal selalu menemukan cara untuk menginjak mereka yang dianggap berada di anak tangga lebih bawah.

Namun, Gadis Remaja yang sedari tadi menjadi bahan tertawaan sentral di tengah lingkaran itu tidak menunjukkan riak kepanikan sama sekali.

Sebaliknya, sebuah lengkungan yang menawan justru terukir di bibirnya yang merekah alami.

Ia justru ikut tertawa—sebuah tawa yang renyah, lepas, dan sama sekali tidak menyiratkan rasa gentar.

“Lihatlah wajah penuh iri mu itu, Belleza,” sahut Scarlett Langford, membalas tatapan tajam musuhnya tanpa berkedip barang satu detik pun.

Ia melangkah satu tapak lebih maju, memamerkan postur tubuhnya yang luar biasa tinggi dan semampai, tegak layaknya seorang model yang sedang mendominasi panggung peragaan busana.

“Kau begitu sinis karena kau sendiri tidak pernah percaya pada keajaiban cinta, bukan? Ataukah kau meradang karena fakta bahwa aku dan Millian telah resmi berpacaran selama ini? Kau tidak lebih dari sekadar gadis iri yang terus berkoar-koar hanya karena tidak mampu menerima kenyataan yang ada. Seluruh high school ini tahu benar bagaimana tabiatmu yang selalu kelabakan menghadapi kebenaran.”

Gadis itu bernama Scarlett. Scarlett Langford.

Di balik seragam sekolahnya yang tertata rapi, ia memancarkan sejenis aura kepercayaan diri yang mutlak, jenis kepercayaan diri tinggi yang terkadang membuat orang lain merasa terintimidasi.

Di lingkungan sekolah yang dipenuhi persaingan sengit antara keluarga kelas atas dan mereka yang berada di kelas bawah, Scarlett adalah sebuah anomali.

Ia menolak untuk tunduk pada struktur sosial yang menindas.

Namun, jika ada satu hal yang menjadi rahasia umum sekaligus misteri terbesar dari seorang Scarlett Langford, itu adalah seleranya terhadap pria.

Teman-teman dekatnya sering bergurau bahwa Scarlett memiliki tipe pria dengan label "Tolong sakiti aku".

Dan rumor yang dihembuskannya sejak satu tahun lalu menjadi bukti nyata. Ia memproklamirkan diri sebagai kekasih dari Millian Vale-Knight, seorang pemuda yang namanya kerap menjadi buah bibir di kalangan remaja elite Los Angeles.

Millian Vale-Knight adalah entitas yang berbeda. Ia tinggal di kota yang sama namun berada di dimensi sosial yang jauh melompat ke atas.

Pria dengan perawakan sempurna bak pahatan dewa Yunani itu memiliki reputasi sebagai seorang bad boy yang kaya raya, berkuasa, namun anehnya sangat ramah kepada siapa saja.

Keramahannya itulah yang justru menjadi jebakan; ia telah menolak puluhan, bahkan ratusan wanita dari kasta tertinggi dengan senyuman sopan.

Namun, desas-desus yang beredar di kalangan jetset menyebutkan bahwa di balik sikap ramahnya yang universal, Millian memiliki seorang kekasih rahasia yang identitasnya disembunyikan rapat-rapat dari sorot lampu publik.

Celah rumor itulah yang dimanfaatkan oleh Scarlett dengan kecerdikan yang luar biasa.

Pria berwajah dewa itu telah menjadi tameng imajiner yang sempurna bagi Scarlett Langford selama setahun ini dari perundungan.

Faktanya, Scarlett tidak pernah mengenal pria itu secara pribadi.

Jangankan menyentuh ujung kemejanya, melihat rupa aslinya secara langsung pun Scarlett belum pernah. Ia hanya kerap mendengar tentang kekuasaan, pengaruh, dan pesona mutlak sang pemuda dari majalah-majalah gaya hidup dan obrolan miring anak-anak kaya.

Scarlett dengan sangat mudah memamerkan status palsu itu di sekolahnya, mengklaim dirinya sebagai wanita beruntung yang berhasil menaklukkan hati sang elang Bel Air.

Sebuah tameng percaya diri yang dibangun dari untaian kebohongan yang rapi, demi mempertahankan harga dirinya di ranah sekolah agar tidak ada satu pun pria murahan atau gadis kaya yang berani mengusiknya.

Scarlett tahu persis taruhannya. Tidak mungkin rumor remeh dari sebuah sekolah menengah di San Marino akan terbang melintasi batas kota dan sampai ke telinga para elite di sekolah prestisius kawasan Bel Air.

Jarak geografisnya dekat, namun jarak sosialnya berjarak ribuan tahun cahaya.

Kebohongan ini aman, pikirnya selalu.

Meskipun ada beberapa orang seperti Belleza yang tetap memelihara kabut ketidakpercayaan, mayoritas siswa di sekolah itu perlahan termakan oleh keteguhan sikap Scarlett.

Kepercayaan diri Scarlett yang berada di atas rata-rata bertindak bagai sihir yang menyebarkan kebenaran semu itu ke setiap sudut koridor-koridor sekolah.

Secara fisik, Scarlett adalah definisi dari kesempurnaan visual.

Cerdas, bermata tajam, dengan garis rahang yang tegas namun feminin. Namun, di balik fasad yang berkilau itu, tersimpan sebuah realitas yang coba ia tutupi dengan rapat: ia berasal dari keluarga miskin di sudut kota.

Ayahnya telah tiada sejak ia masih kanak-kanak, menjadikannya seorang anak yatim yang harus tumbuh di bawah asuhan seorang ibu tiri.

Beruntung baginya, sang ibu tiri adalah wanita yang keras namun berhati emas, mendidiknya dengan nilai-nilai ketegasan hidup yang membuat Scarlett tumbuh menjadi gadis yang tak mudah patah.

...oOo...

San Marino secara umum memang dihuni oleh masyarakat kelas menengah, namun bagi standar kemiskinan Scarlett, kehidupan sehari-hari adalah sebuah perjuangan estafet dari satu tagihan ke tagihan berikutnya.

Namun, Scarlett menolak pasrah. Ia menggunakan uang hasil kerja paruh waktunya selepas sekolah untuk membeli pakaian-pakaian baru yang modis dan sepatu-sepatu berkualitas baik.

Ia melakukan semua itu bukan karena ingin menipu orang lain dengan mengaku sebagai putri konglomerat—sebab ia tidak pernah sekalipun melontarkan kalimat fiktif bahwa ia kaya raya—melainkan semata-mata agar penampilannya tidak dipandang rendah oleh mata-mata picik yang gemar menghakimi seseorang dari helai benang yang dikenakan.

...~~~~...

Masih di tengah riuhnya kantin, Brianna, sahabat karib Scarlett yang sedari tadi berdiri setia di sampingnya, segera menyenggol lengan Scarlett dengan gerakan cepat.

Ia menatap Belleza dengan pandangan muak sebelum beralih pada Scarlett.

“Ayo, Scarlett, kita tinggalkan saja orang iri ini. Buang-buang energi meladeni mereka. Biarkan saja kalau otak sempit mereka tidak mampu mencerna kenyataan bahwa kau berada di level yang berbeda,” ketus Brianna sengaja membalas provokasi.

“Menjijikkan!” desis Belleza, melontarkan kata terakhirnya dengan sisa-sisa harga diri yang terluka sewaktu Scarlett dan Brianna berbalik pergi, meninggalkan sudut kantin dengan langkah-langkah yang beritme mantap layaknya pemenang.

Begitu kaki mereka melewati pintu ambang kelas yang lengang karena jam istirahat hampir usai, pertahanan anggun Scarlett sedikit mengendur. Ia menyandarkan punggungnya pada loker besi, lalu tawanya meledak seketika bersama Brianna.

“Kau lihat mukanya tadi, Bri? Ha-ha-ha! Benar-benar menyebalkan sekaligus mengocok perut! Dia terlihat seolah-olah baru saja menelan sebutir lemon utuh,” ujar Scarlett sembari mengusap sudut matanya yang sedikit berair akibat tertawa terlalu keras.

“Dia memang selalu begitu, Scarlett. Iri adalah nama tengahnya,” balas Brianna seraya meletakkan buku tebal di atas meja kayu.

“Tapi jujur, kadang aku sendiri ngeri melihat betapa tenangnya kau menyuarakan nama Millian Vale-Knight itu. Kau benar-benar tidak takut jika suatu hari nanti...”

“Takut akan apa?” potong Scarlett dengan lugas, nada suaranya kembali bertukar menjadi serius namun tenang.

“Nama Langford ini adalah nama yang kupilih sendiri dengan penuh kesadaran setelah kematian ayahku. Aku memilih untuk melangkah maju, bukan meratapi nasib. Kepalsuan yang kulakukan ini bukan untuk merugikan siapa pun. Aku hanya tidak sudi dikatakan rendahan oleh mereka yang kebetulan lahir dengan sendok perak di mulutnya.”

Scarlett berjalan menuju bangkunya di dekat jendela yang menghadap ke arah lapangan olahraga.

Sinar matahari siang menerobos masuk, menyepuh helai-helai rambutnya dengan warna keemasan.

Di sekolah ini, ia dikenal sebagai gadis yang serba cukup karena penampilannya yang selalu trendi dan bersih.

Hasil keringatnya di toko buku bekas dan kedai kopi setiap sore ia konversikan menjadi tameng visual. Namun, ia tidak pernah berbohong mengenai latar belakang keuangannya jika ditanya secara langsung; ia hanya menolak terlihat menyedihkan.

Dirinya pintar, dan fakta itu adalah sekutu terbesarnya.

Ketajaman otaknya membuat Scarlett mampu belajar secara mandiri, mengamati, dan menyerap bagaimana cara kaum borjuis bertingkah laku, berbicara, dan membawa diri.

Baginya, menjadi miskin bukanlah sebuah kutukan yang harus diratapi dengan air mata; kemiskinan hanyalah sebuah kondisi sementara yang bisa diakali dengan kecerdasan otak.

Ia bebas belajar apa saja, menguasai ilmu apa saja dengan otaknya yang brilian.

Orang-orang di sekolah yang secara tidak sengaja mengetahui di mana rumahnya berada memang sering kali melemparkan tatapan hina di koridor-koridor sunyi.

Mereka menganggap usahanya untuk tampil rapi sebagai sebuah kepura-puraan yang menggelikan.

Namun, bagi Scarlett, tatapan-tatapan itu tidak lebih dari sekadar angin lalu yang menabrak dinding batu. Ia sama sekali tidak peduli.

“Yang paling penting,” gumam Scarlett pada dirinya sendiri, seraya membuka buku catatan sastranya, “aku memiliki otak yang cerdas. Sesuatu yang mutlak tidak dimiliki oleh mereka, orang-orang kaya yang hanya mengandalkan warisan orang tua untuk membeli kehormatan.”

Brianna menatap sahabatnya dengan pandangan kagum yang bercampur cemas.

Ia tahu benar bahwa Scarlett adalah petarung tangguh, namun ia juga tahu bahwa setiap tameng—bahkan tameng sekuat nama Millian Vale-Knight—suatu saat nanti pasti akan menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dan di kota sebesar Los Angeles, takdir sering kali bekerja dengan cara yang paling tidak terduga, menjalin kisah di antara rasa sakit, trauma, dan ilusi yang sengaja diciptakan.

🌷🦋

By the way, jangan lupa mampir baca juga kisah Mommy-Daddy mereka ya! judulnya I HIRED A BILLIONAIRE

Happy reading kak Readers 🫶🏻

1
Wanti Ajaa
Mantep bener dah autor kita ini
Loph loph
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
happy wedding dan happy wedding 😍🥳🥳🥳
Rosdianah 🌷: huhuhii🥳🥳
total 1 replies
Mia Camelia
serius ini udah tamat thor🥰
gak berasa udh ending aja. sedih juga ninggalin kisah milian n scarlet😂😂😂
semangat thor ,bikinin lgi kisah klan kninght yg tersisa rowan🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: heheh siap kak🤭
total 1 replies
Dewi Novita L.s
nungguin kelanjutannyaa huaaaa
Rosdianah 🌷: heheh siap kak🫶
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnyaaaaaaa😄😄😄 puasa selama 20th usiamu baru bisa merasakan sentuhan bibir selain bibir orrumi millian😄😄😄😄
acarliga sampai kehabisan kata2 kasar dan otaknya langsung konsletinh🤣🤣🤣
da lah first kiikalian ga mengecewakylah yaaa🤭🤭🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
kaaannnnnn,,, dibalik kata kata sinis sarat akan penghinaan penasayjuga kan akan rasa yg belum pernah terjamah🤭🤭🤭
alias cipokan🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkkwwk🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Butterfly era casander 😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh ternyata kata2 asalan delaney beneran kenyataan ternyata Scarlett memang keturunan dr kluarga konglomerat. tapi sayang kluarga atau neneknya macam iblis saja. terlalu serakah kayak hidupnya ga akan mati saja karna ingin tetap menikmati kesombongan sebagai kaum orng konglomerat...
edaannnn sampe cucu sensiimau dijual, padahal dia ga ada kontribusi apa2 dalam kehidupan Scarlett. malah tega membuang ayahnya (anak kandungnya) demi ego
kedukim yookkk guna guna aja kirim setan valak buat neror si nenek dorot EQ
dome🌬️🌀🌀🌀
hayooooo, akankah hutang itu akan benar benar dibayar lunas DA kontan😄😄😄😄
gila sih si millian🤭🤭
gassss lah
dome🌬️🌀🌀🌀
iyaa,, si Briana kabarnya gimana yaa.. apa yg akan terjadi di masa mendatang tentang Briana. jangan sampai hidup Briana menjadi tidak baik
Rosdianah 🌷: tenang kak🤭
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwkwkkk... Scarlett dilawan??
hellloooooo.... seisi murid high school scarlet saja ga ada yg brani melawan ketajaman lidah scarlet 😄😄
apa lagi oleh cwe manjaa melenghoyyy macam kamu🤭🤭🤭
upssss i did it again i play with your heart
wkwkwkwkwkwkwk... macam lagi nyanyiii yaaa🤣
Rosdianah 🌷: huhu ma'aciww komentarnya kak 🫶🥰
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
gelud saja lah kalian berdua, ga sudah sudah. nanti malah main kokop kokopan🤣🤣🤣🤣. uuppsss🤭sory Thor terlalu jujur aku😁😁😁😁
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat kak thor💪💪💪
update bab bab baru dan karya karya baru yg kereen 😁😁
Rosdianah 🌷: hehe siap kak🫶
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
😄😄😄😄
jangan sampe konslet dong scarlet, dan mati lampu malah makin enak🤣🤣🤣🤣🤣
maksudnya enak bisa lihat bintang dan bulan disaat mati lampu😅😅😅
lanjut lah goda godaannya. ntar juga lama lama dioraktekinnya🤭🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
awal mula ngedara lama lama menjadi nyata😄😄😄
awas ketelan ludahmu sendiri kalian berdua😁😁
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
gadis titisan setan tapi bisa buat jntungmu lompat lompat kan millian😁😁😁😁
beginilah kalau cwe berkelas berdebat, bukan pakai emosi bukan pakai fisik tapi pakai otak dan ketenangan
Rosdianah 🌷: hihi 🤣
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
awalnya provokasi bibir lama-lama uji praktek kompetensi siapa yg paling ahli 🤣🤣🤣 🤣🤣🤣🤣🤣
semangat provokasi scarlet millian 😄😄😄
sapa tau scarlet bisa mimpi erotis lag denganmu
i🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
yeay scarlet hamil lagi😍😍😍
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳l
total 1 replies
Mita Paramita
mom Suzy jadi Mak comblang dadakan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!