Tahap Revisi
Tentang Vyolla, seorang gadis barbar yang dipaksa masuk ke dalam karakter Putri, sosok protagonis wanita di dalam novel yang selalu ia rutuki nan hina-hina..
📢 Novel pertamaku ini ceritanya ringan dengan protagonis yang anti menye-menye 🔥💪
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bantalguling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria Idaman
Hari ini ayah mulai kembali lagi bekerja setelah selesai dari cutinya selama satu bulan penuh. Ia yang diam-diam sudah memasang CCTV di rumahnya, berharap akan menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukannya kepada Putri tempo hari.
"Hmm. Berarti gue harus jadi the real Putri yah," ucap Vyolla ketika mengetahui adanya CCTV itu. "Thanks ya Cher. Lo udah nyari-nyari benda itu ke setiap penjuru di rumah ini."
"Iyah, sama-sama." Cherry mendekati Vyolla dan langsung mencubit pipi dari karakter yang diciptakannya itu. "Kamu kok pinter banget sih Vyo. Ih, gemes!"
"Putri!!!"
"Njir, kaget gue."
"Hihihi. Udah cepet sana, temuin Ibu." Cherry mendorong badan Vyolla agar segera turun menemui ibu yang telah memanggilnya dengan kencang. "Vyolla, tunjukkan, pesonamu."
"Yeee, emang gue lagi ikutan take me out Indonesia, apa."
"Hahaha, kamu nontonin itu juga?"
"Sekelewat doang."
( fyi, dulu tuh ada reality show pencarian jodoh, bernama take me out Indonesia. Dan MC nya, Choki Sitohang, mempunyai jargon "tunjukkan pesonamu", yang selalu ia ucapkan ketika para pria pencari jodoh itu akan masuk ke atas stage. )
Vyolla menghampiri ibu dengan kepala yang sengaja ia tundukkan, agar terkesan ciut karena takut.
"Kenapa kamu?" Ibu heran dengan perubahan sikap Putri kepadanya. Ia berpikir bahwa gelagat Putri yang sekarang adalah gelagat Putri yang dulu, si anak tirinya yang selalu ketakutan tatkala ia panggil.
Vyolla menggeleng pelan dengan kepala yang masih tertunduk takut. "Ada apa, Bu?"
"Ayah kamu sudah pergi, dan Ibu sudah nggak perlu lagi berpura-pura sama kamu." Ibu melemparkan sapu dengan kencang ke badan Putri. "Cepat beberes dan lalu cuci semua baju kotor yang sudah menumpuk!"
"Lani?"
"Dia mau nemenin Ibu ke Mall, jadi kamu yg ngerjain semuanya. Yaa, hitung-hitung mengisi waktu libur kerja kamu kan."
Lani berjalan pelan, menghampiri Putri ketika ibu sudah pergi meninggalkan kakak tirinya itu seorang diri. Ia celingak-celinguk karena takut jika ibu tiba-tiba muncul dan mencurigainya. "Lo mau gue beliin apa di Mall?"
Vyolla mengernyitkan dahi tak mengerti dengan maksud dan tujuan dari Lani sebenarnya.
"Udah, cepet sebutin, lo mau apa. Tapi sebagai gantinya, lo jangan ngomongin masalah ini sama si Bagas yah. Pokoknya lo harus bagus-bagusin gue, dan bilang kalau gue ini benar-benar cewek rajin. Paham?"
'Oalah, ini toh tujuannya.' ujar jiwa Vyolla.
"Mm, aku mau tas. Bentar.." vyolla menyalakan ponselnya dan langsung membuka aplikasi belanja online jerong, untuk mencari tas yang ia mau. "Nah ini Lan."
"Gila! Lo mah, dikasih hati minta jantung. Nggak, nggak boleh itu, yang lain, yang lain!" protes Lani, ketika melihat harganya yang cukup bahaya untuk tabungan pribadinya.
"Nggak ada tas ini, nggak akan ada juga bahasan positif mengenai kamu."
Lani menatap tajam Putri. "Hfft, oke deh. Demi dia. Tapi janji yah, lo harus ngomongin yang baik-baik tentang gue."
Vyolla mengangguk.
"Awas loh kalo ingkar!"
...****************...
"Capek!" Vyolla menghempaskan badannya ke atas kasur yang bermotif karakter tsum-tsum kesukaan Putri.
CCTV yang dipasang ayah, membuat Vyolla terpaksa mengerjakan semuanya tanpa bantuan Cherry sedikitipun. Ia tak mau, jika rencananya gagal hanya karena tak terlihat ketika sedang dijadikan pembantu oleh ibu tirinya.
Ting.. nong.. ting.. nong..
"Ngapain sih mencet bel. Kayak tamu aja."
Vyolla berjalan ke arah pintu sambil ngedumel tanpa henti.
"Hay Put!"
'Siapa nih? Gue pikir, yang dateng itu ibu sama Lani,' ucap jiwa Vyolla.
"Hey, kok bengong?"
"Hm?"
"Lo lupa sama gue?"
Vyolla diam. Pikirannya kini sibuk mengingat siapa pria tampan yang sekarang berada tepat di depannya itu.
"Lo beneran lupa, atau pura-pura lupa hm?”
'Duh, dia siapa yah? Perasaan, si Cherry nggak lihatin foto dia saat pengenalan tokoh cerita deh.'
"Asli, nggak lucu Put."
Pria itu dengan tanpa canggungnya, langsung merangkul serta membawa Putri masuk ke dalam rumah.
"Haus nih, bikinin jus jeruk dong Put."
"Dih, males. Bikin aja sendiri."
Tatapan pria yang termasuk tipe Vyolla itu, berubah bingung keheranan. "Lo nolak, Put?"
"Iyah. Emang seorang Putri Larasati nggak boleh nolak permintaan orang lain, apa?" sergah Vyolla seraya berlalu pergi ke kamar dengan meninggalkan pria yang ia yakini adalah teman baik Putri.
"Cher,,,," bisik Vyolla ketika ia sudah masuk ke dalam ruangan berukuran 3m x 4m berwarna putih tulang.
"Hmmmm."
"Cowok cakep di luar, siapa Cher?"
"Raksa, sahabat Putri dari kecil."
"Oh, pantes kayak yang akrab banget."
"He-eum."
"Kenapa pas pengenalan tokoh, foto dia nggak lo tunjukkin ke gue?"
"Lupa, he-he-he. Habis, dia kan datangnya pas di tengah-tengah, jadi aku nggak ingat kalau ada dia di dalam novelku."
"Haddeuhh."
"Maaf.."
"Mmm, boleh nggak, kalau si Putri nikahnya sama dia aja? Tipe gue banget boooo."
"Ngawur. Nggak bisa."
Vyolla kecewa dengan jawaban Cherry yang menolaknya mentah-mentah. "Kalau buat dijadiin pacar doang, boleh dong?"
Gelengan pelan dari Cherry, mengisyaratkan bahwa dirinya tak mengerti dengan jalan pikiran Vyolla. "Dia itu sahabatnya Putri, Vyo. Masa dari sahabatan jadi pacaran sih?"
"Lah, sahabatan cewek cowok itu buls*hit Cher."
"Ya tapi kan, yang buat ceritanya aku, Vyo. Dan aku nulisnya, mereka berdua itu beneran cuma sahabatan aja, nggak lebih."
"Oh gitu. Tapi, bukannya selama ini, isi cerita lo udah berubah banget yah Cher? So, gue juga seharusnya bisa dong, ngebuat pertemanan mereka itu jadi percintaan?"
Cherry menghembuskan napas panjang. "Aku yakin kamu nggak akan bisa. Persahabatan mereka tuh udah lama banget Vyo, ya pasti mereka berdua tuh menganggap kayak saudara sendiri lah."
"Baru menganggap kan?"
"Hmm. Yaudah, terserah kamu."
"Yes, yes, yes! Raksa, aku tresno karo kowe...."
aku mampir ya baca, like dan coment. Mampir juga baca novel q yuk..