NovelToon NovelToon
Kabur Ke Gunung Kawi Nyasar Ke Pelaminan Yang Di Dua Kan

Kabur Ke Gunung Kawi Nyasar Ke Pelaminan Yang Di Dua Kan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Pernikahan Kilat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Niat Diaz kabur ke Gunung Kawi demi menghindari perjodohan malah berbelok 180 derajat saat ia mampir salat di Masjid Baiturrahman.
Diaz tidak sengaja menabrak Ganda Mahesa.
Anak kiai kaya raya yang sedang panik setengah mati karena calon istrinya tidak datang satu jam sebelum akad.
Demi menjaga harga diri keluarga di hadapan 200 undangan, Ganda nekat menembak Diaz:
"Mbak, mau gak nikah sama saya? Sekarang. Daripada saya dipermalukan satu Kepanjen."
"Oalah mas saya aja kabur dari perjodohan dan mau ke gunung Kawi untuk mencari ketenangan."
"Mbak mau pesugihan? Astaghfirullah mbak iling mbak. Saya kasih semuanya mbak."
"Saya nggak cari pesugihan saya hanya ..."
Hanya dalam 10 menit, akad dadakan itu sah. Suasana sakral pun langsung pecah oleh bisik-bisik julid emak-emak:
"Iku sopo toh seng rabi karo Ganda? Kok koyo ojek online, dipesen langsung dateng!"
Drama sesungguhnya dimulai ketika Laura, sang calon istri asli, tiba-tiba datang terlambat dan meminta ganda untuk menikahinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Setelah emosinya sedikit mereda di dalam ruangan Dokter Fahmi, sisa-sisa air mata di wajah Ganda mengering, digantikan oleh tatapan mata yang mendadak berubah menjadi sangat dingin, tajam, dan penuh perhitungan.

Rasa sedihnya kini telah bermutasi menjadi kemarahan tak kasat mata yang terorganisir.

Pria itu berdiri tegap, lalu menoleh ke arah sang ayah.

"Abah, Ganda mohon. Abah tetap tinggal di sini untuk menjaga Diaz. Ganda tidak tenang kalau tidak ada keluarga yang mendampinginya dalam kondisi kritis seperti ini."

Abah Kiai menatap putranya, melihat kilat mata Ganda yang tidak lagi seperti biasanya.

Beliau tahu ada badai besar yang siap diledakkan oleh putra tunggalnya itu.

Dengan helaan napas berat, Abah Kiai mengangguk.

"Pergilah, Ganda. Selesaikan dengan tegas, tapi ingat batas. Abah akan menjaga Diaz di sini."

Ganda melangkah keluar dari rumah sakit, masuk ke dalam mobilnya, dan melaju kembali menuju pondok pesantren sendirian secara senyap.

Ia sengaja memarkirkan mobil nya agak jauh di luar gerbang belakang pondok agar kedatangannya tidak disadari oleh siapa pun.

Ia ingin menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri seberapa jauh ibunya dan Laura akan berbohong dan bersandiwara di hadapannya nanti.

Langkah kaki Ganda bergerak cepat tanpa suara, menyelinap masuk melalui pintu belakang ndalem yang sepi.

Tujuan pertamanya adalah menemui Zainal dan Lukman yang sejak tadi menunggu dengan cemas di dekat asrama santri.

Melihat kedatangan Ganda dengan aura yang begitu mengintimidasi dan rahang yang mengeras, kedua santri senior itu langsung menunduk dalam, nyaris tak berani bernapas.

Ganda maju selangkah, menekan suaranya serendah mungkin namun sarat akan ancaman mutlak.

"Zainal, Lukman. Dengarkan aku baik-baik. Jika Umi dan Laura pulang dari pasar dan menanyakan perihal Diaz, berikan skenario ini kepada mereka..."

Ganda menjeda kalimatnya, menatap kedua santri itu dengan sorot mata yang mengunci.

"Katakan pada Umi dan Laura bahwa Diaz berhasil menjebol pintu kayu gudang dari dalam, lalu melarikan diri entah ke mana saat kalian sedang lengah. Paham?"

"P-paham, Ustaz... paham," jawab Zainal dengan bibir gemetar.

"Bagus. Lakukan tugas kalian dengan rapi, atau kalian tahu sendiri akibatnya," ancam Ganda dingin.

Setelah memastikan kedua santrinya bergerak sesuai perintah, Ganda melangkah masuk ke dalam ruang tengah ndalem.

Ia merogoh saku jubahnya, mengeluarkan sebuah perangkat CCTV mini wireless portabel berukuran sekecil kancing baju yang memang biasa ia gunakan untuk keperluan pengamanan aset pondok.

Dengan gerakan taktis dan cepat, Ganda memasang kamera pengintai kecil tersebut di sudut bingkai sebuah lukisan kaligrafi besar yang terpajang tepat menghadap ke arah sofa ruang tengah—tempat di mana Umi Maryam dan Laura biasanya bersantai dan mengobrol.

Setelah memastikan sudut pandang kamera terhubung dengan sempurna ke layar ponsel pintarnya melalui aplikasi privat, Ganda segera kembali ke rumah sakit.

Di ruangan perawatan, Ganda duduk di kursi samping ranjang istrinya sambil menatap layar ponselnya yang menyala, bersiap merekam dan menyaksikan langsung kepalsuan dari dua wanita yang sangat dihormati dan dicintainya, yang kini berubah menjadi sosok yang teramat asing di matanya.

Tak lama berselang, suara deru mobil angkutan umum berhenti di depan gerbang ndalem.

Umi Maryam dan Laura melangkah masuk ke halaman dengan senyum sumringah, menjinjing banyak sekali plastik belanjaan berisi bahan makanan mewah dan camilan sambil bersenda gurau.

Laura, yang di balik jubahnya masih merasakan sedikit sisa perih akibat petaka semalam, mengabaikan rasa sakit itu karena rasa puas yang membuncah.

Ia membayangkan harga diri Diaz saat ini sudah runtuh, menangis ketakutan meratapi nasibnya di dalam gudang yang gelap dan pengap.

Kedua wanita itu melangkah masuk ke dalam ruang tengah dengan perasaan menang yang teramat sangat.

Namun, suasana riang itu terusik ketika Zainal melangkah maju menghadap mereka di ruang tengah.

Tubuh santri senior itu tampak gemetar hebat. Umi Maryam dan Laura mengira Zainal gemetar karena takut dan takzim pada otoritas sang Umi, padahal fakta sebenarnya, Zainal setengah mati ketakutan membayangkan amarah Ganda yang kini sedang mengintai mereka.

"U-Umi... Mbak Laura... gawat," ucap Zainal dengan suara yang sengaja dibuat terbata-bata sesuai skenario.

"Mbak Diaz, kabur dari gudang. Pintunya dirusak dari dalam dan dia melarikan diri lewat gerbang belakang saat kami berdua sedang lengah menjaga depan."

Mendengar laporan itu, Laura seketika menegang.

Wajahnya sempat memucat panik; ia takut jika Diaz lolos, wanita kota itu akan langsung menghubungi Ganda dan mengadukan semua perbuatan mereka.

Namun, respons sebaliknya justru ditunjukkan oleh Umi Maryam.

Wanita paruh baya itu sama sekali tidak panik. Alih-alih marah, seulas senyum licik dan penuh kemenangan perlahan terukir di wajah tuanya.

Umi Maryam mengibaskan tangannya dengan santai di udara, menganggap berita kaburnya Diaz justru menjadi keuntungan besar yang jatuh dari langit untuk rencana mereka.

"Lebih baik dia kabur! Jangan panik, Laura," ucap Umi Maryam dengan nada suara yang tenang namun sarat akan racun.

"Dengan begitu, saat Ganda dan Abah pulang dari luar kota dua hari lagi, kita sudah punya alasan yang sangat bagus. Kita tinggal katakan pada Ganda kalau istri kotanya itu tidak betah tinggal di pondok, tidak mau diatur, dan memilih kabur secara sukarela bersama selingkuhannya, siapa itu namanya? Ah, Bramasta!"

Mendengar ide brilian nan kejam yang keluar dari mulut ibu mertuanya, seluruh rasa takut dan kepanikan di dada Laura menguap seketika.

Skenario fitnah itu terdengar begitu sempurna di telinganya.

Bayangan Diaz yang akan sangat dibenci, diceraikan secara tidak terhormat, dan diusir selamanya dari hidup Ganda membuat harga diri Laura kembali melambung ke atas angin.

Laura langsung tertawa terbahak-bahak di tengah ruangan, suara tawa yang melengking puas, merayakan fitnah keji yang baru saja mereka susun bersama.

"Umi pintar sekali! Luar biasa!" sanjung Laura dengan mata yang berbinar penuh kelicikan.

"Mas Ganda pasti akan sangat membenci wanita kota kotor itu dan tanpa ragu langsung menjatuhkan talak tiga kepadanya! Setelah itu, Mas Ganda akan sepenuhnya menjadi milikku, Umi!"

Laura dan Umi Maryam sedang tertawa puas di atas penderitaan orang lain, merayakan skenario busuk yang mereka anggap sempurna, lensa kamera CCTV kecil di sudut lukisan kaligrafi perlahan memantau dan menangkap setiap jengkal pergerakan mereka tanpa meleset sedikit pun.

Kedua mata Ganda menatap lurus ke layar ponsel pintarnya.

Melalui aplikasi privat, ia menyaksikan dan merekam seluruh pembicaraan, raut wajah, serta suara tawa busuk ibu kandungnya dan istri keduanya yang sedang menggema di ruang tengah ndalem. setiap kata fitnah, setiap sanjungan kelicikan, dan setiap derai tawa terekam dengan sangat jelas, menjadi bukti otentik yang tak terbantahkan.

Rahang Ganda mengeras hingga otot-otot di lehernya menegang parah.

Sepasang matanya yang merah padam bukan lagi karena sisa tangisan, melainkan oleh kilat murka yang begitu pekat dan dingin.

Ganda mematikan layar ponselnya perlahan, memasukkannya ke dalam saku jubah, lalu menatap wajah pucat Diaz yang masih berjuang melewati masa kritisnya.

"Sandiwara yang luar biasa..." desis Ganda lirih dengan nada suara yang teramat dingin, sedingin es yang siap membekukan siapa saja.

Ganda membalikkan badannya, melangkah keluar dari ruang perawatan dengan langkah yang mantap dan sarat akan ancaman.

Waktu dua hari yang ia rencanakan untuk memantau dari jauh seketika ia pangkas habis.

Badai kemarahan seorang suami yang dizalimi telah mencapai puncaknya, dan Ganda siap kembali ke pondok saat itu juga untuk meledakkan seluruh kebenaran serta menghancurkan topeng kepalsuan Umi Maryam dan Laura di bab berikutnya.

1
merry yuliana
hmmmmm jangan bolak balik kak
sri hastuti
akhirnya ketemu, ayo diaz, pelan2 hilangkan trauma mu, ganda mencintaimu sungguh2 itu, ayo bangkit lg diaz, raih kebahagiaanmu kembali, umi yg kyk iblis sdh pergi, dan madumu jg sdh dicerai 🙏
sri hastuti
waduuh diaz, kenapa km buru2 keluar rumah sakit, ayo km hrs kuat hadapu semua, ganda sdh mencintaimu , 😭😭 ayo thor pertemukan kembali dng ganda ,kasihan diaz ,msh trauma dng umi yg kyk iblis kelakuannya 😡😡

😡😡😡😡😡😡😡😡
Elia Rosa
syukurin buat kalian berdua.. ibu mertua Dan menantu durjana🤭
sri hastuti
lanjuuttt thor sdh gak sabar topeng istri pemilik pondok yg spt iblis dibuka dan istri durhaka yg dengki di libas 😡😡😡
Elia Rosa
tambah seru NIH.. di tunggu kelanjutannya Thor 💪👍
sri hastuti
istri pemilik pondok kyk iblis ya, kelakuan nya , hiiihhh ngeri juga ,penuh tipu muslihat dan kejam , 😡😡😡😡
sri hastuti
ayo ganda kmnhrs tegas ,meski itu umi mu yg kelakuannya spt iblis, kyai jg hrs tegakkan keadilan ,meski itu istrimu ,yg sdh kyk iblis
juga laura, wanita kyk pelacur 😡😡😡
sri hastuti
kelakuan umi kok kyk iblis 😡😡😡
Ana Yasrotin
Serius tanya..memang dipondok ada kelakuan se orang yg disebut umi dan dihormati py watak yg tdk manusiawi begitu 🤔
Ana Yasrotin
Terus terang thor dr awal novel saya br koment ini..saya bukan tipe orang yg suka dg novel genre poligami..tp sejauh ini saya ikuti alur cerita krn aktor pria tegas..semoga akhirx Ganda bisa memilih salah satu antara Diaz dan Laura krn mmg si Laura tdk pantas bersanding dg Ganda..mdhn diakhir cerita bs memuaskan pembaca 🙏
sri hastuti
bagus diaz, buka semua kedok kemunafikan mereka, terutama umi yg jd orang tua gak tau diri, cm ego saja yg dibesar besarkan, dan umi yg gak jd contoh baik 👍👍😡😡😡
sri hastuti
ahh lama2 pengen tak huhhh ,umi sm menantu laknat semua , thor , bikin jengkel aja, orang kok gak punya belas kasih, apalagi katanya umi , tp kelakuan e kyk 😡😡😡🤭
merry yuliana
💪💪💪😍👍🙏
Asra
Cerita kamu bagus, Kak. Bintang 5 nih, kayak kurang hhuhu, kamu berhasil bikin orang (terutama aku) bisa mendalami ceritamu, dibikin kesel, dibikin sedih, dan seterusnya^^✨

Ceritanya jadi hidup. Semangat selalu berkarya nya kak!💖🙌
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
sri hastuti
thor, aku kok jd jengkel dan mual dng kelakuan umi , gitu kok istri pemilik pondok to ??, trus anak didik e spt apa itu, ???? arogan ,apalagi laura itu. wanita yg bikin jengkel 😡😡😡
sdh biar dilepas kan sm Ganda aja thor, kasihan diaz, biar bebas 🙏🙏
merry yuliana
ganda pdhl peluk obat termanjur buat diaz...ga salah sebuah pelukan utk hati yang patah...semangat crazy upnya kak...please crazy up banyakkan dikit boleh ya😍💪💪💪🙏👍
sri hastuti
bagus Abah,hrs tegas , umi nya juga ternyata spt itu, bikin 😡😡
kasihan diaz,ternyata sebatang kara 🤭
sri hastuti
blm tentu ganda bisa adil dng 2 istri, kasihan biar lepas dari Ganda, kecuali Ganda bisa melindungi dng baik, kl tdk pendreritaannya semakin menjadi nanti 🙏🙏
sri hastuti
kasihan diaz thor, blm nanti menghadapi nyai nya ganda dan laura yg sdh punya rencana jahat, biarkan diaz bahagia thor, 🙏🙏🙏
biarkan pergi jauh dr manusia2 egois 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!