NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 01

"Party kitaaaa."

Jedug jedug jedug

Suara musik yang dimainkan oleh seorang disk jockey di kelab itu begitu memekakkan telinga namun sangat enak diikuti. Beberapa orang turun ke lantai dansa dan mulai menari. Namun ada beberapa yang enggan dan hanya memilih duduk sambil menikmati minuman.

Termasuk seorang pria yang masih mengenakan jasnya dengan rapi. Pria itu enggan diajak turun ke lantai dansa dan memilih untuk tetap duduk.

Wajahnya yang tampan beberapa kali dihampiri oleh para wanita, namun lagi-lagi dia menolak.

"Oh ayolah Kael, ini minum. Ya kali kamu cuma pesen jus gini sih," ucap salah seorang pria yang mungkin adalah temannya.

"Aku nyetir sendiri jadi nggak minum," elak pria tersebut. Dia menolak ajakan minum dari teman-temannya.

"Kaelus Danurwenda, please jangan jadi anak Mami. Kamu tuh dah umur 24 tahun, tapi masa ya kelakuan mu kayak bayi sih. Kamu bahkan udah gantiin papa kamu mimpin perusahaan. Ya kali minum dikit aja nggak mau," ledek pria berbaju hitam dengan memegang sebuah gelas wine.

"Nggak, aku lagi nggak pengen. Dah kalia aja," jawab Kaleus. Dia terus menolak ajakan teman-temannya.

Kaelus adalah seorang pewaris dari sebuah perusahaan Agri Danur Alam atau di sebut PT ADA yang berlokasi di Bandung. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang perkebunan, pertanian pangan dan juga peternakan.

PT ADA juga membuat sebuah peternakan yang bisa dikunjungi bagi para pelajar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Meski masih muda Kaelus sudah didapuk untuk jadi pewaris, walau ayahnya masih tetap berperan aktif.

Saat ini Kaelus tengah bereuni dengan teman-teman kuliahnya di Jakarta. Awalnya dia tak ingin pergi karena lelah setelah menemui klien. Namun teman-temannya memaksa dan tidak masalah menunggu. Terlebih jarak dan kesibukan masing-masing membuat mereka tidak bisa sering bertemu. Alhasil Kael pun datang di acara tersebut.

"Ah nggak asik kamu mah."

Kael tidak peduli dikatai begitu. Yang jelas dia sudah datang, dan tak lama kemudian ia pun pamit undur diri.

"Lah, udah mau pulang. Masih sore ini, baru jam 10," ucap salah satu teman Kael.

"Iya, besok pagi-pagi aku harus udah balik ke Bandung. Jadi butuh istirahat juga. Cabut dulu ya, have fun buat kalian. Kapan-kapan kita kumpul lagi."

Kaelus beranjak dari duduknya. Pria yang tingginya 184 cm itu melangkahkan kaki panjangnya dengan segera. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena tangannya di pegang oleh seseorang.

"Lho mau kemana?" tanya orang itu.

"Mau pulang. Sorry ya Vic aku duluan," jawab Kael.

"Yah kok udahan sih. Kita belum ngobrol ini. Tck, ya udah kalau gitu. Hati-hati ya. Ah ya, minum ini dong. Spesial dari gue nih. Tenang, ga ada alkoholnya kok ini."

Meski sempat ragu, Kael mengambil juga gelas pemberian Victor. Dia mengendus sesaat dan benar saja tak ada bau alkohol di sana. Kael pun segera menenggak minuman itu hingga tandas tak bersisa.

"Nih, udah ya. Ya udah aku cabut," ucap Kael sambil memberikan gelas itu kepasa temannya.

Victor hanya tersenyum, dimana senyumnya begitu penuh arti. Dia melambaikan tangan ke arah sang teman yang sudah meninggalkan kelab tersebut.

"Terima hadiah kecil ku itu kawan. Kamu pasti akan suka," ucap Victor sambil tertawa penuh kepuasan.

Ughhh

Di dalam mobil, Kael mulai mengernyitkan keningnya karena merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Namun, pria itu masih bisa mengemudikan mobilnya hingga ke rumah.

Meski tinggal di Bandung, tapi keluarga Kael juga memiliki rumah di Jakarta. Setiap ada urusan bisnis atau urusan lainnya, mereka akan menggunakan rumah itu sebagai tempat singgah sehingga tak perlu menginap di hotel.

Ckiiit

Dengan terburu-buru Kael memarkirkan mobilnya ketika sampai di depan rumah. Komplek perumahan yang memang sangat aman tersebut memang tak perlu menggunakan gerbang di setiap rumahnya. Kecuali memang si pemilik menginginkannya.

"Sial, kenapa panas banget?" umpat Kael. Dia membuka jasnya, mengendurkan dasi yang membelit leher, dan bahkan sudah mengeluarkan kemejanya dari dalam celana agar terasa lebih nyaman.

Namun rasa panas yang menjalar dari dalam tubuh itu tak kunjung hilang.

Blak!

Kael mendorong pintu rumah dengan begitu keras. Karena sedang dalam kondisi yang tidak normal, dia tidak sadar bahwa pintu rumah itu ada yang membukanya.

Kael terus berjalan menuju ke dapur. Ia membuka kulkas, mengambil air lalu menegakkan hingga habis satu botol. Namun rasa panas dalam tubuhnya tetap tak mau hilang.

"Sebenarnya aku ini kenapa? Kok panas banget gini, ughhh dan kenapa 'dia' jadi meronta-ronta dan sakit gini? Ughhh ... ."

Kael melihat ke bawah, bagian tubuhnya yang berada di antara dua paha itu terasa sangat tegang dan menyakitkan. Ia merasa ada yang salah dengan dirinya.

Pria itu coba mengingat-ingat apa yang dilakukannya sebelumnya. Makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh tak ada yang salah. Di kelab, ia juga hanya meminum jus.

"Aaah dasar brengsek!" umpat Kael ketika dia menemukan sesuatu dalam ingatannya. Victor, Kael baru ingat jika dirinya minum sesuatu yang diberikan sang teman.

"Dia pasti yang ngelakuinnya," ucapnya.

Kael bergegas menuju ke kamar mandi terdekat. Ia mengguyur tubuhnya di bawah shower air dingin tanpa melepaskan pakaiannya. Kael berada di sana untuk beberapa waktu.

Dirasa sudah cukup reda, ia pun keluar. Namun prediksi Kael salah. Tubuh yang ia rasa sudah netral itu malah sangat bergejolak sekarang ketika melihat seorang gadis di depannya.

"Siapa kamu?" tanya Kael. Seingatnya rumah ini sama sekali tidak ada penghuninya.

"Saya Rosa, Tuan. Saya adalah orang yang dipekerjakan oleh pengawas yang mengawasi rumah ini. Saya bertugas bersih-bersih dan menyiapkan keperluan tuan pemilik rumah yang datang."

Gadis dengan rambut dikuncir bak ekor kuda itu menjawab dengan lancar. Kael merasa bahwa itu memang bukanlah mengada-ada.

"Rosa ya namamu. Sekarang, pulanglah. Aku nggak butuh apapun lagi," ucap Kael.

"Baik, kalau begitu saya permisi Tuan. Oh iya, ini handuk. Saya tadi lihat Tuan masuk ke kamar mandi tanpa membawanya."

Rosa mendekat, mengulurkan handuk kepada kael. Tangan yang mengulur berwarna kuning langsat itu tampak sangat menggoda di mata Kael. Gejolak dalam dirinya yang sama sekali belum padam malah semakin membara itu membuatnya kehilangan akal sehat.

Hasrat yang ia tahan mati-matian, kini membuncah. Ia menarik tangan Rosa, lalu meraup bibir gadis itu dengan rakus.

"T-tuan a-apa yang Anda lakukan?" pekik Rosa. Gadis berusia 21 tahun itu terkejut bukan main saat mendapati tubuhnya sudah berada di rengkuhan pria yang bahkan baru pertama kali ini dia temui.

Ia berusaha memberontak dengan memukul dan mendorong Kael. Namun tenaganya sama sekali bukan tandingan Kael.

"Jangan, saya mohon jangan," ucap Rosa dengan air mata yang terus berlinang.

Namun Kael jelas tak mendengarkan rintihan Rosa. Dia terus saja menjajah tubuh Rosa.

Mata Kael gelap karena hasrat, tubuhnya bergerak karena nafsuu yang membabi buta. Hingga ia tak menyadari bahwa malam itu, dia sudah merenggut kesucian seorang gadis tak berdosa dan juga menghancurkan masa depan si gadis.

TBC

Holaaa, karya baru lagi nih. Minta tolong ya baca konsisten, biar karya ini bisa panjaaaaaang hehehe.

Happy Reading Guys ...

Semoga kalian terhibur ^_*

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
g mungkin kael nikah m orang lain dia juga g mau pisahkan km m al
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sempull emng doanya g bener
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kael dan Rosa galau nih 🤦😅
Dew666
Iya Rose harus nikah
Novita Sari
tapi ceritanya masih bagus.gak muter muter kok,kan nyeritain traumanya rosa sama kael n juga ada sangkut pautnya..
Esther
Galau nih Rosa dan Kael perkara menikah atau tidak🤭.
爾妮
😍😍mantap ahh
Rohmi Yatun
enggak kok Thor.. Q suka cerita nya..
爾妮
semangat tor,, lanjut 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Griz lngsng ultimatum Kael dan Rosa biar cepat nikah agar Al punya status jls jd gak usah nunggu lama" lg 😉👍
ind@h
dulu waktu kecil aq jg pernah hanyut di sungai kak..kata orang² ini nyawa kedua..bener kata kakak..trauma itu masih ada di alam bawah sadar kita bahkan sampai skr...memang trauma itu susah bgt ilangnya kak..mungkin bagi mereka yg tdk mengalami menganggap enteng..tp jujur bgt bagi kita itu sangat berat..
Ayudya
lanjut kak😍😍😍😍
Dozky 2 Crazy
gak ko author aku sukaaa
n faham
semangat n sehat sehat author🩷🩷
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeh dikiiit naa /Proud/
Novita Sari
😭😭😭😭
Keysha Aurelie
Kael pria yang baik ,gak egois, gak kejam, gak dingin, beda banget sama pemeran utama yang lain 🤭 langsung suka aku, pria idaman ini
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kapan nih Kael dan Rosa nikah 😏🤔
爾妮
😭😭😭

teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara
ind@h
pagi² udah ada yg naruh bawang...
Sastri Dalila
/Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!