Kisah seorang santri bernama Zahra Khoirunnisa yang di jodohkan dengan seorang pengusaha muda bernama Arkan yang tak lain adalah teman dari kakak nya.
Di satu sisi Zahra sudah menyukai seseorang dalam hatinya. Di sisi lain Zahra tidak bisa menolak keinginan ayahnya.
"Bagaimana aku bisa menikah dengannya, sedangkan hatiku sudah untuk orang lain"_Zahra
"Aku bukan orang baik, aku pemabuk dan aku juga tidak suka wanita sepertimu" _Arkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri risdi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bobo bareng nyamuk
Aku bergegas menyusul Zahra ke kamar.
saat aku mecoba membuka pintu ternyata di kunci.
"Sial" umpat ku sambil mengacak rambut.
Ku ketuk pintu nya berharap Zahra keluar.
"Sayang buka pintu nya dong, masa mas gak boleh masuk" ucap ku.
Tak ada sahutan dari Zahra.
Ku coba lagi.
"Yang ayolah, mas jelasin dulu, jangan salah paham" masih tidak ada sahutan.
"Yaaang" panggilan ku sama sekali tidak di hiraukan.
Aku mondar mandir di sana memikirkan cara agar Zahra mau membuka pintu. Tapi pikiran ku buntu. Aku kalut apalagi tadi ku lihat Zahra menangis.
"Sayang gak apa-apa kalau mas gak boleh masuk, tapi kamu jangan nangis terus ya yang, mas minta maaf"
Akhirnya aku pasrah. Aku pikir mungkin Zahra butuh waktu.
"Ya udah yang kalau kamu mau sendiri dulu, Taapi jangan lama lama ya, kita harus bicara"
Aku pun pergi dari sana dengan suasana hati gelisah. Takut Zahra benar benar salah paham. Aku juga merasa berdosa karna sudah membuat dia menangis.
"Maaf ya sayang" lirihku dalam hati.
Aku kembali duduk di ruang tamu.
"Aku benar benar menyesal dengan kejadian tadi" gumam ku.
Terdengar suara Adzan Dzuhur. Aku pun mengambil peralatan sholat ku dan bergegas ke mesjid.
Aku berharap sepulang dari mesjid Zahra sudah mau bicara dengan ku.
selesai sholat aku ingin buru buru pulang, tapi ternyata harus berkumpul dulu dengan bapak bapak setempat, mungkin untuk mendiskusikan sesuatu.
"Pak Arkan maaf kalau bisa jangan dulu pulang, ada diskusi dulu sama bapak bapak kompleks sini sebentar." Ucap salah satu warga.
"Oh begitu ya pak, Baiklah." Ucap ku pasrah.
Tidak mungkin juga kalau aku menolak. Apalagi aku memang jarang musyawarah dengan warga sini karena sibuk bekerja.
Akhirnya Aku pun Terjebak di sini dengan sekumpulan bapak bapak, padahal fikirkan ku sudah ada di rumah.
Satu jam sudah berlalu. tapi mereka belum juga selesai. Ternyata yang mereka bilang sebentar itu bisa sampai ber jam jam. Benar benar bosan.
Entah apa yang mereka bahas saat ini, aku gak begitu paham karena pikiran ku tak bisa lepas dari Zahra.
##
Ternyata diskusi tadi membutuhkan waktu sampai hampir Ashar. Aku akhirnya menunggu Ashar di mesjid agar tidak bolak balik.
Selesai sholat aku langsung pulang.
Niat hati ingin menemui istriku. Berharap dia sudah tidak marah, atau minimal keluar kamar.
Ternyata Zahra masih mengurung diri di kamar.
"Duh kalau tahu begini, gak akan mau aku bikin dia cemburu" gerutu ku.
Aku merasa lapar sekarang, sedangkan Zahra masih dalam mode marah. Akhirnya aku memutuskan ke dapur membuat makan sebisaku.
Sampai di dapur aku di kejutkan dengan hidangan di atas meja makan. Ternyata istriku masih ingat membuat makan.siang untuk ku walaupun sedang marah. tanpa sadar bibirku tersenyum.
"Memang istri shalihah" gumam ku
Tak menunggu lama, aku langsung makan siang yang kesorean. sangat nikmat. Hanya kurang satu, Kurang kehadiran Zahra.
##
"Alhamdulillah" Ucap ku setelah makan.
Selesai makan aku pergi ke ruang kerja.
Sebenarnya sangat malas harus melihat pekerjaan di hari libur. tapi aku bingung harus apa lagi. mau ngobrol sama siapa, mau ke kamar, kamar nya di kunci, mau manja manja, istri nya lagi marah. ya sudah lah ke ruang kerja aja.
Aku pun Melihat lihat pekerjaan ku untuk besok. menyiapkan materi untuk meeting di kantor. sampai tak terasa waktu sudah mau magrib.
Aku bergegas untuk ke mesjid. saat melewati kamar, ku lihat pintu masih tertutup rapat.
Tadinya mau ku ketuk tapi ku urungkan mengingat sebentar lagi adzan. Aku pun buru buru pergi.
Sepulang sholat ku putuskan untuk makan malam. karena aku yakin Zahra tidak akan mau makan bersama. Aku pun menghangatkan makanan yang di masak Zahra tadi siang.
Karena cuaca dingin, aku pun membuat susu panas.biasanya Zahra yang buatkan, tapi aku yakin malam ini Zahra tidak akan membuat kan untuk ku.
Setelah selesai aku pun menghabiskan waktu menonton tv sambil menunggu waktu isya.
##
Di sini lah aku sekarang, berbaring di atas kursi dengan bantal guling. Menyebalkan. Zahra tega banget gak izinin aku tidur di kamar.
flashback
Setelah sholat isya Zahra masih tidak keluar menemui ku. aku pun mencoba membujuk nya lagi.
"Kamu yakin sayang tidak mau tidur denganku?" Teriakku pada Zahra yang ada di dalam kamar.
"Apa kamu tidak mau bermesraan dengaku malam ini?" Sambungku.
Tiba tiba pintu kamar terbuka, dan muncullah Zahra di sana. Aku seakan mendapatkan angis segar. Akhirnya dia keluar juga.
"Ah kamu pasti tidak bisa tidur sendiri tanpa aku," ucapku dengan senyum percaya diri.
Zahra hanya melihat ku.
"Kamu tak bisa tidur tanpa aku kan?" Godaku menaik turunkan alis padanya.
Tiba tiba Zahra melempar sebuah selimut ke arahku, "Bermesraanlah dengan para nyamuk tersayang mu," teriaknya dengan langsung menutup pintu kamar.
flashback off
Ini lah hasil nya, aku benar benar bermesraan dengan nyamuk malam ini. Kalau tau begini ujungnya, tidak akan pernah aku berpikir untuk membuat nya cemburu.
Aduuuh kenapa penyesalan harus datang di akhir sih.
Sebenarnya aku bisa saja tidur di ruang kerja ku, tapi aku mau menunggu siapa tahu nanti Zahra keluar kamar dan mengizinkan ku tidur dengan nya. Jujur saja aku sudah terbiasa tidur dengan memeluk Zahra.
Ku baringkan tubuh ku di sofa, Ku peluk guling pemberian Zahra tadi. Tidak senyaman memeluk Zahra. Mana dingin banget disini padahal AC udah off.
Sudah satu setengah jam aku menunggu, tapi tidak ada tanda tanda Zahra akan keluar kamar.
"Zahra gak hawatir apa suami sendiri suruh tidur di luar gini, kalau di gondol janda kan bahaya" gumam ku
Kalau Zahra dengar pasti marah, biar aja lah Sekarang juga lagi marah.
Ku rasakan mata ku sudah sulit untuk terbuka. ku baca doa sebelum tidur sampai akhirnya aku tidak ingat lagi apa yang terjadi.
##Maaf telat post ya. anak ku lagi sakit soalnya Mohon doanya ya semoga anak ku cepat sembuh Seperti semula. makasih buat kalian yang setia nunggu Zahra dan Arkan. Happy reading