NovelToon NovelToon
Winter Love (Cinta Bersemi Di Musim Dingin)

Winter Love (Cinta Bersemi Di Musim Dingin)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:126.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Semua orang tau bila Jessica sangat membenci musim dingin, terlebih-lebih ketika salju turun. Jika bagi orang lain salju adalah sebuah keajaiban, bagi Jessica salju adalah petaka. Jessica pernah kehilangan segalanya ketika salju turun. Ibunya meninggal di bawah rintik salju. Dan kekasihnya menghianatinya ketika musim dingin tiba.

Dan sejak itulah ia sangat membenci musim dingin. Karena musim dingin sangat identik dengan salju.

-

Hay Kak..

Jangan lupa tinggalkan like komentnya ya 🤗🤗🤗 bantu novel ini lebih maju dan berkembang🙏🙏🙏. Tinggalkan vote dan rate juga. Jangan lupa tambahkan ke daftar favorit biar gak ketinggalan bab barunya.

Dukung terus karya Author Lusica Jung 2. Di usahakan sehari up dua bab...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gugup Dan Malu

Waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa tiga bulan telah berlalu, liburan musim dingin hampir saja berakhir. Dan itu artinya sudah hampir tiba waktunya untuk Ken kembali kenegara asalnya yakni 'China'.

Rasanya berat sekali untuk Ken kembali ke China dan meninggalkan Korea. Ken sudah mulai betah apalagi dengan kehadiran Jessica yang akhir-akhir ini selalu memenuhi fikirannya. Entah sadar atau tidak, Ken memang telah jatuh hati pada gadis itu.

Saat ini keluarga Hans sedang berkumpul dirumah kaca yang ada ditaman milik mereka. Tampak Laura yang sedang bermain bersama Jessica, sementara Ken, Hans dan Ara berbincang dengan tenang.

"Kau yakin akan pulang lusa, Ken??" tanya Hans memastikan,

Ken mengangguk. "Ya, banyak yang harus aku persiapkan sebelum memasuki ajaran baru. Lagi pula aku juga sudah sangat merindukan mama dan papa!!" ujar Ken memaparkan.

Ara dan Hans dapat mengerti, mereka juga tidak memiliki hal untuk menahan Ken agar tetap tinggal atau membujuk dia untuk pindah kuliah. Mereka merasa tak memiliki hak untuk melakukan hal itu.

Sebenarnya liburan hanyalah alasan untuk Ken meninggalkan China dan keluarganya. Ada alasan lain kenapa dia pergi meninggalkan negara kelahirannya itu. Ken ingin menghindari sesuatu, dan satu-satunya cara adalah dengan kabur dari China. Beruntung dia memiliki kerabat yang tinggal di Korea.

"Nunna, harap kau tidak pernah melupakan kami, Ken! Dan jika ada waktu berkunjunglah kemari. Pintu rumah ini selalu terbuka lebar untukmu!" Ara menepuk bahu Ken yang duduk disampingnya.

"Tentu saja tidak!! Bagaimana bisa aku melupakan kalian semua, Nunna!! Kalian begitu baik padaku dan selalu memperlakukanku dengan baik selama aku di sini. Aku pasti akan sering-sering berkunjung ketika memiliki waktu!!" Ara tersenyum mendengar jawaban Ken.

Sementara itu. Ketidakrelaan menyelimuti hati Jessica, rasanya ia tidak rela melepaskan Ken untuk pergi. Berat sekali rasanya untuk Jessica berpisah dengannya. Jessica sudah merasa nyaman dengan kehadiran Ken, dan pasti akan sangat berbeda jika laki-laki itu tak ada lagi disisinya. Tiga bulan yang mereka lewati bersama memberi banyak arti bagi Jessica.

"Bibi, kenapa kau nangis?" tanya Laura penasaran.

Buru-buru Jessica menghampus air matanya kemudian memaksakan untuk tersenyum. "Bibi, tidak nangis kok, Sayang!! Hanya kelilipan!" kata Jessica menyakinkan. Laura mengarahkan jari mungilnya kewajah Jessica.

"Bibi bohong, jelas-jelas Bibi menangis!!" Laura beranjak dari hadapan Jessica dan berlari menghampiri Ibunya. "Ibu!!" Ara membawa sang putri masuk ke dalam pelukannya.

"Ada apa, Sayang?" tanya Ara.

Laura mengangkat wajahnya menatap Ara dengan tatapan polosnya. "Bibi Sica, menangis tapi tidak mau ngaku. Bibi, bilang hanya kelilipan!" ujar Laura dan otomatis semua mata kini tertuju pada Jessica termasuk Ken. Jessica membuang muka dan berpura-pura melihat bunga-bunganya.

"Sica," panggil Ara.

"Eonni, aku mau mengambil pupuk dulu. Beberapa bunga terlihat layu!!" kata Jessica dan melenggang pergi.

Melihat hal itu tak lantas membuat Ken tinggal diam. Pemuda itu bangkit dari duduknya setelah meminta ijin pada Ara dan Hans untuk menyusul Jessica. Ken melihat Jessica berdiri ditepi kolam renang sambil memegang dadanya dan tangan yang lain menutupi mulutnya untuk menyamarkan isakannya.

Ken melangkah perlahan menghampiri gadis itu. Disentuhnya bahu Jessica, hingga mau tidak mau gadis itu membalikkan tubuhnya.

"Kenapa kau menangis?" tanya Ken sambil menyeka air mata Jessica.

Jessica tak memberikan jawaban apa-apa dan malah menundukkan wajahnya. Ken mendesah berat, ditariknya bahu Jessica dan membawa gadis itu kedalam pelukannya.

Ken membiarkan Jessica menangis di dalam pelukannya, bahkan ia tak peduli jika pakaian mahalnya akan kotor dan basah karena air mata Jessica.

Ken tidak tau apa yang membuat gadis ini menangis, Ken ingin sekali bertanya sekali lagi namun lidahnya terasa keluh. Dan Ken membiarkan Jessica tetap menangis di dalam pelukannya.

"Hentikan aku, Sica. Hentikan jika kau memang tidak ingin aku pergi. Jika kau menghentikanku, aku pasti tidak akan pergi." Ujar Ken membatin.

"Jangan pergi, Ken. Aku mohon!!!" Jerit Jessica membatin.

Jessica ingin sekali memohon supaya Ken tidak pergi. Tapi entah kenapa suaranya malah tidak mau keluar. Ia benar-benar tidak rela jika pemuda itu kembali ke negeri asalnya. Jessica sudah terbiasa dengan kehadiran Ken di sisinya. Pasti akan sangat berbeda setelah pemuda itu pergi.

Ken melepaskan pelukannya dan menatap Jessica dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan. Pemuda itu mengurai senyum setipis kertas. "Kau terlihat jelek saat menangis, jadi tersenyumlah." Pinta Ken seraya menyeka air mata yang mengalir di pipi Jessica.

Gadis itu merenggut dan meninju pelan dada bidang Ken. "Dasar menyebalkan." Ken terkekeh. "Apa yang kau tertawakan?"

"Kau,"

"Aku? Kenapa?"

"Kau sangat menggemaskan. Saat kita jauh, aku pasti akan sangat merindukanmu, Jess. Aku harap kau tidak melupakan diriku." Ujar Ken dengan tatapan sendunya.

Mendengar ucapan Ken rasanya Jessica ingin menangis lagi. Tapi sebisa mungkin dia tahan. Jessica tidak ingin jika Ken kembali melihatnya menangis.

"Dasar bodoh!! Tentu saja aku tidak mungkin melupakanmu. Kau adalah pemuda paling menyebalkan yang berhasil membuatku merasakan kehangatan di musim dingin. Sudahlah, aku kembali dulu. Aku tidak ingin membuat, Ara eonni berpikir yang tidak-tidak." Jessica beranjak dari hadapan Ken dan pergi begitu saja.

Ken menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh dengan tatapan yang sulit di jelaskan. Jessica menghentikan sejenak langkahnya dan mendesah panjang. Sebisa mungkin Jessica terlihat baik-baik saja di depan semua orang, meskipun pada kenyataannya dia tidak baik-baik saja.

"Jika saja kau menghentikanku. Mungkin aku akan berpikir dua kali untuk pergi. Setidaknya aku memiliki alasan untuk tetap tinggal. Tapi sepertinya kau memang tidak ingin aku tetap di sini." Ujar Ken bergumam.

Ken menarik napas panjang dan menghelanya. Pemuda itu melanjutkan langkahnya dan segera menyusul Jessica yang sudah lebih dulu meninggalkan kolam renang. Dari kejauhan Ken melihat Jessica yang sedang memberikan pupuk pada bunga-bunganya yang tampak layu.

Beruntung bunga-bunga itu di tanam di dalam sebuah rumah kaca sehingga tak begitu terpengaruh dengan cuaca dingin yang sedang melanda kota.

"Paman tampan," seru Laura melihat kedatangan Ken. Pemuda itu tersenyum lebar menyambut bocah perempuan itu. "Bibi Sica, sudah bisa tersenyum lagi. Aku rasa kau adalah obat paling mujarab untuk menyembuhkan suasana hatinya yang sedang buruk."

Ken tidak memberikan jawaban apa-apa. Sebagai gantinya pemuda itu mengacak rambut panjang Laura yang berwarna kecoklatan. Ken berdiri dan menatap Jessica yang sedang memberi pupuk pada bunga-bunganya. Ken mengeluarkan ponselnya lalu mengambil beberapa potret Jessica. Sudut bibir Ken tertarik ke atas melihat hasil jepretannya.

"Hyung, Nunna, bagaimana kalau kita berfoto bersama." Usul Ken saat tiba di hadapan pasangan suami-istri itu.

"Bukan ide buruk. Nunna, panggil Jessica dulu." Ken mengangguk.

Setelah memasang timer. Ken meletakkan ponselnya di atas meja. Pemuda itu menarik Jessica untuk berdiri di sampingnya. Sebelah tangan Ken melingkari pinggang Jessica.

Dan apa yang Ken lakukan tentu saja membuat Jessica terkejut bukan main. Gadis itu menoleh, mata mereka saling bersirobok. Dan tepat pada saat itu timer yang Ken pasang habis. Foto mereka saling memandang dalam diam.

"Ya Tuhan, cabut saja nyawaku detik ini juga." jerit Jessica membatin. Gadis itu melepas pelukan Ken dan pergi begitu saja. Ia merasa gugup sekaligus malu.

-

Bersambung.

1
Nurul Laila
sudah kuduga 😌 ternyata benar dugaanku
moureza
bagus bgt karyanya thor
Anita Tumundo
bagus jes hempaskan tu ulat bulu👍👍
Anita Tumundo
wow ken kecil ya..semoga mereka saling ingat🤗
Vina Pembriyani
happy end...makasih De😍😍🥰🥰😚😚semangat terus berkarya ya....sukses utkmu De
xhina_aritiama
extra part donk thor, rasanya lom ikhlas klo dah tamat
Franda Frans
dan tamaaaaattty
Sumawita
ikut merasakan kebahagiaan nya sica dan Ken
Mella Putri
Kasian si Tao sama Ben tapi ngakak 🤣🤣
Naura Permata
Ya allah kasian si Ben dan Tao. Sica ada² aja bawaan hamilnya 🤣🤣
Rebbeca Kim
Semangat kak Jess, aku selalu padmau 😘😘
Jessline Wang
Ini kenapa pembacanya gak ada sih. Jelas ceritanya sangat bagus. Sedih aku kalau ada cerita sebagus ini tapi pembacanya gak asa
Baby Sya
Ya Allah sica lu tega banget ya. Tapi ngakak 🤣🤣
Franda Frans
waaaaaahhh siapa tuh ko Ken ga tau kalau temannya yg baru dateng dari China itu punya niat buruk sama dia
Junjun
Semangat terus Kak buat next partnya
Bunga
Ceritanya bagus banget Thor dan bikin nagih
Mella Putri
Siapa yang nantinya akan jd korban dari kejahilan Bumil. Masih menantikan 🤣🤣
Juniel
Nunggu korban bumil 🤣
Astian alda Laroe
akhirnya hamil juga
Vina Pembriyani
aksi duo kocak Ben dan Tao meramaikan suasana....
lanjut De🥰🥰😙😙kebahagiaan Ken dan Sica....semangaatttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!