NovelToon NovelToon
Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:528.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ely LM

BUKAN CERITA DENGAN KONFLIK BERAT!!!!

-----------------------------------------------------------

Merry Batari adalah seorang wanita cuek, tegas, dan dingin. Di saat temannya banyak yang menikah atau bahkan masih hura-hura. Dia lebih memilih merintis karir dan menjadi seorang bodyguard desainer ternama. Mengabdikan diri, menjaga sepenuh hati, dan memastikan desainer tersebut aman adalah tugas terbesarnya. Menikah tentu belum menjadi tujuannya.

Namun, cerita kehidupannya berubah 180 derajat sejak pertemuan pertamanya dengan pria kecil yang bernama Emir. Takdir seolah membawanya dalam permainan hidup yang tak pernah ia inginkan dan bayangkan sebelumnya. Takdir yang membuatnya terjerat pada kehidupan empat pria posesif yang mengklaim dirinya adalah milik mereka. Tiga pria kecil memanggilnya bunda dan seorang pria dewasa yang memanggilnya istri.

Takdir membawanya tidak hanya untuk berbicara soal cinta. Namun, juga menuntutnya untuk belajar bagaimana menjadi ibu yang baik bagi ketiga pria kecil posesifnya.

Lalu, bagaimana Merry Batari menjalani kehidupannya itu?

Mari, kita ikuti alur kehidupan bodyguard cantik Merry Batari!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ely LM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yeay Renang!

"Dingin Bunda!" Emir takut masuk kolam karena barusan ia mencelupkan tangannya dan merasakan air kolam yang dingin.

"Iya dingin ya, gimana dong? Emir mau tetep renang apa enggak?"

Sebenarnya hari ini sudah pukul 08.00 WIB, tidak terlalu pagi juga, tapi memang airnya dingin.

"Mauu, Emil mau lenang!" Anak kicik masih memiliki keinginan yang kuat untuk berenang walaupun sebenarnya ragu mau nyemplung ke kolam atau tidak karena airnya dingin.

Merry pun mulai masuk ke kolam.

"Ayo turun bareng Bunda!" ajak Merry sambil mencoba meraih tubuh Emir yang sedang jongkok di pinggiran kolam.

"Dingin!" Emir masih ragu-ragu.

Merry terkekeh, anak ini memang takut air dingin. Semalam saja saat mau tidur setelah minum susu, saat diajak untuk menggosok gigi Emir lumayan sulit. Katanya, airnya dingin. Sepertinya Emir ini antara takut air dingin kalau enggak ya sulit mandi.

"Kalau udah nyemplung nggak akan dingin!" ucap Merry.

"Ayo, katanya mau belajar renang nggak pakai pelampung?" sambung Merry.

Seger juga nyemplung kolam pagi-pagi gini, batin Merry.

Merry sih jarang renang pagi gini karena harus kerja jadi bodyguard. Tapi karena Mommy Tyas hari ini memutuskan untuk di rumah saja, ya jadi Merry free. Heeh namanya juga bodyguard ala-ala.

"Ayo Bunda pegangin kok!" Merry berusaha meraih tubuh Emir membawanya ke dalam kolam yang kedalamannya hanya sepinggang Merry. Kolam ini memang dikhususkan untuk Chan dulu.

Sekarang sih Chan kalau mau renang di kolam sebelahnya yang untuk dewasa udah bisa. Lancar aja kayak kecebong renang. Rumah Mommy Tyas ini memang ramah anak karena beliau kan juga punya cucu kecil, itu si ketus Chan.

Akhirnya Merry dan Emir sudah sama-sama berada di dalam kolam. Kalau seperti ini sangat persis seperti seorang ibu yang sedang menemani anaknya renang. Ya, kurang Bapaknya aja sih! Daris mana Daris? Biar lengkap gitu! Tambah kembar juga dong biar semakin lengkap! Mantab!

"Enak kan? Seger ya?" tanya Merry pada Chan yang ternyata berubah happy setelah masuk kolam.

"Sekarang belajar renang ya!" Merry mulai mengajari Emir renang.

*

*

"Pinter ih anak Bunda!" ucap Merry spontan saat memuji keberanian Emir untuk belajar renang.

"Udahan yuk renangnya!" ajak Merry untuk mengakhiri acara pertemuan renang hari ini. Duh, berasa kaya les renang aja!

Emir menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa ia masih mau berenang.

"Udah lama kita!" Merry merasa waktu ini cukup lama untuk Chan. Merry juga tidak tahu sekarang jam berapa, di dekat kolam juga tidak ada jam.

Mommy Tyas datang dengan membawakan handuk untuk Merry dan Emir.

"Udah apa belum?" tanya Mommy Tyas sambil meletakkan kedua handuk itu ke kursi.

"Udah jam sepuluh nih!" lanjut Mommy Tyas.

"Udah jam sepuluh, udah dua jam kita renang! Udahan yuk! Nanti setelah dhuhur diajakin Oma jalan-jalan! Tapi sekarang harus udahan dulu!" rayu Merry pada Emir.

Anak kecil ini akhirnya mengangguk setuju. Entah karena memang mau sudahan renangnya atau karena dia memang nurut pada Merry, yaa tidak tahu.

"Setelah ini mandi ya!" tutur Merry saat mereka sudah di atas sembari mengering badan kecil Emir dengan handuk, lalu membungkus juga dengan handuk sehingga mirip seperti larva hehehe.

"Setelah ini minum dan makan yang anget-anget juga ya sayang!" Mommy Tyas yang memang masih berada di situ pun ikut menimpali.

*

*

Rencananya setelah siang mereka akan pergi ke mall untuk mengajak Emir jalan-jalan. Tapi, rupanya sampai pukul dua siang Emir tak kunjung bangun dari tidurnya. Tadi sehabis renang Emir hanya bermain mobil-mobilan dan robot-robotan milik Chan.

Mau kemana coba, nanti sore Emir udah dijemput, kalau mau ngajak ke tempat lain waktunya kurang panjang. Jadi, ya sudah ke mall nggak papa yang penting nanti anak ini pulang ada yang dibawa pulang oleh-olehnya untuk dia dan si kembar.

"Belum bangun ya?" tanya Mommy Tyas pada Merry saat mereka ngintip dari luar pintu kamar Merry.

"Belum nih, kasihan mau bangunin!" Melihat Emir yang tidur nyenyak seperti itu membuat Merry tidak tega untuk membangunkan. Tapi, kalau nggak dibangunkan nanti ujung-ujungnya mereka nggak jadi jalan dong! Keburu dijemput!

"Bangunin aja atau gimana Mom?" Bunda baru itu rupanya bingung harus bagaimana pada anaknya.

"Coba bangunin pelan-pelan!" jawab Mommy Tyas.

Akhirnya Merry masuk ke kamarnya dan duduk di pinggir ranjang.

Merry menghapus keringat di dahi Emir dengan pelan. Merry tersenyum samar melihat Emir yang tidur dengan memeluk guling Merry dengan erat. Untungnya anak ini nggak suka ngompol, pinter kalau mau bobo mau pipis dan nggak pakai pampers juga.

Mimpi apa sih anak ini? Mimpi kemana juga sekarang? batin Merry dengan senyum samar yang masih bertahan di bibirnya.

Merry mengelus pelan kepala Emir, sehingga Emir langsung menggeliat pelan dan bibirnya bergerak seperti anak bayi yang sedang meminum susu dari dot hehe, rupanya anak ini bisa merasakan sentuhan tangan Merry.

Merry tersenyum geli, lutunaa anaknya Pak Daris ini. Merry masih terus mengelus kepala Emir sampai akhirnya Emir membuka matanya dengan malas.

"Hai," sapa Merry sambil menghentikan aksi mengelus kepala Emir.

Emir yang baru membuka matanya langsung mendapati Bunda Merry yang ada di depannya bahagia tak terkira. Anak kecil itu tersenyum sambil mengucek-ngucek matanya.

"Ayo bangun, katanya mau jalan-jalan?" Merry langsung mengingatkan Emir bahwa mereka ada rencana untuk jalan-jalan.

"Beli lobot kaya punya Kakak Chan?" Emir langsung menagih robot-robotan seperti milik Chan. Tadi Emir suka sekali main robot-robotan milik Chan.

"Iya, nanti Kak Luham dan Kak Liam dibelikan juga ya!" Merry berencana untuk membelikan Luham dan Liam juga karena setahu Merry mereka juga suka.

Walaupun sebentar lagi mereka juga pergi bersama Mommy Tyas. Tapi, untuk apa pun yang akan dibeli oleh Emir tetaplah Merry sendiri yang ingin membayar. Merry ingin memberikan sesuatu untuk Emir dari hasil kerja kerasnya selama ini. Mommy Tyas pun menghargai keputusan Merry.

Mommy Tyas yang masih berdiri di tempat semula tersenyum melihat kedekatan mereka.

"Memang tidak salah lagi, pantas menjadi ibu dan anak!" ucap Mommy Tyas pelan pada dirinya sendiri sembari tersenyum lebar.

Setelah bermonolog sendiri, Mommy Tyas melangkahkan kakinya mendekat pada Merry dan Emir.

"Cucu Oma udah bangun dong!" ucap Mommy Tyas yang sedang berdiri di samping ranjang.

"Dimandiin nggak Mom?" tanya Merry pada

Mommy Tyas.

"Emil nggak mau mandi!" Tepat, ternyata Emir memang susah mandi.

"Ya udah nggak usah mandi deh! Tetep ganteng gitu kaya aktor Hollywood!" ujar Mommy Tyas sambil tertawa kecil.

"Versi kecil yang Mom!" sahut Merry sambil tertawa juga.

Merry tidak sadar saat berkata demikian berarti dia juga memuji Daris setampan aktor Hollywood juga. Bukannya Emir ini duplikat dari Daris?

Ih Merry deeh!!

Emir juga ih, muka bantal gini aja tetep cakep.

1
Merryatti
Luar biasa
Erlinda
kok cerita nya jadi begini bertele tele ga jelas sorry Thor aq stop sampai disini
Erlinda
jujur aq suka klo di novel ada anak kecil nya apalagi dgn bahasa cadel nya bikin terhibur dan ketawa sendiri. lucu .ayo Emir ngomong terus dong 😀😀😀😀
D3W
😍
Nanik Lestari
Tidak tegas banget jadi Pria, Hanya karena ketemu orang pake kerudung
Ita Xiaomi
Ngakak. Ada-ada aja si Mommy 🤣🤣🤣
Iin Karmini
merry dan emir
Ie Cakra
tinggalin aja suami gitumah biar tau rasa
Ie Cakra
kayanya kakaknya juga suka 🤔🤔🤔🤔
Lie Ching
bagus
Suga Wifey
Merry, Aku jadi fans garis keras kamu seperti tante Raya.. aku ngefans banget karakter Merry.
beybi T.Halim
sepertinya menarik
Mita Karolina
Ceritanya bagus,natural dan konfliknya umum kecuali ya masalah si teman cewek yg pakai hijab itu
Mita Karolina
Karo aq wae bang amar 🤣🤣
Mita Karolina
Itu pak duda cerai karena apa thor?kok hak wali anak di bapak?
Ryantie A
Sukses terus buat karya nya kk, maaf jika berkenan mampir yuks ke Novel aku. IDENTITAS RAHASIA.
terimakasih 🙏🏼 like buat kk juga.
Putri Atan
aku suka
EL MA: Terima kasih Kak🤗
total 1 replies
Rika Kurniawati
👍👍👍👍thanks thor
EL MA: Terima kasih kembali Kak🤗
total 1 replies
Nuri Nurianti Nurianti Nurianti
kok sudah tamat thorr...jngan lupa extra part nya dong di tunggu
EL MA: Siap Kak, terima kasih🤗
total 1 replies
Tanti Sunarti
yaahhh eng🥺🥺,,
bkal kangen Emir 😭
Tanti Sunarti: semoga cepat gede Emir wkwkwk
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!