NovelToon NovelToon
Aku Tak Sanggup Lagi

Aku Tak Sanggup Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / CEO
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan rumah tangga Anjani dan Malik yang harus kandas dengan hadirnya sosok Dara, wanita yang merupakan sahabat baik Anjani yang menjadi pelakor dalam rumah tangganya. Hinaan kasar dari mertuanya juga membuat Anjani menyerah dan memutuskan untuk berpisah hingga takdir mempertemukannya dengan bule tampan asal Inggris Oliver Jones yang mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat Baru

​Oliver memutuskan untuk tidak memberi tahu Anjani terlebih dahulu. Ia akan berpura-pura termakan oleh tipuan itu. Ia akan membiarkan Dara merasa di atas angin, membiarkannya semakin mendekat, hingga pria itu bisa menangkapnya dalam tindakan yang tidak bisa dibantah oleh hukum mana pun.

​Sementara itu, di rumah sakit yang sama di mana trauma ledakan beberapa hari lalu masih terasa, atmosfer terasa mencekam. Seorang perawat dengan masker bedah menutupi hampir seluruh wajahnya, langkah kakinya tenang namun penuh kewaspadaan. Ia mengenakan seragam putih bersih dengan papan nama yang dipalsukan: 'Suster Rina'.

Dara—karena itu memang dia—menatap koridor dengan mata yang menyala penuh kebencian. Ia telah memantau jadwal perawat di bangsal Pak Santo. Ia tahu persis kapan waktu pergantian shift dan kapan bangsal tersebut paling sepi.

​Ia melangkah menuju ruang rawat Pak Santo. Begitu sampai di sana, ia melihat Pak Santo sedang berjalan perlahan dengan bantuan tongkat, mencoba melatih kakinya di dekat area tangga darurat. Kebetulan yang sempurna.

​Dara mendekat, kepalanya tertunduk agar tidak dikenali. "Pak Santo, mari saya bantu untuk kembali ke kamar," suaranya disamarkan menjadi lebih lembut namun dingin.

​Pak Santo yang masih memulihkan diri dari trauma ledakan tidak menaruh curiga. "Terima kasih, Suster. Saya hanya ingin sedikit menghirup udara luar."

Dara menuntun pria tua itu menuju area tangga darurat. Begitu mereka sampai di tepi tangga yang terbuka, senyum mengerikan terbentuk di balik maskernya. Ia tidak lagi bersikap lembut. Dengan sekali dorongan kasar menggunakan seluruh kekuatan tubuhnya yang dipenuhi dendam, Dara menghantam punggung Pak Santo.

​"AAAAAA!" Pak Santo terpekik saat kehilangan keseimbangan.

​Tubuh renta itu jatuh ke depan, terguling dramatis menuruni anak tangga. Suara debuman tubuh yang membentur lantai dan jeruji besi pengaman menggema dengan brutal di sepanjang lorong kosong. Pak Santo jatuh terpental, kepalanya membentur sudut beton sebelum akhirnya tergeletak tak berdaya di dasar tangga, darah segar mulai mengalir dari dahinya yang terluka.

****

Dara berdiri di ambang tangga, menatap tubuh yang terkulai itu dengan napas terengah-engah. Ia tidak lari. Ia justru menutup mulutnya dan tertawa histeris, tawa yang penuh dengan kepuasan sadis. Ia merasa seperti baru saja memenangkan pertarungan besar.

​"Itu untuk Anjani!" bisik Dara di balik maskernya, matanya melebar dalam kegilaan. "Rasakan bagaimana rasanya kehilangan, Anjani! Rasakan penderitaan yang aku rasakan!"

​Ia segera berbalik dan berjalan dengan tenang menjauh dari tangga darurat, berbaur kembali dengan keramaian perawat di lorong lain sebelum ada yang menyadari apa yang baru saja terjadi.

​Sepuluh menit kemudian, seorang perawat asli menemukan Pak Santo dalam kondisi kritis. Sirine rumah sakit berbunyi nyaring, memecah ketenangan malam. Anjani, yang baru saja tiba di rumah sakit bersama Oliver, mendengar keributan itu. Firasat buruk menyergap hatinya.

​Saat ia berlari menuju sumber keributan dan melihat ayahnya tergeletak di dasar tangga dengan darah yang menggenang, dunia Anjani seolah runtuh.

​"AYAH!!!" jeritan Anjani memekakkan telinga. Ia berlutut di samping ayahnya yang tak sadarkan diri, tangannya gemetar hebat saat mencoba memeriksa nadi ayahnya.

Oliver yang berdiri di belakangnya menatap pemandangan itu dengan mata yang berkilat penuh kemarahan. Ia tahu ini bukan kecelakaan. Ia menatap kamera pengawas di langit-langit tangga, lalu menoleh ke arah koridor yang sepi.

​"Dara..." Oliver mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih.

​Anjani menangis sejadi-jadinya, air mata keputusasaan membanjiri wajahnya. "Siapa yang tega melakukan ini pada orang tua yang sakit, Oliver? Siapa?!"

​Oliver mendekat, memeluk bahu Anjani dengan erat. "Ini adalah tindakan pengecut yang terakhir, Anjani. Dia baru saja menandatangani surat kematiannya sendiri."

****

Di balik tembok, di sudut kegelapan lorong rumah sakit, Dara mengintip dengan mata berair penuh kegilaan. Ia melihat penderitaan Anjani dan merasa lega. Namun, ia tidak tahu bahwa di ujung lorong lainnya, tim keamanan Oliver sudah mulai bergerak setelah mendapat instruksi singkat melalui earpiece.

​Permainan kucing dan tikus ini telah mencapai titik didih yang paling berbahaya. Anjani tidak lagi hanya ingin keadilan; ia ingin Dara lenyap dari muka bumi. Dan Oliver, pria yang selama ini menahan diri, kini telah melepaskan tali kendalinya. Dia tidak akan membiarkan Dara keluar dari gedung rumah sakit ini dengan nyawa yang tersisa.

****

Langkah kaki Dara yang menyamar sebagai perawat terdengar samar di atas lantai marmer rumah sakit yang dingin. Begitu ia mencapai pintu keluar samping, ia melepaskan masker bedahnya, membiarkan udara malam yang lembap menyentuh wajahnya yang dipenuhi keringat dingin dan sisa-sisa kegilaan. Ia berjalan menjauh, menghilang di balik bayang-bayang pepohonan taman rumah sakit, lalu berhenti di sebuah sudut gelap tempat ia bisa mendengar sirine ambulans yang meraung-raung di kejauhan.

​Di sana, di tengah kegelapan, Dara mulai tertawa. Tawanya bukan tawa manusia, melainkan suara melengking yang penuh dengan racun kebencian. "Lihatlah, Anjani!" bisiknya pada angin malam. "Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan hukum? Kau pikir si bule sombong itu bisa melindungimu? Lihat ayahmu sendiri, lihat betapa mudahnya aku menghancurkan fondasi hidupmu!"

Ia merasa tak terkalahkan. Baginya, setiap tetes darah yang mengalir dari Pak Santo adalah trofi kemenangan yang membuktikan bahwa uang dan kekuasaan tidak ada artinya di hadapan seseorang yang sudah kehilangan segalanya dan tidak takut lagi pada neraka.

****

​Sementara itu, di sebuah rumah persembunyian yang lembap dan jauh dari jangkauan polisi, Bu Anne dan Malik—yang berhasil lolos dari pengawasan ketat berkat sisa-sisa dana darurat—sedang memantau perkembangan situasi melalui siaran berita lokal. Mereka tidak merasa bersalah. Sebaliknya, saat melihat laporan tentang seorang pria tua yang jatuh dari tangga, Bu Anne justru menyunggingkan senyum kemenangan.

​"Bagus," desis Bu Anne, matanya yang tajam menatap layar televisi. "Biarkan Anjani merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya secara perlahan. Dia pikir dia bisa menyingkirkan kita dan mengambil semua yang kita miliki?"

​Malik, yang sejak tadi duduk termenung dengan wajah yang sudah tidak terawat, mengangguk setuju. Kebencian telah membusukkan nuraninya hingga ia tidak lagi melihat Anjani sebagai mantan istrinya, melainkan sebagai musuh bebuyutan yang harus dihancurkan. "Dara melakukan apa yang tidak berani kita lakukan, Ma. Dia adalah senjata yang tepat untuk menyingkirkan si bule Inggris itu. Begitu Oliver Jones hancur reputasinya dan kehilangan Anjani, dia tidak akan punya alasan lagi untuk terus menekan perusahaan kita."

Mereka berdua, yang kini kehilangan segalanya, justru merasa memiliki kekuatan baru karena kebencian murni yang mengikat mereka. Mereka menyokong tindakan lalim Dara, memberikan dukungan logistik dan informasi lewat jalur tersembunyi, berharap kehancuran Anjani akan membawa mereka kembali ke puncak kejayaan yang sudah lama hilang.

1
Heriyani Lawi
ceritanya ky film India, meskipun ditangkap bbrp kali msh aja lolos. klo aku mungkin dah kutembak mati aja tuh si dara, ngapain diserahkn ke polisi klo ujung2nya lepas lg
Heriyani Lawi
ceritanya agak aneh menurutku thor. sdh tau dara melarikan diri dan bersifat licik, knp ayahnya Anjani tidak dikawal dan dibiarkan sendiri
Dew666
👍
Iffanaya 😽
dara tu gk bisa dimasukin penjara lg, orang mcm dara lbih baik dimusnahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!