Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 - Bara Kultivasi Ganda dan Panggilan Istana
Aroma harum minyak esensi bunga spiritual berbaur dengan uap gairah yang tebal di sekeliling dipan sutra ungu ruang kitab paviliun. Tubuh seksi dan matang milik Tetua Ling Er kembali terbaring pasrah tanpa sehelai benang pun, sepenuhnya mengekspos lekuk sensual dada besar, pinggang ramping, serta sepasang paha mulusnya yang jenjang di bawah kukung tubuh kekar Han Yu. Desah napas wanita bijaksana itu bersahut-bersahutan dengan erangan manja yang melengking tinggi, membiarkan setiap jengkal kulit pualamnya dihujani oleh sentuhan hangat dan ciuman membara dari sang murid pribadi.
Han Yu bergerak dengan ritme yang penuh tenaga, dalam, dan dipenuhi dominasi mutlak seorang Pengikat Sukma tingkat dua. Stamina kelas satu miliknya seolah tidak memiliki batas akhir, terus menghantam dinding meridian batin Tetua Ling Er sepanjang sisa sore itu hingga membuat rahim spiritual sang guru dipenuhi oleh pusaran energi gairah yang teramat pekat. Aliran cahaya spiritual berwarna ungu tua dan merah muda menguar deras dari titik penyatuan tubuh mereka, berputar aktif menyelimuti langit-langit aula sebelum akhirnya terserap masuk ke dalam dantian Han Yu secara massal.
Di dalam pusat kesadaran mental Han Yu, rangkaian getaran lonceng spiritual kembali bergaung dengan sangat nyaring diiringi munculnya baris prasasti cahaya emas dari sistem batin Kaisar Pesona:
> [Penyelarasan Sukma Gairah tingkat lanjut bersama Tetua Ling Er telah selesai]
> [Esensi Asmara Yin-Yang terserap secara konstan: +8 Poin Pengalaman]
> [Akumulasi Pengalaman Kelas Casanova (Level 2): 13/50 Poin]
> [Kestabilan Meridian Fisik Iblis Menengah meningkat menuju kondisi Sempurna]
>
Mendengar konfirmasi batin tersebut, seulas seringai tampan penuh kepuasan terukir di bibir rupawan Han Yu. Hawa hangat yang luar biasa menyegarkan mengalir deras memulihkan seluruh rasa lelah di otot-otot tubuhnya dalam sekejap mata. Di bawah dekapan dada bidangnya, Tetua Ling Er tampak terkulai lemas dengan tubuh yang dipenuhi keringat spiritual halus, sepasang mata hijaunya menatap wajah Han Yu dengan binar pemujaan buta tingkat seratus persen yang tidak akan pernah bisa luntur lagi oleh apa pun.
"Han Yu... kamu benar-benar sesosok monster kecil yang sangat rakus..." bisik Tetua Ling Er dengan nada suara yang teramat lirih, lembut, dan manja, seraya menyandarkan kepalanya yang mungil di ceruk leher Han Yu yang hangat.
"Aku hanya melakukan kewajiban aku untuk membahagiakan wanita yang kucintai, Guru," Han Yu tersenyum manis, membelai punggung mulus gurunya dengan kelembutan yang menghanyutkan sanubari sebelum bangkit berdiri untuk merapikan kembali pakaian jubah hijau sutra miliknya.
Namun, belum sempat Han Yu menyelesaikan ikatan pinggang jubahnya, atmosfer damai di dalam ruang kitab mendadak terkoyak oleh seberkas getaran energi spiritual yang sangat masif dan kuat dari arah luar paviliun. Sebuah bola cahaya hijau giok berukuran kepalan tangan melesat menembus tirai jendela kuno, lalu bermanifestasi menjadi selembar surat emas yang melayang di udara terbuka tepat di hadapan mereka berdua.
Melihat segel tanda pusaran pohon dewa yang tertera di atas surat emas tersebut, wajah cantik Tetua Ling Er yang semula merona merah manja seketika berubah menjadi sedikit serius dan tegang. Dia bergegas menarik selimut sutra untuk menutupi tubuh polosnya, lalu mengulurkan tangan lentiknya untuk meraih surat itu.
"Ini adalah Dekret Suci darurat langsung dari Ratu Lin Xian," ucap Tetua Ling Er dengan nada suara yang berbobot. Setelah membaca baris demi baris tulisan batin yang tertera di dalamnya, sepasang mata hijaunya langsung beralih menatap lurus ke arah Han Yu dengan gurat kecemasan yang mendalam. "Han Yu, Yang Mulia Ratu memerintahkan aku untuk membawa dirimu menghadap secara resmi ke Aula Agung Istana Giok malam ini juga. Tampaknya situasi di perbatasan luar klan dengan Kekaisaran Shenzhou telah memburuk jauh lebih cepat dari perkiraan semula."
Han Yu menyipitkan sepasang mata birunya yang jernih, merasakan adanya debaran antisipasi yang meledak di dalam dadanya. Panggilan darurat dari sang penguasa tertinggi benua ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan, melainkan panggung takdir baru yang memang sudah dia nantikan sejak awal untuk memperluas jaring kekuasaannya.
"Jika itu adalah perintah resmi dari Yang Mulia Ratu, maka kita tidak boleh menundanya lebih lama lagi, Guru," ucap Han Yu dengan nada suara yang sangat dalam, mantap, dan dipenuhi oleh kepercayaan diri yang tinggi.
Satu jam kemudian, setelah Tetua Ling Er selesai membersihkan diri dan mengenakan kembali jubah sutra ungu kebesarannya yang anggun, mereka berdua segera melangkah pergi meninggalkan area perkebunan bambu. Mengaktifkan kombinasi dari Mantra Kecepatan Angin Absolut tingkat dua, wujud fisik Han Yu meluncur mulus membelah keheningan malam Kota Linglong di samping gurunya, bergerak cepat menuju ke arah kompleks Istana Giok yang berdiri megah di bawah naungan pohon dewa kuno.
Begitu melangkahkan kaki masuk melewati pintu gerbang besar Aula Agung, Han Yu langsung bisa merasakan adanya atmosfer ketegangan yang sangat pekat, sunyi, dan mencekam melanda seluruh ruangan raksasa tersebut. Puluhan obor spiritual menyala terang, menyinari arsitektur batu giok putih pualam yang berkilau. Di ujung ruangan, di atas singgasana kayu cendana kuno yang tinggi, duduk sang dewi tertinggi benua, Ratu Lin Xian, mengenakan mahkota giok alami dengan keanggunan mutlak yang sanggup membuat siapa pun bertekuk lutut ketakutan.
Di sisi kiri bawah singgasana, berdiri Tetua Feng Mian dengan zirah perak tebalnya yang memancarkan aura membunuh yang tajam, sementara beberapa tetua agung wanita lainnya dari divisi sihir dan ilusi tampak duduk berbaris dengan wajah yang teramat serius.
"Penatua Kebijaksanaan Ling Er, menghaturkan sembah hormat kepada Yang Mulia Ratu yang agung," Tetua Ling Er membungkukkan tubuhnya dengan anggun memberi penghormatan formal, diikuti oleh gerakan tegap Han Yu yang ikut memberikan salam dengan tata krama bangsawan yang sangat sempurna tanpa cela.
Ratu Lin Xian mengedarkan pandangan sepasang mata hijau jernihnya yang tajam, melewati sosok Tetua Ling Er lalu mengunci fokus penglihatannya sepenuhnya pada wujud fisik Han Yu yang berdiri tegap di tengah aula. Sinar lampion malam yang bergoyang membuat ketampanan surgawi dari teknik Paras Sempurna milik Han Yu memancar semakin memikat dan rupawan, menciptakan seberkas riak ketertarikan samar yang aneh di dalam lubuk batin sang Ratu tingkat S+ tersebut.
"Ling Er, dan kamu... anak muda misterius Han Yu, berdirilah," suara wanita yang teramat lembut, merdu, namun dipenuhi oleh getaran wibawa tirani yang mendalam bergaung memenuhi aula agung dari bibir merah Ratu Lin Xian. "Aku memanggil kalian berdua secara darurat malam ini karena mata-mata divisi perang kami baru saja membawa laporan bahwa pasukan garis depan dari sekte ortodoks faksi manusia Kekaisaran Shenzhou telah berhasil menembus benteng pertahanan lapis luar Lembah Lingshu."
Mendengar kalimat tersebut, seluruh tetua agung wanita di dalam ruangan tampak mengatupkan gigi mereka rapat-rapat menahan amarah yang meluap.
"Mereka dipimpin oleh sesosok jenius wanita suci yang sangat berbakat, Putri Zhao Ling'er, yang membawa misi suci perbudakan asmara untuk memburu dan menangkap para kultivator ras kita demi dijadikan komoditas perdagangan di wilayah luar kekaisaran," lanjut Ratu Lin Xian dengan sorot mata hijau yang berkilat dingin, menumpahkan seberkas niat membunuh yang samar. "Situasi ini telah mengancam keselamatan ratusan desa klan bawah di perbatasan."
Han Yu mendengarkan seluruh pemaparan makro tersebut dengan ketenangan mutlak, seulas seringai tersembunyi yang sangat tipis terukir di sudut bibir tampannya saat nama Putri Zhao Ling'er disebutkan oleh sang Ratu. Jaring takdir baru telah resmi terbentang di hadapannya. Perang ini tidak akan menjadi akhir dari kehidupannya, melainkan langkah awal yang sangat sempurna bagi dirinya sebagai seorang Kultivator Kegelapan Pesona Surgawi untuk menundukkan sang dewi suci manusia dan membawa seluruh benua bertekuk lutut di bawah kungkungan ranjang kekuasaannya.