slow update !!!
Kisah tentang seorang laki-laki bernama David Fernandez dan seorang wanita bernama Renata Azaria Saputra.
David Fernandez adalah seorang pengusaha muda dan merupakan anak dari pemilik salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia.
Renata Azaria Saputra adalah seorang putri dari seorang pengusaha sukses asal Surabaya. ia juga merupakan seorang aktris tanah air yang terkenal. sudah banyak sekali sinetron maupun film yang ia bintangi.
siapa sangka ternyata kedua orang tua mereka merupakan sahabat karib dan sudah menjodohkan keduanya semenjak mereka masih bayi.
apakah laki-laki dingin seperti David bisa jatuh cinta pada wanita cerewet seperti Renata ??
apakah keduanya bisa menerima perjodohan itu ??
ikuti kisah keduanya dan lihatlah bagaimana kelakuan konyol mereka..
follow my Instagram @a.ayumie20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ambarayu96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Anggun
Rena yang mengira sahabatnya- Vanya yang menekan tombol apartemennya,
terlihat terkejut saat ia menyadari bukan sahabatnya yang mendatanginya
melainkan laki-laki yang ia benci itu.
“KAMU” teriak Rena sambil menunjuk tepat ke
muka David. David yang mendapatkan perlakuan itu hanya bisa mengernyitkan dahinya.
Lalu ia menyingkirkan telunjuk Rena yang ada di mukanya itu sambil berjalan
masuk ke dalam apartemen milik wanita itu.
Sedangkan Rena hanya bisa membuka mulutnya lebar,
melihat kelakuan David yang tak menghiraukannya, malah dengan seenaknya ia
masuk ke dalam apartemennya di saat ia belum mempersilakan dirinya untuk masuk.
Karena kesal ia langsung menutup pintu
apartemennya dengan kasar dan ikut masuk ke dalam sana.
Ceklek
Tanpa keduanya sadari ternyata ada seorang
laki-laki yang sejak tadi menyaksikan interaksi antar keduanya. Laki-laki itu tengah
menatap pintu apartemen yang telah tertutup tersebut dengan tatapan tajamnya.
“Aku tidak akan membiarkan orang lain
memilikimu, karena kamu hanyalah tercipta untukku” ucap laki-laki yang tak lain
adalah Maxime. Setelah ia dari kantor agency Rena, ia langsung pergi menuju ke
apartemennya. Namun sebelum ke sana, ia mampir ke salah satu toko kue untuk
membeli sekotak cheese cake kesukaan Rena.
Namun sayang, bukannya ia bertemu dengan sang
pujaan hatinya, justru ia harus menyaksikan seorang laki-laki yang mendatangi
wanitanya itu dan bahkan keduanya masuk ke dalam apartemen itu.
Karena sudah kesal karena itu, ia membuang cheese
cake itu ke tong sampang yang ada di samping lift di sana. Setelah itu ia
langsung meninggalkan apartemen itu.
_ _ _ _ _
Kembali ke dalam apartemen
David yang pertama kali masuk ke dalam
apartemen milik Rena itu di buat terkejut melihat apa yang ia saksikan saat
ini. Ia tidak menyangka, artis sekelas Rena mempunyai apartemen yang sangat
berantakan. Berbeda sekali dengan penampilannya saat berada di luar.
Majalah di mana-mana, bantal sofa yang letaknya
tak beraturan, banyaknya camilan berserakan di lantai bawah sofa, di tambah
lagi beberapa helai pakaian yang tersampir di punggung sofa itu. David yang
menyaksikan itu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil berdecap tak percaya.
“Ck ck ck, berantakan sekali” ucap David.
“Mau apa kamu ke sini?” tanya Rena to the
point kepada David. Mendengar ucapan itu membuat David seketika menoleh lalu ia
menghempaskan tubuhnya di sofa berwarna abu-abu itu.
“Aku di suruh mamamu untuk menemuimu.” Ucap David.
Rena yang mendengarnya langsung mengerutkan dahinya.
“Mama? Kenapa mama memintamu ke mari?” tanya
Rena sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
Flashback on
David yang tengah bersama dengan Risky-
asistennya di dalam ruangannya membahas pertemuan klien yang akan ia hadiri,
terganggu dengan suara bunyi ponsel David yang terus saja berbunyi di dalam
saku jasnya.
Dengan malas ia mengambil ponselnya dan seketika
mengernyitkan dahinya melihat nama calon mertuanya itu di layar pipihnya.
“Om Ahmad? Ada apa ya?” ucap David yang melihat
nama Om Ahmad sedang menghubunginya itu.
Dengan cepat ia mengangkat panggilan itu
sambil memberi kode kepada Risky untuk menghentikan dulu pembahasan mereka.
“Halo Om,” sapa David.
“Ini aku, Vid. Mamanya Rena.” Ucap Anggun yang
ternyata dialah yang tengah menghubungi David namun menggunakan ponsel
suaminya.
“Oh, Tante Anggun. Ada apa ya Tan?” tanya
David yang penasaran dengan mama dari Rena yang tiba-tiba menghubunginya.
“Em, Tante mau minta tolong sama kamu, apa
kamu ada waktu senggang sekarang?” tanya Anggun kepada David.
David yang sebenarnya memiliki jadwal
pertemuan dengan rekan bisnisnya itu tampak bingung.
Di satu sisi pertemuan ini lumayan penting
menyangkut kelangsungan jalinan kerja sama yang telah terjalin selama beberapa
tahun belakangan ini, namun di sisi lain ia juga tidak mau menolak permintaan
sang calon mertuanya itu.
Ia bisa melihat asistennya itu menatap ke arahnya,
memang ia men loadspeaker panggilan tersebut. Tampak David mengkode Risky untuk
membatalkan pertemuannya dengan rekan bisnisnya itu.
Risky tentu saja terkejut dengan keputusan
atasannya itu apalagi pertemuan kali ini sudah terancang selama beberapa bulan
yang lalu.
Namun apa boleh buat, ia hanya bisa menuruti
perkataan atasannya itu dengan anggukan kepala.
“Ada kok Tan. Memangnya apa yang bisa saya
bantu Tante?” tanya David kepada Anggun.
“Em, Tante minta tolong kamu datangi Rena ya,
sudah seminggu lebih dia tidak pulang ke rumah. Tante khawatir dengan
keadaannya” ucap Anggun. David yang mendengar hal itu tampak terkejut
mengetahui jika Rena tidak pulang ke rumah, lalu ke mana ia pergi?
“Em Tante, kalau boleh saya tahu kenapa bisa Tata
tidak pulang ke rumah, Tan? Lalu kemana dia kalau tidak pulang?” tanya David.
“Haih, sebenarnya sewaktu habis makan malam
dengan kalian, setiba di rumah kami bertengkar. Bahkan berlanjut hingga
besoknya. Dia menolak perjodohan yang telah Tante dan mamamu buat sejak kalian
masih kecil. Ia menolak untuk menikah sekarang, karena masih ingin meneruskan
kariernya itu. Sedangkan Tante sebetulnya tidak terlalu setuju dengan
pekerjaannya itu. Dan karena pekerjaannya itu, membuat sikap anak itu berubah
menjadi pembangkang seperti sekarang. Tante sendiri sudah tidak bisa lagi
mengatasi anak itu. Dan hanya kamulah harapan Tante, Dav” ucap Anggun yang
menjelaskan pokok permasalahannya dengan Rena- anaknya.
David yang mendengarkannya dengan seksama,
kini mengerti dengan yang telah terjadi pasca makan malam itu.
“Baiklah kalau begitu, Tante. Aku akan
mendatanginya sekarang. Tante tenang saja, serahkan saja padaku.” Ucap David.
“Terimakasih, Anak. Hanya kamu yang bisa
mengatasi sikap keras kepalanya anak itu.” ucap Anggun.
“Iya, Tante.” Ucap David.
“Baiklah, Tante mohon bantuannya ya. Kapan-kapan
main ke rumah, kita makan bersama-sama” ucap Anggun.
“Ah, iya Tante. Lain kali David pasti akan ke
rumah” ucap David. Setelah itu keduanya mengakhiri panggilan tersebut.
Flashback off
..... TBC .....