Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert
namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh
tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya
saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Sekretaris pengganti Bima
"Tentu saja lah ris, saya pasti menjaga mereka berdua dan akan dibantu oleh Bian dan David."
Ustadz Bian dan Ustadz David hanya mengangguk kan kepalanya kearah Faris.
"Terimakasih, terutama tolong jaga Syifa saya taku jika dia akan kabur lagi dari pesantren."
Ucap Faris khawatir."Saya pulang dulu ya assalamualaikum."
Mereka melangkah menuju mobil lalu pergi kembali ke Jakarta.
Setelah kepergian mereka tiba tiba Ustadz Bian mendapat telpon dari Sekretaris Bima.
"Assalamualaikum."Salam Sekretaris Bima.
"Waalaikumsalam ,ada apa?"tanya Ustadz Bian to the poin.
"Begini,hari ini saya tidak bisa bekerja karena ada acara keluarga."Jelas Sekretaris Bima.
"Yampun hari ini kita ada meeting dengan klien besar."Pekik Ustadz Bian.
"Gimana kalau kamu ajak saja orang yang waktu itu menggantikan saya,saya yakin dia pasti bisa menggantikan posisi saya hari ini."Sekretaris Bima memberikan saran.
"Em."Ustadz Bian kembali ke mode datarnya.
"Wassalammualaikum."Akhir Ustadz Bian.
"Waalaikumsalam."
Ustadz Bian memutuskan sambungan telepon.Semua orang masih berada di sana.
"Kenapa Bian,kok sepertinya kamu bingung?"tanya Abi yang tak tahu masalah anaknya.
"Iya Abi, Bian bingung Bima gak masuk kerja hari ini padahal ada meeting dengan klien besar."Jelas Ustadz Bian dengan muka kebingungan.
Abi dan Umi hanya diam,sambil berpikir siapa yang bisa menggantikan posisi bima untuk hari ini.
"Singa kecil hari ini kamu gak usah sekolah."Perintah Ustadz Bian.
Kedua bola mata Syifa membesar sedangkan yang lain terkejut mendengar ucapan Ustadz Bian menyuruh Syifa untuk tidak sekolah.
"Maksud kamu apa Bian,kok Syifa tidak boleh sekolah?"tanya Abi kebingungan.
"Syifa yang akan menggantikan posisi Bima untuk hari ini Abi."Ustadz Bian menjelaskan.
"Emangnya Syifa bisa lagi pula kamu harus meminta persetujuan dari Syifa dulu."
"Ya dia harus bisa lah Abi,kalau bukan singa kecil itu siapa lagi yang bisa menggantikan posisi Bima, hanya untuk hari ini saja ya Abi."Bujuk sekaligus paksa Ustadz Bian memohon.
"Ya kamu bilang sendiri saja sama Syifa." Abi tak ingin ikut campur.
"Dia pasti mau, gak mungkinlah dia menolak menemani orang tampan seperti Bian."Ucap Ustadz Bian kepedean.
Ustadz David sedikit kesal mendengar ucapan Ustadz Bian,dan terlihat oleh Ustadz Bian
"Santai aja,Mas gak bakal suka sama seorang singa kecil."
"Tapi hari ini saya mau sekolah."Tolak Syifa.
"Yampun saya ini calon Kakak ipar kamu,jadi membantu calon Kakak ipar gak apa kan ya."Balas Ustadz Bian tak mau kalah.
"Saya akan memberikan kamu uang yang cukup besar karena membantu saya."tawarnya
"Saya gak butuh uang,gini saja setelah selesai meeting kamu harus nganterin saya ke cafe yang kemarin, saya mau ngecek pekerjaan mereka."Syifa memberi syarat.
"Baiklah itu sangat mudah dan gak membuang uang saya.Cepat ganti baju kamu."Perintah Ustadz Bian.
Syifa langsung menuju ke asrama untuk mengganti bajunya sedangkan Adinda hanya mengikuti langkah Syifa lalu mengganti bajunya dengan baju sekolah.
Setelah selesai Syifa bergegas menuju kerumah Kyai Ismail. Disana telah terlihat seorang pria yang sedang berdiri di dekat mobil.
"Lama banget kamu ganti baju nya,cepat masuk nanti terlambat."Omel Ustadz Bian.
Tanpa menjawab Syifa langsung masuk ke mobil begitupun dengan Ustadz Bian.Mereka langsung menuju ke lokasi untuk meeting.Mereka sampai di lokasi pada pukul 08:00 WIB.mereka segera turun dari mobil,lalu masuk ke suatu ruangan.
Didalam ruangan tersebut sudah ada seseorang yang menunggu mereka.
"Assalamualaikum."Salam Syifa dan Ustadz Bian.
"Waalaikumsalam."Jawab mereka.
"Maaf kami terlambat, sehingga membuat kalian menunggu."Ucap Ustadz Bian tak enak hati.
"Tidak ini bukan salah anda,kami memang datang lebih awal."
"Baiklah kami akan langsung memulai presentasi hari ini dan akan di jelaskan oleh saudari Syifa." Ustadz Bian memulai persentasi.
Mereka langsung memulai presentasi.
"Assalamualaikum bla bla bla."
Syifa menjelaskan dengan bahasa yang sangat mudah untuk dipahami oleh mereka sehingga
membuat mereka takjub kepada Syifa.
"Wasalamuaalaikum wr. wb."Syifa mengakhiri persentasi nya.
Semua klien tersebut bertepuk tangan.Tanpa pikir panjang mereka mempercayai bahwa perusahaan milik Ustadz Bian bisa untuk bekerja sama dengan mereka.
Semua orang meninggalkan ruanga.
"Jangan lupa kamu harus mengantar saya ke cafe."Syifa menagih janji Ustadz Bian.
"Baiklah,mari saya antar,oh iya nanti jam 12:00 WIB saya akan ke cafe kamu kita akan meeting dengan klien di cafe kamu." Ustadz Bian memperingati.
Syifa hanya menganggukan kepalanya.Lalu mereka langsung pergi menuju cafe milik Syifa.Saat di perjalanan.
"Singa kecil, sebenarnya gimana caranya kamu mengelolah cafe kamu padahal kamu mondok?"tanya Ustadz Bian penasaran.
"Ya kabur lah, hanya beberapa jam saja."Jawab Syifa santai.
"Wah kamu memang singa kecil yang lincah ya,seketau saya ya.Gak ada yang bisa kabur dari pesantren Abi."Singgung Ustadz Bian.
"Oh iya gimana kalau kita kerja sama,gue juga punya cafe."timbalnya lagi
"Serius kamu beruang kutub?"Balas Syifa antusias.
"Iya saya serius"Ucap Ustadz Bian serius.
Tidak terasa mereka sudah sampai di cafe milik Syifa.
"Gue turun ya, terimakasih."Pamit Syifa
"Iya,sama sama jangan lupa jam 12:00 kita akan meeting lagi di cafe kamu."Lagi-lagi Ustadz Bian mengingatkan.
Syifa segera masuk ke cafe miliknya dia mengecek semua hal.Tidak terasa hari sudah menunjukkan pukul 12:00 WIB, Ustadz Bian sudah datang tepat jam 12 siang karena dia memang orang yang menghargai waktu.
Tidak sengaja Syifa melihat keberadaan Ustadz Bian dia segera menuju kursi yang di duduki Ustadz Bian
"Assalamualaikum. "Salam Syifa lalu langsung duduk.
"Waalaikumsalam."Balas Ustadz Bian singkat dan datar.
Tidak begitu lama kemudian klien mereka sampai di cafe mereka segera memulai meeting nya seperti yang terjadi tadi pagi Syifa kembali mendapat pujian dari persentasi.
Mereka selesai pada pukul 14:30 WIB semua orang meninggalkan meja kecuali Syifa dan Ustadz Bian.
"Apakah pekerjaan kamu di cafe sudah selesai ?"tanya Ustadz Bian memastikan
"Ya,tadi sebelum meeting gue sudah menyelesaikan semua pekerjaan."
"Bagimana kalau kita pulang saja ."Saran Ustadz Bian.
"Baiklah,tapi bisakah nanti mampir sebentar ke butik Xxxx.Saya mau mengecek keuangan disana hanya 30 menit ."Pinta Syifa dan memasang puppy eyesnya.
"Kamu, sedang memanfaatkan saya ya singa kecil?"hardik Ustadz Bian.
"Tidak saya tadi bilang kalau bisa,ya jika tidak bisa itu bukan masalah saya bisa mengeceknya lain kali."
Mereka langsung menuju mobil,bukan langsung kembali kerumah tapi menuju butik Xxxx.
"Bukan kah ini jalan ke butik."Batin Syifa.
Setelah sampai di butik.
"Cepatlah kau harus mengecek keuangan butik mu itu,saya memberi kamu waktu hanya 20 menit.Jika tidak kembali dalam waktu 20 menit kamu akan saya tinggalkan."Ancam Ustadz Bian.
"Beruang kutub memang seenaknya saja ya."Syifa menatap tak suka.
"Bukan seenaknya tapi menghargai waktu."Ustadz Bian tak mau kalah.
"Cepatlah waktumu sudah dihitung dari sekarang." Ustadz Bian melihat jam tangannya.
Syifa memajukan bibirnya karena kesal dengan Ustadz Bian.Dia segera turun untuk mengecek keadaan dan keuangan yang ada butiknya.
Dilain sisi karena bosan di mobil Ustadz Bian turun dari mobil lalu melihat lihat isi butik milik Syifa.
"Butik yang cukup besar,apakah ini milik singa kecil itu atau kah ini milik orang tuanya dan dia hanya mengawasinya saja?"Batin Ustadz Bian dan dia terus berjalan.
Tidak sengaja ia melihat Syifa yang sedang sibuk dengan sebuah laptop di ruangan dengan pintu terbuka.
A**uthor tidak akan lelah mengingatkan untuk like,komen,beri bintang dan Terimakasih**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya