Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Buka matamu Dan lihatlah
Tio Buki mengeluarkan ilmu petir dan bergerak menangkis setiap serangan Dewi siluman terjadi ledakan hebat dan tubuh lawannya tidak berpengaruh apa-apa.
Walaupun tubuhnya sudah terbakar, anehnya dia kembali utuh seperti semula. Tio Buki melesat menghindar serangan kibasan ekor Dewi siluman.
Tangannya kini berubah menjadi hijau dan bercampur api. Melihat itu Dewi siluman malam tersenyum meremehkan. Dia tahu, ilmu Dewa api ungu pernah menggemparkan negeri ini dari sepak terjang pendekar berjuluk Dewa ungu.
Kini tangannya berubah jadi perak, itulah ilmu Siluman perak kebanggaannya dan tidak pernah ada lawannya. Dia memutarkan tangannya didepan dada, cahaya perak itu terus berputar putar dan kemudian terbang begitu cepat mencari lawannya.
Tio Buki mendapati dirinya sudah di serang oleh ilmu maha dahsyat, dia tidak tinggal diam saja.
Kedua lengannya dikibaskan kearah cahaya perak yang terus berputar-putar menyambar tubuhnya.
Terjadi hal aneh, kedua ilmu itu saling menekan satu sama lainnya dan beberapa saat kemudian terjadi ledakan hebat mengguncang tempat itu.
Tubuh Tio Buki terhempas menabrak sebuah pohon besar. Pohon itu hancur dan tumbang.
Boom.
Uhuk... Uhuk...
"Hua KKK!"
Tio Buki batuk batuk dan dari mulutnya muntah segumpal darah merah. Dia terluka begitu parah.
Merangkak untuk mencoba berdiri, tapi kepalanya terasa berat. Lalu dia duduk bersila mengalirkan tenaga dalam untuk menyembuhkan luka dalamnya.
Begitu juga yang terjadi dengan Dewi siluman, saat terjadi ledakan itu, tubuhnya juga terhempas jauh menabrak pohon dan berhenti. Tubuhnya jadi gosong terbakar, bau daging terbakar tercium menyebar ditempat itu.
Tidak beberapa lama kemudian, sungguh begitu menakjubkan. Tubuhnya yang sudah jadi daging panggang gosong, tiba tiba terdengar tawa membahana ditempat itu.
"Hahaha. Hahaha. Sungguh sangat dahsyat ilmu Dewa ungu itu, tapi belum cukup kuat untuk membinasakan tubuhku ini. Pendekar aneh! Pasang matamu baik baik dan lihat" Ucap Dewi Siluman.
Lalu tubuhnya bergerak berdiri dan perlahan lahan tubuhnya pulih seperti sediakala.
Tio Buki bangkit berdiri setelah tubuhnya pulih kembali, dan dia mengeluarkan pedang ungu.
Bleppp!
Kini ditangannya telah tergenggam sebuah pedang bergambarkan Qilin. Kemudian dia mengalirkan tenaga dalamnya sampai kepuncak. Tiba-tiba pedang itu berubah jadi putih berkilauan dan ada derak derak petir bercampur api.
"Hahaha. Hahaha. Jadi kamu ingin membunuhku dengan senjata rongsokan itu. Apa kau tidak tau, belum ada senjata apapun yang bisa membuat tubuhku ini hancur" Teriak Dewi siluman dan kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Ooo. Begitu ya! Kita lihat saja nanti" Ucap Tio Buki tersenyum penuh arti.
Dewi siluman bergerak perlahan lahan mendekati kearah Tio Buki. Ketika hampir dekat, ekornya segera berubah jadi perak dan dikibaskan kearah tubuh Tio Buki.
Tio Buki masih berdiri ditempatnya dan tidak menghindar. Pedanya yang ada ditangan langsung bergerak terbang berputar keatas dan.
Crash!
"Auuuuu....!"
Terdengar suara lolongan kesakitan dari mulut Dewi siluman.
"Apa yang telah kau lakukan. Kenapa ini bisa terjadi? Belum pernah ada satu senjata bisa melukai tubuhku. Haaaaaaa!" Teriakan kemarahan keluar dari mulut Dewi Siluman.
Mulutnya tiba tiba mengembung besar dan perutnya berubah besar. Dia kemudian melompat keatas tanah.
Kooookk!
Kooookk!
Terdengar suara kodok dari mulut Dewi Siluman. Dia mengeluarkan ilmu mokang.
Brusssss....!
Brusssss....!
Melihat dua cahaya merah berbau sangat busuk menerjang kearahnya, tubuh Tio Buki segera saja menyatu dengan alam dan dia mengeluarkan ilmu kentut.
Tubuhnya berbalik dan keluarlah dua kali hawa alam berbau sangat busuk.
Prooooot!
Prooooot!
Dua cahaya bertemu dengan dua hawa tidak berbentuk, juga tidak berwujud dan untuk kesekian kalinya terjadi ledakan ditempat itu.
Pedang yang ada ditangan Tio Buki terbang begitu cepat dan menancap di dada Dewi siluman.
"Jlebbb!"
Bersambung ke episode selanjutnya...