NovelToon NovelToon
Dikhianati Keluarga, Dicintai Sang CEO

Dikhianati Keluarga, Dicintai Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Winna Yun

Dikhianati oleh keluarga yang seharusnya menjadi tempat pulang, Arunika kehilangan segalanya dalam satu malam. Difitnah sebagai anak pembawa sial, diusir dari rumah, dan dirampas hak warisnya demi ambisi mereka. Tak ada yang percaya pada tangisnya, bahkan pria yang pernah ia cintai pun memilih berpaling.
Saat hidupnya berada di titik terendah, takdir mempertemukannya dengan Kael Adrian, seorang CEO muda yang dingin, berkuasa, dan ditakuti banyak orang. Di balik sikapnya yang sulit ditebak, Kael justru menjadi satu-satunya orang yang berdiri di sisi Arunika ketika seluruh dunia meninggalkannya.
Namun, cinta mereka tidak datang tanpa harga.
Rahasia besar tentang kelahiran Arunika mulai terungkap. Pengkhianatan keluarganya ternyata hanyalah awal dari konspirasi yang telah disusun selama puluhan tahun. Orang-orang yang dulu membuangnya kini ingin merebutnya kembali, bukan karena penyesalan, melainkan karena sebuah warisan yang mampu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winna Yun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab - 18 Dia Seharusnya Sudah Mati

Arunika menahan senyum tipis, Kemudian ekspresinya berubah.

"Ada sesuatu."

Raka langsung menoleh.

"Apa?"

Arunika menunjuk bangunan.

"Satu lampu."

Raka mengamati.

"Kenapa?"

"Tadi tidak menyala."

Raka segera mengambil teropong Benar saja Lampu di lantai tiga baru saja menyala.

Lalu satu lagi.

Lantai dua.

Kemudian lantai satu.

Satu per satu.

Seolah-olah seseorang sedang menyalakan lampu untuk menyambut kedatangan Adrian, Raka langsung mengangkat radio.

"Semua unit, bersiap."

Arunika menatapnya.

"Masuk."

Raka menggeleng.

"Perintah pak Adrian jelas. Kita tidak boleh masuk."

"Dia tidak tahu mereka sudah mengaktifkan fasilitas ini."

"nona Arunika"

"Aku ikut masuk."

Raka menatapnya tajam.

"Kalau sesuatu terjadi padamu, pak Adrian akan menganggap aku yang bertanggung jawab."

"Kalau kita tidak masuk dan sesuatu terjadi pada Adrian, siapa yang akan bertanggung jawab?"

Raka terdiam, Arunika sudah membuka pintu kendaraan.

"Raka."

Pria itu menghela napas.

"Baik."

Arunika menoleh.

"Tapi kau tetap di tengah formasi. Jangan bertindak sendiri."

Arunika mengangguk.

Raka mengangkat radio.

"Delta, bergerak."

Di dalam fasilitas Adrian berjalan melewati lorong yang dipenuhi debu, Sepatu nya menghasilkan suara langkah yang menggema.

Tak ada penjaga, Tak ada suara manusia.

Terlalu sunyi Adrian berhenti di depan sebuah pintu baja, Tangannya menyentuh panel lama di samping pintu.

Layarnya mati, Namun saat jarinya mendekat

TING!

Layar tiba-tiba menyala Adrian membeku dan Tulisan muncul.

IDENTITAS TERDETEKSI.

Kemudian:

SELAMAT DATANG KEMBALI, ADRIAN.

Tatapan Adrian berubah.

"Mustahil."

Ia menatap panel itu Sistem ini sudah dimatikan tujuh tahun lalu, Kemudian layar berubah.

AKSES KHUSUS DIBUKA.

Pintu baja bergerak perlahan Adrian tidak langsung masuk, Sebuah suara terdengar dari pengeras suara.

"Sudah lama sekali."

Adrian mengangkat kepala.

Suara itu...Adrian mengenalinya, Wajahnya berubah untuk pertama kalinya.

"Tidak."

Suara tersebut tertawa kecil.

"Kau masih mengingatku."

Adrian mengepalkan tangan.

"Siapa yang menghidupkan sistem ini?"

"Pertanyaan yang salah."

"Kalau begitu beri aku jawaban yang benar."

Hening, Kemudian suara itu berkata,

"Pertanyaan yang benar adalah..."

Lampu lorong mendadak padam Adrian langsung waspada.

"...kenapa kau tidak pernah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi tujuh tahun lalu?"

Adrian membeku Dari belakangnya terdengar suara langkah.

Satu.

Dua.

Tiga.

Adrian berbalik cepat.

Kosong.

Namun kemudian terdengar suara Arunika dari radio kecil yang terpasang di telinganya.

"Adrian?"

Mata Adrian langsung menyipit Radio itu seharusnya tidak aktif.

"Arunika?"

Tidak ada jawaban Kemudian suara lain masuk, Bukan Arunika.

"Jangan khawatir."

Adrian diam.

Suara itu melanjutkan.

"Teman-temanmu sudah datang."

Mata Adrian berubah tajam.

"Kalian—"

"Tepat seperti yang kami harapkan."

Adrian langsung berbalik menuju pintu Namun sebelum ia mencapai ujung lorong,

BRAK!

Pintu baja di belakangnya tertutup Adrian berhenti, Kemudian seluruh layar di dinding menyala secara bersamaan. Satu gambar muncul.

Rekaman lama, Ruangan yang sama, Tujuh tahun lalu, Dan di tengah rekaman itu berdiri seorang pria muda.

Adrian menatap layar tanpa berkedip, Wajah pria tersebut terlihat jelas. Wajah yang seharusnya sudah tidak mungkin muncul lagi.

Di bawah rekaman itu muncul satu tulisan:

SUBJEK 01 — STATUS: HIDUP.

Adrian membeku.

Dari radio terdengar suara yang sama.

"Selamat datang kembali, Adrian."

Suara itu tertawa pelan.

"Selamat datang di tempat di mana semuanya dimulai."

Di luar gedung, Arunika dan Unit Delta baru saja melewati gerbang.

Dan tanpa mereka sadari...Seluruh gerbang otomatis tertutup di belakang mereka.

Arunika langsung berhenti Gerbang di belakang mereka menutup dengan suara berat.

BRAKK!

Raka menoleh cepat.

"Gerbangnya!"

Dua anggota Unit Delta segera mendekat dan memeriksa panel kontrol.

"Jangan sentuh apa pun!" perintah Raka.

Arunika menatap bangunan di hadapannya. Lampu-lampu yang sebelumnya menyala kini berkedip tidak beraturan.

"Raka..."

"Aku tahu."

"Ini jebakan."

Raka mengangkat radio.

"Adrian, kami sudah masuk ke area utama. Gerbang menutup otomatis."

Tidak ada jawaban Raka mencoba lagi.

"Pak Adrian?"

Tetap hening Arunika merasakan sesuatu yang tidak beres.

"Dia sengaja memutus komunikasi."

Raka menatapnya.

"Atau sistem ini yang memutusnya."

Arunika langsung teringat suara dari radio Adrian tadi.

Teman-temanmu sudah datang.

"Raka, kita harus menemukan Adrian."

"Perintahnya jelas. Kalau terjadi sesuatu, kita keluar."

"Dan bagaimana kalau Adrian terjebak di dalam?"

Raka terdiam Arunika sudah berjalan lebih dulu.

"Dia pasti menuju pusat fasilitas."

Raka memberi isyarat kepada Unit Delta.

"Formasi rapat. Kita bergerak."

Di dalam fasilitas, Adrian berdiri di depan layar, Rekaman lama itu terus berputar. Pria muda yang disebut SUBJEK 01 berdiri di tengah ruangan. Di belakangnya terlihat beberapa peneliti.

Kemudian rekaman berhenti Adrian menatap layar dengan rahang mengeras.

"Tujuh tahun."

Suara dari pengeras suara kembali terdengar.

"Kau meninggalkan tempat ini dan berpura-pura semuanya selesai."

"Aku tidak berpura-pura."

"Kau bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Adrian mendekati layar.

"Aku tahu cukup banyak."

"Tidak. Kau hanya tahu apa yang mereka ingin kau tahu."

Tatapan Adrian mengeras.

"Siapa kau?"

Hening.

Kemudian suara itu menjawab.

"Orang yang menyaksikan semuanya."

Adrian mengepalkan tangan.

"Kalau begitu kau juga tahu satu hal."

"Apa?"

Adrian menatap kamera di sudut ruangan.

"Aku tidak datang untuk mengingat masa lalu."

Ia berbalik.

"Aku datang untuk mengakhirinya."

Adrian membuka panel darurat di dinding dan menarik sebuah tuas.

BIP! BIP! BIP!

Alarm langsung berbunyi Layar berubah merah.

PROTOKOL PEMUSNAHAN FASILITAS DIAKTIFKAN.

Suara dari pengeras suara mendadak berubah.

"Apa yang kau lakukan?"

Adrian tetap tenang.

"Menghancurkan penelitian ini."

"Jangan!"

Untuk pertama kalinya suara itu terdengar panik, Adrian tersenyum tipis.

"Berarti aku benar."

Ia menekan tombol terakhir.

PROTOKOL PEMUSNAHAN DIMULAI.

Lampu merah menyala di sepanjang lorong Adrian segera mengangkat radio.

"Arunika, dengarkan aku."

Radio mendesis sebelum suara Arunika terdengar.

"Adrian!"

"Jangan mencari aku. Ikuti Raka menuju pintu keluar."

"Apa yang terjadi?"

"Aku akan menghancurkan fasilitas ini."

Arunika terdiam.

"Adrian, kau masih di dalam!"

"Aku tahu."

"Kami tidak akan meninggalkanmu!"

"Arunika."

Nada suara Adrian berubah tegas.

"Percaya padaku."

Arunika mengepalkan tangan, Raka langsung memahami situasinya.

"Kita harus keluar sekarang."

"Tapi Adrian"

"Dia memberi perintah."

Arunika menatap lorong di belakang mereka Kemudian terdengar suara Adrian lagi.

"Raka."

"Ya, Pak."

"Pastikan Arunika keluar dengan selamat."

Raka menatap Arunika.

"Siap."

"Dan Raka..."

"Ya?"

"Jangan kembali."

Sambungan terputus Arunika langsung berbalik.

"Adrian!"

Raka menahannya.

"Nona!"

"Lepaskan!"

"Kalau kita kembali, pengorbanannya sia-sia!"

Arunika terdiam Dari dalam gedung terdengar suara gemuruh.

DUUM!

Lantai bergetar Raka segera memberi aba-aba.

"Delta! Evakuasi!"

Mereka berlari menuju gerbang Satu demi satu lampu padam.

Di belakang mereka, sistem penelitian mulai runtuh. Ruang-ruang penyimpanan terkunci otomatis, server berhenti beroperasi, dan seluruh data penelitian mulai terhapus.

Adrian berdiri di ruang pusat, Layar terakhir di hadapannya menampilkan

PENGHAPUSAN DATA: 87%

Kemudian:

100%.

Adrian menatap layar itu.

"Sudah selesai."

"Tidakkkk"

Adrian langsung tanpa peduli pada teriakkan itu, dia berbalik dan berlari menuju jalur evakuasi.

Beberapa detik kemudian, Unit Delta berhasil mencapai gerbang, Raka memukul panel darurat.

"Terbuka!"

Gerbang bergerak perlahan.

"Keluar!"

Arunika menjadi orang terakhir yang melewati gerbang Namun ia berhenti.

"Adrian!"

DUARRR!

Ledakan besar terdengar dari dalam fasilitas Arunika menoleh panik, Raka menariknya menjauh.

"Tidak!"

Bangunan tua itu mengeluarkan kepulan asap. Sebagian atap runtuh, Arunika menatapnya dengan wajah tegang. Lalu dari balik asap, sebuah bayangan muncul.

Seseorang berjalan keluar Langkahnya berat, Namun tetap tegak. Arunika membelalakkan mata.

"Adrian..."

Pria itu mengangkat wajah Meski pakaiannya kotor dan wajahnya penuh debu, dia masih berdiri. Adrian berjalan mendekat.

Arunika langsung menghampirinya.

"Kau gila!"

Adrian menatapnya.

"Kamu baik-baik saja?"

Arunika terdiam Kemudian mengangguk.

"Semua selamat?"

Raka menjawab,

 "Semua Unit Delta lengkap."

Adrian menghela napas lega Di belakang mereka, fasilitas itu akhirnya runtuh sepenuhnya. Penelitian yang disembunyikan selama tujuh tahun telah berakhir.

Namun Adrian menatap reruntuhan itu cukup lama, Karena satu pertanyaan masih tertinggal. Siapa sebenarnya Subjek 01?

Dan yang lebih penting...Jika dia benar-benar masih hidup, di mana dia sekarang?

1
sinnox
50k mana cukup😭
Winna Yun: agak agak miris emang🤭
total 1 replies
sinnox
Bau bau ibu tiri jahat😭
Winna Yun: iya Kaka 😁
total 1 replies
zevy_14
lanjut kk... update... update.. update🤭💪
Winna Yun: siap kakak 😁
total 1 replies
zevy_14
bagus selidiki🤭
Winna Yun: mamang haru ini🤭
total 1 replies
ciber ara
suka banget ceritanya
Winna Yun: terimakasih ka 🤗
total 1 replies
ciber ara
nextt
MPUSSPITA
semangat terus othorrr
Winna Yun: semangat kembali ka🤗
total 1 replies
MPUSSPITA
sedih banget kamu, arunika 😭😭😭
Winna Yun: iya ka ujian nya gak main main😁
total 1 replies
Nnisa
kak aku mampir nih, semangat kak💪💪
Winna Yun: terimakasih ka atas kunjungan nya🤗
total 1 replies
Swan Tiger
halo semangat author🍀🍀🍀
Winna Yun: semangat juga ka🤗
total 1 replies
Lasa Hardianti
kasian bgt nasib arunika, moga aja kena karma tuh keluarganya😌🤣
Winna Yun: sabar na nanti di bayar kontan😁
total 1 replies
helena
kasian banget arunika
helena: thor/Hey//Smile/
total 2 replies
Winna Yun
iya ka emang gak sedikit 😁
Zed Analytical Number Nine
bukan angka yang sedikit
Cilia
Nyesek banget jadi arunika:(
Winna Yun: iya bener ka
total 1 replies
Winna Yun
iya ka beda banget
Putri Ayu/PqxxyZ
beda suasana ya disana
Putri Ayu/PqxxyZ
aku sudah mampir baru awal nih, entar lanjut lagi.. kakak boleh mampir di ceritaku yang "Terjebak Antara Saudara dan Cinta"
Winna Yun: iya ka siap
total 1 replies
Putri Ayu/PqxxyZ
oke cabut... kena usir soalnya
Winna Yun: iya ka🤭 terimakasih sudah berkunjung 🤗
total 1 replies
Putry Chan
aku kasih sedikit saran deskripsi kalimat trlalu panjang, berurutan, bertele-tele ,
kurang penekanan emosi yang mendalam
konflik dan kelanjutan bagus tapi kurang di bedakan
ada beberapa kata yang kurang baku
tidak ada poin unik yang langsung menonjol di awal

Dikhianati oleh orang yang seharusnya melindunginya, Arunika kehilangan segalanya dalam satu malam. Difitnah pembawa sial, diusir ke jalanan, dirampas hak warisnya demi ambisi keluarga—bahkan orang yang dicintainya pun berpaling tanpa belas kasih.

Di titik terendah hidupnya, ia bertemu Kael Adrian: CEO muda yang dingin, berkuasa, ditakuti semua orang, namun satu-satunya yang berdiri teguh di sisinya saat dunia meninggalkannya.

Namun cinta mereka tak mudah. Rahasia kelahiran Arunika yang terungkap perlahan membongkar konspirasi puluhan tahun tersembunyi. Orang yang dulu membuangnya kini kembali mengejarnya—bukan karena menyesal, melainkan demi warisan luar biasa yang tersembunyi dalam darahnya.

Akankah ia bangkit dan membalas setiap tetes air mata serta pengkhianatan itu?

Winna Yun: terimakasih ka sarapan nya🤗 terimakasih sudah berkunjung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!