Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
Kini pak dahlan dan bu ajeng serta kedua anak mereka di ajak masuk oleh intan dan duduk dikursi
"Tunggu sebentar ya bu, pak" ucap intan membukukan badannya
Ia sengaja mengajak masuk mereka, karena tak ada jawaban salam ketika intan datang. intan masuk ke kamar orang tuanya yang bisa terlihat jelas oleh keluarga wimarta yang berada di ruang tengah
"Rumah nya kecil" bisik rama pada gilang yang duduk disampingnya dengan segera gilang menyikut nya dengan cukup keras
"Aww...." rama memegangi dada nya yang terasa sakit karena terkena siku gilang
"Jaga mulut mu!!!" ucap pak dahlan yang mendengar ucapan rama, rama pun menunduk dan tersenyum
Ibu nya terlihat tengah tidur dengan wajah pucat nya
"Yaampun aku tak tega, membangun kan ibu" ucap pelan intan sambil mengelus ibunya
"Buk" intan mengusap pundak ibunya
"Intan? sudah pulang? kenapa sore sekali?" tanya ibu nya
"Intan....intan..."intan terbata-bata
"Intan apa?" tanya ibunya yang kemudian duduk menyenderkan punggungnya
"Intan bawa tamu bu, bos intan dan keluarganya" jawab intan
"Apa? aduh kenapa gak bilang, ada apa mereka kesini?" tanya ibunya seperti baik-baik saja dan segera merapihkan pakaian dan kerudungnya
"Dimana mereka?" tanya ibunya
"Di ruang tengah"
Ibu pun dengan santai berjalan ke luar kamar disusul dengan intan
"Maaf pak nunggu lama" kata ibunya langsung menyalami semuanya
"Tidak apa-apa" jawab pak dahlan
"Saya bu sari ibunya intan" ucap ibu memegang lengan intan yang berdiri disebelahnya
"Nyampe" terdengar suara bapak dengan tawa ambar di teras rumah "Ini mobil siapa pak?" tanya ambar dengan suara keras
"Kayanya bapak deh bu" ucap intan, intan pun berjalan ke luar
"Pak" intan menyalami bapak dan ambar
"Itu mobil siapa?" tanya bapak
"Ada bos nya intan dan keluarganya pak, didalam rumah" ucap intan
"Oh ya, terus kenapa kamu pulang telat? motor mu mana?" tanya bapak sembari berjalan ke dalam
"Motor? oh iya aku lupa" ucap intan pelan, ia baru sadar tentang dimana keberadaan si biru
Tapi ia tetap tenang masuk kedalam bersama ambar menyusul bapaknya
"Assalamualaikum, pak, bu" sapa bapak sambil menjabat tangan keluarga wimarta
"Nah ini bapaknya intan pak rahmat dan itu adiknya intan ambar" ucap ibu memperkenalkan
"Oh iya bu, saya pak dahlan dan ini istri saya bu ajeng terus ini anak pertama saya gilang itu bungsu saya rama" pak dahlan memperkenalkan keluarganya
"Hai" rama melambaikan tangannya dan tersenyum lebar, dengan segera ayah mempelotototi rama dan rama pun langsung menurunkan tangannya
"Aku kan hanya menyapa" gerutu rama dalam hatinya
"Wah anak nya ganteng-ganteng sekali" puji ibu melihat gilang dan rama
"Terimakasih" ucap pak gilang dengan sopan nya
Sedangkan rama malah tersenyum lebar sambil mengusap rambut dengan lengan-nya
"Mohon maaf sebelumnya, ada apa ya ramai-ramai ke rumah kita? apa ada masalah dengan intan dikantor?" tanya bapak
"Tidak pak, tapi sebelumnya kita mau ngobrol sama ibu dan bapak saja bisa?"
"Bisa-bisa" jawab bapak dan ibu bersamaan
"Kalian tunggu diluar" ucap pak dahlan pada gilang dan rama
Mereka pun menurutinya, termasuk intan dan ambar yang juga ikut keluar
"Magrib-magrib begini suruh diluar" gerutu rama, karena adzan magrib baru saja berkumandang sekitar 10 menit yang lalu
Ambar dan intan duduk dikursi dekat warung, sedangkan rama duduk dikursi kayu dekat pintu bersama pak gilang
"Kak, mau apa kita disini?" tanya ambar
"Mmmmm.... ibu sama bapak lagi ngobrol dulu sama bos kakak"
"Ohhh begitu" jawab ambar
"Oh iya pak gilang, motor saya ketinggalan di kantor. gimana ya?" intan bertanya dengan gugup
"Tenang saja saya sudah menyuruh satpam untuk memindahkan nya ke garasi kantor
"Tapi pak, saya besok bagaimana berangkat kerja?" tanya intan
"Dijemput rama"
"Yaampun.... benar-benar hari hari ku hanya ada rama rama dan rama" gerutu intan dalam hatinya
Tanpa menjawab intan hanya tersenyum penuh paksaan
"Handphone kamu mana?" tanya intan pada ambar
"Mati kak tadi, makanya ambar cas" jawab ambar
"Oh iya aku belum mengganti handphone mu ya?" ucap rama yang mengingat handphone intan rusak karena nya
"Iya benar, mana?" intan menghampiri rama dengan berkacak pinggang
"Apa? aku tak beli handphone" jawab rama
"Uangnya !!!" jawab intan menadahkan tangannya
"Haih!!! besok saja besok"
"Sekarang" intan memukul lengan rama
"Iya...iya...iya..." rama mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikan intan uang lima ratus ribu
"Kurang" teriak intan
"Kau mau memerasku? handphone seperti itu paling hanya segitu harganya"
"Aku membelinya satu juta lima ratus, mau apa kau?"
"Haih hanya kurang segitu saja mengomel"
"Yaudah mana"
Rama pun menghitung uang nya dan di berikan pada intan
"Lihat nih... lihat aku sudah tak punya uang tunai" rama menunjukkan dompetnya yang kosong hanya tersisa KTP dan beberapa kartu kredit
"Oke tak apa, ini hanya untuk mengganti uang handphone ku yang rusak. nanti jangan lupa beli handphone untuk ku" jawab intan tersenyum
"Apa maksudmu, itu kan sudah ku ganti"
"Tapi kalau uang nya segini, aku hanya akan bisa membeli handphone seperti yang dulu. apa kau lupa saat kau merusak handphone ku kamu bilang akan mengganti nya dengan yang lebih mahal?" intan tersenyum penuh kemenangan
"Wah...wah ingatan mu bagus juga" puji rama dengan ketus
"Ini siapa kak?" tunjuk ambar pada rama" "dia pacar Kakak?" tanya ambar dengan polosnya
intan mengerutkan keningnya tapi dengan santai dan jelas rama mengelus rambut ambar "Aku calon suami kak intan"
Dengan segera intan menginjak keras kaki rama dan mendorongnya hingga terdorong terkena kursi kayu disebelahnya "Aw....kakiku... perutku..." rama mengaduh kesakitan
"Kok kakak ke calon suami kakak galak?" tanya ambar dengan polosnya
"Aduh...aduh...ambar sebaiknya masuk" intan membuka pintu terlihat orang yang berada didalam menatapnya "Ambar...Alambar mau masuk" intan pun kembali menutup pintu
Ia berjalan ke arah rama "Apa apaan kau bilang begitu?" tanya intan
"Kan memang benar intan, dia calon suamimu" Jawab pak gilang yang dari tadi berada di antara mereka
Intan hanya menoleh saja dan langsung menundukan kepalanya ia tak berani menjawabnya bahkan menatapnya
"Aduh kenapa aku jadi gugup" ucap intan dalam hatinya
"Tau, kau baru jadi calon ku saja seperti itu apalagi sudah jadi istriku bisa habis tubuhku dengan luka lebam"
"Ha-ha-ha" intan berkata dengan terpotong-potong meledek rama
Tak lama suara teriakan ibu nya intan terdengar yang menyuruh mereka bertiga masuk
"Sini" ibu menggupaikan tangannya supaya intan duduk disisinya
"Nah, ayah sudah berbicara dengan orang tua intan tentang tujuan ayah kemari. sekarang rama kamu yang meminta intan kepada kedua orangtuanya" ucap ayah.
Dengan bersamaan intan dan rama menelan salivanya dengan susah
"Aku....aku yah?" rama menunjuk wajahnya pak dahlan dan bu ajeng pun mengangguk
"Mati aku, bagaimana caranya?" ucap rama dalam hatinya dengan keringat yang mulai muncul
"Buk seperti nya aku mandi dulu, aku gerah" ucap intan mencari alasan
"Sudah lah, diam dulu. masa ada tamu di tinggal" cegah ibu
Akhirnya intan pun duduk menundukkan kepalanya
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.