Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.
Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.
"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."
Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?
***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.
Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Mauren mengerjabkan mata nya perlahan, mata nya menyipit di kala silau lampu yang masuk ke retina nya.
Leguh Mauren terdengar mengalihkan kedua wanita paruh baya yang menunggu nya di sofa.
"Kamu sudah sadar sayang?" tanya Zahra sambil berjalan ke ranjang Mauren di ikuti Marina di belakang nya.
"Air." gumam Mauren. Zahra melihat sekeliling tidak ada air di dalam kamar Mauren ia pun segera berlari keluar kamar menuju dapur.
Kegaduhan yang Zahra buat malah menimpulkan kepanikan para lelaki di ruang tamu. Mereka menyusul ke arah Zahra dengan tampang panik nya.
"Mengapa mama lari seperti itu? Bagaimana Mauren? Apakah terjadi sesuatu?" cerocos Ardi pada istri nya.
Leo mengusap wajah nya kasar, ia begitu khawatir dengan keadaan Mauren.
"Mauren tidak papa pah, ia hanya minta air." jelas Zahra pada suami nya.
"Alhamdulillah, syukur lah." Ardi penuh syukur, jangan lupa Bram yang juga bernapas lega mendengar Mauren baik-baik saja.
Apa lagi Leo ia sudah terduduk lemas di lantai.
Syukur lah.
Zahra mengalihkan pandangan nya melihat lelaki yang terduduk lesu itu.
"Siapa dia?" tunjuk Zahra.
"Anak ku."
"Wah, pucuk di cinta ulam pun tiba. Aku belum ngasih pelajaran sama kamu ya anak tengik. Tunggu aku." tegas Zahra menatap Leo dengan tajam.
Leo meneguk saliva nya.
Tamat lah aku, kemarin macan jantan yang ku hadapi sekarang macan betina nya.
Leo hanya mengangguk kepala nya, ia berlalu menuju sofa dengan tertunduk lesu.
Zahra pun pergi berlalu membawa segelas air dan nasi, sayur serta lauk nya. Di ikuti suami dan sahabat nya itu di belakang nya. Mereka mengikuti Zahra ke lantai dua.
"Yo, siapa Mauren?" tanya Aldo yang memang sudah sangat penasaran sedari tadi.
Jiwa kepo nya sudah kumat, apa lagi Riski.
"Dan bayi yang lu bilang tadi apa juga maksud nya?" penasaran Riski.
Leo mengusap kepala nya, memang ini para sahabat nya kepo nya sudah selangit. Ya allah kuat kan Leo, ia hanya ingin mempersiapkan kekuatan nya menghadapi macan betina yang sebentar lagi menerkam nya.
"Mauren itu calon istri nya Leo yang sedang mengandung anak nya," jelas Alfa dengan santai nya, Riski dan Aldo terkejut.
Bagaimana bisa Leo bisa ceroboh seperti itu.
"Apa lagi dia dengan sengaja merenggut kehormatan Mauren." lanjut Alfa masih santai, Leo menatap Alfa sinis. Mereka saling melempar lirikan mata tajam.
Awas lu ya Alfa gue potong bonus lo.
Siapa takut dasar es balok.
"Wah gila memang Leo, gak segitu juga kali. Sama aja itu termasuk pelecehan." tegas Riski menatap Leo.
"Ya mau bagaimana lagi, salah gue sendiri." jelas Leo.
"Tapi gak gitu yo, setau ku kamu gak sembarangan nyentuh wanita apa lagi sampai melakukan hal yang tidak senonoh seperti itu."
"Sebenar nya ya, gue memang tertarik sama dia. Karena banyak yang menyukai bahkan ada yang terang-terangan mau ngajak dia menikaj. Kalap dong gue, mau gak mau harus gue milikin dia. Dan ya hasil nya si tole buang benih langsung jadi kan itu nama nya tokcer berarti benih tole subur dong." jelas Leo dingin.
"Kamu itu egois Leo," bentak Riski.
"Kamu sadar gak apa yang kamu lakukan? Kamu sama aja melukai batin dia, banyak para wanita yang depresi dengan kasus pelecehan itu. Mereka tidak terima dengan keadaan mereka. Mereka ada yang gila bahkan bunuh diri, sadar Yo kamu jangan egois memikirkan diri sendiri." jelas Riski. Leo terdiam mencerna ucapan Riski.
Ada benar nya juga.
Hawa di ruang tamu semakin panas dengan argumen para lelaki itu.
Yang satu selalu menasehati dan memberikan pendapat nya dan yang satu dengan kekeras kepala nya.
Alfa dan Aldo terdiam, memang Riski ini sahabat yang paling bijak di antara mereka berempat.
Ia dengan kepala dingin menghadapi setiap masalah.
Masalah yang mereka hadapi, selalu Riski yang memberi pendapat.
Tapi selalu terjadi argumen seperti ini. Baik Leo, Alfa, Aldo selalu bersitegang kalau sudah dengan Riski.
Mereka tidak ada yang mau mengalah tapi ujung nya malah pendapat Riski yang mereka cerna dan mereka serap.
Lah, kalau memang pendapat Riski yang mereka cerna mengapa malah harus adu urat dulu. Memang manusia tidak ada yang sempurna. Selalu pengen memang sendiri.
Karena kian memanas Aldo dan Alfa harus berpikir otak mencairkan suasana.
"Sebentar lagi ada yang jadi hot daddy nih." canda Aldo.
"Bukan cuman jadi hot daddy, tapi juga gak jomblo lagi." goda Alfa.
Leo dan Riski terkekeh mendengar nya.
"Maka nya kalian cari pasangan dong, memang dasar jokut." sindir Leo pada mereka.
"Jokut?" tanya mereka.
"Jomblo akut, hahahaha."
"Sialan." mereka pun berdiri dan mengikis kepala Leo bergantian.
Leo hanya mengelus kepala nya, memang jitakan mereka tidak main-main sakit nya. Ia meringis.
Mereka pun tertawa padahal tadi bersitegang dengan argumen siapa menang dan kalah.
Di kamar Mauren, Mauren bersandar sambil di suapi makan sama Marina.
Ia sudah mengenakan hijab nya tapi tidak dengan cadar nya.
Karena permintaan Zahra, ia hanya nurut. Mauren sebenar nya masih bingung siapa wanita yang sedang menyuapi diri nya makan dan lelaki paru baya yang mengobrol begitu akrab dengan papa nya.
Tampang Mauren yang bingung pun di sadari Zahra.
"Maafkan mama ya sayang, mama belum perkenalkan sahabat Mama sekaligus calon mertua kamu," jelas Zahra.
Calon mertua.
"Nah yang menyuapi kamu itu nama nya Marina istri dari Bram. Anak mereka yang menikah sama kamu." lanjut Zahra.
"Bukan nya Mauren akan menikah dengan duda anak satu ya." bingung Mauren.
Seketika pecah tawa orang tua di dalam kamar Mauren.
Mauren menundukkan kepala nya, ia malu sendiri karena menyadari pertanyaan nya yang tidak masuk akal.
Lelaki duda yang ia kira akan menikah dengan nya sepantaran dengan papa nya.
Tapi benar kan, memang kemarin papa nya bilang itu calon suami nya.
Dan di depan ia, calon mertua nya yang terlihat masih begitu gagah dan cantik nya.
Bagaimana bisa ia tidak memikirkan ke sana.
Jadi calon suami ku siapa?
"Sudah sudah, kasian calon mantu ku kalian jadi bahan candaan. Lihat dia, mukanya sudah seperti tomat yang matang." goda Marina.
Semakin menunduk lah wajah Mauren ia ingin bersembunyi di bawah selimut tapi kalau ia melakukan nya itu nama nya tidak sopan kan.
"Ok, sekarang kamu istirahat yang cukup dan jangan kecapean. Ingat jaga kesehatan dan calon cucu mama ya." perintah Marina, Mauren mengganggukkan kepala nya.
Marina menyelimuti Mauren dan mereka bergantian mencium kening Mauren.
Alhamduillah ya Allah, aku bersyukur mendapatkan begitu banyak kasih sayang. Di saat keterpurukan dalam hidup ku yang sudah terjatuh dalam lembah keputusasaan. Di saat itu kau datangkan senyuman indah mereka menguatkan ku dan menarik diri ku ke permukaan.
Sungguh sangat banyak karunia dan nikmat yang telah Allah berikan kepada hamba-hambanya. Bahkan jika seluruh air lautan dijadikan tinta untuk menuliskan nikmat-nikmat Allah, maka sampai seluruh air lautan itu habis pun masih belum cukup untuk menuliskan semuanya.
Karena itu, sudah sepantasnya bagi seorang hamba yang beriman untuk bersyukur kepada-Nya. Bersyukur adalah cara seorang hamba untuk berterima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepadanya. Rasa syukur merupakan bentuk pengakuan seorang hamba bahwa ada keterlibatan Allah di balik setiap nikmat yang diterimanya.
"Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku." (Q.S Al-Baqarah : 152)
Bersyukur merupakan bukti bahwa seseorang cinta dan ridha terhadap Sang Pemberi nikmat, Allah SWT. Jika ada kecintaan dan keridhaan di dalam hati seseorang, maka ia akan senantiasa bersyukur, sekecil apapun nikmat yang diterimanya. Berbeda jika seseorang sudah dikuasai oleh keangkuhan, maka sebesar apapun nikmat yang diterimanya, ia tetaplah ingkar dan menafikan peran Tuhan di balik semua itu, ia merasa bahwa semua itu adalah hasil jerih payahnya sendiri.
Allah SWT secara tegas menyampaikan tentang perlakuan berbeda yang akan diterima antara mereka yang senantiasa bersyukur dan mereka yang selalu ingkar terhadap nikmat-Nya. Bahwa siapa yang pandai bersyukur, maka Allah berjanji akan menambahkan nikmat kepadanya, dan barangsiapa yang kufur nikmat, maka ingatlah sesungguhnya siksa Allah sangat pedih bagi mereka yang ingkar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa ya kasih like, komen, rate and vote. Hargai lah setiap karya seseorang dengan memberikan dukungan kalian. Maaciww.
Tbc*