NovelToon NovelToon
Dikira Mandul Ternyata Subur

Dikira Mandul Ternyata Subur

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:305.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nurma Azalia Miftahpoenya

Update tipis-tipis, ya. Maaf Hiatus terlalu lama karena sibuk dengan realita.

Sepuluh tahun menjalani biduk rumah tangga, Diana dan Hengki tidak kunjung mendapatkan momongan. Orang tua Hengki selalu menekan keduanya untuk segera memberi cucu.

Tekanan yang terus mendera Hengki membuat lelaki itu terjerumus pada lubang hitam. Dia yang awalnya begitu mencintai istrinya, kini dengan tega mengkhianati janji suci pernikahan.

Diana yang saat itu merasa sakit hati, memutuskan untuk keluar dari rumah. Wanita itu berniat membalas segala rasa sakit yang diberikan oleh suami serta keluarga toxic itu.

Mampukah Diana menjalankan niat balas dendamnya atau wanita itu justru terjebak dalam permainannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Azalia Miftahpoenya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan Hengki

"Bangun, Mas! Kamu tidak perlu bersujud seperti ini. Hatiku sudah beku dan tidak mungkin luluh oleh penyesalan kamu ini," ucap Diana tegas.

Hengki menatap Diana dengan sendu, kepalanya menggeleng beberapa kali. Sungguh, dia tidak ingin kehilangan wanita yang selama ini menemaninya dengan tulus.

"Dian, semua ini belum selesai. Kita masih bisa memperbaiki semuanya," balas Hengki, tetapi Diana menggeleng keras.

"Tidak ada yang perlu diperbaiki, Mas. Semua sudah hancur oleh keegoisan kamu sendiri. Silahkan pergi dari apartemenku. Aku yang akan mengurus perpisahan kita," sahut Diana, wanita itu bahkan membuang muka seolah tidak ingin melihat reaksi sang suami.

"Sayang, plis, jangan minta cerai dariku. Aku menyesal dan akan berusaha memperbaiki semuanya," ucap Hengki, masih berusaha membujuk.

Tangan diana menunjuk ke arah pintu apartemen. "Pergi sekarang, Mas. Kalau kamu tidak mau, aku bisa panggilkan petugas keamanan atau polisi sekalian," ancam Diana yang kini mulai mengusir sang suami.

"Dian," panggil Hengki lirih.

"Mas, jangan menguji kesabaranku. Selama ini kamu belum pernah melihatku marah, 'kan? Aku bisa mengakhiri hidup kamu sekarang juga," ucap Diana, wanita itu kembali menatap Hengki dengan sorot mata tajam.

Melihat amarah yang meluap di dalam diri Diana, kini Hengki bangkit dari posisinya. Lelaki itu berdiri, sambil menatap lesu wajah istrinya yang terlihat merah padam.

"Baik, aku pergi sekarang. Tapi, aku masih akan berusaha untuk mendapatkan kamu kembali," ucapnya, lalu mengayunkan langkah keluar dari unit apartemen Diana.

*****

Tanpa persetujuan Hengki, Diana mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Wanita itu yang memang sudah bertekad ingin berpisah dari Hengki, menyerahkan segala proses perceraiannya kepada seorang pengacara.

"Saya tidak ingin terlihat dalam proses apapun. Semua saya percayakan pada Bu Meta," ucap Diana tegas.

"Baik, Bu Diana. Semua akan saya tangani. Sesuai dengan keinginan Bu Diana," jawab pengacara bernama Meta.

Diana mengangguk, lalu segera pergi meninggalkan si pengacara yang harus menangani kasus perceraiannya. Dari pada mengurus hal tersebut, Diana lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan bekerja.

Selama proses perceraian berlangsung, Hengki berkali-kali berusaha terus menemui Diana. Namun, wanita itu selalu menghindar dan menutup semua akses Hengki untuk menghubunginya.

"Sial, sepertinya Diana memblokir nomorku. Aku harus datang ke tempatnya bekerja," kata Hengki, lelaki itu pun mengemudikan mobilnya menuju butik.

Beberapa saat kemudian, Hengki telah sampai di Wiratama Boutique. Lelaki itu langsung turun dan bergegas masuk butik. Dia mengedarkan pandangan untuk mencari Diana. Seseorang pun mendekati Hengki.

"Ada yang bisa saya bantu, Pak?"

Hengki menoleh, lalu berkacak pinggang. Lelaki itu sengaja bersikap congkak. Sementara itu, seseorang yang menyapa Hengki justru terkejut.

"Astaga. Ini kan suami Mbak Diana," gumam seorang perempuan muda.

"Kamu tahu aku suami Diana?" tanya Hengki senang. Sebab, dia merasa sang istri ternyata memamerkan dirinya pada temen-teman kerjanya.

Si perempuan muda menundukkan kepalanya, lalu menggeleng. Dia berusaha untuk menghindari kontak mata dengan lelaki congkak di hadapannya ini.

Hengki mendengkus ketika melihat reaksi perempuan muda di depannya. "Panggil Diana ke sini!" perintahnya tanpa sopan santun.

"Mau apa kamu datang ke sini?" Suara Diana membuat Hengki membalik tubuhnya.

Ketika melihat sang istri, Hengki pun menerbitkan senyum cerah. Lelaki itu bergegas menghampiri Diana yang berdiri sambil bersedekap dada di samping sebuah manekin cantik yang terbalut gaun indah.

"Dian, aku rindu kamu," ucap Hengki, tetapi Diana malah merotasikan kedua bola matanya.

"Jangan seperti anak kecil yang baru jatuh cinta, Mas. Kamu ini sudah bangkotan," ucap Diana malas.

Terdengar kekehan kecil dari belakang tubuh Hengki. Lelaki itu langsung menoleh dan menatap tidak suka pada perempuan muda yang tadi menyapanya. Di sisi lain, si perempuan langsung membekap mulutnya sendiri.

"Lis, kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu. Orang ini biar aku yang tangani," kata Diana pada temannya.

"Oke, Mbak. Aku pergi dulu, ya," pamit Sulis.

Kini tinggal Hengki dan Diana. Si istri berjalan menuju pintu butik diikuti oleh si suami. Ketika berada di luar, Diana tanpa basa-basi langsung mengusir Hengki dari sana.

"Sekarang lebih baik kamu pergi, Mas. Tunggu saja putusan pengadilan. Aku sudah malas sekali bertemu dengan kamu," ujar Diana tegas.

"Dian, tolong batalkan perceraian ini. Aku tidak ingin kita berpisah," kata Hengki memohon.

"Enggak, Mas. Keputusanku sudah bulat. Kita akan berpisah!"

"Kamu akan menyesal Dian. Kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku," ucap Hengki mengancam, tetapi hal itu tidak membuat Diana gentar.

Lelaki itu pun pulang dengan membawa kegagalan. Rupanya membujuk Diana tidaklah mudah. Wanita yang dulu sangat penurut dan terlihat lemah itu, kini telah memiliki kepercayaan diri serta jiwa kepemimpinan yang kuat.

Selama proses perceraian, Hengki terus saja berusaha untuk menemui Diana. Lelaki itu belum mau menyerah begitu saja. Selalu saja ada cara untuk menemui wanita yang pernah dia sia-siakan.

Seperti saat ini, lelaki itu tiba-tiba saja muncul di apartment Diana. Dia datang dengan niat buruk. Ketika Diana baru saja pulang bekerja, Hengki sengaja membuntuti wanita itu. Diana yang memang sangat kelelahan, tidak menyadari bahwa bahaya tengah mengancam.

"Aku capek banget," keluhnya, sambil berjalan menuju unit apartmentnya.

Dia tidak menyadari bahwa Hengki ternyata membuntutinya di belakang. Senyum licik terbit di wajah pria berkepala tiga itu. "Kalau kamu tidak mau kembali padaku, tidak apa-apa. Aku akan menjebak kamu agar tidur denganku, dan merekam kegiatan kita. Itu bisa aku jadikan sebagai senjata agar kamu tidak menceraikan aku, Dian."

Kini Diana telah sampai di depan pintu unit apartemennya. Wanita itu segera membuka pintu tersebut, kemudian melangkahkan kakinya masuk. Namun, baru selangkah wanita itu masuk, tiba-tiba ada seseorang yang mendorong tubuhnya, beruntung Diana tidak sampai jatuh.

"Awh!" teriak Diana, lalu bergegas membalik tubuhnya untuk melihat siapa pelaku yang mendorongnya.

Netra teduh Diana membulat seketika saat melihat Hengki berdiri di depannya. Lelaki itu juga langsung menutup pintu apartemen. Tatapannya membingkai Diana dengan senyum licik.

"Mas Hengki, ngapain kamu ke sini?" tanya Diana panik.

"Memangnya tidak boleh aku datang ke tempat tinggal istriku?" tanya balik Hengki, sambil maju beberapa langkah.

Diana merasakan ada yang aneh dengan tatapan Hengki. Wanita itu paham, tatapan itu adalah tatapan yang sama persis setiap Hengki hendak meminta jatahnya sebagai suami. Melihat itu Diana merasa terancam. Wanita cantik itu pun mundur perlahan.

"Kamu mau apa?" tanya Diana tegas.

"Kamu pasti tahu aku mau apa, Dian." Hengki membuka jas kantornya, lalu membuang pakaian itu ke sembarang arah.

Netra dengan bulu lentik itu terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh calon mantan suaminya. Meski merasa terdesak dan terancam, tetapi sebisa mungkin Diana tetap bersikap tenang.

"Jangan g*la, Mas. Sebentar lagi aku sudah bukan istri kamu," ucap Diana.

"Itu kan sebentar lagi. Sekarang, kamu masih istriku. Tidak ada salahnya jika aku meminta jatah terakhirku, 'kan?"

Diana menggeleng keras. Dia tidak mau hal itu sampai terjadi. Meski rasa cinta itu belum hilang, tetapi Diana tidak ingin kehilangan harga diri dengan kembali ke pelukan lelaki pengkhianat itu.

"Kamu jangan nekat, Mas. Apartement ini terdapat CCTV yang tersambung langsung ke pos jaga. Jika kamu nekat, mereka pasti akan tinggal diam," ucap Diana masih berusaha tenang, padahal jantungnya sudah hampir lepas dari tempatnya.

"Aku tidak peduli. Yang terpenting kita akan menikmati waktu terakhir kita bersama, Dian," sahut Hengki, tangannya mulai membuka satu persatu kancing kemejanya.

'Ya Allah, bagaimana ini. Aku harus melakukan apa? Aku tidak ingin kembali pada lelaki pengkhianat seperti Mas Hengki. Tapi, siapa yang akan menolongku?'

1
Asyatun 1
lanjut
Nureliya Yajid
lanjut thor
Asyatun 1
lanjut
Queenfans Angelfans
𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂
Soraya
Amiin smoga cepat sehat ya thor
Asyatun 1
lanjut
Iges Satria
aamiin 🤲🤲 semoga cepat sembuh dan kembali pulih ke sediakala gi Thor 🤲🤲
Dartihuti
Fiiamanillah...💪💪🥰
Cahaya
Rasulullah tidak bersama orang tua maupun mertua karena keduanya sudah tidak ada.
Seorang sahabat bertanya, apakah yang harus kulakukan tatkala istriku meminta berpisah tinggal dengan ibuku yang semakin renta, sementara aku dibesarkan dengan kasih sayang semenjak kecil..
Jawabannya sama seperti Nabi Ibrahim berkata pada Ismail.. "gantilah pintumu" (istri).

apakah tanpa merawat orang tua tidak bisa mandiri?
apakah orang tua kita pernah meninggalkan kita saat membutuhkan mereka?
yang paling penting.. saat mereka hidup berdua sampai akhir hayat.. meninggal cuma dirawat orang lain.. apakah bisa kita menjamin tidak ada penyesalan karena tak sempat memberikan yang terbaik di akhir usia mereka?
apakah yang terbaik buat mereka itu materi?
masih ingatkah kisah seorang pemuda yang di dunia dijanjikan surga karena baktinya pada ibunya?

yah sudahlah.. ujungnya kita cuma berargumen dengan keyakinan kita.
Dinatha
aku bacanya Almarhum..
kirain Rose kerjain papanya..
Dinatha
Hati hati Adrian..
bisa percuma kamu punya istri..
ntar dikuasai Mommy 🤣🤣🤣
Dinatha
Mampir dulu yuk..
Itung-itung nyicil buat anak..
ehh.. salah ketek.. 😁 salah ketik 🤣🤣🤣
Yurniati
terus update nya thorr
Yurniati
tetap semangat terus update nya thorr
Dinatha
wkwkwkwk
seandainya yang terjadi ini pada pemeran utamanya..
Readers pada bilang.. lumrah kan.. maklumlah lagi hamil 😁
kalau yg hamil peran antagonisnya.. yakin mau komen begitu?
ria
happy selalu diana adrian❤
semoga cepet diberi momongan..

semangat sehat thor..
semangat lanjut..
selamat menyambut bulan suci ramadhan bulan penuh ampunan❤
Asyatun 1
lanjut
Soraya
lanjut thor
Ira Sulastri
Di lanjut kak author
Soraya
lanjut lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!