NovelToon NovelToon
Ditinggal Menikah Dipinang Pewaris

Ditinggal Menikah Dipinang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:484
Nilai: 5
Nama Author: Anjana

Ketika Zilia mengetahui kekasihnya menikah dengan wanita lain, hidupnya seketika berubah.
Belum sempat menyembuhkan luka, ia justru dijodohkan dengan Rafael, pewaris keluarga Darmawan yang nyaris tidak dikenalnya. Namun, siapa sangka jika Vio datang kembali dan bersumpah akan merebutnya, sementara Rafael terang-terangan bahwa Zilia sebagai calon istrinya.
Di antara cinta lama, perjodohan, kecemburuan, dan rahasia keluarga, Zilia tidak pernah menyangka, bahwa pria yang awalnya hanya dianggap sebagai pengganti, justru akan menjadi lelaki yang mengubah seluruh hidupnya.

Akankah Zilia mendapatkan kebahagiaan? Atau justru ujian hidupnya semakin berat.
Penasaran? yuk ikuti jalan cerita mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Zilia mengembuskan napas kasar. Sungguh di luar dugaan. Baru saja kekasihnya berpamitan pulang ke rumah orang tuanya, kini giliran dirinya yang dihadapkan pada masalah serupa.

"Apa yang sedang kamu pikirkan, Nak?" tanya Ibu Retno lembut. "Ibu tidak punya hak untuk menahanmu. Ibu hanyalah ibu asuhmu. Mungkin... sekarang sudah waktunya Ibu menepati janji untuk mengembalikanmu kepada keluarga kandungmu."

Zilia menggeleng tegas.

"Bu, dari dulu aku nggak pernah punya keinginan untuk kembali ke rumah Papa. Bukankah di sana sudah ada Lora? Putri kesayangan Papa."

Ibu Retno tersenyum tipis.

"Kamu juga putri kesayangan beliau, Nak."

Zilia tertawa hambar.

"Kalau memang begitu, kenapa Papa menikah lagi saat usiaku baru satu tahun? Kenapa justru aku dibesarkan oleh Ibu, sementara Papa sibuk membangun keluarga barunya?"

Ibu Retno menghela napas pelan.

"Waktu itu ibu tirimu sedang hamil muda. Keadaannya juga tidak memungkinkan. Mungkin itu sebabnya ayahmu menitipkanmu kepada Ibu."

"Bukan itu alasannya, Bu."

Zilia menatap lurus ke depan.

"Kalau Papa benar-benar menginginkanku, seharusnya beliau bisa menjemputku sejak dulu. Nyatanya sampai sekarang, aku tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah."

Suasana mendadak hening.

"Tidak, Bu. Pokoknya aku nggak akan kembali ke rumah Papa. Aku akan membuktikan kalau aku bisa hidup bahagia dengan caraku sendiri."

Ibu Retno terbatuk kecil, lalu memandang Zilia dengan tatapan penuh kasih.

"Ibu percaya kamu bisa hidup mandiri."

Zilia langsung menoleh.

"Benarkah?"

Ibu Retno mengangguk.

"Tapi, Ibu juga ingin bertanya. Sampai kapan kamu akan terus memelihara rasa marah dan kecewa kepada ayahmu sendiri?"

Pertanyaan itu membuat Zilia terdiam.

Bibirnya bergerak, tetapi tak satu kata pun keluar.

Beberapa detik kemudian, ia mengembuskan napas panjang.

"Sudahlah, Bu. Aku nggak mau membahas ini lagi."

Zilia bangkit dari duduknya.

"Aku mau mandi dulu. Setelah itu video call sama Vio."

Ibu Retno hanya menggeleng pelan.

"Ya sudah."

Zilia segera masuk ke kamarnya.

Ia mandi lebih lama dari biasanya, seolah ingin menghilangkan penat akibat berbagai persoalan yang datang bersamaan.

Selesai mandi, ia mengenakan pakaian favoritnya. Rambutnya disisir rapi, lalu ia merias wajah tipis-tipis. Meski hanya melalui panggilan video, ia tetap ingin tampil cantik di depan Vio.

"Dia pasti kaget lihat aku secantik ini," gumamnya sambil tersenyum kecil.

Dengan perasaan berbunga-bunga, Zilia langsung menekan tombol panggil.

Namun...

Senyumnya perlahan memudar.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi.

"Hm?"

Zilia mencoba lagi.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Hasilnya tetap sama.

Ponsel Vio tidak aktif.

"Kok nggak aktif, sih?" gumamnya mulai gelisah.

Ia kemudian mengirim beberapa pesan.

"Vio, kamu lagi sibuk ya?"

"Kalau sudah sempat, kabarin aku ya."

"Aku kangen."

Pesan-pesan itu terkirim, tetapi hanya centang satu.

Perasaan Zilia mulai tidak tenang.

"Semoga dia baik-baik saja..."

Tanpa ia sadari, kegelisahan kecil itu menjadi awal dari jarak panjang yang perlahan akan memisahkan mereka.

Di tempat lain...

Vio masih berada di ruang kerjanya.

Sejak pagi, ia terus mengikuti rapat, memeriksa dokumen, dan mempelajari berbagai laporan perusahaan yang menumpuk di atas meja.

Kesibukan itu membuatnya sama sekali tidak menyadari ponselnya bergetar berkali-kali di dalam laci meja kerja.

Layar ponselnya dipenuhi nama yang sama.

Zilia.

Namun tak satu pun panggilan ataupun pesan itu sempat ia lihat.

1
Leisha
Lanjut thor...
awas y thor kalo gk update
suka ceritanya
Leisha
Ditunggu kelanjutannya kak❤
Anjana
Asiap.... gas pol nyampe end kak. Jangan lupa untuk selalu dukung biar authornya semangat nulisnya😍
Leisha
Semoga tidak gantung ceritanya
awas ya thor kalo gak nyampe end
tak jewer kamu thor😄
Leisha
Bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!