NovelToon NovelToon
GADIS DESA DINIKAHI PRIA KAYA

GADIS DESA DINIKAHI PRIA KAYA

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:140.8k
Nilai: 5
Nama Author: saffana

Kisah ini mencertiakan tentang Zahra gadis manis yang berasal dari desa.
Zahra adalah anak yang sangat berbakti kepada kedua orangtua nya. Dia bertekad menjadi orang sukses.
Zahra pun pergi merantau ke kota untuk bekerja.

Gadis itu tidak pernah menyangka dalam perjalanan hidup nya dia bertemu dengan Pria Tampan dan sukses.
Dialah Arfan pratama, Pria tampan dan sukses tapi sayang dengan kepribadian yang dingin dia selalu gagal dalam hubungan asmara nya.

Akankah Zahra dan Arfan akan bersatu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saffana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SURAT PERJANJIAN

Zahra sangat terkejut Gadis itu berpikir akan tertabrak mobil. Bersyukur sang pengemudi mengerem mobilnya tepat waktu.

"Alhamdulillah, nyaris saja aku mati hari ini!" batin Zahra dalam hatinya. Gadis manis itu membuka kedua netra indah nya.

Zahra terkejut bukan main, Gadis itu langsung teringat dengan kejadian malam itu. Dia lupa menghubungi Pria yang sudah menolong nya. Eh malah hari ini bertemu kembali di situasi yang tidak tepat.

 

Melihat seseorang yang berdiri hendak membantu nya. 

"Kamu lagi?" tanya Pria itu yang sama terkejutnya seperti Zahra.

"Kenapa setiap melihatmu hari ku menjadi bermasalah!" sarkas Arfan menatap Zahra. 

Mendengar perkataan Pria itu Zahra yang sedari tadi diam berjongkok pun langsung bangkit.

"Hei, kamu yang hampir menabrak saya ko malah kamu yang marah-marah," jawab Zahra  gadis itu memicingkan matanya tak terima dengan ucapan Arfan.

"Kalau nyebrang jalan itu lihat-lihat! Lampu sudah berubah jadi merah saja kau terobos. Apa sudah bosan hidup?" Balas Arfan Pria itu juga tak terima dengan tuduhan Zahra. Jelas-jelas Gadis itu yang salah.

"Kamu!!" Pekik Zahra hendak membalas perkataan Arfan, tiba-tiba bunyi klakson mengejutkan mereka berdua.

"Tiin"tiin"tiin" suara klakson berbunyi

"Woi, kalo mau berantem sono di pinggir jalan! Bikin macet saja!" Teriak pengendara lain. Yang merasa terganggu karena mobil Arfan membuat kemacetan panjang. di tambah melihat perdebatan Arfan dan Zahra membuat mereka semakin kesal.

Arfan langsung mengendalikan emosi nya, dia baru tersadar ternyata sedang berada di tengah jalan. 

"Kamu! Ikut saya masuk kedalam mobil," perintah Arfan pada Zahra dengan tegas.

"Tidak mau, memangnya kamu siapa main nyuruh orang sembarangan." jawab Zahra gadis itu hendak pergi meninggalkan Arfan.

"Jangan lupa kamu masih punya hutang Budi pada saya!" seru Arfan bersuara lantang.

Zahra yang ingin melupakan nya pun langsung  mengingat nya dengan jelas. 

Dengan tatapan yang tak suka akhirnya Zahra menuruti perintah Arfan dan segera masuk kedalam mobil tersebut.

Arfan sebenar nya bukan Pria yang haus akan balas Budi. Akan tetapi Pria itu juga tak bisa membiarkan wanita yang beberapa kali ditemuinya pergi begitu saja.

Arfan sudah menjalankan mobil nya di temani Zahra duduk di sebelah Arfan. Kedua manusia itu terdiam bingung memulai pembicaraan nya. Padahal tadi mereka sempat adu mulut saling menyalahkan. 

Zahra gadis itu memang merasa bersalah, karena terlalu banyak masalah yang dia hadapi. Gadis itu pun lupa untuk menghubungi Pria yang menolong nya tempo hari. Gadis itu terlalu malu memulai pembicaraan nya, tapi, dia harus memberanikan diri untuk mengucapkan kata terima kasih.

"Hmmm" deheman kecil keluar dari mulut Zahra. Menetralkan suara nya supaya tidak canggung.

"Maaf! karena … tadi, memang saya yang salah," tutur Zahra. Gadis itu tidak berani melihat Arfan. Dia sangat gugup,  pandangan matanya terus menunduk sambil memainkan kedua kuku tangan nya.

"Hanya itu?" tanya Arfan melirik ke arah Zahra.

"Saya juga ingin mengucapkan … Terimakasih karena sudah menolong saya waktu itu," jawab Zahra lagi. 

Gadis itu masih menundukan kepalanya. 

Tadi gadis itu sangat berani menimpali perkataan Arfan, akan tetap setelah berada lebih dekat dengan Pria itu, nyali nya malah menciut entah kemana.

"Tidak ada lagi? Selain ucapan terima kasih?" Arfan bertanya lagi pada Gadis yang ada di samping nya itu.

Mendengar perkataan Arfan. Zahra langsung melihat wajah Pria itu. 

"Kamu butuh imbalan? Kalau uang, untuk saat ini saya tidak punya … sebutkan saja nominal nya. Jika saya sudah mendapatkan pekerjaan baru, nanti akan saya berikan." Zahra berkata kepada lawan bicara nya. kini  pandangan matanya sudah beralih melihat jalanan.

"Apa kamu sudah tidak bekerja di toko pakaian itu?" Arfan terus bertanya  pada Zahra membuat Gadis itu sedikit geram. 

"Bukan urusanmu!" ujar Gadis manis itu dengan sedikit memicingkan sebelah matanya.

Dalam hati Arfan bersorak gembira. Mungkin rencana nya ini akan berhasil berkat  Zahra. Dia berencana memanfaat kan Zahra untuk memuluskan semua yang rencana yang di rancang nya.

"Memang bukan urusan saya, tapi ada hutang yang belum kamu bayar kepada saya!" seru Arfan.

Sebaiknya kamu ikut saya, kita bicarakan semuanya dengan sejelas-jelasnya. 

"Maksudnya?" tanya Zahra dengan tatapan curiga.

"Di depan, ada salah satu Restoran yang saya punya. Kita akan bicarakan setelah sampai disana." jawab Pria tampan itu.

"Tidak bisakah di ceritakan di sini saja?"  tanya Zahra Gadis itu mau tidak mau melirik Arfan. 

"Tidak bisa," jawab Arfan singkat.

Zahra pun akhir nya hanya bisa menuruti perkataan Pria yang ada di sebelahnya itu.

sesampai nya di Restoran. Arfan masuk dengan di ikuti Zahra di belakang nya.

Pria tampan itu  menyuruh Agung karyawan nya yang sedang berdiri di bagian kasir untuk membawakan minuman ke ruangannya.

"Ayo, ruangan saya ada di atas," ajak nya Arfan membalikan badan melihat ke arah Zahra. 

"Kenapa nggak di sini aja?" 

"Lebih baik kamu menurut saja," Pria itu langsung melangkahkan kaki nya naik ke atas menuju ruangan nya.

Mendengar perkataan Arfan akhirnya Zahra hanya bisa diam dan langsung membuntutinya.

***

Para karyawan penasaran melihat Bos nya itu membawa wanita ke ruangannya. Pasalnya selama ini Pria itu tak pernah membawa wanita, apalagi sampai di suruh masuk ke tempat pribadinya itu.

"Tumben, Pak Bos bawa cewek kesini?" tanya karyawan lain menanyakannya pada Agung.

"Nggak usah kepo," sahut Agung menimpali pertanyaan teman kerjanya itu.

"Apa mungkin calon istrinya?" tanya salah satu temannya bertanya lagi kepada Agung.

"Itu bukan urusan kita," jawab Agung lagi.  Pria itu menunggu minuman yang sedang dibuat bagian dapur. 

***

"Silahkan duduk," Arfan menyuruh Gadis yang di depannya itu untuk duduk.

Gadis itu pun langsung menuruti nya.

"Sekarang apa yang kamu mau?" tanya Zahra tanpa berbasa-basi.

"Tunggu sebentar," jawab Arfan . Pria itu langsung mengetik sesuatu di laptop dan di print out sebanyak dua lembar.

"Tolong di baca baik-baik, ini semua sangat menguntungkan untukmu," tutur Arfan sembari menyerahkan selembar kertas yang di print nya tadi. Dia pun memegang satu lembar kertas untuk dirinya. 

Zahra membaca dengan pelan tak melewatkan sedikitpun barisan yang tertulis dengan jelas di dalam kertas itu. 

Kini Gadis itu sudah membaca seluruh deretan kata yang ada di dalam selembar kertas yang baru saja diterima nya itu. Zahra merasa Pria di depannya ini sangat tidak masuk akal. Gadis itu pun terlihat tak terima dengan isi tulisan yang ada di dalam kertas itu.

"Apa maksudnya ini? Apa kau sangat memandang rendah diriku?" bentak Zahra. 

Gadis itu langsung berdiri, kertas yang dia pegang langsung di lemparkannya kehadapan Arfan.

1
El
ceritanya menarik dan bikin ketagihan untuk membaca terus menerus ❤️
Darellia
novelnya bagus, semangat untuk author dalam berkarya
Deelis
Suka banget sama interaksi Zahra dan Arfan ❤
Arisya R
Keren banget ceritanya… 😍
jhon teyeng
oke pasti
jhon teyeng
oke deh, tp keryamu yg baru pasti lbh 👍👍👍👍kan kak
jhon teyeng: so👍👍👍👍
total 2 replies
jhon teyeng
sifat ngeyel wanita dan kl sdh terjadi bgni kan nyusahkan org lain.
LOgiKA
jhon teyeng
ya mmg namanya ghibah
jhon teyeng
hatinya terbuat dr daging
jhon teyeng
mgkn dipecat, atau mgkn mau menghancurkan rumah tangga zahra🤔🧐🤨
jhon teyeng
ngikut tp ini bukan rian tukang potong daging👨‍🦱 itu kan kak? 😵‍💫😜
jhon teyeng
🫣🤪🧐🤔🙄
jhon teyeng
unik mmgkalian berdua ini, hrs diancam dulu baru mau
jhon teyeng
jujur
jhon teyeng
pasti anak buah yg dipecat
jhon teyeng
😵‍💫🥺😞😟🫣🫢
jhon teyeng
tulus😵‍💫
jhon teyeng
🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺😞😟
jhon teyeng
🤪😜😵‍💫😱🥶🤢🙄🙃😔
jhon teyeng
ini namanya ketangkep kuyup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!