NovelToon NovelToon
Wanita Pengganti

Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Sandra terpaksa menikah dengan calon suami kakaknya saat sang kakak memilih kabur bersama pria yang katanya lebih mapan di banding kekasihnya di hari pernikahannya.

Dapatkan Sandra menjalani pernikahannya dengan baik? Apakah pernikahan itu akan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Selagi Sandra melaksanakan hukumannya, Gara melihat makanan yang di siapkan oleh Sandra.

Yang benar saja ...., batin Gara tidak percaya dengan memakan yang di siapkan oleh Sandra.

Sandra mengakhir hukumannya dan menatap tatapan mengerikan dari Gara, baru saja ingin melayangkan protes tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.

"Masuk!"

Ternyata Abimanyu, sedari tadi Abimanyu sengaja menunggu di luar dan akhirnya masuk.

"Selamat pagi tuan!" sapa Abimanyu sambil melirik Sandra yang mengusap keringatnya di kening.

"Kamu juga ikut-ikutan telat?" tanya Gara sambil mengerutkan keningnya menatap Abimanyu. Pria itu kembali melirik Sandra tapi sebentar dan kembali fokus pada Gara.

"Tadi ada gangguan sedikit!" ucap Abimanyu yang tidak ingin mengatakan jika Sandra yang memintanya masuk belakangan.

"Baiklah!" Gara seperti langsung mengerti dengan alasan Abimanyu tanpa meminta pertanggung jawaban.

Enak banget dia yang telat kenapa nggak di hukum ...., batin Sandra sambil menatap sinis pada Abimanyu.

"Jangan menatapnya seperti itu!" hardik Gara tiba-tiba membuat Sandra menundukkan kepalanya.

Bukannya tidak ingin melawan tapi untuk saat ini posisinya masih kurang pas untuk melawan. Ia harus menemukan moment yang pas untuk membalas semua kelakuan tidak adil yang di lakukan oleh Gara.

Gara kembali menatap sarapannya, ia benar-benar tidak percaya dengan yang ia lihat.

"Ini apa?" tanya Gara dan Sandra menatap ke arah makanan itu.

"Sarapan!" jawabnya enteng membuat pria itu tampak mengepalkan tangannya.

"Kenapa telur semua?" tanyanya sambil mencongkel-congkel makanannya dengan pisau makan dan sendok garpu.

"Itu sesuai dengan menu yang tertera untuk sarapan tuan! Namanya juga beda-beda, ada omelet, telur dadar, orak-arik!" jawab Sandra tanpa rasa takut.

"Tetep saja, namanya juga telur!"

"Tuan Gara nggak mau?" tanya Sandra, "Kalau nggak mau siniin aja, aku juga lapar!" ucap Sandra lagi sambil menarik kursi lain dan duduk, hendak menarik tanpam yang ada di depan Gara tapi segara di tepis tangannya oleh Gara.

"Jangan kurang ajar ya, kembali berdiri. Siapa suruh kamu duduk!" ucap Gara kesal dan menahan nampannya.

Tapi hal ini malah menjadi tontonan bagi Abimanyu, ia melengkungkan bibirnya tipis.

Ternyata nona Sandra lebih berani dari yang aku pikirkan ...., batin Abimanyu.

Setelah Sandra kembali berdiri, Gara pun mulai memotong dan menatap telur ceplok buatan Sandra.

Enak juga ..., gumamnya dalam hati.

Gara mulai menyantap makanannya satu per satu.

Gleg

Sandra hanya bisa menelan Salivanya, ia tiba-tiba lapar saja melihat makanan kesukaannya di depan mata.

Emang kenyang kalau makan nggak pakek nasi kayak gitu ...., batinnya.

Hingga akhirnya semua makannya itu habis di lalap oleh Gara.

Setelah meminum susu hangatnya, ia pun berdiri dan duduk kembali di sofa, mengambil layar datarnya dan memeriksa sesuatu di sana. Abimanyu sudah mengikutinya berbeda dengan Sandra yang tampak masih mematuk menatap piring kotor di atas meja.

Ia berada dalam dilema, antara membawa kembali piring kotor itu ke dapur atau berbicara pada pria angkuh itu.

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mendekati Gara dan berdiri Tidka jauh dari tempat Gara duduk.

Gara yang menyadari hal itu, mendongakkan kepalanya dengan kening yang berkerut,

"Ada apa?"

Bagus ...., sandra merasa senang akhirnya ia di respon. Sandra pun merubah posisinya menjadi berjongkok di dekat Gara, tepat di sampingnya dengan tangan yang mengulum clemek yang menempel di bajunya.

"Jadi gini tuan," ucapnya dengan di luputi rasa cemas, "Sandra kan masih harus ke kampus, kuliah! Jadi_!"

"Enggak!" belum sampai Sandra melanjutkan ucapannya, Gara Sudja langsung memotongnya.

Astaghfirullah hal azim, kejam banget jadi orang ...., batin Sandra kesal. Tapi bukan Sandra namanya jika mudah menyerah.

"Tapi tuan, kalau aku bolos aku bisa di drop out dari kampus, padahal aku tinggal tiga semester lagi. Apalagi satu Minggu lagi aku juga harus ujian semester. Kalau nggak masuk terus aku bisa nggak lulus semester ini, dan harus mengulang lagi dari awal. Semakin panjang jadwal kuliah aku. Memang taun mau membiayai kuliah Sandra? Enggak kan?"

Gara memijat pelipisnya pusing mendengar cerocosan Sandra yang tidak ada titik dan komanya, hanya othor aja yang baik nulisnya pakek titik koma, aslinya mah enggak 🤭

"Bisa kan kalau ngomong itu di atur!?" keluh Gara.

"Ya emang sudah kayak gini dari sananya, adanya gini ya terima aja kayak gini!"

Sekali lagi Abimanyu hanya bisa mengalihkan wajahnya ke tempat lai karena tidak mau ketahuan menahan tawa. Sudah lama sekali tidak ada yang berani bersikap seperti ini pada pria angkuh itu selain Sanaya. Rasanya pria yang telah mati rasa itu seperti menuju ke kehidupan lagi.

Sedikit banyak Abimanyu juga merasa bersalah pada sahabatnya itu karena penyebab pria itu menjadi begitu angkuh adalah adik perempuannya.

Srekkkkk

Gara kembali menarik dagu Sandra hingga wajahnya begitu dekat dnshn pria angkuh itu, bahkan ia bisa merasakan hembusan nafas lembut dari pria yang menatapnya dengan tatapan kemarahan itu,

"Sekali enggak ya enggak. Memang siapa yang akan memikirkan tentang ujian semester kamu! Kamu tuh pelayan di sini jadi jangan memikirkan soal ujian, memang siapa yang akan menanyakan tentang kuliah kamu di sini, nggak guna! Jangan lupa posisimu di sini, kamu itu hanya pengganti, bukan nyonya rumah ini!" ucapnya dengan penuh penekanan, kemudian kembali ia menghempaskan Sandra hingga sedikit terhuyung ke belakang.

Keterlaluan ...., batin Sandra kesal, ucapan gara benar-benar selalu membuat Sandra sakit.

Melihat suasana semakin memanas, Abimanyu tidak bisa diam saja.

"Maaf tuan, ijinkan saya bicara!"

Gara menoleh ke arah Abimanyu yang berdiri tidak jauh dari tempatnya,

"Katakan!"

"Ada baiknya jika tuan Gara membiarkan nona Sandra untuk tetap kuliah,"

"Berani sekali kamu membela pelayan ini!?" Gara begitu marah karena bahkan Abimanyu membetk dukungan pada Sandra.

"Bukan seperti itu tuan, tapi coba tuan pikirkan jika sampai nyonya Ara tahu tentang ini. Bukankah nyonya Ara akan marah pada tuan?"

Gara terdiam dengan ucapan Abimanyu, sekeras apapun dia, tetap tidak bisa menolak keinginan mommy atau pappynya, apalagi sang Oma. San Abimanyu tepat menyerang dia di titik lemahnya,

"Baiklah, saya ijinkan kamu pergi ke kampus!"

"Yesss!" Sandra bersorak gembira seolah ia telah melupakan rasa sakitnya yang baru ia dapatkan. Mungkin karena ia yang terbiasa menahan rasa sakit membuatnya menjadi wanita yang tegar dan pantang menyerah. Setidaknya apa yang di lakukan oleh Gara tidak lebih kejam dari yang di lakukan saudari dan kedua orang tuanya.

"Tapi ada syaratnya!" ucap Gara lagi membuat tangan Sandra yang menggantung di udara menggantung begitu saja.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰...

1
Dewi Sari
mister bukan master y
Marhaban ya Nur17
drama banget se Sandra wkwkkw ah authornya kebanyakan nonton sinetron
Marhaban ya Nur17
gw emessyyy ama gara 😄 ngapa diem bae woooyyu
Marhaban ya Nur17
taruhannya jabatan y pak gara yg kaya eyang
Marhaban ya Nur17
yes oroknya jd wkwkwk
Marhaban ya Nur17
pasti salah paam wkwwk
Marhaban ya Nur17
abimanyu g jujur tuh 😄 aril adeknya n mantan e gara
Marhaban ya Nur17
nyaplok
Marhaban ya Nur17
ibu nya Sandra kah
Marhaban ya Nur17
typo nya banyak kali
Marhaban ya Nur17
negatif golongan darahnya
Marhaban ya Nur17
ea se naya emang naksir sama abimanyu wkwkkw
Marhaban ya Nur17
kocak San wkwkkwk boleh jg se buat arya terjun
Marhaban ya Nur17
2x klo gtu 😁
Marhaban ya Nur17
kocak y Sandra wkwk
Marhaban ya Nur17
lama" jg nemfel
Marhaban ya Nur17
gara liat arya selingkuh kali atau ngomong yg tidak" wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
kasihan se emang sama gara soal e dri kecil emang udh di tuntut jd perfec
Marhaban ya Nur17
gara udh mulai naksir tp msh oon 😁
Marhaban ya Nur17
gw kira gara bakal kejebak jg wkkwkw pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!