Steven adalah seorang pria Psychopath di mana masa lalunya yang kelam terlebih ada keturunan psychopath dari ke dua orang tuanya membuat perasaan Steven mati.
Hingga dirinya dipertemukan oleh seorang gadis yang bernama Leona Alexander putri dari pasangan Jessica Alexander dan Lemos Alexander yang juga ternyata keturunan psychopath.
Akankah mereka bersatu dalam ikatan pernikahan mengingat Steven sudah merusak Leona akibat dirinya salah menuduh Leona.
Ikuti novelku yang ke 32
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengikuti
Pemuda tampan tersebut yang melihat ke empat berpakaian serba hitam lengah tidak disia-siakan olehnya. Pemuda tampan tersebut menyerang salah satu dari mereka, penjahat yang lengah itupun tidak bisa menghindari serangan pemuda tampan tersebut.
Duag
"Akhhhhhhhh..." teriak salah satu penjahat tersebut.
Bruk
Pemuda tampan itu menendang kaki tepat di tulang kering membuat penjahat itu berteriak kesakitan bersamaan tubuhnya ambruk.
"Si*l, serang pria itu dan aku akan menangkap ke dua gadis ini," ucap pemimpinnya.
Pemimpinnya terpaksa mengatakan itu karena ke tiga anak buahnya sangat takut dengan ucapan Julia dan Leona yang mengatakan akan menyate adik kecil mereka.
"Baik Tuan," jawab ke dua pria tersebut.
Ke tiga pria tersebut mulai menyerang mereka, pemimpinnya sangat terkejut karena ternyata selain cantik ternyata Julia dan Leona bisa berkelahi begitu pula dengan yang lainnya.
Serangan demi serangan dari memukul hingga menghindari serangan hingga pria yang tadi jatuh tersungkur kini bangun dan menyerang pemuda tampan tersebut.
Awalnya pemuda tampan tersebut bisa menghindari dan menyerang balik namun ketika bertambah satu lagi membuat pemuda tampan itu mulai terdesak.
"Julia, lebih baik kamu bantu pria itu biar aku yang melawan pria ini," ucap Leona dengan gerakan yang sangat lincah.
"Baik," jawab Julia singkat.
Julia berjalan ke arah pemuda tampan tersebut kemudian membantunya. Beberapa kali Julia dan Leona terkena pukulan begitu pula dengan pemuda tampan tersebut karena ternyata ke empat pria tersebut juga bisa bela diri.
Di saat kritis datang bala bantuan dan membantu pemuda tampan tersebut, Julia dan Leona. Bantuan yang sangat berarti hingga tidak membutuhkan waktu lama ke empat penjahat tersebut dapat di ringkus.
"Terima kasih atas bantuannya," ucap pemuda tampan tersebut.
"Sama-sama, sesama manusia harus saling tolong menolong," jawab Julia dan Leona bersamaan.
"Kalau begitu kami pergi dulu," pamit Julia.
"Tunggu," ucap pemuda tampan tersebut ketika Julia dan Leona membalikkan badannya.
"Ya," jawab Julia dan Leona bersamaan sambil membalikkan badannya.
"Bagaimanapun caranya aku membalas budi kalian? Apa kalian meminta uang atau apa? Aku akan mengabulkannya," tanya pemuda tampan tersebut.
"Lakukan apa yang barusan kami lakukan," ucap Julia sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Leona.
"Maksudnya?" tanya pemuda tampan tersebut dengan wajah terkejut.
"Kami sudah menolong Tuan jadi lakukan itu juga dengan orang yang membutuhkan pertolongan," jawab Julia.
"Permisi," ucap Leona sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Julia.
Ke dua gadis itupun berjalan meninggalkan tempat tersebut sedangkan pemuda tampan tersebut hanya menatapnya hingga ke dua gadis itu tidak terlihat.
"Maaf Tuan, kami datang terlambat," ucap salah satu anak buahnya ketika melihat ke dua gadis itu hilang dari pandangan mereka.
"Tidak apa-apa, siksa mereka sampai mereka mengaku siapa yang menyuruhnya menyerang ku," ucap pemuda tampan tersebut.
"Baik Tuan," jawab anak buahnya dengan patuh.
"Satu lagi berikan kawalan untuk ke dua gadis itu hingga mereka selamat sampai di rumah dan jika ada sesuatu kabarin aku," perintah pemuda tampan tersebut sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut.
"Baik tuan," jawab anak buahnya.
"Dadaku lumayan sakit terkena pukulannya," ucap pemuda tampan tersebut.
"Maaf Tuan," panggil anak buahnya ketika melihat kalung yang tergeletak di lantai.
Pemuda tampan tersebut menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya sedangkan anak buahnya mengambil kalung tersebut.
"Maaf Tuan, barusan aku menemukan kalung jatuh ketika Tuan membalikkan badan," ucap anak buahnya.
Pemuda tampan tersebut langsung membalikkan badannya dan menatap anak buahnya sedangkan anak buahnya berjalan ke arah dirinya.
"Kalung?'' tanya ulang pemuda tampan tersebut.
"Benar Tuan," jawab anak buahnya sambil memberikan kalung tersebut.
Pemuda tampan tersebut menerima kalung berbentuk hati tersebut kemudian membuka belahan berbentuk hati. Pemuda tampan tersebut tersenyum untuk pertama kalinya ketika melihat foto Julia yang sedang tersenyum sedangkan di foto sebelahnya masih kosong.
'Berarti dia masih sendiri, nanti aku letakkan fotoku di kalungnya,' ucap pemuda tampan tersebut dalam hati.
'Aku baru kali ini melihat Tuan tersenyum,' ucap anak buahnya dalam hati begitu pula dengan anak buah lainnya.
Tanpa banyak bicara pemuda tampan tersebut membalikkan badannya sambil memasukkan kalung milik Julia ke saku kemejanya kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
xxxxxxxx
"Kak Julia, lebih baik kita pulang saja," ajak Leona.
"Padahal aku juga mau bilang begitu karena badan Kakak sakit semua eh kamu sudah bilang duluan," ucap Julia sambil menggerakkan tubuh dan ke dua tangannya.
"Aku pikir aku saja yang badanku sakit ternyata Kakak juga," ucap Leona yang ikut menggerakkan tubuh dan ke dua tangannya.
Ke dua gadis itu pun berjalan ke arah parkiran mobil hingga mereka melihat mobil mereka. Ke dua gadis itupun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang bersamaan ponsel milik Leona berdering.
Leona mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Kak Steven," ucap Leona.
"Angkat saja siapa tahu penting," ucap Julia.
Leona hanya menganggukkan kepalanya kemudian Leona menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke arah telinganya.
("Hallo Kak," panggil Leona dengan nada lembut).
("Hallo, masih di mall?'' tanya Steven).
("Baru pulang dari mall, ini lagi di jalan mau pulang," jawab Leona).
("Kok cepet banget? Belanja apa?" tanya Steven).
("Tidak jadi belanja Kak, kami pulang saja badanku pegal banget," jawab Leona sambil memijat bahunya begitu pula dengan Julia).
("Memang habis ngapain sampai badan pegel banget?" tanya Steven dengan wajah bingung).
("Tadi ada orang yang di keroyok empat orang dan kami berdua membantu pria itu," jawab Leona jujur).
("Berdua sama siapa? Apakah pria itu lebih tampan dari aku?" tanya Steven dengan nada cemburu).
("Berdua sama Kak Julia kalau masalah pria itu tampan, aku tidak tahu karena tidak perhatikan karena yang ada di pikiran kami menolong pria itu," jawab Leona jujur).
("Apalagi di antara pria yang aku lihat yang paling tampan Kak Steven," sambung Leona).
("Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Steven sambil tersenyum bahagia ketika mendengar perkataan Leona).
("Hanya pegal-pegal saja," jawab Leona).
("Kalau ketemu aku pijat tubuhmu," ucap Steven).
("Sayang jauh," ucap Leona sambil tersenyum bahagia karena Steven sangat perhatian padanya).
("Iya sayang jauh coba dekat sudah Kakak ..." ucapan Steven terpotong oleh ucapan Julia).
("Paman, dari tadi dua mobil itu mengikuti mobil kita," ucap Julia).
("Benar Nona, saya akan mempercepat kecepatan mobil dan saya harap Nona pegangan mobil agar tidak nabrak ke depan jika mendadak mengerem mobil," ucap sopir sekaligus yang merangkap sebagai bodyguardnya).
("Baik Paman, aku akan telepon Daddy," ucap Julia sambil membuka tasnya untuk mengambil ponselnya).
("Leona, pasang GPS," perintah Steven dengan wajah panik dan matanya langsung berubah merah).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :