NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Istri Yang Kau Sebut Mandul, Kini Menjadi Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: @Pipin

Ditinggalkan tanpa harta yang sebenarnya adalah haknya, membuat Shella tidak mempunyai apapun, tapi siapa sangka, dia malah di dekati oleh pria yang lebih berkuasa dari suami lama nya, yang sudah ditemani nya sejak NOL..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Pipin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilasan masa lalu dan luka

​"Capek juga ya. Padahal kerjaanku cuma mengekor dan mencatat saja hari ini. Tidak terbayang itu si Pak Reygan, isi kepalanya seberat apa sampai napasnya saja bisa tercekik begitu," ujar Shella menghela napas panjang, langsung merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur busa tipis di dalam kamar kontrakannya.

​Sambil menatap langit-langit kamar yang sedikit berjamur, ingatan Shella melayang ke masa lalu. Ia tahu persis rasanya membangun bisnis. Dulu, ia dan Bramantyo merangkak benar-benar dari nol, mengetuk pintu demi pintu klien demi mendapatkan kepercayaan.

​Jika dibandingkan dengan Aliansyah Group yang berskala raksasa, perusahaan lama suaminya tentu tidak ada apa-apanya. Tingkat stres yang dipikul Reygan pasti berkali-kali lipat lebih gila.

​'Tapi... omong-omong soal kejadian di lorong tadi...' Shella mendadak menyentuh bibir bawahnya sendiri dengan ujung jari.

​'Bibir si Bos Pelangi itu ternyata lumayan empuk juga ya? Tapi... kok agak kaku? Agak amatir tidak sih? Apa itu cuma perasaanku saja yang dulu bibirnya sudah terbiasa "digeledah" secara profesional oleh Mas Bram?' gumam Shella heran, mendadak bertingkah seperti kritikus ciuman amatir.

​Shella terdiam, senyum tipisnya perlahan memudar. Menyebut nama Bram membuat dadanya kembali berdenyut perih. Sebentar lagi, sidang putusan cerai akan digelar. Perusahaan itu, semua aset rumah, mobil, dan kemewahan yang modal awalnya murni dari keringat Shella, kini akan jatuh sepenuhnya ke tangan Bram dan sepupu tak tahu diri yang dipilih mantan suaminya itu.

​"Tidak usah sedih, jangan menangis, Shella! Ingat, ini cuma batu lompatan buat kebahagiaan sejatimu kelak," bisik Shella menguatkan hatinya sendiri.

​Namun, sebuah pertanyaan besar mendadak menyusup ke lubuk hatinya. Jika nanti dia membuka hati lagi, apa dia bisa mendapatkan pria yang tulus? Bagaimanapun bajingannya Bram sekarang, dulu pria itu pernah sangat mencintainya.

​'Dan... ada apa sebenarnya dengan tubuhku? Apa benar aku mandul seperti yang dengan kejamnya Mas Bram teriakkan malam itu?' batin Shella getir, menyembunyikan wajahnya di balik bantal untuk menghalau rasa sesak yang kian menghimpit.

​Keesokan harinya, atmosfer riuh dapur restoran langsung menyambut Shella.

​"Mbak Shella! Bagaimana kemarin perjalanannya menemani Tuan Besar?" tanya Nia antusias.

Wajah gadis itu terlihat jauh lebih cerah dan segar hari ini, sisa-sisa demamnya sudah hilang.

​"Apes!" jawab Shella singkat lalu tertawa renyah.

​Di dalam kepalanya langsung berputar kilasan adegan ciuman panas di lorong, yang sedetik kemudian disusul adegan horor saat dia diomeli habis-habisan karena membiarkan sang bos sekarat dikipasi kardus mie instan oleh warga.

​"Loh, Mbak Shella dimarahi ya? Parah tidak?" Nia meringis ngeri.

​"Tentu saja! Bagaimana mungkin ada manusia yang betah lama-lama dekat dengan pria yang titisan patung Antartika seperti dia. Omong-omong, keadaanmu sudah benar-benar baik?" tanya Shella sambil memakai celemek plastiknya.

​"Sudah sehat walafiat, Mbak! Harus semangat hari ini, kan hari Sabtu! Biasanya pelanggan ramai bukan main, dan kalau restoran tembus target, kita yang di dapur juga bisa kecipratan bonus!" seru Nia mengepalkan tangan penuh tekad.

​"Mau ramai atau tidak, kita kan cuma bagian di belakang, Nia. Dikasi tip langsung oleh pelanggan kaya juga tidak mungkin," tawa Shella realistis.

​Nia ikut tertawa, namun pandangannya mendadak terhenti pada tangan Shella. Gadis itu langsung memekik kecil. "Eh? Mbak Shella potong kuku? Aduh, sayang banget!"

​Shella refleks melihat sepuluh jari tangannya. Kuku-kuku cantiknya yang kemarin masih panjang, terawat, dan berkilau karena manicure mahal, kini sudah dipotong pendek dan polos tanpa hiasan apa pun.

​"Harus dipotong, Nia. Sadar diri lebih tepatnya, namanya juga sekarang profesinya jadi tukang cuci piring. Kalau kukunya panjang, susah membersihkan sisa lemak yang menempel," ujar Shella tersenyum maklum.

​Ada rasa kehilangan yang sedikit mencubit hatinya, tapi Shella tahu, dia harus beradaptasi jika ingin bertahan hidup.

​Memasuki waktu makan siang, prediksi Nia terbukti seratus persen. Restoran mewah itu mendadak ramai bukan main. Bahkan, seluruh area VIP di lantai satu telah di-booking penuh oleh seseorang untuk merayakan acara ulang tahun.

​Dari celah pintu dapur yang sedikit terbuka, Nia mengintip ke luar dengan mata berbinar-binar kagum. "Ya ampun, Mbak... di tempat semewah ini, dia memesan satu area penuh. Uang tabungannya pasti bermiliar-miliar ya?"

​"Tentu saja..." jawab Shella pelan.

​Shella ikut melirik ke luar. Di balik meja besar yang dihias bunga-bunga segar, terlihat seorang gadis muda tertawa bahagia, dikelilingi oleh teman-temannya saat sebuah kue ulang tahun bertingkat dengan lilin angka dinyalakan.

​Dada Shella mendadak berdesir ngilu. Pemandangan itu adalah replika sempurna dari kehidupannya yang dulu. Dulu, Bramantyo sangat menghafal tanggal ulang tahunnya. Mantan suaminya itu tidak pernah absen memberikan kejutan mewah di setiap anniversary pernikahan mereka. Tapi sekarang... semua kemewahan dan kasih sayang itu telah menguap, digantikan oleh kenyataan bahwa dia kini berdiri di balik bak cuci piring berbau sabun.

​Nia yang menyadari perubahan raut wajah Shella langsung menyentuh bahu temannya itu dengan lembut. "Mbak Shella... Mbak tidak apa-apa?"

​Shella tersentak kecil, lalu buru-buru menghapus binar kesedihan di matanya digantikan dengan senyuman tegar yang dipaksakan.

​"Bukan apa-apa, Nia. Cuma mataku agak perih terkena uap sabun. Ayo, lanjut kerja lagi! Piring kotornya sudah menumpuk setinggi gunung!" ajak Shella bersemangat, kembali menyalakan keran air dan menenggelamkan seluruh rasa sakit masa lalunya ke dalam busa-busa sabun.

1
Lili Inggrid
lanjut..
Pipin: mksih udh mmpir kk, siap ☺
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
semoga shella dpt yg lebih² segalanya dari reygan
Pipin: Kedepan kita liat alur nya kak 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
shella shella bucin emang bikin orang bego sih
Pipin: Dmana aja sama kk 😂
total 1 replies
Adinda
semoga shella didekatin CEO ganteng biar Reagan cemburu
Pipin: kwkwkwk, apa msukin tokoh lain ya 😍
total 1 replies
Firmahadi
halo bos ku izin mampir
Pipin: hallo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!