NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Terjerat Cinta Ketua Mafia Wanita Mawar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persaingan Mafia / Balas Dendam
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: Yunnii_Parkk

Kehidupan bahagia Aria berakhir saat kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kebakaran.

Setelah ditelusuri, kebakaran itu ternyata sudah di rencanakan oleh seseorang sehingga membuat Aria ingin mengungkap siapa pelaku dibalik kebakaran yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal.

Hingga ketika menelusuri siapa orang yang tega membakar rumah keluarganya, Aria menemukan berbagai misteri termasuk rahasia kedua orangtuanya, dia juga harus masuk kedalam dunia gelap untuk bisa mencari sang pelaku yang merusak kebahagiaan serta keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunnii_Parkk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Rentenir

Setelah berkendara lebih dari tiga jam, akhirnya mereka berempat sampai di salah satu gedung kosong yang ada di tengah kota, informasi yang mereka dapatkan adalah para rentenir yang beranggotakan tiga orang itu tinggal di gedung itu.

"Kenapa mereka tinggal di gedung kosong seperti ini? bukankah mereka itu bergelimang harta karena mereka rentenir? Tapi kenapa mereka tidak tinggal di hotel atau apartemen? atau bahkan membeli rumah mewah" celetuk salah satu polisi yang Giovanni bawa.

"Mungkin untuk meninggalkan kesan menyeramkan pada orang-orang yang meminjam uang dari mereka meskipun itu terdengar konyol" Timpal Giovanni.

"Yasudah mari masuk, hati-hati, jangan sampai lengah" Giovanni mengajak mereka bertiga untuk segera masuk kedalam gedung tua itu.

Mereka berempat kemudian masuk kedalam gedung tua itu dan memeriksa seluruh lantai satu, namun hasilnya nihil, mereka tidak menemukan siapapun disana, mereka lalu mulai menaiki tangga untuk menuju lantai dua.

Giovanni berada di posisi paling depan, sedangkan Aria di belakang Giovanni dan di belakang Aria ada dua orang polisi tadi.

Mereka lalu tiba di lantai dua, namun disana gelap dan tidak ada ruangan apapun, hanya ada kegelapan di lantai dua itu, namun tiba-tiba, dari arah samping kanan mereka muncul seorang pria yang memegang besi panjang di tangannya, kemudian muncul lagi seorang pria di belakang mereka yang membawa pisau, dan terakhir di depan mereka muncul lagi satu orang pria dengan memegang sebuah pedang di tangan kanannya, dan di sebelah kiri Aria, Giovanni dan dua polisi itu hanya ada sebuah dinding dan barang bekas tidak terpakai seperti kain lusuh, kardus-kardus yang menumpuk dan sebuah kayu panjang.

Mereka bertiga lalu menjadi waspada karena terkepung dari segala arah, kecuali Aria yang masih terlihat tenang.

"Lihatlah siapa ini, ternyata para polisi" Ucap salah satu dari mereka yang memegang sebuah Pedang di tangan kanannya.

"Haha... bos, untungnya kita melihat mereka duluan, jadi kita bisa mengepung mereka, walaupun jumlah mereka ada empat orang, tapi yang satunya adalah seorang wanita" timpal pria yang memegang pisau di tangannya.

"Wanita?" Pria yang dipanggil bos tadi adalah pria yang memegang pedang di tangannya.

"Ternyata benar ada seorang wanita, aku tidak melihatnya karena dia berdiri di belakang pria ini" Bos rentenir itu menunjuk Giovanni menggunakan pedangnya.

"Aria, kamu berdiri di belakangku saja dan jika nanti kalau situasinya tidak memungkinkan, kamu segeralah lari dari sini, apa kamu mengerti?" Giovanni berbisik pada Aria karena dia tidak menyangka situasi seperti ini akan terjadi.

Aria hanya terdiam sambil masih terus menatap pria yang sedang memegang pedang itu. Giovanni yang melihat Aria masih terdiam sekali lagi berbisik padanya, "Aria, jawab aku, apa kamu mengerti?" bisik Giovanni kembali.

Sebenarnya yang sedang Aria pikirkan saat ini adalah kenapa Giovanni berbicara santai padanya dan tidak menggunakan bahasa formal lagi.

"Aria, apa kamu mendengarku? kamu mengerti perkataanku tadi kan?" Aria menatap Giovanni lalu mengangguk pelan.

"Bagus" Giovanni lalu berbalik dan menatap bos rentenir itu dengan tatapan yang sangat mengerikan hingga membuat bos rentenir itu gemetar karena ketakutan.

"Hey kalian, apa yang kalian tunggu, serang mereka sekarang dan jangan sentuh wanita itu, kita akan bersenang-senang dengannya nanti saat menghabisi para bajingan ini" Bos rentenir itu memerintahkan pada anak buahnya untuk segera menyerang kelompok Aria.

Pertarungan pun segera terjadi dan tidak bisa di hindari, masing-masing dari mereka melawan satu orang.

Giovanni mengambil kayu panjang yang tergeletak di dekatnya lalu menyambut serangan bos rentenir itu, Kayu lawan pedang, tentu saja yang menang adalah pedang dan kayu itu pun terpotong-potong.

"Hahaha mati kamu" Bos rentenir itu berniat membelah Giovanni, namun detik berikutnya bos rentenir itu terkejut karena pedangnya mengenai sesuatu dan berbunyi, Bos Rentenir itu lalu melihat Giovanni menahan serangannya dengan menggunakan borgol besi.

"Kau.." Bos rentenir itu melompat mundur dan menatap Giovanni dengan geram.

"Kenapa? Ah... apa kamu kesal karena tidak berhasil membunuhku?" Ucap Giovanni lalu tersenyum mengejek bos rentenir itu.

"Kau..!! aku akan memotong tubuhmu hidup-hidup" Bos rentenir itu sangat marah setelah mendengar ucapan Giovanni.

Giovanni sebenarnya sedikit kesulitan karena tidak diperbolehkan menggunakan pistol, itu dikarenakan Giovanni harus menangkap hidup-hidup para rentenir itu. Giovanni memang membawa pistolnya, tapi dia menaruhnya di dalam mobil yang terparkir di bawah.

Giovanni cukup kesulitan karena lawannya membawa senjata dan dia tidak, Giovanni hanya membawa sebuah borgol saja di tangannya.

Giovanni lalu menggunakan borgol itu untuk menangkis serangan dari pedang dan hanya melakukan serangan balik berupa pukulan dan tendangan pada lawannya.

Namun dengan itu juga ternyata sudah cukup, karena lawan Giovanni masih amatir dalam menggunakan pedang hingga akhirnya tendangan Giovanni berhasil mengenai tangan bos rentenir itu yang sedang memegang pedang.

Bos rentenir itu lalu menjatuhkan pedangnya karena nyeri yang luar biasa di tangannya, bahkan dia merasakan bahwa tangannya patah.

Giovanni memang menendang dengan kekuatan penuh sehingga bisa membuat tangan bos rentenir itu tidak lagi bisa memegang pedang.

Giovanni kemudian mengambil pedang yang tergeletak di lantai karena dijatuhkan oleh pemiliknya, Giovanni lalu berjalan kearah bos rentenir itu dengan tatapan yang sangat mengerikan. Melihat tatapan mengerikan dan pedang yang ada di tangan Giovanni membuat bos rentenir itu berlutut dan memohon ampun.

"Tolong ampuni saya, saya bersalah, jangan bunuh saya" ucap bos rentenir itu pada Giovanni.

"Sebaiknya kamu ikut saya ke kantor polisi dan mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu" Giovanni berjalan menuju bos rentenir itu untuk memborgol tangannya, namun tiba-tiba Giovanni mendengar suara teriakan.

"Taruh pedang itu sekarang juga atau wanita ini akan kehilangan kepalanya!!" teriak seorang pria.

Mendengar teriakan itu Giovanni lalu melihat ke arah sumber teriakan, saat itu Guovanni melihat Aria yang sudah di jadikan sandera oleh salah satu pria yang menjadi bawahan rentenir itu, dan di leher Aria terdapat pisau yang menempel bahkan sedikit menggores kulit Aria hingga mengeluarkan darah.

"Hey, apa yang kamu lakukan?! Cepat lepaskan dia" Giovanni menatap wajah pria itu dengan ekspresi yang sangat menakutkan, Giovanni tidak menyadari bahwa Aria tersenyum tipis saat melihat ekspresi wajahnya.

"Ternyata dia memiliki sisi gelap juga" batin Aria yang terlihat masih tenang walaupun dari lehernya mengalir darah segar. sebenarnya Aria bisa dengan mudah melepaskan dirinya dari pria amatir yang menjadikannya sandera. Aria hanya ingin melihat bagaimana cara Giovanni bertindak.

"Aku penasaran apa yang akan dia lakukan selanjutnya, membunuh atau menyerah, tapi karena dia seorang polisi, aku tidak berharap banyak, Melihat ekspresinya saat ini saja sudah membuatku puas" batin Aria.

Giovanni sebenarnya bimbang, Kalau saja dia tidak diminta untuk menangkap mereka hidup-hidup, Giovamni pasti sudah dari tadi membunuh mereka, tapi karena dia diminta untuk membawa mereka hidup-hidup, Giovanni tidak bisa membunuh mereka dan hanya bisa melukai mereka saja, tapi saat ini Aria sedang mereka jadikan sandera, dan Giovanni melihat pria yang menyandera Aria tidak berbohong dengan ucapannya karena saat ini sudah mengalir darah segar dari leher Aria.

"Baik, aku akan melepas pedang ini, tapi lepaskan dia" Giovanni kemudian melepaskan pedang yang ada di genggaman tangannya.

"Hahahaha polisi seperti kalian semuanya sama saja, terlalu naif, kamu pikir aku akan menuruti ucapanmu?! Tentu saja tidak, sekarang tamatlah riwayatmu" ucap pria yang sedang menyandera Aria saat melihat Giovanni menuruti perkataannya seperti orang bodoh.

Giovanni tentu saja sudah menduga hal itu, namun dia tidak bisa mengambil resiko kehilangan Aria.

Bos rentenir yang sedang berlutut tadi kemudian segera mengambil pedang yang tergeletak di lantai, "Kamu tadi sangat angkuh, aku mau lihat sekarang, apa kamu masih bisa bersikap seperti tadi?!" terlihat Bos rentenir itu geram pada Giovanni karena tadi dia menendang tangan kanannya hingga patah dan sekarang bos rentenir itu punya kesempatan untuk membalaskannya.

"Hey kamu diam saja di sana dan jangan melawan, atau leher wanita ini akan terpotong" Ucap pria yang menyandera Aria.

Giovanni melihat Aria dan dia menemukan ekspresi Aria masih sama seperti biasa, datar-datar saja dan tidak ada tanda-tanda Aria ketakutan, bahkan tubuh Aria pun tidak gemetaran, Kalau wanita lain yang mengalami hal seperti yang dialami Aria sekarang, mereka pasti akan langsung menangis dan gemetar ketakutan, apalagi dileher mereia sudah terdapat luka dan mengeluarkan darah, "Wanita ini, kenapa dia seperti itu, apa dia punya rencana lain?" batin Giovanni.

Giovanni lalu melihat dua bawahannya yang tadi sedang bertarung satu lawan satu. Giovanni melihat bawahan yang tadi bertarung melawan pria yang memegang pisau sedang duduk lemas memegang perutnya yang tertusuk pisau, sedangkan bawahan yang satunya lagi masih bertarung dan terlihat seri karena sama-sama menggunakan tongkat besi, bawahan Giovanni hanya membawa tongkat besi di pinggangnya karena belum mempunyai ijin untuk menggunakan senjata.

Giovanni lalu menghela nafas pelan, "baiklah... tapi kalian lepaskan mereka" Giovanni menunjuk Aria dan kedua bawahannya.

"Itu tergantung padamu, kamu akan menurut pada kami atau tidak, hahaha" Dua orang rentenir bawahan bos rentenir itu tertawa keras karena berhasil memojokkan Giovanni.

"Hey, aku akan membalas apa yang sudah kamu lakukan pada tanganku" Bos rentenir itu lalu menggunakan pedangnya untuk melukai tangan Giovanni. Kini di tangan kiri Giovanni terdapat luka tebasan yang cukup dalam, darah segar segera mengalir keluar dari tangannya.

Melihat hal itu, dua pria yang menjadi bawahan bos rentenir itu tertawa semakin keras, hingga tiba-tiba tawa mereka terhenti saat mereka semua mendengar suara seorang wanita.

"Ah... ini sudah mulai tidak seru lagi untuk di tonton"

Aria yang sedari tadi hanya terdiam kini mengeluarkan suaranya, "Hey pria bau, berapa lama kamu tidak mandi sehingga membuat badanmu sangat bau" Aria mengatakan pria bau itu pada pria yang ada di belakang yang sedang menyandera dirinya.

"Kamu bicara apa hah?! apa kau mau kepalamu benar-benar terpisah dari tubuhmu?!!" Pria yang Aria panggil bau itu tidak terima dan langsung marah.

Giovanni ingin mengatakan sesuatu namun kalah cepat dengan Aria, "Satu hal lagi, aku sangat tidak suka ada orang yang menjadikanku sandera"

"Memangnya kau bisa apa dengan tubuh wanitamu itu hah? dengan tubuhmu itu, kamu hanya bisa menghangatkan ranjang"

"Kamu benar, tapi, aku juga bisa membunuhmu" Suara Aria terdengar sangat dingin hingga membuat orang yang mendengarnya merinding ketakutan.

"Kau.. kamu akan mati sekarang juga wanita sialan!!" Pria yang sedang menyandera Aria lalu menggerakkan pisaunya untuk memotong leher Aria. Melihat hal itu, Giovanni langsung berdiri dan ingin menghampiri Aria, namun tiba-tiba Giovanni tersentak saat melihat pemandangan yang luar biasa sedang terjadi di depan matanya.

Sebelum pisau itu memotong leher Aria. Aria menangkap tangan pria itu kemudian membantingkan tubuh pria itu keatas lantai dengan hanya menggunakan satu tangan saja, dan hal itu membuat semua orang yang ada disana menjadi terdiam karena mereka juga terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Aria yang notabenya seorang wanita yang memiliki tenaga lebih lemah daripada pria.

1
Nur Hasanah
lnjtt Thor...
Nur Hasanah
aku selalu mengikuti semua cerita novel athor yunni_pakk..semua seru dr lin Hua,Xiao Li ,sekarang Aria semuanya seru enggk ngebosenin walaupun sampe ratusan bab..
Nur Hasanah
saingan cinta yang bukan merebutkan hati Aria saja tp restu kakanya juga..
aku juga bingung pilih yang mana..couple ini cocoknya...wkwkwk.
lanjuttt thro..
Nur Hasanah
wach...ternyata Aria di kelilingi cwo² keren...
lanjuttt thro...JD penasaran siapa yang akan berlabuh..hehehe
Nur Hasanah
ikutan sedih...peluk jauh buat aria.
lanjutt thro
Al Mpr
lanjut donk Thor, makin seru nih
BankToso
sehat selalu Thor, semangat update trus thor 👍🏻🙏
🌸ALNA SELVIATA🌸: Baca Novel "Suami di Alam Mimpi"
di jamin mata batin kamu akan terbuka, dan melihat keindahan alam dunia berbeda..
total 1 replies
xiao hu.
ternyata herald punya anak buah dari anggota red blood ya? aku pikir semua anak buah nya cuma anggota dari blood moon🗿
xiao hu.
kok leon harusnya louis kan🗿
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
ini sangat keren... aku suka cerita ini...wanita jg harus kuat 👍💪
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
keren Thor👍👍👍👍👍🥰
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
lanjut Thor..keren
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
pasti Leon pelakunya kan thor
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
lanjut ... lanjut.. jdi kepo thor
💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐
bagus ceritanya kak...lanjutkan..
Liana Lia504
lanjut thor ditunggu up selanjutnya
Liana Lia504
semangat up nya thor
Yunniiparkk: makasih
total 1 replies
Liana Lia504
up lagi dong
Liana Lia504
lanjut thor
Friska Oktaviana
ceritanya bgus cmn ko dkit episodenya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!