NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sama Sepertimu

Nicholas membuka laci mejanya. Mengeluarkan sebuah cincin. Bukan cincin kawin, tapi cincin dengan lambang elang Reinhard.

"Ini," ujar Nicholas. Ia menyerahkan cincin itu ke Chloe. "Cincin ini hanya diberikan kepada menantu perempuan Reinhard. Simpan baik-baik. Di gala dinner nanti, pakai ini. Biar mereka tahu... kau bukan wanita sembarangan."

Chloe menerima dengan kedua tangan. "Terima kasih, Pa."

"Dan satu hal lagi," Nicholas menatap Chloe dalam. "Kalau Erivo mulai kehilangan kendali... kau satu-satunya yang bisa menghentikannya. Ingat itu."

Chloe mengangguk. "Aku ingat, Pa."

"Sudah. Pergilah istirahat," ucap Nicholas.

Chloe membungkuk sopan. "Selamat malam, Pa."

Begitu pintu tertutup, Nicholas duduk di kursi kerjanya lalu bersandar. "Selain Queen... hanya dia satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan putraku dari keluarga besar Reinhard."

---

Chloe berjalan pelan, menatap cincin elang di tangannya. Berat. Dingin. Tapi terasa... seperti amanat.

Saat ingin memutar gagang pintu kamar, tiba-tiba pintu itu terbuka lebih dulu. Erivo berdiri di sana, bersandar di kusen dengan lengan bersedekap.

"Dari mana?" tanya Erivo. Matanya langsung tertuju pada cincin di tangan Chloe.

"Dari Papa," jawab Chloe sambil mengangkat cincin itu.

Erivo mengerutkan kening. Lalu rahangnya mengendur. Ia menarik napas panjang.

"Akhirnya," gumam Erivo. Ia menarik tangan Chloe dan menutup pintu kamar. KLIK.

"Apa yang dia katakan?" tanya Erivo. Ia duduk di sofa, menarik Chloe duduk di sampingnya.

Chloe menceritakan semuanya. Soal foto keluarga besar, dan soal peringatan dari Nicholas.

Erivo tertawa kecil. Sinis mendengar apa yang dikatakan Chloe.

"Jadi dia menitipkan aku ke kau?" ucap Erivo. "Bukannya dia sendiri yang harus mengajari aku cara mengendalikan diri?"

Chloe menoleh, menatap Erivo serius. "Tuan Erivo... kau harus janji padaku. Di gala dinner nanti, kita datang sebagai pasangan. Bukan sebagai musuh yang sedang memburu targetnya."

Erivo terdiam. Ia membalas tatapan Chloe. Tatapannya itu sangat mirip dengan tatapan Queen saat menasehatinya dulu.

DUG.

Dada Erivo bergetar. Ia berkata dalam hati, "Kenapa... tatapan itu..."

"Baik," ucap Erivo pelan. "Aku janji."

Chloe menghela napas lega. "Terima kasih."

Tapi sebelum Chloe selesai bicara, Erivo sudah berdiri. "Tapi kau tidak bisa menjanjikan apa-apa untukku."

Setelahnya Erivo melangkah keluar dari kamar, menutup pintu dengan pelan. KLIK.

Chloe menghela napas panjang. Ia menatap pintu kamar yang sudah tertutup rapat. "Dia tidak pernah berubah. Sifat keras kepalanya semakin bertambah."

---

DI RUANG KERJA PRIBADI ERIVO

Erivo melempar jasnya ke kursi, lalu menuang wiski. Gerakan tangannya terlihat pelan tapi pasti.

Ponselnya bergetar. Panggilan masuk dari asistennya, Luca.

Erivo segera mengangkat. "Apa?" tanyanya ketus.

"Tuan, dua orang dari keluarga besar sudah tiba di Geneva. Menginap di Hotel Reinhard Plaza. Nyonya Livia dan Paman Anda, Tuan Victor," lapor Luca.

Erivo meneguk wiskinya sampai habis. "Awasi. Jangan sampai mereka mendekati keluargaku."

"Siap, Tuan."

Telepon ditutup. Erivo menatap foto yang ada di atas meja kerjanya. Foto lama. Ia dan Queen Daisy tertawa di danau Zurich.

Jarinya mengusap wajah Queen di foto itu.

"Kenapa tatapan Chloe barusan... sama persis seperti tatapanmu?" bisik Erivo. "Apa itu hanya kebetulan?"

---

DI BALKON KAMAR - TENGAH MALAM

Di kamar, Chloe sudah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.

Wanita itu duduk di balkon kamar, menatap ke halaman belakang mansion.

Baru saja ia selesai berbicara dengan Daddy-nya, Tuan Maximilian, yang saat ini sudah berada di Geneva.

Chloe menghela napas pelan. "Aku pikir setelah berhasil membalaskan dendam Ibu dan pemilik tubuh ini, tinggal dendamku kepada klan mafia Kalajengking Merah. Tapi ternyata aku salah... masih ada keluarga besar Reinhard yang harus aku hadapi," gumam Chloe.

Ponsel di tangannya masih menyala. Menampilkan panggilan terakhir dengan nama "My Daddy".

Chloe menghela napas, menenangkan pikirannya sejenak. Baru setelahnya ia berdiri dan melangkah keluar dari kamar.

Ia ingin mencari keberadaan Erivo.

DI KORIDOR LANTAI DUA

Lampu temaram menerangi setiap ruangan di lantai dua mansion besar itu. Sunyi. Hanya ada suara langkah kaki Chloe di lantai marmer.

Chloe berjalan pelan. "Erivo... Erivo ada di mana?"

Ia mengecek ruang kerja. Kosong. Ruang gym. Juga kosong. Begitu pun dengan ruang biliar.

Terakhir, Chloe melangkah ke arah teras belakang. Pintu kacanya sedikit terbuka. Ada cahaya rokok.

Sebagai jiwa Queen Daisy, Chloe mengetahui semua sudut di mansion besar ini. Karena dulu, pada saat ia berpacaran dengan Erivo, Daisy sering menginap di mansion ini jika Eleanor dan Nicholas ke luar negeri.

DUG.

Benar. Erivo duduk di kursi rotan. Bersandar. Jas sudah dilepas. Kemeja putihnya dibuka dua kancing teratas. Di tangannya segelas wiski, di sebelahnya ada puntung rokok.

Angin malam menerpa rambutnya.

Chloe berdiri di ambang pintu. Ragu.

Erivo tidak menoleh. "Masuk," ucapnya pelan. "Aku tahu itu kau."

Chloe masuk, duduk di kursi di seberangnya. Menjaga jarak.

"Kenapa belum tidur?" tanya Erivo pelan.

Erivo meneguk wiskinya. "Sama seperti kau," jawab Chloe.

Hening.

Chloe meraih gelas yang masih berisi wiski di tangan Erivo.

Erivo akhirnya menoleh. Matanya merah. Entah karena lelah atau wiski.

Chloe tersenyum tipis, menatap wiski di dalam gelas itu. Dan tanpa berkata apa-apa, ia meneguknya sampai habis.

DUK.

Gelas diletakkan ke meja dengan pelan.

Erivo mengerutkan kening. "Kau... bisa minum?"

Chloe mengusap bibirnya dengan punggung tangan. "Sedikit," jawabnya datar. "Apa dulu mantan kekasihmu sering minum bersamamu di balkon ini?"

DUG.

Tangan Erivo yang sedang menyalakan rokok baru langsung berhenti.

"Queen," suara Erivo serak. "Apa kau mengenalnya?"

Chloe menggelengkan kepalanya. "Tidak... tapi aku rasa dia wanita yang sangat hebat, sehingga kau tidak bisa melupakannya."

Hening.

Hanya suara angin dan detak jam dari dalam rumah.

Erivo kembali membakar rokoknya dan mengisapnya pelan. Asapnya menggumpal di udara.

Lalu setelahnya ia berdiri, berjalan mendekat ke pagar teras. Punggungnya membelakangi Chloe.

"Kau benar... dia memang sangat hebat dan tidak takut tantangan," ucap Erivo pelan. "Sama seperti kau."

Chloe menahan napas.

Erivo menoleh sedikit. "Dia suka minum wiski. Dia suka memarahiku, dan menasehatiku ketika aku ceroboh melakukan sesuatu."

Erivo tertawa kecil. Pahit.

"Dia bilang," lanjut Erivo. "Erivo Reinhard, kalau kau terus bekerja seperti orang gila, maka kau akan cepat mati. Dan aku akan mencari pria yang lebih kaya darimu."

DUK.

Dada Chloe sakit mendengarnya. Ia sedikit menunduk, menyeka air mata yang menetes di sudut matanya.

Dalam hati ia berkata, "Itu aku, Erivo... Tapi maaf, aku tidak memberitahumu siapa aku sebenarnya."

Chloe berdiri, berjalan pelan ke samping Erivo. Berhenti satu langkah di belakangnya.

Hening panjang.

Chloe mengepalkan tangannya. Ia ingin sekali memeluk Erivo dari belakang sambil berkata, "Aku di sini... Aku tidak mati."

Tapi ia tahan. Ini belum waktunya Erivo tahu semuanya.

Chloe memberanikan diri. Mengulurkan tangan, menyentuh lengan Erivo pelan.

Erivo menoleh, tapi tidak melepaskan pegangannya.

"Erivo," bisik Chloe. "Seandainya jika Tuhan memberikan keajaiban... Queen kembali hidup, apa yang ingin kau lakukan?"

Hening.

Angin malam berhenti sejenak.

Erivo memejamkan mata. Rahangnya mengeras.

"Kalau dia kembali hidup?" ulang Erivo. Suaranya rendah, nyaris berbisik.

Erivo berbalik perlahan. Matanya menatap lurus ke mata Chloe. Dekat. Terlalu dekat.

"Maka aku akan mengejarnya dan menjadikannya milikku seutuhnya," jawab Erivo jujur. "Kalau perlu, aku akan mengurungnya di mansion ini. Tidak membiarkannya bicara dengan siapa pun kecuali denganku. Dan tidak akan membiarkannya pergi."

DUG.

Chloe terkejut. "Itu... itu bukan cinta. Itu paksaan dan penjara tuan."

---

Guys untuk hari ini satu bab dulu ya, author lagi nggak enak badan, semoga besok author lekas sembuh dan bisa up lebih dari dua bab 🙏😊.

jangan lupa tinggalkan jejak ya guys. Like. Komen dan Vote 🥰 🤗

1
Muft Smoker
raga mungkin udh mati Erivo ,, tp nyawa tu tdk ,,
dan skraang queen ad ddsnaa ,, d tubuh Chloe weiss
Muft Smoker
cepat sembuh duluu kak ,,
baru berkarya lgiii ,,

tenang aq gx kmn2 tetap mantengin NT buat nunggu kelanjutan cerita kk ,,

🤭🤭🤭🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
semoga aj setelah mereka tau sypa Chloe ,, mereka bisa menerima Chloe or queen daisy
Muft Smoker
eeeey pak su udh go public niiih ,,
tp apa gx kaget tuh nanti pa mertua dr Zurich dtg ke geneva ,,🤔🤔🤔🤔😂😂😂
Muft Smoker
lanjuuut kak
kas. maa29: proses 🫡🤗
total 1 replies
Muft Smoker
gmn tuh Kali mama Eleanor tau klo menantu ny sbnrnya queen daisy ,,
Muft Smoker
semoga Eleanor bnr2 berubah Dan menyayangi Chloe or daisy dg tulus ,,
sebagai penebus dy dlu menyakiti queen daisy tanpa sadar ,,
Muft Smoker
kalo mau hidup enk kerjaaa ,, jgn ngemis harta org lain 😒😒😒😒
Muft Smoker
jgn2 Vivian juga di suntikkan cairan yg dlu pernah di terima oleh Chloe sebelum ia meregang nyawa 🤔🤔🤔
Baek chanhun
next thour 💪💪
kas. maa29: proses 🫡🫰
total 1 replies
Sekar
gak sadar diri
Runi Mayantri
ad horor2 ny
kas. maa29: 🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Muft Smoker
licik ny Alexander ma Serena Kalo bukan krn Irina Weiss sewes sewees ,, bablaaas ke sapu angin mereka ,,
menguasai harta yg bukan hak ny ,,
membuang pewaris ,, tp tenang karma mereka sdang otw menghampiri 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
ceritany seruuu kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tentu saja dy adalah queen ,, sekali pun dy tertidur ,, kewaspadaan adalah yg utama ,,
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
semakiiiiin memanaaas ,,
Muft Smoker: 😁😁🫰🫰🫰
total 2 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
kas. maa29: ok proses 🤗🫰
total 1 replies
Sekar
wuih mantap,, lanjut thor💪💪
kas. maa29: ok proses 🤗🤗🫰
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: siaappp🫡🫡🫡🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!