NovelToon NovelToon
Pewaris Sang Triliuner

Pewaris Sang Triliuner

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Kaya Raya
Popularitas:440.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Djennar

Surya Aditama tak pernah menyangka bahwa upacara pemakaman aneh yang tak sengaja ia hadiri membuatnya menjadi pewaris seorang triliuner. Namun demi mencegah perhatian dari orang - orang yang tak diinginkan, ia harus menunggu selama seminggu agar bisa mewarisi kekayaan lima belas milyar dolar Amerika.

Kejadian ini menjadi titik balik kebangkitan siswa pecundang yang selalu jadi sasaran perundungan. Simak ceritanya untuk membalas setiap perbuatan buruk pada dirinya dengan cara yang elegan dan berkilau.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Djennar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke Sekolah

Tidak terasa masa dispensasi yang diberikan oleh sekolah sudah habis. Kini sudah saatnya bagi Surya untuk kembali ke sekolah. Sejujurnya Surya sedikit merasa enggan karena suda merasa terlalu nyaman bisa berdiri bebas dan tidak harus duduk seharian di ruang kelas. Ditambah lagi ejekan dan cemoohan dari teman-teman sekelasnya membuatnya semakin malas untuk datang ke sekolah.

Meskipun sekarang sudah kaya raya, bukan berarti Surya bisa begitu saja melupakan pendidikannya. Bahkan pendidikannya sekarang jadi jauh lebih penting karena ia harus bisa mengelola kekayaannya. Merepotkan memang, tapi itu juga bisa lebih hemat daripada harus menyewa pengatur keuangan.

Selama beberapa hari ini Surya disibukkan oleh banyak urusan berkaitan dengan Pujasera Sentono. Seperti janjinya, Surya akan memberi pinjaman modal bagi para pedagang pujasera yang membutuhkan. Niat sebenarnya adalah membantu Mbak Riri, tetapi tidak ada salahnya jika membantu yang lain juga.

Ada sepuluh orang yang mengajukan pinjaman dana pada Surya. Surya meminjamkan modal dengan sistem bagi hasil. Pembagiannya disesuaikan dengan laba bersih. Surya akan mendapatkan 30% dan 70% untuk pedagang itu. Jika ada dari mereka yang berbuat curang maka Surya akan mengusir mereka dan dia bisa memastikan jika mereka tidak akan bisa berdagang di mana pun

Dalam pinjaman ini tidak ada batasan tenor yang ditetapkan Surya. Asal mereka bisa melunasi pokoknya, hutang akan dianggap lunas.

Mbak Riri sepertinya sangat gembira dengan sistem yang Surya tawarkan. Selain mudah, bagi hasil ini masih bisa memberikan keuntungan karena hanya 30% dari laba bersih yang harus disetorkan ke Surya.

Selain memberikan modal untuk kembali berdagang, Surya juga memberi bantuan kepada orang tua mbak Riri untuk bisa membangun kembali rumah kos mereka. Surya tidak terlalu perhitungan pada satu atau dua milyar yang ia keluarkan untuk membantu orang yang sudah Surya anggap seperti keluarga sendiri.

Karena sementara tidak memiliki tempat tinggal, Surya menyewa sebuah rumah kosong yang letaknya tak jauh dari rumah mbak Riri. Rumah yang disewa dengan biaya 3 juta per bulan itu ditempati oleh Surya mbak Riri, om Rhendra dan tante Dewi. Apalagi kargo Surya telah dikirim oleh ekspedisi, jadi Surya butuh tempat untuk menyimpan barang-barang itu.

Meskipun sudah cukup lama tidak ditempati, namun rumah itu cukup nyaman untuk ditinggali. Karena kelegaan yang ia rasakan di hati, membuatnya bisa tertidur pulas malam itu.

Keesokan paginya Surya bangun pukul 5 dan bergegas mempersiapkan keperluannya untuk kembali ke sekolah. Seragam baru juga sudah ia siapkan. Setelah sarapan pukul 6, Surya berangkat.

Surya memilih berjalan kaki seperti biasa karena ia belum punya kendaraan sendiri. Selain itu jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh. Tidak banyak yang berbeda dari diri Surya baik sebelum maupun sesudah menjadi orang kaya. Surya memakai seragam abu-abu putih yang baru karena yang lama sudah lusuh dan warnanya pudar.

Lagipula seragam ini dipilihkan oleh Indriani, jadi tidak ada alasan bagi Surya untuk tidak memakai seragam ini. Mengingat Indri membuat bibirnya tak berhenti tersenyum.

"Lama nggak ketemu jadi makin aneh aja nih anak."

Surya mendesah gusar. Ini masih pagi tapi gerombolan kuntilanak ini sudah gentayangan mengganggunya. Seperti biasa Bella, Yeni, Tina, dan Ria sudah menyuramkan hari-hari Surya dengan kehadiran mereka.

"Pagi-pagi udah senyam senyum nggak jelas. Udah miskin, gangguan jiwa lagi." Olok Bella disambut tawa oleh ketiga kuntilanak yang lain.

"Nggak usah sok perhatian. Mana masih pagi udah repot-repot ngasih sambutan. Kasihan tuh pacar kalian nggak ada yang nyambut."

"Nggak usah ke-ge er-an, deh. Siapa yang nyambut kamu? Nonton orang miskin kesusahan itu udah jadi hiburan buat kita-kita." Kata Yeni sewot.

"Terus ini apa namanya kalau bukan penyambutan?" Surya menyunggingkan senyum sinis melihat keempat kuntilanak yang sedang mempraktekkan ikan yang naik ke daratan. Karena sepertinya tidak mendapat serangan balasan, Surya bergegas meninggalkan gerombolan tak jelas itu.

"Kita ini lagi ngetawain keong yang kehilangan rumahnya." Tukas Ria

Kalimat Ria itu berhasil menghentikan langkah Surya. Permasalahan mengenai rumah kedua orang tuanya nyaris terlupakan karena kesibukannya mengurus warisan dan Pujasera.

Matanya menyipit tajam ke arah keempat gadis itu. Dari mana Ria tahu kalau rumahnya sedang disita oleh bank?

Mendapatkan tatapan tajam dari Surya, keempat gadis itu jadi salah tingkah. Mereka saling senggol sambil berbisik satu sama lain.

"Apa maksud kamu barusan?" Surya menatap tajam ke arah Ria.

"Itu ... Anu... Itu." Ria melempar pandang ke arah teman-temannya. Ia mengira akan mendapatkan bantuan untuk terus mengejek Surya, tetapi teman-temannya malah hanya terdiam.

"Kenapa nggak ja..."

Belum sempat Surya menyelesaikan kalimatnya, bel tanda masuk berbunyi. Keempat gadis tadi langsung ngacir secepat kilat meninggalkan Surya.

Surya merasa jika Ria mengetahui perihal rumahnya yang disita oleh bank. Padahal rumah Ria dan rumah Surya terpisah jauh. Apakah ada kerabatnya yang tinggal di dekat rumah Surya.

Surya sendiri tak terlalu buru-buru karena kelasnya lumayan dekat. Selain itu masih banyak murid yang baru datang dan berseliweran tak jelas mu ke mana.

Beruntung saat Surya masuk, guru jam pelajaran pertama belum datang. Jadi Surya bisa masuk kelas tanpa dapat hukuman.

Tepat baru lima menit Surya duduk, Pak Santoso guru bahasa Inggris masuk ke kelas dan memulai pelajaran.

Surya cukup pandai dalam bahasa Inggris atau lebih tepatnya dia pandai dalam berbagai pelajaran. Hal ini karena dia terus belajar lebih keras dari teman sekelasnya yang lain untuk bisa mempertahankan posisi juara umum tiap akhir semester. Kondisi ekonomi keluarganya mengharuskan dia untuk bisa mendapatkan beasiswa tiap tahunnya.

Selain itu, Surya juga jarang sekali mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan atau maju mengerjakan soal di papan tulis. Para guru cenderung memberikan kesempatan itu pada siswa yang lain.

Para guru memaklumi jika kadang Surya mengerjakan sesuatu yang tidak seharusnya di kelas. Mencorat-coret buku misalnya, atau melamun memandang keluar jendela.

Saat awal kelas satu, Surya sering mendapatkan pertanyaan dadakan dari beberapa guru karena ia sering tertidur di kelas. Tetapi karena kecerdasan dan kebiasaannya yang selalu belajar lebih jauh mendahului yang lain, Surya berhasil meenjawab pertanyaan tersebut tanpa kesulitan.

Saat semester pertama berakhir, secara mengejutkan nilainya jauh melampaui teman-temannya yang lain. Bahkan selisih dengan peringkat dua pun terlampau jauh. Hingga saat, ini selama 3 tahun berturut-turut tidak pernah ada yang bisa menggeser tempatnya sebagai juara umum.

Kali ini Surya sedang memikirkan mengenai rumah yang diwariskan kepadanya oleh orang tuanya. Karena Surya adalah anak tunggal, maka kepemilikan rumah itu otomatis jtuh ke tangannya. Hanya saja ada pihak yang tak bertanggung jawab mencuri sertipikat rumah dan menggadaikannya ke bank.

Mengingat hal itu Surya merasakan ada pisau karatan yang mengiris-iris hatinya. Tega sekali paman dan bibinya melakukan hal itu. Padahal selama ini ayah dan ibunya begitu baik pada mereka. Jangankan harta, nyawa pun rela ayahnya korbankan untuk membantu paman dan bibinya itu.

Saat mereka butuh bantuan, mereka selalu datang mengiba dan meminta pertolongan pada ayah Surya. Sedangkan saat mereka untung besar atau sedang sukse, mereka tak pernah sekalipun ingat pada ayahnya.

'Berbuat baik itu tidak perlu mengharapkan balasan. Suatu saat karma baik dari kebaikan kita pasti akan datang dengan sendirinya. Begitu juga dengan perbuatan buruk, karma jelek juga akan datang menghampiri.' Kalimat ayahnya setiap kali paman dan bibinya datang minta tolong selalu Surya ingat dalam hati.

Sekarang Surya sudah mendapatkan ganjaran dari perbuatan baik yang dilakukan oleh ayah dan ibunya.

Surya berjanji hari ini akan kembali mengambil rumahnya. Ia berniat segera melunasi hutang yang ditinggalkan paman dan bibinya.

Entah mungkin karena sekarang dia sudah menjadi kaya raya atau apa sehingga remaja itu tidak terlalu memikirkan mengenai uang. Kalau seandainya ia masih miskin mungkin Surya bisa gila karena harus menanggung beban seberat ini.

Sebenarnya Surya tidak ingin mendatangkan karma buruk pada kerabatnya. Tetapi mereka lah yang mengundang karma buruknya sendiri. Mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka.

1
my heart
bego mc nya bego lu juga thor bikin novel tuh yang pikirannya dewwsa sikit ini pikirannya bego
Joe Harry
Karena ceritanya terputus yang tersisa hanya kecewa
hisap sur wewek nya nti cri baru lg
Cecef Rachman
gimana mau kasih komentar ceritanya aja blm selesai
Cecef Rachman
👍
Ivan Sumampouw
lumayan jelek
Ivan Sumampouw
udah sangat kaya, pinter, jago beladiri,, kog bisa2nya diarahkan penulis jadi picik, bodoh dan lemah 🤣🤣🤣🤣
スターレット: penulis lagi memble
total 1 replies
Adam Wartono
tamat
Hayella Andini
ceritanya akan berlanjut apa kaga yah,mandeg
Teddy Aktadi
Luar biasa
Darma Elmo
bgus
Zola m riski
owch ooo sudah macet kah cerita nya.kalau sudah bikin tamat aja
Imam Sutoto
keren
Syahrizal
Luar biasa
Kamal Udin
mantaaap
TJONG KIAN HIN
Mantap…..
Choky Ritonga
omong kosong thor " kamu mimpi ngomong seperti itu " jangan buat wacana pembaca cerita mu " jadi Pengecut "
Hary
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hayella Andini
lanjutan ceritanya mana thooooorrr
Hary
penulis muda rata2 terlalu berlebihan dalam menuangkan cerita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!