NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Sci-Fi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Arka berdiri di tengah ruang tamu, wajahnya masih merah padam. Ia menatap Lilis dengan tajam, napasnya masih kasar karena emosi.

"Ngapain dia ke sini?" tanya Arka dengan suara dingin.

Lilis menunduk, badannya bergetar. "Aku nggak tahu, Mas. Aku benar-benar nggak tahu tujuan dia apa. Mas dengar sendiri kan tadi dia ngomong apa?"

"Terus kalau seandainya aku nggak ada di sini, kamu bakal terima dia lagi?" tanya Arka lagi. Nadanya penuh curiga.

"Mas! Kenapa Mas ngomongnya gitu?" seru Lilis kaget.

"Aku ini istri Mas Arka! Mana mungkin aku terima laki-laki yang sudah menghancurkan harga diriku dan keluargaku?"

"Laki-laki mana pun akan emosi mendengar istrinya diajak nikah oleh orang lain tepat di depan matanya sendiri! Kamu tahu betapa hinanya aku tadi di depan dia?"

"Aku diam karena aku syok, Mas! Aku kaget dia bisa tahu rumah ini!" bela Lilis, tangannya mengepal di samping tubuh.

"Kenapa Mas malah menyudutkan aku? Harusnya Mas tahu betapa aku membencinya!"

"Membenci atau masih ragu?" tantang Arka.

"Mungkin kamu merasa pernikahan kita ini cuma pelarian karena dia membatalkan pernikahan kalian? Mungkin di dalam hati kecilmu, kamu masih memikirkan alasan dia yang mau 'bertanggung jawab' itu?"

"Cukup, Mas!" Lilis berteriak dengan suara serak, air matanya kini tumpah tak terbendung.

"Demi Allah, aku tidak pernah memikirkan itu. Mas jahat kalau menganggap pernikahan ini cuma pelarian. Aku berusaha jadi istri yang baik buat Mas, tapi kenapa Mas malah meragukan aku hanya karena kedatangan laki-laki gila itu?"

"Karena aku nggak tahu apa-apa tentang masa lalu kalian, Lilis! Aku cuma tahu aku menikahi perempuan yang ditinggal di hari pernikahannya, dan sekarang laki-laki itu datang meminta kamu kembali seolah aku ini nggak ada harganya!"

"Aku juga korban di sini, Mas! Aku malu, aku sakit hati sama dia! Kenapa Mas malah marahin aku?" balas Lilis tak kalah keras.

Arka membalikkan badan tanpa berkata apa-apa lagi. Ia meninggalkan Lilis yang masih berdiri membeku di ruang tamu, lalu melangkah lebar menuju kamar. Begitu sampai di dalam, ia langsung menuju kamar mandi.

Arka membasuh wajahnya berkali-kali. Air dingin itu menyentuh kulitnya, namun panas di hatinya belum juga reda. Ia menatap pantulan dirinya di cermin dengan napas yang masih berat.

"Bodoh," gumamnya pada diri sendiri.

Arka merasa gusar. Ia memukul pinggiran wastafel pelan. Ia sadar kata-katanya tadi sangat keterlaluan. Tidak seharusnya ia meragukan kesetiaan Lilis hanya karena kedatangan laki-laki brengsek itu. Ia tahu Lilis adalah korban, namun rasa cemburu tadi benar-benar menutup logikanya.

Di bawah, suara isak tangis Lilis masih terdengar samar, menyayat hati Arka. Rasa bersalah mulai menghantam dadanya.

Arka mengeringkan wajahnya dengan kasar, lalu keluar kamar dan turun kembali ke bawah. Ia melihat Lilis duduk bersimpuh di sofa, menutup wajahnya, bahunya naik turun karena tangis yang hebat.

Arka mendekat perlahan, lalu berlutut di depan istrinya. Tanpa aba-aba, ia menarik Lilis ke dalam pelukannya. Sangat erat.

"Maaf... Maafkan aku," bisik Arka di telinga Lilis. Suaranya serak dan bergetar.

Lilis sempat memberontak kecil, namun Arka justru makin merapatkan pelukannya.

"Maafkan aku karena sudah membentakmu. Aku... aku kelepasan. Aku cemburu melihat dia berani datang lagi padamu," Arka menghela napas panjang.

"Aku takut, Lis. Aku takut kehilangan kamu. Aku takut kamu masih punya perasaan pada laki-laki itu, padahal aku sudah sangat sayang sama kamu," akunya dengan jujur.

Arka mengusap punggung Lilis dengan lembut, mencoba menenangkan istrinya yang masih sesenggukan.

"Jangan nangis lagi. Aku minta maaf. Aku benar-benar sayang kamu, Lis. Tolong maafkan Mas."

Lilis perlahan melepaskan tangannya yang menutupi wajah. Ia masih terisak di dalam pelukan Arka, namun ia mencoba mengatur napasnya agar bisa bicara.

"Aku takut, Mas... Aku takut sekali kalau Mas marah dan membentakku seperti tadi," ucap Lilis dengan suara serak.

"Mas harus percaya, aku benar-benar tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Rama. Jangankan perasaan, menyebut namanya saja aku sudah benci. Sejak dia membatalkan pernikahan itu, dia sudah mati bagi aku, Mas."

Mendengar kejujuran itu, Arka merasa hatinya seolah diremas. Ia memejamkan mata sesaat, menyesali sikap kasarnya tadi. Ia membawa tangan Lilis ke pipinya, membiarkan istrinya merasakan betapa menyesalnya dia.

"Maafkan Mas, Sayang. Maaf..." bisik Arka lembut. Ini pertama kalinya ia memanggil Lilis dengan sebutan itu.

"Mas janji tidak akan membentak kamu lagi. Mas cuma terlalu takut kamu diambil orang lain. Mas tidak mau kehilangan kamu, Sayang," lanjut Arka sambil mencium kening Lilis dengan lama dan penuh perasaan.

"Jangan marah lagi ya, Mas?" lirih Lilis.

"Iya, Sayang. Mas janji," jawab Arka sambil mengusap lembut kepala istrinya.

Arka melepaskan pelukannya sedikit, lalu jemarinya bergerak lembut menghapus sisa air mata di pipi Lilis.

"Sudah, jangan menangis lagi. Jelek tahu," goda Arka sambil tersenyum tipis.

Lilis hanya bisa mengerucutkan bibirnya di balik cadar, merasa sedikit kesal sekaligus gemas.

"Mas nggak punya permen sekarang. Dulu waktu kecil, kalau kamu nangis kan suka aku kasih permen," kenang Arka, teringat masa kecil mereka.

"Sekarang aku nggak ada permen, adanya ini."

Arka menunjuk bibirnya sendiri dengan isyarat yang sangat jelas.

Seketika wajah Lilis terasa panas. Ia sangat terkejut dengan keberanian suaminya yang tiba-tiba itu. Dengan cepat, Lilis bangkit dari duduknya untuk menutupi rasa malu yang luar biasa.

"A-aku belum shalat Isya, Mas. Mau wudhu dulu."

Arka tertawa kecil melihat tingkah istrinya yang salah tingkah. Ia pun ikut bangkit dan merapikan bajunya.

"Sama, aku juga belum. Ya sudah, ayok bareng saja. Biar Mas yang jadi imamnya," ucap Arka lembut sambil berjalan di samping Lilis menuju tempat wudhu.

1
aroem
bagus
Aghitsna Agis
lis cerita ke mas arka biar nga salah faham
𝐈𝐬𝐭𝐲
arka kok jadi seorang yg pencemburu ya🤔 cemburu boleh tapi jgn terlalu malah jadinya gak baik...
Aidil Kenzie Zie
si Arka pencemburu
Aidil Kenzie Zie
ingat waktu TK dulu Liam dibuat nangis sama Tiara gara gara diajak menikah sama Liam e. taunya beneran mau dinikahi 🤭🤭🤭🤭🤭
𝐈𝐬𝐭𝐲
Luar biasa
𝐈𝐬𝐭𝐲
Lumayan
Aghitsna Agis
arka kan lilisnya juga nga nerima rama malah nolak keras sm rama hrsnya arka senang lilis nolak rama bkn malah meledak marah2 kalau nerima batu metasa harga firinya diinjak2
Nice1808
Gila rama ngaku bujang padahal bristri dan anak, wadoh tau agama kok gak terus terang🤭🤣
Aghitsna Agis
lilis harus hati kalau dirumah sendirian takutnya tiba2 rama datang lagi dan rama senak jidatnya aja faham agama dari mana kaya gitu
Ryan Dynaz
sepupu blh nikah tuh...oke aja kok
falea sezi
sah aja masih kaku
Aidil Kenzie Zie
udah sah juga dibiasakan aja💪💪💪
Sri Supriatin
mampir Thor, langsung gercep semangat 8 bab nich, lanjut Thor 🤭🤭🙏🙏🙏
Nice1808
lanjut thor semngat💪💪💪
・゚・ Mitchi ・゚・
bukannya sepupu ga bisa nikah ya thor, kan masih hubungan darah mba rita sama arya. 🤔
Nabila Nabil: Arya sama rita sekandung lhooo.....
total 2 replies
Evi Lusiana
arka sm lilis itu sepupu an y thor,arka anakny arya,adikny mb rita
ig: denaa_127: iya Arya almarhum ayah arka dan tiara
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Lilis 🤔🤔🤔
ig: denaa_127: namanya Lilis, tapi nama asli Elisa 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Arka beneran gercep
Aidil Kenzie Zie
mampir tor padahal cerita maknya belum kelar dibaca malah lari kesini 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!