Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu
Wajah Jagat tersenyum samar, saat melihat Arina darik balik jendela, Arina berdiri mematung sendirian di depan gerbang rumah rahasia yang di miliki oleh Jagat.
“Kenapa sayang, rindu ya,” gumamnya dengan wajah sangat puas, Jagat sama sekali tidak ingin menampakkan dirinya di hadapan Arina saat ini. Yah meskipun jiwanya meronta ronta ingin lari keluar rumah dan memeluk Arina dengan erat, seperti hayalannya selama ini.
Arina masih terdiam, dia sendiri kebingungan, entah mengapa langkah kakinya membawanya kesini, beribu ribu kali dia menyangkal perasaannya sendiri selama ini. Tapi pertahanan nya langsung runtuh begitu saja saja matanya tak pernah menemukan wujud Jagat dalam satu hari ini. “Kamu sakit?” gumamnya. Matanya mulai berkaca saat tidak mendapati jejak Jagat saat ini.
Jagat semakin tersenyum penuh kemenangan saat melihat wajah sendu Arina, dengan lembut tangan mungilnya sibuk mengusap air matanya yang perlahan mulai menetes terus menerus.
Misinya berhasil, dia berhasil menarik Arina berbalik arah melihat ke dirinya.
“Tahan, sedikit lagi.” ucapnya menyemangati dirinya sendiri yang saat ini sedang bergejolak ingin berlari ke pelukan Arina.
Dengan wajah di tekuk Arina berjalan perlahan meninggalkan rumah Jagat, dia memutuskan untuk pulang ke asrama. Ya Rindu, sangat Rindu, untuk saat ini dia seperti benar-benar kehilangan Jagat yang sesungguhnya. Jagat yang biasanya selalu dalam jangkauannya seolah olah benar-benar menghilang dari dunianya.
Arina duduk di halte bus sendirian, matanya fokus di layar ponselnya, perlahan dia membuka nomor ponsel Jagat yang selama ini dia blokir, dia menatap dengan diam, tangannya sangat ragu untuk mengetikan sesuatu, ego dan perasaannya terus menerus berseteru.
Dia menghela nafasnya dengan berat, Arina menyandarkan punggungnya perlahan, dia terdiam melihat sekelilingnya yang penuh dengan lalu lalang orang yang sedang sibuk dengan dunia mereka masing-masing. “Kenapa sehampa ini sih?”
Jagat yang mengikutinya sejak tadi hatinya tercubit haru, dia tersenyum smirk dan menghampiri Arina perlahan.
“Arina, ngapain di sini?” tanyanya dengan wajah di buat sesantai mungkin. Walaupun di dalam hatinya sedang berpesta pora ingin merayakan kemenangannya.
“Ja-gat,” Arina terlihat gelagapan dan celingukan bingung menjawab pertanyaan dari Jagat yang sejak tadi menatapnya penuh intimidasi. “emb, a-nu tadi salah bis, jadi turun di sini.” elaknya sambil nyengir.
“Oh, mau aku anterin?
“Eng-ngaak, nggak usah, itu bisnya udah datang, byee.” Arina terlihat salah tingkah dan terburu-buru membuat semua fokusnya buyar begitu saja, dan membuat nya langsung terjatuh saat melangkah ke depan. “Awwhh..” ringisnya.
Jagat langsung tersenyum geli melihat tingkah Arina. “Dramatis banget, udah kayak seperti di dalam drama,” batinnya. “Ar, kamu gapapa?” Jagat langsung turun dan menghampiri Arina, lalu membantunya berdiri.
“Gapapa,” wajah Arina terlihat memerah sempurna di hadapan Jagat.
“Aku anter ya?”
“Enggak.”
Dengan langkah tertatih Arina masuk kedalam bus yang saat ini sudah berhenti di depannya.
“Hati-hati Sayang.” teriak Jagat dengan wajah tengilnya. “Pak jangan ngebut-ngebut, ada calon istriku di situ.”
Kini Arina terduduk sambil tersipu malu, ya teriakan yang dia rindukan hari ini, tingkah absurd Jagat, yang hilang hari ini, dia temukan kembali, ada perasaan lega yang Arina rasakan.
“Sekolah yang bener dek, harga minyak nggak orang jatuh cinta.” Celetuk ibu ibu yang ada di dalam bus tersebut.
...----------------...
“Hai, semoga suka ya, bantu Like, koment dan Vote.”