Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Pikirannya berputar hebat. Kejadian semalam di dapur rumahnya berputar otomatis seperti rekaman film rusak.
Kalimat demi kalimat yang ia lontarkan kepada Grizla, menu makanan miskin yang ia hina, hingga cengkeraman kasarnya di rahang sang istri, semuanya mendadak tumpang tindih dengan gestur Nyonya G yang baru saja berbalik merendahkannya.
"Tidak, tidak... ini gila. Ini tidak masuk akal!" Antonio menjambak rambutnya sendiri, mengabaikan tangannya yang hitam berlumur debu arsip hingga mengotori wajahnya. "Bagaimana mungkin Nyonya G tahu? Apa... apa si keparat Boni memata-matai rumahku? Atau Grizla yang bercerita?"
Antonio menggelengkan kepala dengan panik. "Tidak, Grizla tidak kenal siapa-siapa di kantor ini. Dia perempuan kuper yang kerjanya cuma mengepel lantai!"
"Pak Antonio?"
Suara Siska memecah kecamuk di kepala Antonio. Wanita itu masih berdiri di sana, menatapnya dengan tatapan meremehkan yang sangat kentara.
"Kenapa Anda malah melamun? Nyonya G sudah memberi perintah yang sangat jelas. Jika dalam tiga hari arsip-arsip ini tidak selesai disortir, Anda tahu sendiri konsekuensinya," ujar Siska dingin, membetulkan posisi jam tangan mahalnya.
Antonio melangkah mendekati Siska dengan mata terbelalak, mengabaikan batasan profesional. "Bu Siska... saya mohon, jawab jujur. Nyonya G... dari mana dia tahu soal... soal tempe goreng?"
Siska menaikkan sebelah alisnya, lalu terkekeh sinis, sebuah tawa yang membuat bulu kuduk Antonio berdiri. "Maksud Anda menu makan malam Anda yang menyedihkan itu? Pak Antonio, Nyonya G adalah pemilik perusahaan ini. Beliau tahu segala hal tentang karyawannya, termasuk hal-hal menjijikkan yang coba Anda sembunyikan. Jadi, alih-alih memikirkan dari mana beliau tahu, sebaiknya Anda pikirkan bagaimana cara bertahan hidup dengan setengah gaji."
Tanpa menunggu jawaban, Siska berbalik dengan anggun dan melangkah keluar, membanting pintu besi gudang dengan keras hingga menimbulkan suara dentangan yang menggema.
Brak!
Antonio jatuh terduduk di atas salah satu kardus kosong. Tubuhnya lemas, seluruh energinya seolah tersedot habis.
Waktu berjalan merangkak dengan sangat menyiksa. Pukul lima sore lewat, Antonio akhirnya keluar dari gudang bawah tanah.
Penampilannya sudah tidak ada bedanya dengan buruh kasar; kemeja putihnya berubah keabu-abuan, keringatnya bercampur debu, dan bau badannya sangat menyengat.
Ia mengemudikan mobilnya pulang dengan kecepatan tinggi, di hantui oleh rasa penasaran dan amarah yang sudah mencapai batas maksimal.
Begitu tiba di depan rumah, Antonio langsung melompat keluar dari mobil. Ia tidak lagi menggebrak pintu, melainkan membukanya dengan perlahan, mencoba mengendap-endap seperti seorang detektif yang ingin menangkap basah mangsanya.
Suasana rumah masih sepi. Dari arah dapur, terdengar suara gemercik minyak panas.
Antonio melangkah tanpa suara, matanya memicing tajam. Di sana, Grizla sedang berdiri di depan wajan, mengenakan daster batik lusuh yang sama dengan semalam. Rambutnya dicepol asal-asalan dengan jepitan plastik murah. Ia tampak sibuk membolak-balikkan sesuatu di dalam wajan.
Antonio mendekat, lalu berdiri tepat di belakang istrinya.
"Grizla," panggil Antonio dengan suara berat dan menekan.
Grizla tersentak kaget, sebuah reaksi yang sengaja ia buat agar terlihat natural. Ia membalikkan tubuhnya, memegang sodet dengan tangan yang sedikit gemetar. "E-eh, Mas Antonio... sudah pulang? Kok tidak ada suaranya?"
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..