NovelToon NovelToon
Isekaiku Jadi Kesatria Antagonis

Isekaiku Jadi Kesatria Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Isekai / Militer
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Quensly

Saat membuka mata aku mendapati bahwa semuanya berbeda.

Mulai dari penampilan hingga tempatku sekarang ini, tentu saja aku senang karena bisa hidup kembali setelah mengalami kecelakaan yang membuatku meninggal dalam keadaan tragis.

Padahal masih banyak yang lain, tapi kenapa harus di tubuh ini? Seorang putri Marquess bernama Cassiopeia Maximpratix Charcraes, antagonis terjahat dari awal sampai akhir.

Demi menghindari akhir yang tragis sebagai antagonis aku memilih untuk hidup dengan caraku sendiri. Termasuk untuk menjadi seorang kesatria, meski tak mudah karena banyak halangan dan rintangan tapi itu tak akan membuat tekadku hancur.

Namun, sekuat apapun aku berusaha tapi kenapa terus saja tertarik masuk ke dalam alur. Lalu, apa-apaan dia? Kenapa orang ini selalu mengikutiku? Apa karena aku mengetahui identitas aslinya ataukah hal lain?

Akankah aku bisa bertahan hidup di dalam dunia ini? Ikuti ceritanya!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quensly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adik Tak Berhati

Akan tetapi aku mencoba untuk menahannya, tidak ada lagi suara di antara kami. Yang ada hanyalah kecanggungan dan keheningan.

"Deo Amica Charcraes!"

Dia tak menjawab meskipun aku sudah memanggil namanya.

"Anak ini benar-benar membuat ku terkena darah tinggi,"

Aku segera bergegas bangun lalu meninggalkan Deo sendiri.

"Mau kemana, Kak?" tanyanya.

Acuh tak acuh aku menjawab tanpa menengok : "Kemana saja," jawabku, ketus.

"Tunggu!"

Tanpa basa-basi Deo sepertinya sudah mengikuti ku.

Aku berbalik, tubuhku terjatuh ketika melihat penampakan yang ada tepat di depan.

Ternyata anak ini sudah berada di belakang ku hanya dalam waktu singkat. Tentu saja hal tersebut berhasil mengagetkan ku yang membuatku terjatuh ke belakang.

"Aw...!" ringisku ketika merasa ada sebuah anggota tubuh yang terasa sakit.

"Kakak baik-baik saja?" tanyanya lagi dengan tangan yang sudah terulur kepadaku.

"Dasar adik tak berhati!" hardik ku.

Sebuah ide terlintas di benakku, aku segera meraih uluran tangannya dan... menariknya sekuat tenaga.

Seakan melukis di atas air, upaya yang aku lakukan sia-sia. Jangankan untuk menjatuhkannya, bahkan tubuhnya tak bergerak sedikitpun meskipun aku menarik sekuat tenaga.

"Apa yang Kakak lakukan?" tanyanya, kebingungan.

Aku melepaskan tangannya dan segera bangun sendiri lalu membersihkan pakaian yang kotor serta tangan yang terkena serpihan bebatuan tajam ketika terjatuh tadi.

"Sudahlah, ayo! Ayah pasti sudah menunggu kita," Tanpa menunggu balasan aku pergi meninggalkannya sendiri.

•••

"Nona, anda dari mana saja?" tanya Madam Pranadipa.

"Uhm... jalan-jalan cari angin sebentar," balasku sembari menggaruk tengkuk.

"Apakah benar Tuan Muda?" tanyanya beralih ke Deo yang berada tepat di belakang ku.

"Benar Madam," jawab Deo.

"Hah~ baiklah, kalau begitu ayo! Tuan Besar akan mengadakan makan malam keluarga pukul 9 malam, Nona harus segera bersiap kita tidak memiliki banyak waktu. Dan untuk Tuan Muda juga harus bersiap," jelas Madam Pranadipa.

"Ya ya ya, kalau begitu ayo! Bukankah Madam bilang kita harus segera bergegas?" potongku sebelum celotehan nya merembet kemana-mana.

"Hm... benar juga, mari Nona!" Tanpa aba-aba Madam Pranadipa segera menarik ku.

"Kau juga bersiaplah!" titah ku sembari melihat ke belakang untuk sesaat.

"Saya akan melakukan yang terbaik, Kak." balas Deo.

•••

Hal pertama yang aku lihat setelah memasuki ruangan ini adalah seorang pria tampan yang sedang menunggu dengan tatapan lurus menatap ke arahku.

"Salam saya kepada Yang Mulia Marquess Charcraes, sang pilar Kekaisaran Stannis Magna." ucapku memberi salam seperti yang diajarkan oleh Guru.

"Duduklah!"

Aku segera pergi untuk duduk di kursi yang lumayan jauh dari Marquess atau yang seharusnya di panggil 'Ayah'.

"Untuk apa?"

Pertanyaan yang keluar tiba-tiba dari mulut seseorang menghentikan aku untuk duduk.

"Ya?"

Jujur aku tidak mengerti apa yang dibicarakan pria itu.

"Di sini!" timpalnya yang semakin membuat aku tidak paham.

Aku memiringkan sedikit kepala.

Tidak ada lagi balasan darinya membuatku duduk kembali di kursi yang sudah ditarik para pelayan.

Seorang pelayan datang kepada ku dan berbisik seperti ini : "Yang Mulia maksud adalah meminta Nona untuk duduk di kursi utama sebelah beliau," katanya berhasil membuatku syok.

"Apa katanya? Aku? Seorang Cassiopeia Maximpratrix Charcraes?...apakah dia kerasukan ketika dalam perjalanan?"

Mataku tak sengaja melihat tatapan mematikan yang dilontarkannya.

Susah payah aku menelan saliva dan pindah ke tempat duduk yang diinginkannya.

Dengan canggung aku duduk di sana.

"Sajikan makanannya!" perintahnya kepada Bapak Butler yang berada tepat di samping dia.

Detik kemudian para pelayan dan para koki beriringan masuk ke dalam.

Dalam 1 menit meja makan luas nan panjang ini sudah di penuhi dengan banyak sekali makanan lezat yang menggugah selera.

Tapi sepertinya selera makanku sudah hilang, meskipun dari tadi aku lapar karena belum makan.

Alasannya hanya satu, yaitu karena tatapan mematikan yang terus menusuk ke seluruh tubuhku.

Kenapa? Padahal Deo saja duduknya sangat jauh dari posisi aku dan Marquess berada. Tapi kenapa aku harus disiksa dengan duduk disini?

Cameron Emmett Charceaes, seperti yang diketahui. Dia adalah kepala keluarga keluarga Marquess sekaligus pebisnis hebat, tapi karena dia jarang muncul di dalam novel dan tergolong sebagai tokoh figuran.

Jadi, sampai sekarang aku tidak tahu sepanjang apa dia sebenarnya. Intinya dia adalah karakter abu-abu yang sifat aslinya hanya bisa ditebak tebak karena tidak dijelaskan sedikitpun oleh penulis.

Yang jadi masalahnya adalah kesan ku kepada Marquess sangat buruk. Hal itu terjadi karena ketika dia muncul hanya ada pengaruh buruk yang diberikan dia kepada sang antagonis.

"Kenapa tidak di makan?"

Pertanyaannya membuatku tersentak.

Sedari tadi aku hanya menatap kosong ke arah makanan tersebut dengan pikiran yang melayang.

Aku tak menjawab apapun dan hanya mati kutu.

"Apakah makanan ini tak sesuai dengan selera mu? Katakan saja yang mana yang tidak enak, aku akan langsung memecat mereka." katanya beserta aura membunuh menyelimuti dengan pekat.

"Ti, tidak. Saya akan memakannya... Ayah," balasku yang segera buru-buru mengambil makanan dan dengan cepat menelannya.

Meskipun acara makan-makan ini bukannya membuatku kenyang tapi malah menjadi ajang yang hampir menghilangkan nyawa. Namun, tidak apa. Daripada jutaan nyawa tumbang karena makanan ini tidak termakan, lihat saja tatapan membunuh itu.

Kenapa di dunia ini semua orang memiliki tatapan membunuh yang mengerikan.

Bertambah lagi misteri aneh yang aku temukan.

Makan malam berlangsung tanpa suara sedikitpun sampai sang kepala keluarga menyelesaikan makannya dan menunjukkan gelagat aneh.

"Besok lusa akan di adakan pesta di kediaman ini untuk menyambut kedatangan ku," ungkapnya.

"Uhuk... uhuk... "

Aku segera mengambil air minum dan meneguk habisnya.

"Kakak baik-baik saja?" tanya Deo.

Aku tersenyum kecil membalasnya, ia bernapas lega karena tahu bahwa senyumanku menandakan aku baik-baik saja.

"Besok akan ada beberapa orang yang akan mengukur gaun untuk kau pakai," timpalnya.

"Gaun lagi? Bukankah masih banyak gaun yang bisa dipakai?"

Inginnya aku bertanya seperti itu, tapi keadaan tidak mendukung.

Bisa-bisa akan muncul rumor yang menghebohkan pergaulan kelas atas, meskipun Cassiopeia belum melakukan debutante tapi sudah banyak sekali omongan tentangnya.

Mungkin jika di dunia tempatku dulu, Cassiopeia sudah menjadi selebriti sejuta skandal.

...-Bersambung-...

Halo para pembaca yang cantik and ganteng terima kasih sudah dukung karya ini, dukung terus ya. Oh iya, Author Quensly mau kasih kalian rekomendasi novel bagus banget nih, karya Kakak author kita Asri Faris dengan judul "Nokta Merah".

Yang di bawah ini 👇, semoga kalian suka ya. Jangan lupa dukung karya Author juga agar Author makin semangat buat novelnya. 🥰

1
Mom FA
salam dari in memories🙏
Frando Kanan
seharusny gk ush selamatkn lo Dr para bandit td biarkn lo kna pukul trs sampai mati 💢
Frando Kanan
si bch ini tdk Tau terima ksh bner 🙄
Frando Kanan
tdk blh bljr pedang? klo gitu tgglh kematian putri lo sendiri....jika itu terjadi gw ykin ibu cassi bkl kutuk suami sendiri tdk Tau diri 😒
Frando Kanan
yah elh...gw jd khawatir skrg si cassi ini...tubuh asli antagonist bner2 lemah gk heran selalu klh trs oleh tatapan mematikan oleh ayah kandung sendiri 😒
Frando Kanan
idih....ktany gk mw melanjutkn pertunangan tpi alhasil mlh gk blh? hmph 😒
Frando Kanan
wah....gk Tau terima ksh....hanya krn identitas terbongkar langsung ingin bunuh FMC....ckckck 😒 lbh baik gk ush tolongi jd sia2 tolongi bch idiot itu 🙄
Frando Kanan
spa bch td itu....udh tolongi mlh tdk Tau terima kasih 🙄
Shirokawa
Thor lanjut, greget nunggu in nya nih😤😤
Quensly: oke....
total 1 replies
Shirokawa
Sir ode maaf🙏😂😂
Quensly: wkwkwk, benar banget.😂🤣
total 3 replies
Shirokawa
Yey pertempuran segera dimulai!!!😆
Shirokawa
Hanya bisa berdoa, semoga Cassi selamat🙏🙏
Shirokawa
Untuk Ava, aku no comment😑
Quensly: wkwkwk, frustasi ya sama Ava 😂
total 1 replies
Lee
Boomlike hadir kaka..
slam dri My ice girl sranghae..
sudah q favorit ya
Shirokawa
Entah kenapa karakter Ava mirip sama karakter pelayan matre komik sebelah, yg bikin gak bisa komen😂😂
Quensly: wkwkw, memang iya. Yona kan di manhwa Beware of the vilainnes. 😂
total 1 replies
Shirokawa
Wah menarik nih!!😆
List papa bucin
mari kita lihat bagaimana sifat pemeran utama wanita satu ini
Anita_Kim
Semangat kak.
Anita_Kim
Aku mampir.
Sylvia
next, semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!