Menceritakan kisah seorang gadis berumur 15 tahun yang di usir dari keluarga yang telah membesarkan nya sejak kecil. Ia pergi ke negara lain dan berjuang sendiri melawan kejamnya dunia demi melanjutkan kehidupan nya. Dan berakhir membawa nya ke dunia mafia yang sangat kejam dan menuntut nya untuk terus kuat
Ia berusaha mencari orang tua kandung nya, susah payah ia lakukan demi menemukan kedua orang tua kandung nya. Sampai akhirnya ia menemukan mereka, tapi sayang ia harus menerima rasa sakit terlebih dahulu dari mereka
Kisah cinta gadis tersebut? banyak yang menginginkan gadis itu untuk di jadikan pasangan mereka. Tapi sepertinya hati nya masih tertutup untuk menerima seorang lelaki dalam hidup nya. Namun seorang lelaki misterius telah mengecap nya sebagai 'GADIS KU'
Bagaimana kisah nya?
Jawaban nya ada, jika membaca cerit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ~Beach Breeze~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Babu
Suara motor Eric dan Daffin merusak suasana pagi hari yang cerah nan damai itu. Tapi tidak dengan Bara dan Queen yang terlihat santai, bahkan mesin motor Queen masih mati. Padahal lampu merah akan segera berganti warna.
Bertepatan dengan berubahnya lampu menjadi warna hijau, Eric dan Daffin yang sudah bersiap-siap pun langsung melajukan motor mereka dengan cepat, meninggalkan Bara dan Queen yang masih diam santai. Mereka berdua saling menatap dengan tatapan datar yang sulit diartikan.
Tiiiiiiinn...
Karena mereka berdua tak kunjung jalan, para pengendara di belakang pun protes dengan cara membunyikan klakson mereka masing-masing.
Tangan Queen tergerak memutar kunci motor lalu menyalakan motor dan melesat dengan kecepatan tinggi. Tak mau ketinggalan, Bara juga langsung melajukan motornya, menyusul yang lain.
Persaingan berjalan ketat antara mereka, terlebih antara Bara dan Queen. Bahkan sekarang mereka telah berhasil mendahului Eric dan Daffin yang tadinya berjalan lebih awal dari mereka.
"Sial" umpat Queen.
Ia mempercepat laju kendaraan nya dengan kecepatan penuh, sampai Bara dkk tertinggal sangat jauh di belakang. Hal tersebut membuat Bara dkk seakan tak percaya, pasalnya bisa mendahului Bara adalah hal yang mustahil, belum ada yang bisa mengalahkan seorang Bara Atkinson. Tapi sepertinya kata mustahil itu tidak mempan untuk Queen.
Yang seharusnya belok kanan untuk menuju sekolah, Queen malah mengambil jalur kiri. Karena ia tau, saat ini dirinya tengah diikuti oleh seseorang.
Yeah, ini adalah konsekuensi yang harus Queen hadapi saat memutuskan menjadi leader mafia. Banyak para mafia yang mengincar nyawa nya, apalagi dirinya telah berhasil menaklukkan mafia keluarga Severio, yang menjadikan nama mafia nya kini mulai terkenal.
°•°•°•° IY'INTERNASIONAL HIGH SCHOOL
Ckittt...
Suara ban motor yang bergesekan dengan aspal menghasilkan suara yang sangat nyaring. Suara tersebut dihasilkan oleh Bara dengan motornya, yep dia telah sampai di parkiran lebih dahulu disusul oleh ke dua teman nya.
"Aaaa... Bara semakin kesini, gantengnya makin gak ngotak!!"
"Ish ada gak sih orang yang kaya Bara di dunia ini, gue sadar gue siapa gak bakal cocok buat Bara. Apalagi ada si Cindy"
"Kesel gue, bagi-bagi ngapa gantengnya sama gue!"
"Eric sama Daffin boleh juga lah, gak dapet Bara dapet temennya juga it's okey BANGET!!"
"Huh... akhirnya sampai juga, eh Queen mana? bukannya tadi dah di depan yah?" tanya Eric.
"Mungkin dah masuk" jawab Daffin.
"Oke, kita buktiin kalo semisal Queen dah di dalem berarti Lo menang dan sebaliknya" ~Eric.
"Siapa sebenernya perempuan itu?" batin Bara.
"Bar, masuk woy jangan disitu mulu, kasian tuh anak orang dibuat gila sama Lo!" tegur Eric.
Bara yang tersadar pun turun dari motor nya dan berjalan menuju kelas. Setelah sampai disana, mata mereka tidak menemukan tanda-tanda Queen telah hadir, bahkan bangku nya masih kosong.
"Fiks Lo berdua kalah!" ucap Eric girang.
"Hem" dehem Daffin, lalu menaruh kepalanya di atas meja yang satu meja dengan Bara.
"Sesuai perjanjian, Lo bakal jadi babu gue, dan Queen bakal jadi babu nya Bara selama 2 Minggu. Kalian harus nurutin apa yang kita suruh!" ~Eric.
"Yang bagus dikit napa namanya, jangan babu. Iya iya lah terserah lu" ~kesal Eric.
"Bodo!" ~Eric, acuh tak acuh.
"Eh Cha, Queen belum berangkat?" tanya Alice menghampiri Cha-cha.
"Belum kayaknya" jawab Cha-cha yang sedang membaca buku.
"Ya udah gue numpang duduk ya, di sana gak ada temen ngobrol" ~Alice.
"Iya" ~Cha-cha.
°•°•°•°
Disisi lain, saat ini Queen baru sampai di sekolah dengan keadaan luka di lengannya kembali terbuka dan bajunya yang acak-acakan. Sepanjang perjalanan nya di koridor sekolah, ia menjadi pusat perhatian, darahnya menetes di lantai padahal lukanya sudah ia balut dengan kain.
Ia berhenti sejenak di depan kelas tepatnya di wastafel depan kelas nya. Queen menaruh asal tas nya, melengkin lengan baju nya, dan membuka balutan kain yang menutupi luka nya.
Dengan muka datar seolah tidak kesakitan sama sekali, Queen mengguyur luka nya dengan air. Air yang awalnya bening kini berubah menjadi merah.
"AAAAA... DA... DARAH!!!" teriak siswi ketakutan saat melihat banyaknya darah yang Queen keluarkan. Ia berlari masuk ke kelas 11A sambil terus menggumamkan kata 'darah'.
"Darah?" ucap Bara dkk, Alice, dan Cha-cha bersamaan.
Mereka pun keluar dengan rasa penasaran dengan maksud kata 'darah' itu. Baru saja mereka keluar dan ingin melihat, tapi karena banyaknya siswa yang juga sedang melihat jadi jalan mereka terhalang.
"Hais... darah apaan sih, gak bisa liat, mana penasaran lagi" ucap Alice kesal.
"Tenang gue ada satu cara, pake power of Bara pasti bisa" ucap Eric.
"Misi... Bara Atkinson mau lewat!" ~Eric.
Benar kata Eric, semua siswa langsung menyingkir dan memberi jalan untuk Bara dkk. Entah kenapa mereka langsung mematung, melihat Queen yang nampak acuh tak acuh tengah membiarkan air mengalir dan menyapu darah nya.
"Queen" ucap Eric dan Daffin.
"ASTAGA QUEEN... haduh ko kalian malah diem doang sih bukannya dibantuin!" ucap Alice mendekati Queen dan melihat luka nya.
"Ini kok bisa kaya gini Queen, sakit gak? mana lukanya kaya dalem gitu" ~Alice, khawatir.
"Jatoh" jawab Queen datar.
"Alice, Queen, mending ke UKS dulu yuk, itu lukanya biar gak infeksi" saran Cha-cha.
"Iya bener, ayo Queen" ~Alice.
"Gak usah" ~Queen.
"Sayangnya gue gak nerima penolakan, nih tolong taro kelas" ~Alice, melemparkan tas Queen dan ditangkap oleh Eric.
"Haih kok gue?!" ucap Eric.
"Itu bukan luka jatoh" gumam Bara pelan, namun masih bisa didengar oleh Daffin.
"Lo ngomong apa Bar?" ~Daffin.
"Gak" ~Bara, kembali masuk ke kelas.
Thank you... like vote komen please.
Mutualan insta yuk, bagi yang mau, DM aja ya kalo gak di FB" <3
Insta : @evafnf
Kayak gantungan kunci.
Tolong dilanjutin Thor,
saya penasaran banget sama kelanjutannya.
sekalian mahu promo doktor Vs Kapten by Nurul Najah
selamat membaca...