NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Peresmian Kantor London

Pagi hari di London terasa sangat segar. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela kamar hotel Sarah, menerangi ruangan dengan warna keemasan. Sarah membuka matanya perlahan, merasakan kebahagiaan yang masih tersisa dari malam sebelumnya.

Ia bangkit dari tempat tidur, berjalan menuju jendela, dan memandangi kota London yang mulai hidup. Big Ben terlihat di kejauhan, dan sungai Thames berkilauan di bawah sinar matahari. Sarah tersenyum, merasa sangat bersyukur bisa berada di kota yang indah ini.

Setelah mandi dan bersiap, Sarah mengenakan dress panjang berwarna krem dengan aksen renda di bagian lengan. Ia memilih perhiasan sederhana, hanya anting mutiara kecil dan gelang tipis. Riasannya tipis, hanya sedikit foundation dan lipstik berwarna natural. Ia ingin terlihat profesional namun elegan.

Saat Sarah keluar dari kamar, Samudra sudah menunggu di lorong. Ia mengenakan jas abu-abu gelap dengan kemeja putih dan dasi sutra berwarna perak. Penampilannya sangat rapi dan berwibawa.

"Selamat pagi, Sarah. Kamu terlihat sangat cantik," puji Samudra.

"Selamat pagi, Pak. Bapak juga terlihat sangat rapi. Hari ini acaranya besar?" tanya Sarah.

"Ya, ini peresmian kantor cabang baru di London. Akan ada banyak kolega bisnis dari berbagai negara. Kamu hanya perlu mendampingiku dan bersikap sopan," jawab Samudra.

Sarah mengangguk. "Baik, Pak. Saya akan berusaha sebaik mungkin."

Mereka berdua turun ke lobi hotel, dan mobil yang sudah disediakan membawa mereka menuju kantor cabang baru Samudra di kawasan Canary Wharf. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Sepanjang jalan, Samudra menjelaskan sedikit tentang kolega-kolega yang akan hadir.

"Nanti ada Tuan Richard dari perusahaan properti asal Inggris. Dia adalah mitra bisnis utama kami. Ada juga Nyonya Patricia, seorang investor dari Amerika. Mereka semua orang-orang penting, jadi kita harus menjaga kesan," ujar Samudra.

"Pak, saya hanya asisten. Apakah saya harus banyak bicara?" tanya Sarah.

"Tidak perlu banyak bicara. Cukup tersenyum, mengangguk, dan jika ditanya, jawablah dengan sopan. Mereka lebih tertarik pada penampilan dan sikap, bukan pada apa yang kamu katakan," jawab Samudra.

Sarah mengangguk, mencoba mengingat semua nasihat Samudra.

Mereka tiba di kantor cabang baru. Bangunan itu sangat megah, dengan fasad kaca modern yang berkilauan di bawah sinar matahari. Di depan pintu masuk, sudah ada beberapa orang yang sedang berbicara. Seorang pria paruh baya dengan jas navy berjalan mendekati mereka.

"Samudra! Senang sekali kamu bisa datang," sapa pria itu dengan ramah.

"Tuan Richard, senang bertemu lagi," jawab Samudra, berjabat tangan.

Tuan Richard menatap Sarah, lalu tersenyum. "Dan ini pasti pendampingmu. Siapa namanya?"

"Ini Sarah, asisten pribadiku," jawab Samudra.

Sarah mengulurkan tangannya dengan sopan. "Selamat pagi, Tuan Richard. Senang bertemu dengan Bapak."

Tuan Richard berjabat tangan dengan Sarah. "Wah, asisten yang sangat cantik. Samudra, kamu beruntung memilikinya."

Samudra tersenyum tipis. "Ya, dia sangat berharga bagi saya."

Mereka masuk ke dalam gedung. Acara peresmian berlangsung di lantai paling atas, dengan pemandangan kota London yang sangat indah. Ruangan itu sudah dipenuhi dengan para tamu, dan seorang pembawa acara berdiri di atas panggung kecil.

Samudra memimpin Sarah melewati kerumunan, memperkenalkannya pada beberapa kolega penting. Sarah tersenyum sopan, mengangguk, dan menjawab beberapa pertanyaan ringan dengan rapi.

"Apakah kamu sudah bekerja lama dengan Samudra?" tanya seorang wanita paruh baya, Nyonya Patricia.

"Sudah beberapa tahun, Nyonya," jawab Sarah.

"Kamu pasti sangat berbakat. Samudra adalah orang yang sangat selektif dalam memilih timnya," puji Nyonya Patricia.

Sarah tersenyum. "Terima kasih, Nyonya. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik."

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Samudra. Ia berdiri di atas panggung, dan berbicara tentang visi perusahaan, rencana ekspansi di Eropa, dan pentingnya membangun jaringan bisnis yang kuat.

Sarah menatap Samudra dengan kagum. Pria itu berbicara dengan sangat percaya diri, dan setiap kata-katanya membuat para tamu terdiam dan memperhatikan.

"Dan sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua mitra yang telah mendukung saya. Terutama kepada Sarah, asisten pribadi saya, yang telah bekerja tanpa lelah membantu saya sampai hari ini," ujar Samudra di akhir pidatonya.

Para tamu bertepuk tangan, dan Sarah tersenyum malu-malu. Ia tidak menyangka Samudra akan menyebutkan namanya di depan umum.

Setelah pidato, acara dilanjutkan dengan jamuan makan siang. Para tamu berbincang dengan santai, dan Sarah mulai merasa lebih nyaman. Samudra tetap berada di dekatnya, memastikan Sarah tidak merasa kewalahan.

Pada suatu momen, saat Sarah sedang mengambil segelas air mineral, seorang pria muda yang mengenakan jas putih mendekatinya.

"Halo, Sarah. Saya Daniel, manajer pemasaran cabang London. Saya dengar kamu adalah asisten pribadi Samudra," sapa pria itu.

Sarah tersenyum sopan. "Halo, Daniel. Iya, saya asistennya."

"Samudra adalah pria yang sangat beruntung," kata Daniel, lalu menatap Sarah dengan tatapan yang sedikit menggoda. "Apakah kamu punya waktu untuk minum kopi bersamaku setelah acara ini?"

Sarah sedikit terkejut dengan ajakan itu. Ia membuka mulutnya ingin menjawab, tapi tiba-tiba suara Samudra terdengar di sampingnya.

"Daniel, Sarah akan sibuk setelah acara ini. Dia harus menyelesaikan beberapa laporan untukku," ujar Samudra dengan nada yang tegas.

Daniel tersenyum canggung. "Oh, maaf. Lain kali saja, Sarah."

Daniel segera pergi, dan Sarah menatap Samudra. "Pak, saya tidak tahu harus bilang apa—"

"Kamu tidak perlu menjawab ajakannya. Dia bukan tipe orang yang baik," jawab Samudra dingin.

Sarah mengangguk, tapi di dalam hatinya, ia merasakan ada sedikit kecemburuan dari Samudra. Dan itu membuatnya tersenyum.

Acara peresmian berjalan dengan lancar hingga akhir. Saat semua tamu sudah pulang, Samudra dan Sarah berdiri di dekat jendela, menatap pemandangan kota London yang mulai gelap.

"Kamu tampil sangat baik hari ini, Sarah," ujar Samudra.

"Terima kasih, Pak. Saya hanya melakukan apa yang Bapak ajarkan," jawab Sarah.

Samudra menatap Sarah, dan tersenyum. "Kamu lebih dari sekadar asisten, Sarah. Kamu adalah bagian penting dari hidupku."

Sarah menatap Samudra, merasakan hangat di dadanya. "Pak..."

"Kita pulang sekarang. Besok, kita akan naik London Eye," ujar Samudra.

Sarah tersenyum lebar. "Saya tidak sabar, Pak."

Mereka keluar dari gedung, dan mobil membawa mereka kembali ke hotel. Malam di London terasa sangat indah, dan Sarah merasa bahwa hidupnya telah berubah menjadi lebih baik. Bersama Samudra, ia merasa sempurna.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!