NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Mantan di Meja Sebelah

Sore itu, Samudra mengajak Sarah makan malam di sebuah restoran mewah di kawasan Soho, London. Restoran itu bernama The Ivy, terkenal dengan hidangan Eropa klasik dan suasana yang sangat elegan. Lampu gantung kristal berkilauan di atas meja-meja, dan para pelayan berseragam hitam putih melayani dengan sangat sopan.

Sarah memesan salmon panggang dengan salad, sedangkan Samudra memilih daging sapi wagyu dengan saus truffle. Mereka berbincang dengan santai, sesekali tertawa ringan. Samudra bercerita tentang masa kecilnya di Indonesia, dan Sarah mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Jadi, Bapak dulu sering bermain di sawah?" tanya Sarah.

"Iya. Di dekat rumah nenekku ada sawah yang luas. Aku sering berlari-lari di sana, mengejar capung," jawab Samudra.

"Bapak pasti sangat bahagia waktu kecil," ujar Sarah.

"Ya, sampai aku pindah ke Italia untuk sekolah. Awalnya sangat sulit, tapi akhirnya terbiasa," jawab Samudra.

Sarah tersenyum. "Bapak hebat. Bisa melewati semua rintangan itu."

Samudra menatap Sarah, dan tersenyum. "Kamu juga hebat, Sarah. Kamu selalu berusaha melakukan yang terbaik."

Mereka menikmati makan malam dengan suasana yang sangat hangat. Namun, tiba-tiba Samudra mengerutkan kening. Ia melihat seseorang yang sedang berjalan mendekati meja mereka.

Seorang wanita muda dengan rambut panjang berwarna cokelat keemasan, mengenakan dress merah yang sangat elegan, berjalan mendekati meja mereka. Wanita itu sangat cantik, dengan kulit putih dan mata biru yang tajam. Di belakangnya, seorang pria paruh baya yang tampaknya adalah manajernya.

Wanita itu tersenyum tipis, lalu berbicara dengan suara yang sangat merdu. "Samudra? Apa benar ini kamu?"

Samudra mendongak, dan matanya sedikit membelalak. "Violet?"

Sarah menatap Samudra, lalu menatap wanita itu. Ia melihat ada sesuatu yang aneh di mata Samudra. Ada kejutan, dan mungkin sedikit ketidaknyamanan.

Violet tersenyum lebar. "Sudah lama sekali, Samudra. Apa kabar? Aku dengar kamu sekarang menjadi pengusaha sukses di Eropa."

Samudra berusaha tersenyum, tapi senyumnya terlihat dipaksakan. "Aku baik. Kamu sendiri? Aku lihat kamu sekarang sudah menjadi aktris terkenal."

"Iya. Berkat bantuanmu juga dulu," jawab Violet.

Sarah mengerutkan kening. Ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Samudra dan Violet tampaknya memiliki sejarah yang panjang.

Violet menatap Sarah, lalu tersenyum. "Dan ini siapa? Pacarmu?"

Samudra menghela napas. "Ini Sarah. Asisten pribadiku, dan... dia juga orang yang sedang mengandung anakku."

Violet membelalak, lalu tertawa kecil. "Wah, Samudra. Kau sudah memiliki anak? Sungguh perkembangan yang luar biasa."

"Violet, maaf, kami sedang makan malam," ujar Samudra, mencoba mengakhiri percakapan.

Violet tidak pergi. Ia malah duduk di kursi kosong di samping meja mereka, tanpa diundang. "Jangan buru-buru, Samudra. Kita sudah lama tidak bertemu. Aku ingin mengobrol sedikit."

Sarah menatap Violet, lalu menatap Samudra. Ia melihat ada ketegangan di wajah Samudra.

Violet menatap Sarah, lalu berkata, "Sarah, kamu tahu tidak? Dulu, Samudra dan aku adalah sepasang kekasih saat kami masih di SMA di Italia. Kami sangat dekat. Bahkan, keluarganya sangat menyukaiku."

Sarah membelalak. "Bapak dan Violet... berpacaran?"

Samudra menghela napas. "Itu dulu, Violet. Sudah lama sekali."

Violet tersenyum tipis. "Ya, sudah lama. Tapi aku masih ingat, betapa Samudra sangat perhatian padaku. Dia membelikanku bunga setiap minggu, dan selalu mengantarku pulang."

Samudra menatap Violet. "Violet, tolong jangan mengungkit masa lalu. Itu sudah berlalu."

Violet menatap Samudra, lalu menatap Sarah. "Sarah, kamu beruntung memiliki Samudra. Dia adalah pria yang sangat baik. Tapi aku tahu, Samudra adalah pria yang mudah berubah pikiran."

"Violet, itu tidak benar!" potong Samudra tegas.

Violet tersenyum. "Maaf, mungkin aku terlalu banyak bicara. Tapi aku hanya ingin mengingatkan, bahwa Samudra adalah pria yang sulit untuk dipercaya. Dulu, dia berjanji akan menikahiku, tapi akhirnya dia memutuskan hubunganku karena dia terlalu sibuk dengan bisnisnya."

Sarah menatap Samudra, lalu menatap Violet. Ia merasa ada sesuatu yang aneh. Violet sepertinya sengaja datang untuk mengganggu.

"Violet, aku minta kamu pergi sekarang," ujar Samudra, suaranya dingin.

Violet berdiri, lalu tersenyum. "Baik, aku akan pergi. Tapi aku harap kita bisa bertemu lagi, Samudra. Dan Sarah, semoga kamu beruntung dengan Samudra."

Violet berbalik, lalu berjalan meninggalkan restoran. Sarah menatap Samudra, dan melihat wajahnya yang tegang.

"Pak, siapa Violet sebenarnya?" tanya Sarah.

Samudra menghela napas. "Violet adalah mantan pacarku saat SMA. Kami berpacaran selama dua tahun. Namun, akhirnya kami putus karena aku memilih fokus pada bisnis dan pendidikanku. Dia sangat kecewa, dan kami tidak pernah berbicara lagi sejak itu."

"Tapi dia bilang Bapak berjanji akan menikahinya," ujar Sarah.

"Violet selalu terlalu berharap," jawab Samudra. "Aku memang menyukainya, tapi aku tidak pernah serius untuk menikah. Dia mungkin masih menyimpan dendam."

Sarah menatap Samudra. "Pak, apakah Bapak masih memiliki perasaan padanya?"

Samudra menatap Sarah, lalu menggeleng. "Tidak, Sarah. Itu sudah berlalu. Yang ada di hatiku saat ini hanya kamu."

Sarah tersenyum, merasa lega. "Terima kasih, Pak. Itu membuatku tenang."

Samudra meraih tangan Sarah. "Jangan biarkan kata-kata Violet mengganggumu. Masa lalu adalah masa lalu. Yang penting adalah masa depan kita, bersama bayi ini."

Sarah mengangguk, dan mereka melanjutkan makan malam. Namun, di dalam hati Sarah, ada sedikit keraguan. Violet adalah wanita yang sangat cantik dan terkenal. Dan ia adalah mantan pacar Samudra. Mungkinkah Samudra masih memiliki perasaan padanya?

Malam itu, Sarah kembali ke hotel dengan perasaan campur aduk. Samudra mengantarnya ke depan kamar.

"Sarah, jangan terlalu memikirkan Violet," ujar Samudra.

"Aku mencoba, Pak," jawab Sarah.

Samudra menatap Sarah. "Aku tidak akan membiarkan masa lalu mengganggu masa depanku. Dan aku ingin kamu menjadi bagian dari masa depanku."

Sarah tersenyum, dan Samudra mencium keningnya pelan.

"Selamat malam, Sarah."

"Selamat malam, Pak."

Sarah masuk ke kamar, dan berbaring di tempat tidur. Ia menatap langit-langit, dan tersenyum.

"Aku percaya padamu, Samudra," bisiknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!